Suami Tengil Yang Tampan

Suami Tengil Yang Tampan
21


__ADS_3

"Tidak mungkin bicara biasa, pasti ada yang membuat kalian salah bicara, hingga Syifa pusing dan jatuh pingsan" skak Ibu Brian.


Brian pun tidak tahun harus mengatakan apa, hanya bertanya siapa sebenarnya Syifa, eh malah jatuh pingsan dan tak sadar diri sampai sekarang.


Sedangkan pembantu setia Syifa sudah menghubungi orang tua Syifa.


Dan katanya mereka akan datang nanti malam.


Tania dapat kabar seperti itu, dan memberitahukan kepada Brian, tapi entah kenapa Brian merasa sangat gugup dan khawatir, seperti ketakutan akan bertemu dengan mertuanya.


Tap tap tap... Suara langkah seseorang yang memakai sepatu kulit, dan sepertinya orang itu berjalan setengah berlari.


Ketika sampai di depan ruangan Syifa, Rani serta Nurul orang tua kandung Syifa sudah mengintimidasi mereka.


Beruntung disaat kedua orang tua Syifa baru tiba di ruangan Syifa, Brian dan orang tuanya tidak ada di tempat, hanya ada Bibi dan Tania, yang masih setia menemani Syifa.


" Tania? Pasti kamu Tania kan sahabat Syifa anak saya kan, apa benar Syifa sudah menikah secara agama dan hukum? " tanya Rani, menatap Tania tajam.


Tania pun menjadi gugup, karena yang Tania tahu kedua orang tua Syifa sangat galak.


Nurul masih memerhatikan istrinya bicara dengan sahabat anaknya.


Dan dari belakang Brian juga Jon baru datang.


Tiba-tiba langkah kaki Brian semakin berat, ingin ke sana tapi sepertinya sangat ramai.


Tania pun tak sengaja menengok ke belakang Rani, dan disana sudah ada Brian dan juga Jon.


" Bri, sini cepat!! " teriak Tania di depan Rani, Mamanya Syifa.


Deg...


Nama itu seperti tidak asing bagi pendengaran Rani.


Rani pun menengok ke belakang dan ternyata benar dugaannya, Brian!!! Cowok yang sudah membuat anaknya tersesat di dunia balapan motor, sampai Syifa terjatuh dan lupa ingatan.


Rani pun tak pernah setuju Syifa berhubungan dengan Brian. Sekalipun Brian anak sahabatnya sendiri, sebab anaknya menjadi celaka.


Nurul sedang mendapatkan telpon dari rekannya, sehingga tak menyadari Rani dan yang lainnya.


"Brian, sini loe, kasih tahu sama Mamanya Syifa, sebenarnya apa yang terjadi! " seru Tania, mendekati Brian dan Jon, yang masih dibelakang Rani. Karena Tania tak sabar ingin menjelaskan lewat Brian.

__ADS_1


Brian ingin mundur dan balik badan namun sayangnya, sudah tak bisa mengelak.


Tania mendorong maju ke hadapan Rani, dan Brian mendadak gugup dan berkeringat dingin.


"Aduh, Tania ini bukan bantuin malah nyusahin" gerutunya dalam hati.


Rani pun menatap tajam ke arah Brian, ternyata benar Brian ini yang dulu membuat anaknya kecelakaan balapan motor, dan sekarang dia lagi yang membuat anaknya masuk ke rumah sakit.


" Jadi, kamu lagi yang sudah membuat anak saya menderita untuk yang kedu kalinya,hah? " tegur Rani, menahan amarahnya.


" Maksud Tante apa ya, " tanya Brian tidak mengerti, sebab baru kali ini tapi Mamanya bilang kedua kali, jadi...


"Kamu sudah buat anak saya amnesia, ingat tidak, hah!!! " teriak Rani, memarahi Brian.


Brian menunduk tak berani menatap Rani.


Brian masih merasa bersalah, tapi Brian tidak mengerti maksudnya apa yang kedua kali.


"Maaf Tante, ini baru pertama kali saya membuat anak Tante masuk rumah sakit, memang sebelumnya, saya melakukan apa Tante? " tanya Brian.


" Kamu lupa? Kamu sudah membuat anak saya jatuh dari motor, lima tahun yang lalu! " seru Rani.


Sontak saja Brian kaget, dan baru saja ia sadar ternyata selama ini, Syifa adalah Cahaya, tapi kok beda wajahnya ya.


"Iya" sinis Rani.


Brian pun kini menengok ke arah ruang rawat Syifa, menangis dalam diam, merenungi dan menyesal.


" Lalu, kabar yang dibilang Cahaya meninggal itu kenapa Tante? " tanya Brian penasaran.


"Karena saya tidak mau kamu terus menerus mengejar anak saya, jadi saya suruh pihak rumah sakit untuk mengabarkan Cahaya meninggal, jika yang bertanya itu bernama Brian dan teman Cahaya yang lainnya" jelas Rani panjang lebar.


"Lalu kenapa juga wajahnya berubah total? " Brian makin penasaran. Dan ingin rasanya mengetahui alasannya.


"Karena saya rasa agar tidak ada yang mengenalinya, terutama kamu! " tunjuk Rani, sambil emosi yang tertahankan.


Brian menelan salivanya, dan merasa kisah asmaranya dengan Cahaya tak ada restu dari kedua orang tua Cahaya.


"Kami selalu menangis dengan keadaan putri kami, yang tidak mengingat siapa dirinya, maka kami membawanya ke luar Negeri, untuk operasi wajahnya dan memulihkannya. Setelah semuanya sehat dan baik-baik saja, kami kirim dia ke Pesantren, agar dia melupakan kebiasaan balap motor, dan agar dia menjadi wanita yang solehah" Rani menceritakan tentang Cahaya, dan sambil menangis di samping Bibi.


"Tadinya saya sengaja ingin menjodohkan dia dengan Ustadz disana, tapi sayang Cahaya ingin kuliah dan memutuskan ingin menyudahinya menjadi santriwati, " lanjutnya.

__ADS_1


Brian masih menyimak cerita dari Rani yang sekarang menjadi mertuanya.


"Maksud Tante, Ustadz Fatih? " imbuh Brian.


Belum sempat menyelesaikan cerita, Nurul suami Rani atau Papa Cahaya, baru saja selesai dari telponnya. Dan menatap ke Brian.


"Kamu kan yang dulu! " seru Nurul, namun Nurul tidak begitu emosi pada Brian, karena kejadian juga sudah sangat lama, jadi sudah melupakannya.


"Iya, Om" jawab Brian.


"Apa benar kamu adalah suaminya Syifa? " tanya Nurul, memastikan, karena ingin tahu jawabannya.


"Iya, itu juga karena... " Brian menggantung.


Belum sempat melanjutkannya namun tiba-tiba Jessica datang.


Jessica tercengang melihat ada sosok Rani dan suaminya, dan melihat ke arah Brian, Tania juga Jon, secara berganti.


"Rani? Apa kabar? Kenapa ada disini, siapa yang sakit? " Jessica bertanya beruntun.


Sambil berjabatan tangan satu sama lain.


"Anak saya yang sakit, Syifa" jawabnya.


Jessica kaget, ternyata Syifa menantunya itu adalah anaknya Rani, mantan pacar Justin dan hingga saat ini pun Justin masih memikirkan Rani. Bahkan terkadang masih mengungkit masa lalunya dengan Rani.


"Syifa? Anak kamu? " tanya Jessica kaget.


Jessica kemudian menatap ke arah Brian, dan Brian hanya diam dan tak bisa berbuat apa-apa.


"Jadi, selama ini Syifa menantuku adalah anak kamu Rani" ujarnya.


Rani pun sama halnya begitu kaget, bahwa Jessica adalah orang tua Brian. Jadi mereka besanan dong ya. Dunia memang sempit sekali seperti daun salam eh bukan seperti daun kelor.


"Apa! Jadi Brian adalah anak kamu, anak kamu ini sudah membuat anak saya masuk rumah sakit untuk yang kedua kalinya, Jes! " seru Rani, mengeluarkan uneg-unegnya.


"Maksudnya? " bingung Jessica, ia melirik ke arah Brian yang masih berdiri di samping pintu rawat Syifa atau Cahaya..


"Dia sudah mencelakakan anak saya yang bernama Cahaya, lima tahun yang lalu, kamu tahu kan itu! Betapa hatiku sangat sedih dan hancur! " Rani marah, dan masih ingat akan kejadian itu, dan akan menjadi memori yang tak pernah dilupakan olehnya.


Jessica mendekati Brian, dan seraya mengusap punggungnya.

__ADS_1


"Bri, tolong katakan pada Ibu, sebenarnya apa yang telah terjadi, dimasa lalu kamu dan sekarang, Ibu bingung harus memulai bicara apa dulu, kamu terlalu tertutup untuk menceritakan masalah kamu sama Ibu, " mata Jessica berkaca-kaca, saat menatap Brian yang tengah menunduk.


"Ibu, Brian... "


__ADS_2