Suami Tengil Yang Tampan

Suami Tengil Yang Tampan
29


__ADS_3

Tok tok tok...


Suara ketukan pintu sudah berkali-kali, namun Syifa dan Brian tak kunjung bangun.


"Duh siapa sih yang sepagi buta gini mengetuk pintu, belum pake baju lagi" gumam Brian, matanya masih mengantuk, dan melihat Syifa masih pulas.


"Udah, gak usah dibuka, nanti juga berhenti sendiri" cegah Syifa, meskipun matanya tertutup tapi tangannya memegang lengan Brian.


Brian pun kaget, perasaan tadi terlihat tidur, kenapa langsung bangun.


"Pelukan lagi aja Brian, masih kurang nih, aku masih lemes" manja Syifa masih ngedusel di dada Brian, Brian pun tak menolak dan mengusap lembut rambut Syifa, yang masih acak-acakan.


Brian menghangatkan setiap pelukan sang istri.


Diluar nampak Rani mengomel-ngomel karena pintu kamar anaknya sama sekali tidak ada respon.


"Pengantin baru, bener-bener keterlaluan sudah siang begini belum pada bangun, " gerutunya, sepanjang perjalanan menuju ke anak tangga.


Rani langsung menuju ke dapur, untuk segera mempersiapkan sarapan untuk sang suami dan anak mantunya.


Dengan cekatan Rani sangat lihai memasak, sebab dulu ia pernah sekolah dijurusan tata boga.


"Pah, anak dan mantu Papah tuh belum pada bangun, jam enam loh ini Pah" kesal Rani, menceritakan anak dan mantunya kepada suaminya.


"Sudahlah Mah, mereka kan sudah sangat lama tidak bertemu, sekalinya bertemu langsung nikah, ya wajar dong Mah, udah tidak perlu usik mereka, mending kita sarapan saja dulu, mereka gampang menyusul" saran suaminya, agar tidak terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka.


"Bri, bangun yuk kita mandi bareng aja yuk, mumpung masih belum sibuk" ajak Syifa, sambil mengedipkan matanya genit.


Brian memicingkan matanya dengan tatapan curiga, karena sikap istrinya yang sangat over itu.


"Iya deh iya, hayu kita mandi bareng" pasrah Brian, menerima ajakan istrinya.


"Auhhhh, perih sekali Bri" seru Syifa kesakitan bagian intimnya. Brian langsung kaget mendengar rintihan Syifa, maka Brian membopongnya dalam keadaan tanpa busana semua.


Mereka tidak sadar, bahwa mereka sama sekali tidak memakai sehelai kain pun.


Tubuh Syifa polos, begitu juga dengan Brian polos, ketika sudah berada di dalam kamar mandi tidak lupa Brian mengunci pintunya.


"Haaaaa" Syifa kaget, dan langsung menutupnya menyilangkan tangannya kebagian tubuhnya.

__ADS_1


Karena merasa sangat malu, kenapa dalam keadaan kek gini hihi.


"Kamu kenapa? " tanya Brian, melihat ekspresi wajah Syifa yang kaget.


"Kamu dan aku tadi berjalan ke kamar mandi tidak memakai baju, ya ampun ada yang lihat tidak ya" Syifa khawatir.


"Tidak ada lah, kan di kamar hanya ada aku dan kamu saja" Brian menenangkan Syifa.


"Dan kamu udah.." Syifa menutup mulutnya cepat, dan memandang ke arah Brian yang tanpa mengenakan pakaian. Kaget dan melotot bahkan merasa malu sendiri.


Syifa balik badan karena malu, Brian mendekati Syifa agar segera mandi, sebab Brian ada mata kuliah.


"Ayo cepat mandi, kamu didalam aku diluar, kamu tenang saja aku tidak ngapain kamu lagi kok, tenaga ku udah dikuras habis nih, gara-gara tadi malam kamu nantangin" godanya.


Setelah selesai mandi, Syifa dan Brian langsung turun ke bawah, untuk segera sarapan pagi.


"Pagi Mah, pagi Pah, tumben jam segini udah rapi, mau pada kemana? Emang sudah pada sarapan semuanya ya" sapa Syifa dan bertanya-tanya.


"Kamu nya aja yang lama, Mamah ketuk pintu


tidak ada yang menyahut, dasar pengantin baru, Mamah Papah mau pergi dulu sebentar, mau ke Perusahaan Papah yang baru, agar kita bisa berkumpul lagi di sini" sindir Rani, dan memberitahu. Kemudian Syifa dan Nurul berjalan beriringan, tidak lupa Syifa dan Brian mencium punggung mereka.


Syifa dan Brian mengantarkan Rani dan Nurul terlebih dahulu di depan, kemudian kembali masuk kedalam lagi untuk sarapan.


"Sarapan dulu ya, lalu pergi ngampus" ucap Syifa.


"Iya" jawab Brian.


"Kalau aku ikut ngampus boleh tidak, Bri? " tanya Syifa, memelas.


"Jangan dong, kaki kamu masih sakit loh, tidak, tidak boleh, nanti yang ada aku kena omel mama kamu lagi, tahu sendiri mama kamu ada dendam tersembunyi" ujarnya. Syifa terkekeh melihat muka khawatir Brian terhadap dirinya.


"Udah jangan drama terus, kapan makan nih udah telat Fa, " lanjut Brian, udah kelaparan.


"Eh iya jadi lupa hehehe" ketawa tanpa dosa.


Selama makan, tidak ada suara hening dan hening. Hanya mata saling tatap menatap, Bibi yang melihat interaksi mereka terlihat lucu.


"Mereka terlihat memakai bahasa batin hihi" tawa Bibi dalam hati.

__ADS_1


"Alhamdulillah kenyang, Aku berangkat dulu ya Fa, ingat jangan macem-macem dirumah, jangan terima tamu laki-laki lain selain suami tampan mu ini, oke" Brian mencium kening Syifa, dan Syifa pun mencium punggung tangan suaminya.


Brian diam sebentar, saat Syifa mencium punggung tangannya, merasakan ada sesuatu yang menghangat. Sangat terasa sekali kehidupannya kini bersama sang istri tercintanya.


Syifa mengantarkan Brian didepan pintu, Brian ke kampus menggunakan motor sport nya, tidak mengendarai pake mobil, sebab ia belum membawanya ke rumah Syifa.


"Oh iya Bri, nanti di kampus jangan nakal ya, aku punya banyak CCTV-nya " ancam Syifa, sambil mengepalkan tangannya ke atas.


"Mau ini, hem" Syifa memperlihatkannya di depan wajah Brian, Brian menyingkirkan tangannya yang mengepal itu kemudian berbisik.


"Aku gak mau yang ini, maunya yang tadi malam, enak" senyum Brian, kemudian sekilas menciun bibir sang istrinya.


Satpam yang sedari tadi menunggu Brian keluar, harus tutup mata sebab Pak Satpam melihat mereka berciuman didepan matanya lagi.


"Ups maaf Nona, tidak melihat, tidak melihat" ucap Pak Satpam.


Wajah Syifa pun merona dan malu, sebab Satpam nya melihat kekonyolan Brian yang sok sweet banget.


"Sudah sana pergi, gerbangnya sudah dibukain juga" dorong Syifa, mendorongnya sampai motor.


Brian pun patuh, dan langsung menaiki motornya.


Syifa melambaikan tangannya pada sang suami.


"Mimpi apa aku, punya suami mantan pacar SMP dan sekarang ya ampun jodoh emang misteri" gumamnya, saat Brian sudah keluar dari halaman rumahnya.Syifa pun kembali ke dalam rumah.


Di Kampus, Brian memarkirkan motor sportnya, dan tanpa menunggu siapapun, ia langsung berjalan menuju ke kelas.


Ditengah perjalanan menuju kelas, ia sempat bertemu dengan Fatih, ada rasa cemburu jika bertemu dengan Fatih, sebab istrinya sangat mengidolakan dirinya.


"Apa sih yang Syifa suka dari dirinya, udah tua juga" Brian memandang sinis ke arah Fatih, yang tengah berjalan juga menuju ke kantor.


Brian berhenti sejenak dan masih terus memandang Fatih dari kejauhan.


"Hai, loe ngapain berdiri disini sendirian? " tepuk Vino, yang baru saja datang dari arah belakangan Brian.


"Ada iklan tadi, loe sendirian mana yang lainnya? " tanya Brian, melirik ke kanan dan kiri. Tak ada satupun teman yang berada di samping Vino.


"Hai"

__ADS_1


__ADS_2