Suami Tengil Yang Tampan

Suami Tengil Yang Tampan
30


__ADS_3

"Hai" sapa Laras dari belakang Vino dan Brian.


Melihat Laras yang datang, Brian langsung pergi meninggalkan Vino dan Laras.


"Dia kenapa Vin? " tanya Laras.


"Gue tidak tahu Ras, gue duluan ya, " pamit Vino, dan segera menyusul Brian.


Laras pun sekarang sudah sadar, sudah tidak lagi mengejar Brian seperti dulu, karena ia sadar sekarang Brian sudah menjadi seorang suami, meskipun pernikahan Brian secara paksa.


Kini Laras juga menyadari bahwa orang yang selalu dekat dengan dirinya adalah Bimbim.


Hingga kini Laras akan lebih memperhatikan Bimbim, yang sebelumnya selalu mengabaikannya.


"Bimbim kok belum nongol ya, kemana dia" Laras menengok ke kanan dan kiri diantara Brian, JOn dan Vino serta Tania, Tania merasa diperhatikan hingga Tania pun bertanya-tanya sendiri.


Laras terus memandangi mereka, sehingga Tania sangka bahwa Laras masih mengincar Brian.


"Vin, si Laras kenapa lihat ke kita terus, apa dia masih menginginkan Brian? " bisik Tania ke telinga Vino.


"Mana gue tahu, Tan, coba aja loe tanya langsung jangan suka tebak menebak, nanti timbulnya fitnah" saran Vino.


Tania pun penasaran, dan ia mendekati Laras yang masih memandang ke arah mereka.


"Ras, dari tadi gue perhatikan loe lihat kita terus, ada yang loe cari? " tanya Tania, karena penasaran.


"Iya, gue kehilangan Bimbim, dia kemana ya, kok gak kelihatan dari tadi Tan, " jawab Laras sedikit sendu.


" Oh Bimbim, kirain Brian " Tania sedikit lega, yang Laras incar ternyata Bimbim, bukan Brian.


"Kok Brian sih Tan, gak lah, ngapain Brian cowok yang sudah punya istri, gak lah, gue udah tobat nasuha kaliii" elak Laras.


"Eh, loe tahu gak Bimbim kenapa hari ini tidak masuk kampus? " tanya Laras, penasaran sebab biasanya Bimbim selalu konfirmasi tiap hari, tapi hari ini Bimbim sama sekali tidak ada kabarnya.


"Ya sudah, tar gue tanya dulu ya sama besti Bimbim, nanti gue kesini lagi, gak enak tuh ada dosen pembimbing" ujar Tania, Tania pun kembali ke tempat duduknya.


Tepat duduk di bangku, Vino penasaran dan bertanya.


"Apa kata Laras Tan? " bisik Vino, kepo.


"Laras nyariin Bimbim" balas Tania.


"Lah iya dia belum ngasih kabar ke kita, ya kan Jon? " tanya Vino ke Jon.


Jon pun masih berfikir, tadi malam Bimbim terlihat sangat lesu, kemungkinan besar Bimbim sakit. Atau ada hal yang lainnya.

__ADS_1


"Gue gak tahu pasti, emang siapa yang mencari Bimbim, tumbenan ada yang nyariin" ucap Jon, penasaran siapa yang nyariin Bimbim.


Tania dan Vino menunjuk ke arah Laras. Jon pun ikut menoleh ke arah Laras.


"Oh" Jon hanya ber oh ria saja.


Jam istirahat mulai berbunyi, semua Mahasiswa dan Mahasiswi berhamburan kesana kemari mencari makanan, ada yang di kantin, A, B dan C juga ada yang di luar kampus.


Beda dengan Brian, Brian hanya berdiam diri didalam kelas. Karena mengantuk, sebab tadi malam habis tempur membuat tenaganya habis.


Akhirnya Brian lebih memilih tidur sebentar di dalam kelas.


"Ya ampun, enak sekali ya bisa gol, ternyata begini ya rasanya, pantas saja banyak yang hilang diluar nikah, prosesnya bikin ketagihan, " gumam Brian, sambil tiduran di atas meja tulis.


"Tumben Brian tidak ikutan, dia kenapa tuh" tanya Tania pada mereka.


Mereka pun geleng-geleng tidak mengetahui, apa yang membuat Brian tidak ikutan nimbrung ke kantin.


Karena pada saat jam istirahat keluar, mereka tidak menyadari Brian.


"Habis petang dunia mungkin" celetuk Jon.


"Kok petang dunia, bukan perang Dunia, JOn? " tanya Tania, heran maksud Jon.


"Ih loe pada pada pinter banget ya, petang dunia itu ya itu tuh" imbuh Jon, gemas sendiri menjelaskannya.


"Udah loe gak usah mikirin, petang dunia lebih baik kita mikirin terangnya dunia, karena loe masih dibawah umur, hihihi" ledek Jon pada Tania.


"Vin, loe tahu gak sih? " Tania kini bertanya pada Vino.


Vino sedikit menoleh ke Jon yang sedang terkekeh lucu, melihat ketidaktahuan Tania soal petang dunia. Gayanya sok tapi hal intim begituan Tania jauh dari kata pandai mencerna.


"Eh Bimbim kemana ya, dari tadi tuh Laras nanya Bimbim mulu, tuh anak kemana sih, hermannn deh gue" ucap Tania.


"Herman siapa lagi tuh" tanya Vino.


"Heraaaan bukan Herman, itu cuman khiasan doan my Vin vin" jawab Tania.


Bimbim baru saja datang, terlihat dari jauh Bimbim memarkirkan motor sportnya berwarna hijau.


Dan bergabung dengan Jon, Vino serta Tania.


"Hai, gimana bimbingan hari ini, sorry gue telat sibuk banget nih gue, " sapa Bimbim, dan menepuk pundak Vino dan Jon, kecuali Tania.


"Loe dari mana saja? " tanya Jon, yang sedang menyeruput es jeruk.

__ADS_1


"Dirumah aja sih sebenernya, ada sesuatu gitu" jawab Bimbim, terlihat menyedihkan.


"Apaan tuh" kepo Jon.


Laras yang baru saja sampai, tidak dulu menyapa Bimbim, sebab Bimbim baru datang dan baru berkumpul dengan para sahabatnya.


Laras duduk di sebelah mereka, namun Bimbim kelihatannya tidak melihat ada Laras, karena Laras memunggungi mereka, agar tidak terlihat.


"Eh Brian kemana? Kok gak ikutan gabung" tanya Bimbim, merasa ada yang hilang dan kurang.


"Brian kelelahan tadi malam jaga gawang, dipetang hari" ucap Jon, yang sedikit menyunggingkan senyuman.


Seketika Tania menoleh ke Jon, sebab Jon terlalu memakai bahasa khiasan yang Tania tidak mengerti.


"Jon, bahasa loe itu, bikin gue muterin otak nih" Tania semakin bingung disetiap perkataan Jon, membuat Tania cemberut.


"Vin, ajarin tuh Tania cara petang dunia malam" imbuhnya.


"Nanti lah kalau sudah ada halal" sahut Vino.


Bimbim melihat- lihat orang-orang yang berada di kantin, dan mencari keberadaan Laras. Padahal ada di belakang dirinya.


Tetapi Bimbim tidak melihatnya.


"Eh, elo tadi di kelas dicariin Laras, gak tahu ada apaan, kangen tuh" celetuk Tania.


"Mana ada dia kangen gue, dia kan suka sama Brian, gue cuma pelarian dia doang" ucap Bimbim.


"Ah enggak, dia beneran nyariin elo deh, kalau gak percaya tanya aja langsung ke orangnya" lanjut Tania, menjelaskan.


Bimbim membuang nafas kasar, sedikit tudak percaya, palingan juga soal Brian, Brian dan Brian.


Bimbin pun sadar diri, bahwa Laras hanya menyukai Brian bukan dirinya. Hingga kini Bimbim belajar menghindari Laras. Karena takut perasaannya tidak terbalas.


Jam istirahat pun selesai, Bimbim ikut masuk kelas bimbingan, dan melihat Brian tengah tidur pulas. Jon, Bimbim, Vino dan Tania pun heran melihat Brian seperti tidak bernyawa.


"Bri, kebakaran, kebakaran!!!! " teriak Tania dan Jon. Membuat Brian terbangun, tapi tak bereaksi terkejut atau apa gitu? Ya ampun Brian lagi nada di dunia nyata gak sih.


"Kok loe gak kaget Bri,? " tanya Tania heran.


"Emmmm gak lah, gue lagi mimpi enak-enak tahu, kalian ganggu gue, sialan kalian" maki Brian, kesal karena mimpinya jadi terjeda.


Tania cengo mendengar ucapan Brian.


"Mimpi apaan itu Bri? " kepo Tania.

__ADS_1


Kemudian Vino menarik tangan Tania, sebab Fatih dosen pembimbing mereka sudah ada didalam kelas.


"Vin, maksudnya Brian apa sih"


__ADS_2