
"Emmmm" gumam Syifa, bingung sendiri kan jadinya.
"Eummmmm, aeummmm, kayak lagu tau gak" kesal Brian.
Brian pun langsung masuk ke kamarnya, dan rebahan, kemudian menarik tangan Syifa agar ikut rebahan juga dengan dirinya.
Tak ada perlawanan dari Syifa, pada akhirnya terjadilah sesuatu nyang membuat Syifa ketagihan.
Setelah kegiatan itu selesai, mereka langsung mandi dan segera makan malam.
Di bawah sudah ada Rani dan Nurul yang sedang makan malam bersama.
Rani dan Nurul memperhatikan Syifa dan Brian, terlihat mereka sehabis mandi basah.
Nurul hanya tersenyum melihat Brian, dan Syifa anaknya. Beda dengan Rani yang seolah-olah tidak menyukainya.
"Berapa lama kalian latihan, dan berapa kali! " skak Rani langsung pada intinya.
Syifa dan Brian langsung saling melemparkan pandangan satu sama lain. Brian garuk-garuk rambutnya yang tidak gatal dan merasa malu.
"Aduh Mama kalau ngomong di filter dong, Brian dan Syifa tidak ngapa-ngapain kok, Brian kan habis pulang dari kampus jadi ya mandi dong Mah, masa tidak mandi ya kan lengket, bau juga" ucap Syifa membela suaminya.
"Sudah, makan saja dulu, ini bukan meja kepo, ataupun debat, ini meja makan yang siap untuk dimakan, bukan untuk saling kepo" jeda Nurul, jengah melihat istri dan anaknya terus debat.
Brian hanya diam tak ingin berkomentar apapun.
"Sayang kamu kok diem aja sih, ngomong dong, jangan diem aja" suruh Syifa.
"Sudah makan saja, bener kata Papa" Brian tak mau mengatakan apapun, sebab ini meja makan bukan untuk debat. Rani masih menatap Brian sinis, kalau bukan menantu mungkin sudah diomelin habis-habisan.
Setelah selesai makan, Syifa mengajak Brian keluar ingin membeli sesuatu.
"Brian, mau gak anterin aku beli sesuatu di luar? Bosan didalam rumah terus" manja Syifa di lengan suaminya. Lagi-lagi Rani melihat aksi anaknya yang memanja pada suaminya.
Rani menjadi ilfil melihat keduanya.
"Lebay" ucap Rani saat melewati didepan mereka. Brian kaget dan diam mematung memperhatikan mama mertuanya.
"Pah, lihat anak kamu manja banget" adu Rani pada suaminya, yang sedang membaca koran sambil menyalakan saluran chanel di televisi.
"Biarin aja Mah, sirik amat" ujar Papa Syifa.
"Ya sudah yuk jalan, mau naik apa? " tanya Brian.
__ADS_1
"Naik motor saja, kakiku sudah sembuh dan besok mau kuliah lagi" jawab Syifa semangat.
Brian langsung ke garasi, mengambil motornya.
Keduanya kini meninggalkan rumah, dan pergi mencari sesuatu.
"Brian, aku mau ke Arena balapan kamu mau kan? " pinta Syifa.
Brian kaget mendengar ucapan Syifa yang ingin ke Arena balapan, Brian tak ingin memenuhi permintaan Syifa sebab sangat berbahaya.
"Brian, plis, aku mau ketemu seseorang disana" Syifa memelas.
"Ya sudah iya, tapi kamu harus hati-hati ya, dan mata mu itu harus dijaga" saran Brian, sedikit cemburu, karena Arena balap motor itu kebanyakan kaum laki-laki.
Tiba di Arena balapan, disitu banyak sekali yang berjejer motor keren, dan para lelaki sedang nangkring diatas motor sedang bercanda gurau.
Disitu juga ada Jon dan Bimbim.
"Loh kalian ada disini sih, " heran Brian, yang tidak ada adalah Vino.
"Bukannya tadi siang gue udah bilang sama loe ya, kalau nanti malam gue ngajakin loe, tapi loe molor mulu didalam kelas, " JOn bicara itu lantas langsung membekap mulutnya, takut Syifa mendengarkan ucapan Jon.
Syifa langsung melirik ke arah Brian, saat Jon bicara bahwa suaminya itu molor didalam kelas.
Brian cengengesan tanpa dosa.
"Aduh, alamat ini namanya" batin Brian.
"Eh Vino dan Tania mana ya? " Brian mengalihkan pembicaraan, agar Syifa lupa apa yang dikatakan oleh Jon.
"Lah iya, dua anak manusia itu kemana, tumbenan mereka gak ikutan gabung, " timpal Syifa, melihat kearah kanan dan kiri Jon dan Bimbim.
"Biasanya mereka lagi ngedate dulu" sahut Bimbim.
"Kamu tahu dari mana Bim? " tanya Syifa, penasaran atas ucapan Bimbim.
"Ih kalian itu pandai banget sih jadi orang, kalian itu gak sadar apa, kalau Vino itu suka sama Tania," terang Bimbim, menjelaskan.
Brian dan Jon saling pandang, saat ada cowok super keren menghampiri mereka sebab mereka tidak mengenalnya.
Bimbim pun memperhatikan cowok itu, dan cowok itu menghampiri Syifa langsung. Tanpa ada rasa takut pada Brian, Jon dan Bimbim.
"Hai Fa, apakabar? Kok baru lihat lagi, anak-anak sudah pada nungguin loe tuh, lihat ada Mulan juga, dia ikutan gabung loh" tunjuk cowok itu pada tim nya.
__ADS_1
"Hai juga, alhamdulillah baik Van, loe sendiri bagaimna kabarnya? Bagus lah ada temen cewek cantik yang nemenin loe semuanya, " jawab Syifa, sambil melirik ke arah Brian, yang tengah cemberut.
"Oh iya Brian, Bimbim dan Jon, kenalin dia teman balapan aku, namanya Evan, ketua tim aku dulu, " Syifa memperkenalkan Evan pada Brian, Bimbim dan Jon.
"Hai juga, gue Brian suami Syifa" ucap Brian,memanas.
"Gue Jon" sahut Jon.
"Gue Bimbim" ucapnya.
"Gue Evan" balas Evan.
Evan kaget saat Brian memperkenalkan dirinya sebagai suami Syifa. Evan pikir mereka hanyalah teman biasa.
"Fa, benar itu suami loe, kok loe gak ngundang kita semua sih, curang namanya" tegur Evan, melihat ke arahnya.
"Sorry Van, gue belum resepsi, entar kalau gue udah resepsi gue bakalan undang loe semuanya deh" janji Syifa pada Evan.
Evan dipanggil oleh temannya, dan Evan pun pamit pada mereka semuanya.
Setelah kepergian Evan, Brian mulai angkat bicara.
"Ehem, pantesan minta ke Arena balap terus, sebab ada yang diincer, hem gue gak heran sih" sindir Brian, melirik ke arah bininya.
Bimbim dan Jon, saling pandang dan saling kode, untuk meninggalkan Syifa dan Brian, sebab sepertinya akan ada perang Dunia ke sepuluh.
"Kita pergi aja yuk, gue males lihat pasangan yang suka berdebat" bisik Jon pada Bimbim, yang masih berdiri dekat Brian.
"Yuk, kita jajan aja, dari pada lihat mereka" ajak Jon, dan menarik tangan Bimbim.
Brian dan Syifa ditinggalkan Bimbim dan Jon. Brian dan Syifa tak menyadarinya, sebab mereka masih berdebat.
"Evan itu cowok baik, dia suka nolongin aku Bri, dia itu jago bela diri, aku aja sampai belajar sama dia, makanya aku dekat dengan dia" jujur Syifa.
"Saking deketnya ya, sampai ada suami pun pegangan tangan gitu, ih " kesal Brian.
"Lalu aku harus ngapain" tanya Syu pada Brian.
"Ya kamu jaga jarak lah, sikap kamu dulu dan sekarang tuh gak boleh sama, dulu oke lah kamu belum punya suami, kamu biasanya begini begitu sama tim kamu, sekarang kamu punya tugas sebagai istri, jadi harus menjaga marwah kamu sebagai istri" saran Brian. Penuh penekanan.
"Hai Fa, ayo ikut kita, semuanya sudah kumpul tuh, tinggal kamu saja, " ucap seseorang, bukan Evan.
Brian meninggalkan Syifa.
__ADS_1