
"Ya ampun apa ini, " kaget Brian.
"Masa isinya dalaman Syifa semua, oh iya, astaghfirullah gue lupa ini kan rumah Syifa, bukan rumah gue, ya ampun gue amnesia" Brian menepuk jidatnya sendiri.
Tanpa berganti pakaian, Brian terpaksa berbaring dikasur Syifa, tanpa sadar Brian langsung terlelap. Syifa dan Tania masih asik mengobrol diruang tamu.
"Brian kaget kali, loe lebih tajir dari loe" ucap Tania, enteng.
" Masa sih, kan dia juga tajir kok" elak Syifa.
"Tan, loe gak masuk kampus apa, nanti ada yang kangen sama loe gimana hayo? " ledek Syifa dan menggodanya.
"Siapa lagi yang bakal kangen sama gue, gak ada Fa, " ucap Tania.
"Barang kali ada yang terselubung" goda Syifa.
"No" elak Syifa.
Jam sudah menunjukan pukul sebelas siang, Tania pun pamit pulang, dan akan pergi ke kampus pukul satu siang.
"Gue pulang duluan ya, nanti kalau ada waktu gue kesini lagi, oke" pamit Tania.
"Hati-hati ya, " ucap Syifa.
Kemudian ia masuk kedalam kamarnya, dan mendapati Brian sedang tertidur pulas.
"Ya ampun suami, tampan ku tidurnya sangat pulas sekali," Syifa mencium kening Brian, Brian tak merasakannya, saking pulsanya mungkin.
Syifa pun ikut tidur disamping Brian, dan memeluknya.
Di Kampus, Tania menceritakan kepulangan Brian dan Syifa yang sudah berada di rumah Syifa dan kedua orang tuanya.
"Jadi tadi pagi Syifa sudah pulang, kok Brian tidak bilang ya sama kita" protes Vino.
"Ya mana gue tahu Vin, " ucap Tania.
" Kalau begitu kita keroyokin yuk di tengil Brian itu, biar nyaho sekalian, kalau lagi susah ingat kita giliran ehem ehem lupa, " sungut Jon. Teringat saat dirumah sakit, menunggu Brian didalam kamar rawat Syifa bersama Tania.
Tania hanya menggelengkan kepalanya, mendengar ucapan Jon.
"Yah, biasalah namanya juga pengantin baru, baru cinta maksudnya hihi" gurau Vino, menepuk lengan Tania. Tania pun mendelik sengit temannya itu.
__ADS_1
Tania, Vino, Jon dan Bimbim pun masuk ke dalam, karena jam kuliah mau dimulai, dan Fatih yang akan memberikan bimbingan untuk kelas mereka.
Selesai juga akhirnya mata kuliah nya. Kini Tania dan Vino berduaan menuju ke kantin, sebab Jon dan Bimbim ada kesibukan masing-masing.
Tania dan Vino duduk di meja kantin bersamaan, tak lupa memesan makanan dan minuman.
"Oh iya, setelah kegiatan kuliah selesai kamu mau kemana Tan,? " tanya Vino sambil menatap wajahnya.
"Dirumah saja deh, capek banget hari ini, sehabis dari rumah Syifa tadi, " jawab Tania, terlihat sangat lesu dan sedikit pucat.
" Yaaa, padahal gue mau ajak ke mall nih, kali aja ada yang loe suka gue kasih, tapi karena loe nya gak mau dan capek, ya sudah gak jadi deh" Vino memelas dan melirik menguji Tania, apakah dia akan tertarik atau tidak.
" Lain waktu aja deh, gue hari ini beneran mau tidur seharian nih" tolak Tania, dengan wajah yang sedikit lesu.
"Udah gak berlaku lagi dong Tan, kan gue maunya sekarang bukan lain waktu, " alibinya,
"Ya sudah, tetep gue gak mau lah, capek! Mau gue dijalan gue pingsan, hah! " kesel Tania, yang dibujuk terus,
Nampaknya ada Alisa dan Fatih sedang duduk berhadapan bukan berdampingan, karena pasti bilang bukan muhrim.
"Tih, wanita yang kemarin itu mantan kamu bukan? Soalnya pernah lihat kalian berdua dulu. " Alisa teringat memorinya.
"Dia itu dulunya mau dijodohin sama saya, makanya waktu kamu ketemu sama saya, itu tuh lagi masa pendekatan, tapi rasanya kita berbeda sekali," jujur Fatih menceritakan kebenarannya.
" Ya meskipun sekarang takdir tidak memilih kita untuk bersama, tapi aku merasakan bahwa jodoh itu saling melengkapi bukan mengomentari kekurangan, kamu pasti juga paham kan? " lanjut Alisa menggurui.
Kini Fatih kalah telak dengan ucapan Alisa, karena memang benar adanya jodoh itu bukan untuk saling mengomentari tapi saling melengkapi perbedaan dan persamaan.
Pesanan pun datang, Fatih bdan Alisa menikmati makan siang nya dengan sangat menikmatinya.
Sekilas Fatih melihat ke arah Alisa, tidak buruk juga melihat Alisa.
Karena dulu Fatih menganggapnya perempuan aneh yang terlalu berlebihan.
Tapi setelah sekian lama tidak bertemu, mendadak Fatih tertarik dan sedikit menyukai Alisa saat ini.
Namun Fatih belum bisa mengutarakannya, karena masih ragu dan sedikit minder, apalagi tadi Alisa bicara seperti tadi.
"Sudah yuk, kita pulang, saya antar kamu pulang mau tidak? " tawar Fatih pada Alisa yang baru saja selesai menghabiskan makanannya.
" Maaf, tapi aku mau ke perpustakaan dulu sebentar, ada sesuatu yang mau aku cari dulu Tih, " tolak Alisa.
__ADS_1
" Oh, mau mencari buku apa? " tanya Fatih.
"Tidak begitu penting sih, tapi aku masih mau berlama-lama di kampus, kalau kamu mau pulang duluan, silahkan Tih, " ucap Alisa.
"Dari dulu dia begitu banget ya" Fatih membatin.
"Ya sudah, aku anterin kamu aja dulu di perpustakaan, bagaimana kamu mau tidak? " Fatih masih berusaha membujuk Alisa.
"Ya sudah terserah kamu aja Tuh, " Alisa Pasrah, karena sepertinya Fatih memaksa sekali.
Brian terbangun dari tidur siang, dan saat bangun ada guling yang bisa bergerak, bukan guling ternyata tapi Syifa.
" Ya ampun, istri gue manja sekali minta peluk terus, " gumamnya, dan memeluk lagi tubuh Syifa, lalu lanjut lagi tidur siangnya, mumpung momentnya sedang mendukung.
" Jam berapa ini, kayak sudah sore deh tuh langit juga berwarna oranye " Syifa menggeliat, posisinya masih dalam pelukan Brian.
" Bangun Bri, bangun dong, berat ini ih" Syifa menepuk-nepuk pelan tubuh Brian.
Brian semakin erat memeluk dirinya, sampe Syifa harus mencium bibirnya tapi tidak jadi, karena mata Brian sudah terbuka.
"Kok gak jadi sih" Brian manja pada Syifa.
" Ih gak mau, kamu bau banget, sana mandi dulu udah sore banget ini, " Syifa mendorong tubuh Brian. Sehingga Brian terjatuh dari atas ranjang.
"Auhhh, sakit Fa, ini nama KDRT sama suami ini, " gurau Brian, mengelus pantatnya yang sakit kena lantai.
"Sudah cepat mandi, " dorong Syifa.
"Iya, iya, sabar dong, kamu mau mandi bareng tidak sama suami mu ini? " goda Brian.
Syifa tidak menggubris ucapan Brian, Syifa tetap mendorong Brian sampai masuk ke dalam kamar mandi.
Dan mengambil baju Brian, yang sudah ada di dalam lemarinya.
Brian tidak mengetahui bahwa baju dirinya sudah berada di dalam lemarinya Syifa.
" Dia pake baju apa ya? " pikir Syifa, saat melihat isi lemarinya.
Ceklek... Suara pintu kamar mandi terbuka dari dalam.
Syifa pun beralih melihat suara pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Aaaaaaaaa"