Suami Tengil Yang Tampan

Suami Tengil Yang Tampan
36


__ADS_3

"Pagi" sapa Laras.


Semua heran mendengar sapaan dari Laras. Laras mendekati Bimbim dan memberikan senyuman yang semanis mungkin.


Tania memicingkan matanya jengah, Bimbim hanya membalasnya sedikit.


"Kenapa loe, senyumnya kek gitu, aneh bin bin tahu gak" omel Tania, melihat Laras seperti tak waras.


"Ya ampun Tan, gue senyum dibilang kesambet, gue marah dibilang apa coba, bersyukur kek gue senyum sama loe semuanya, bukan malah nyinyir gue" Laras berusaha untuk tetap tenang, dan melihat ke arah Brian dan Syifa yang sedang diem-dieaman.


"Mereka kenapa Bim? " tanya Laras pada Bimbim.


"Biasa lah gak dapat jatah tadi malamnya" gurau Bimbim melirik kearahnya.


Laras paham apa artinya, dan Tania bingung apa yang dikatakan Bimbim tadi.


"Bim, emang loe dapat jatah juga? " tanya Tania, sambil menepuk pundak Bimbim.


Vino dan Jon tertawa kecil mendengar pertanyaan Tania yang begitu polosnya.


"Hahahaha, Tan, elo tuh emmpt" mulut Laras di bekap oleh Bimbim, hampir saja keceplosan depan umum.


"Ish apaan sih loe Bim, " memukul lengan Bimbim. Laras pun melihat ke arah Vini, Bimbim dan Jon secara bergantian, memberi kode mata agar tidak melanjutkan perkataannya.


"Oh" Laras paham, dan mulai diam tak mau ikut campur lagi, kemudian Laras ingin duduk dengan Bimbim, Bimbim pun tidak menolak malah senang namun ia masih tahan.


"Bimbim, istirahat mau ke kantin gak nantinya" tanya Laras saat dosen baru masuk ke kelas.


"Tidak tahu, lihat situasi dulu ya" jawab Bimbim.


"Baiklah" lirihnya.


Tet tet tet... Bel berbunyi, seperti anak sekolahan, bunyi bel seperti itu.


Syifa dan Brian masih belum akur, namun Brian masih tetap mengajak Syifa untuk ikut ke kantin.


" Kamu mau ikut gak?" ajak Brian.


"Tidak! " ketus, Syifa.


"Ya sudah, aku kirimkan makanan kesukaan kamu ya? " menawarkan diri.


"Hem" balasnya.


Brian pun tak ingin memaksa Syifa untuk ikut dengan dirinya.


Bimbim dan Laras melihat ke arah Brian dan Syifa, yang masih terlihat sedang bertengkar.

__ADS_1


" Sudahlah jangan dilihat mulu, nanti kamu suka " cibir Bimbim. Bimbim pun akan menyusul Brian, Vino, Jon dan Tania ke kantin.


Laras mencegahnya, dan memegang lengan Bimbim.


"Ada apa Ras? " tanya Bimbim.


"Ini untuk kamu? " menyodorkan bekal untuk Bimbim.


Seketika Syifa melihat ke arah Bimbim dan Laras.


"mereka pacaran kah? " batin Syifa.


Tapi Syifa tak memperdulikan mereka, kemudian Syifa pun keluar dari dalam kelas, sebab Syifa jadi orang ketiga, karena di dalam kelas hanya ada mereka bertiga.


"Ras, tapi gue mau ke kantin, " tolak Bimbim halus.


"Ini bukan untuk dimakan siang kok, ini cuman kue doang, kalau mau makan ke kantin silahkan," ucap Laras.


"Ya sudah gue terima nih ya" Bimbim menerima bekalnya.


Brian menuju ke kantin bareng Vino, Tania dan Jon. Tania melirik ke arah Brian yang sedang memesan bakso dan minuman.


"Syifa kagak ikutan sama loe Bri, tumbenan" tegur Tania saat ikutan mengantri makanan.


"Kagak, dia cuman mau nitip ini aja, lagian dia masih sedikit sakit, belum juga sembuh jangan dulu banyak gerak, " jawab Brian. Setelah pesanan ia dapat, Brian langsung pergi lagi menuju ke dalam kelas.


Namun tak disangka Syifa berada di luar alias duduk di samping pintu kelas.


"Tuh lihat lagi ada yang kasmaran. " Tunjuk Syifa ke dalam kelas, dan yang ternyata yang ia lihat Bimbim dan Laras.


"Oh" Brian hanya ber oh ria saja, sambil menengok ke dalam kelas.


"Jadi kita makan dimana nih" tanya Brian.


"Disini saja deh, kasihan mereka lagi pendekatan" saran Syifa.


"Emmm iya deh iya" patuh Brian pada istrinya.


"Bim, dimakan dong tuh bekalnya, masa dianggurin aja sih, kan loh yang bikinnya nanti nangis kejer" rayu Laras, membuat Bimbim sedikit tidak enakan.


"Males Ras, gue lagi gak nafsu makan sumpah" ujarnya.


"Ya sudah biar gue suapin ya, mau gak? " tawar Laras, masih mode merayu.


Bimbin sedikit terganggu karena dipaksa terus oleh Laras, yang dulunya manfaatin Bimbim, kini menjadi menyukainya sendiri.


Brakkkk!!!

__ADS_1


"Laras, plis gue lagi males makan! " teriak Bimbim, sambil menggebrak meja.


Syifa dan Brian yang diluar pun terdengar suara teriakan Bimbim, yang menggebrak meja.


"Sayang, ku dengar kan tadi suara apa" tanya Syifa pada Brian, yang bingung apa yang terjadi di dalam.


"Suara meja Sayang, " jawab Brian.


Dua orang yang masih di dalam ruangan itu pun, menoleh ke arah Bimbim dan Laras.


Membuat Laras malu karena mendapatkan bentakan darinya.


"Maaf teman-teman ada koneksi buruk, hehe" pura-pura tersenyum, padahal hatinya nyeri sekali.


Bimbim sedikit tidak tega, tapi Laras mengusiknya terus, Bimbim sedang males lagi pengen rebahan terus. Tapi Laras tidak tahu situasi.


"Ya sudah deh, maafkan aku ya Bim, sudah mengganggu kamu, kalau kamu tidak mau memakannya, dibuang saja tidak apa-apa kok, kalau begitu aku permisi" pamit Laras, sedikit mendung, namun ia tahan sampai keluar kelas.


Laras pun berjalan setengah berlari, seakan-akan ingin cepat keluar dari area kampus.


Tidak perduli Syifa dan Brian melihatnya, yang saat ini ia rasa adalah sakit, nyeri dan ingin pergi.


"Laras, kamu kok nangis sih, kenapa? " tanya Syifa.


"Tidak kenapa-napa Fa, gue pamit pulang ya, jika dosen Fatih bertanya tolong sampaikan gue ada keperluan ya Fa, " pintanya.


Kemudian Laras pergi meninggalkan kelas, dan tepat di halaman parkir ia bertabrakan dengan Tania.


"Aduh, sakit banget" keluh Tania, dan ternyata ia melihat Laras, yang sudah banjir air mata. Namun Laras menutupinya.


"Laras, loe kenapa? " tanya Tania heran.


"Maafkan aku ya, maaf tidak sengaja, maaf gue harus pergi" ucapnya. Dan ia mengambil motor matic nya, dan segera menaikinya.


"Dasar aneh" gumam Tania, saat Laras sudah pergi.


Tiba di pintu kelas, Tania melihat Brian dan Syifa masih saling suap menyuapin makanan.


"Idihhh pasangan romantis, ngapain sih diluar, kagak di dalam saja, gak malu apa dilihat banyak orang yang lewat sini, " ucap Tania. Sedikit sinis melihat pasangan seperti mereka.


"Suka-suka kita dong Tan, sirik aja loe" skak Brian.


Tania tak mau berdebat dengan mereka, sudah pasti kalah. Dan masuk ke dalam kelas, begitu juga Vino dan Jon.


Syifa dan Brian pun masuk, sebab udah kelihatan ada Fatih berjalan menuju ke kelas mereka.


Fatih heran kok ada mangkok di tempat duduk di samping pintu kelas.

__ADS_1


"Maaf siapa di antara kalian yang meninggalkan jejak mangkok disamping tempat duduk dekat pintu kelas di luar. " Ucap Fatih.


"Maaf Pak itu punya saya, iya nanti kalau jam materi Pak Fatih selesai, saya janji kok" ucap Syifa.


__ADS_2