Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB XII KECEWA


__ADS_3

Setelah kepulangan Resti, Winda termenung. Memikirkan tentang kerjasama dengan Luhur Shop. Entah jadi atau tidak, kerjasama itu bagai makan buah simalakama. Bila kerjasama berlangsung,


mau tidak mau dia harus memikirkan apabila suatu saat bertemu dengan Ardi. Mungkin


rasa cinta Winda ke Ardi masih tersisa walaupun sedikit. Bila kerjasama ini


berlangsung, Winda takut apabila masih berharap untuk balikan dengan Ardi. Akan


tetapi, kalau tidak kerjasama, masih butuh usaha yang keras untuk membuat


online shopnya berkembang. Winda bingung, dalam kebingungannya ini, dia melihat


Arjuna kemudian dia menetapkan hati untuk membuang khayalan dan pikiran tentang


kerjasama itu karena khayalan itu akan membuang waktu, pikiran dan tenaga. Karena


Ardi belum memutuskan tetap mau bekerjasama dengannya atau tidak.


......................................


Ardi yang mendengar kalau Winda baik-baik


saja dan masih sendiri menjadi lega dan timbul harapan untuknya, siapa tahu


bisa menjalin kembali ikatan yang pernah putus diantara mereka.


Ardi lama merenung di toko, sampai Mina


mencarinya.


“Mas, udah malam. Ayo pulang” kata Mina mengajak


Ardi pulang.


Sebenarnya, rumah Ardi Cuma di belakang toko


pas, akan tetapi kalau Ardi tidak pulang dari toko, Mina merasa kesepian karena


tidak ada yang diajak ngobrol. Mina juga tidak dekat dengan keluarga Ardi yang


rumahnya bersebelahan karena Mina merasa keluarga Ardi membencinya dan lebih


memilih Winda walaupun Winda sudah tidak ada di rumah itu lagi. Dan Mina juga


tidak terbiasa ngobrol dengan pembantu, selain Bimo Hp lah yang jadi teman Mina


selama ini kalau Ardi lagi sibuk kerja.


“Iya, bentar ya. Ada kerjaan yang harus


diselesaikan” kilah Ardi menolak ajakan Mina untuk pulang. Ardi tiba-tiba


merasa marah pada dirinya sendiri karena dia sudah melepaskan Winda. Sewaktu


ada Winda, hidupnya terasa enak. Dia melakukan apa yang dia inginkan dan tidak


dibebani pekerjaan karena semua yang mengurus adalah Winda. Tapi sekarang semua


dia yang mengurusnya. Dia merasa capek mengurus toko, dan meladeni keinginan


Mina.


Mina yang mendengar ajakannya untuk pulang


ditolak Ardi menjadi uring-uringan. Kemudian mereka agak berdebat dan berhenti


setelah Mina memutuskan untuk pulang duluan.


...................................


Mina kembali ke rumah, tetapi hatinya merasa


jengkel karena Ardi yang belum mau pulang dan terkesan menghindarinya. Mina


berpikir apa ada yang salah. Tadi siang sebelum ke toko semuanya masih biasa saja,


bahkan Ardi tadi bercanda dengannya sebelum ke toko. Mina dibuat kesal oleh


Ardi yang sikapnya tiba-tiba menjadi aneh.


Mina pergi ke kamar dan melihat Bimo masih


tertidur. Diraihnya Hp nya kemudian dia mulai membuka IG dan searching ‘Jaya’. Di


halaman Ig Jaya, ada gambar lelaki tampan dan memakai jas dan dasi. Jaya adalah


pacar Mina sebelum bertemu dengan Ardi. Waktu itu mereka berjanji untuk segera


menikah, akan tetapi sikap Jaya tiba-tiba berubah dan itu membuat Mina sedih.

__ADS_1


Mina kemudian ingin membuka usaha sendiri untuk menyibukkan diri dan mengikuti


berbagai seminar kewirausahaan. Dan disitulah dia bertemu dengan Ardi. Untuk


melepas kesepiannya, Mina mulai chat dengan Ardi kemudian mengajak bertemu dan


terjadilah hubungan yang terlarang. Mina hamil, dia meminta Jaya untuk


menikahinya karena sebenarnya Ardi hanyalah pelampiasannya untuk membalas sikap


Jaya yang dingin kepadanya. Akan tetapi Jaya menolak menikahi Mina, dan


akhirnya Mina menikah dengan Ardi.


Mina mulai mengenang masa lalunya untuk


mengobati rasa kecewanya dengan sikap Ardi belakangan ini yang mulai berubah.


Ingin rasanya dia mengirim pesan kepada Jaya agar mereka bisa bertemu. Mina


merasakan cintanya kepada Jaya belum hilang sepenuhnya. Ditambah lagi sikap


Ardi yang seringkali membuatnya jengkel. Ingin rasanya dia kembali ke rumah


orangtuanya. Akan tetapi orangtua Mina menentang keras karena sudah terlanjur


malu akan apa yang telah terjadi sebelumnya. Dan gunjingan di lingkungan


sekitar belum hilang tentang Mina yang sudah merebut suami orang.


Mina bingung, akhirnya menangis. Ardi yang


tiba-tiba masuk kamar dan melihat Mina menangis kemudian merasa bersalah. Ardi


meminta maaf kepada Mina,


“Yang, maaf atas sikapku yang tadi ya. Jangan


menangis, nanti Bimo kebangun” kata Ardi berusaha menenangkan Mina.


Bukannya mereda, tangis Mina malah bertambah


sampai terisak-isak. Ardi berusaha membujuk Mina untuk tenang dengan memeluk


Mina.


“Aku salah Yang, maafin aku ya. Aku tadi


Setelah beberapa saat Ardi membujuk dan


menenangkan Mina,  tangis Mina mulai


mereda, kemudian mereka mulai tidur bersama dan melanjutkan malam berdua.


......................................


Keesokan harinya Ardi meminta karyawannya


untuk berkumpul di kantornya untuk membahas tentang kerjasama tokonya dengan


Purple Shop. Ardi sudah memutuskan tentang kerjasama tokonya dengan Purple Shop


milik Winda. Ardi berpikir untuk tidak bekerjasama dengan Purple Shop karena


dia kasihan melihat Mina yang tadi malam sampai menangis tersedu-sedu akan


perubahan sikapnya. Ardi berpikir bahwa Mina menangis karena sikapnya yang


buruk. Sikapnya yang buruk itu diakibatkan karena dia memikirkan tentang Winda.


Apalagi bila dia bekerjasama dengan Purple Shop, kemungkinan besar dia akan


tambah merindukan Winda dan ingin bertemu dengannya dan menjalin hubungan lagi.


“Sudah kumpul semua ya” Ardi melihat semua


karyawannya.


“Ya Mas” jawab Resti.


“Begini, saya sudah memikirkan tentang


kerjasama kita dengan Purple Shop. Tidak usah menunggu seminggu karena lebih


cepat diputuskan lebih baik”.


Semua karyawan terdiam dan menunggu Ardi


melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


“Saya sudah memikirkan kalau sebaiknya kita


tidak usah kerjasama dengan Purple Shop. Itu lebih baik untuk kita. Saya akan


berusaha cari tempat kulakan yang lebih murah”


Semua karyawan masih terdiam, mereka masih


berharap bisa kerjasama dengan Winda karena mereka yakin bila mereka kerjasama,


tokonya akan segera ramai kembali. Kalau harus nunggu dapat tempat kulakan yang


murah lagi, lalu sampai kapan keadaan toko menjadi stabil kembali? Pikir mereka


dalam hati.


Ardi yang melihat semua karyawannya terdiam


kemudian melanjutkan,


“Apa ada yang keberatan?”


Para karyawan tidak ada yang berani


menyampaikan pendapatnya, mereka hanya bilang,


“Tidak Mas”


“Ya sudah, rapatnya sampai di sini ya. Kalian


boleh melanjutkan pekerjaan masing-masing”


Setelah semua karyawan pergi, Ardi merenung


lagi. Dia hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya dengan berat. Dalam


diam dia berpikir keputusan yang diambilnya sudah tepat. Ardi menatap dinding


kantornya dan mengingat Winda lagi. Dia tidak bisa mengendalikan perasaannya


kepada Winda. Ardi merenung, melamun tentang Winda.


Di luar, para karyawan mulai berkasak kusuk. Mereka


sudah mendengar cerita tentang Winda dan Arjuna. Mereka merasa prihatin dengan


Winda.


“Di tempat Mbak Winda ada lowongan kerja


nggak ya?” kata Risa.


“Hush, jangan bicara di sini ah nanti


kedengaran Pak Bos lho” kata Resti takut Ardi mendengar percakapan mereka.


“Habisnya, aku kadang nggak suka sama si


nyonya bos itu. Dia bossy banget. Dikit-dikit nyuruh. Emangnya kita pembantunya


apa. Kan udah ada pembantu di rumah, kenapa dia sering nyuruh-nyuruh kita yang


gak ada hubungannya sama kerjaan kita sih. Mbak Winda aja nggak pernah gitu!”


balas Risa merasa jengkel.


“Emang dia nyuruh apa?” tanya Resti ingin


tahu.


“Kemarin Risa disuruh ikut belanja ke toko


trus disuruh bawa barang belanjaannya si tuan putri” kata Silvi.


“Lha memangnya pembantunya ke mana?” tanya


Resti lagi, karena kemarin dia ada di tempat Winda.


“Mbok Inem kan lagi masak Mbak. Aku juga


nggak suka kalo disuruh jagain Bimo...” kata Silvi kemudian terdiam melihat


Ardi keluar dari kantornya.


Silvi memberi kode kepada yang lain agar


pura-pura melanjutkan pekerjaan mereka.


Ardi yang melihat tingkah aneh karyawannya

__ADS_1


segera berlalu karena dia tidak mau menambah masalah dengan menghardik para


karyawannya.


__ADS_2