
Mina yang mendapat pesan dari Jaya merasa
senang karena pada akhirnya Jaya membalas pesannya dan ingin bertemu dengannya.
Mina berpikir bahwa Jaya akan meminta maaf kepadanya atas sikapnya yang sudah
mengacuhkan Mina selama ini.
Mina merajuk kepada Jaya, dia menarik ulur
ketika membalas pesan Jaya saat Jaya meminta ketemuan. Tetapi pada akhirnya Mina
setuju untuk ketemu dengan Jaya di Mall S nanti malam.
.......................................
Mina menunggu Jaya di Mall S dengan membawa
Bimo. Dia ingin Jaya bisa cepat dengan Bimo dan di saat mereka menikah lagi
Bimo sudah bisa dekat dengan Jaya.
Bimo datang dan menghampiri Mina yang sedang
bercanda dengan Bimo.
“Halo” kata Jaya kemudin duduk di depan Mina
tanpa menyapa Bimo.
Mina yang melihat hal itu agak jengkel karena
Jaya mengacuhkan Bimo.
“Min.... aku nggak bisa lama-lama karena aku
ada urusan” kata Jaya
Mina bertanya-tanya kenapa sikap Jaya
kepadanya dan Bimo berbeda dari biasanya. Mina yang awalnya merasa optimis jadi
ada rasa cemas di hatinya. Dia menunggu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan
oleh Jaya.
Setelah beberapa detik terdiam dan bingung
mau mulai pembicaraan darimana, akhirnya Jaya membuka suara,
“Min.... hari ini aku ingin bicara serius
sama kamu” Jaya melihat reaksi Mina yang sedang memangku Bimo.
Mina diam saja tak menjawab perkataan Jaya
sepatah katapun. Dalam hatinya Mina harap-harap cemas apa yang akan dikatakan
Bimo nanti.
“Min... sebenarnya aku sudah bertunangan
dengan perempuan lain, dan sebentar lagi kami akan menikah” kata Jaya akhirnya.
Mina yang mendengar perkataan Jaya kaget, dia
tak habis pikir kenpa Jaya baru memberitahunya sekarang. Lidah Mina terasa kelu
dan tak bisa menunjukkan reaksi apapun. Dia hanya terdiam sambil berusaha
menahan air matanya yang hendak jatuh.
Jaya yang melihat Mina terdiam, kemudian dia
melanjutkan pembicaraannya, Karena sudah terus terang, maka Jaya memutuskan
untuk menceritakan semuanya kepada Mina.
“Maaf Min, aku nggak tahu keadaan akan jadi
seperti ini. Cintaku sama kamu sudah habis, dan sebelumnya aku nggak tahu kalau
Bimo sebenarnya adalah anak kandungku. Aku hanya ingin membalas sakit hatiku
__ADS_1
sama kamu waktu aku ketemu sama kamu di sini. Dan sakit hatiku sudah terobati
dengan kamu cerai suamimu dan memilihku yang nggak akan pernah menikahimu”.
Muka Mina sudah memerah, dia menahan amarah
dan ingin rasanya teriak. Mina nggak menyangka Jaya akan sekejam itu kepadanya.
“Kalau kamu nggak berniat untuk kembali sama
aku, kenapa kamu sampai membiarkanku bercerai dengan suamiku!” Mina meneriaki
Jaya yang duduk di depannya.
Orang-orang yang berada di sekitar Jaya dan
Mina kaget mendengar teriakan Mina. Mereka melihat Mina yang sedang teriak,
kemudian pura-pura melihat ke arah lain ketika Mina melihat mereka.
“Aku dulu gelap mata karena rasa sakit hatiku
belum terobati Min” kata Jaya.
“Aku tidak menyangka kamu akan berbuat sejauh
itu sampai kamu bercerai dengan suamimu. Dan aku juga nggak nyangka kalau ternyata
Bimo adalah anakku” lanjut Jaya.
Mina sudah mulai terisak-isak. Amarahnya memuncak
dan dia tidak tahu kata-kata apa yang harus dia ucapkan kepada Jaya.
“Aku juga nggak tega sama Bimo Min... Tapi mau
bagaimana lagi, aku sudah bertunangan dan 3 bulan lagi aku akan menikah...
Semua persiapan pernikahan sudah selesai tinggal menunggu hari H” kata Jaya.
“Apa kamu nggak kasihan sama Bimo? Apa kamu
ingin Bimo tumbuh tanpa Ayah?” kata Mina berusaha membujuk Jaya.
Aku mencintainya... dan dia tidak pernah mengecewakanku sekalipun” jawab Jaya.
“Kenpa kamu tega sama aku sama Bimo” kata
Mina sambil terisak.
Jaya tidak tahu harus berbuat apa. Dia tidak
bisa menenangkan Mina. Jaya juga merasa malu karena sekarang ini banyak orang
yang melihatnya secara terang-terangan.
“Min... sudah ya jangan nangis... nggak enak
dilihat banyak orang” kata Jaya berusaha menenangkan Mina.
Usaha Jaya sia-sia, karena bukannya berhenti
menangis, tangis Mina malah menjadi-jadi sampai Bimo ikut menangis
menjerit-jerit.
Jaya kebingungan, bagaimana caranya dia
menenangkan Mina. Dia hanya celingak- celinguk bingung mau berbuat apa. Apalagi
Bimo yang ikut-ikutan menangis menambah kebingungan Jaya akan situasi yang dia
hadapi.
Jaya merasa dia mengajak bertemu Mina di
tempat yang salah. Karena kebingungannya, Jaya kemudian berkata suatu hal yang
sebenarnya tidak ingin Jaya katakan,
“Kamu dulu, waktu selingkuh denganku dan
kemudian kamu memutuskan untuk menikah dengan mantan suamimu dengan membohongi
__ADS_1
dia bahwa dia adalah Ayah Bimo, apakah kamu nggak berpikir bagaimana rasa sakit
istrinya saat itu. Apa kamu nggak punya hati membuat rumah tangga orang hancur
untuk menjaga agar harga dirimu tidak jatuh karena hamil tanpa suami. Trus apa
kamu nggak berpikir bagaimana rasa sakitnya mantan suamimu ketika ternyata Bimo
bukan anaknya?!” kata Jaya.
Jaya kaget kenapa dia bisa berkata seperti
itu sama Mina. Dia hanya ingin Mina berhenti menangis dengan cara apapun.
Mina yang mendengar kata-kata itu dari Ardi merasa
kaget. Dia tidak pernah sekalipun memikirkan perasaan orang lain. Yang selama
ini dia pikirkan adalah kepentingannya sendiri.
Tetapi karena harga dirinya terlalu tinggi,
Mina tidak mau mengakui kesalahannya kepada Winda dan Ardi.
“Aku menikah dengan Ardi karena terpaksa! Itu
aku lakukan karena kamu tidak mau tanggungjawab ketika aku hamil anakmu!” jawab
Mina sambil teriak.
Mina memang berhenti menangis, tetapi dia
tidak bisa menahan amarahnya. Mina marah sebagai bentuk pertahanan dirinya
supaya harga dirinya tidak jatuh di mata Jaya maupun orang lain yang sudah
banyak melihat dia dan Jaya bertengkar.
“Kalau kamu nggak selingkuh waktu itu, aku
akan bertanggung jawab karena aku saat itu mencintai kamu, apalagi kamu sedang
hamil anakku! Tapi karena kamu selingkuh, aku nggak tahu anak yang ada dalam
kandungamu itu anakku atau bukan!” kata Jaya.
“Lagipula aku sebagai laki-laki merasa harga
diriku sudah kamu injak-injak dengan kamu selingkuh dengan laki-laki lain di saat
kita sedang mempersiapkan lamaran ke orangtuamu dan pertunangan kita!” lanjut
Jaya tak mau kalah dan suaranya juga meninggi membuat orang-orang yang melihat
semakin resah.
Salah satu pengunjung Mall S, kemudian
melapor ke security yang sedang berjaga. Tiga orang security mendekati Jaya dan
Mina yang sedang berdebat sambil teriak-teriak. Bimo menangis menjerit-jerit
tapi Mina sibuk dengan perdebatannya dengan Jaya sampai tidak berusaha
menenangkan Bimo yang sedang menangis.
Ketiga security kemudian mendekati Jaya dan
berbisik,
“Pak, maaf... Bapak mengganggu pengunjung
yang lain. Sebaiknya Bapak selesaikan baik-baik di tempat lain” kata salah satu
security.
“Bu..... maaf, anaknya menangis..... kasihan”
kata security yang lain.
Mina memelototi para security kemudian pergi
dari Mall S dengan Bimo sambil menahan rasa kecewa, amarahnya kepada Jaya.
__ADS_1