Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB 30 HARGA DIRI


__ADS_3

Mina yang mendapat pesan dari Jaya merasa


senang karena pada akhirnya Jaya membalas pesannya dan ingin bertemu dengannya.


Mina berpikir bahwa Jaya akan meminta maaf kepadanya atas sikapnya yang sudah


mengacuhkan Mina selama ini.


Mina merajuk kepada Jaya, dia menarik ulur


ketika membalas pesan Jaya saat Jaya meminta ketemuan. Tetapi pada akhirnya Mina


setuju untuk ketemu dengan Jaya di Mall S nanti malam.


.......................................


Mina menunggu Jaya di Mall S dengan membawa


Bimo. Dia ingin Jaya bisa cepat dengan Bimo dan di saat mereka menikah lagi


Bimo sudah bisa dekat dengan Jaya.


Bimo datang dan menghampiri Mina yang sedang


bercanda dengan Bimo.


“Halo” kata Jaya kemudin duduk di depan Mina


tanpa menyapa Bimo.


Mina yang melihat hal itu agak jengkel karena


Jaya mengacuhkan Bimo.


“Min.... aku nggak bisa lama-lama karena aku


ada urusan” kata Jaya


Mina bertanya-tanya kenapa sikap Jaya


kepadanya dan Bimo berbeda dari biasanya. Mina yang awalnya merasa optimis jadi


ada rasa cemas di hatinya. Dia menunggu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan


oleh Jaya.


Setelah beberapa detik terdiam dan bingung


mau mulai pembicaraan darimana, akhirnya Jaya membuka suara,


“Min.... hari ini aku ingin bicara serius


sama kamu” Jaya melihat reaksi Mina yang sedang memangku Bimo.


Mina diam saja tak menjawab perkataan Jaya


sepatah katapun. Dalam hatinya Mina harap-harap cemas apa yang akan dikatakan


Bimo nanti.


“Min... sebenarnya aku sudah bertunangan


dengan perempuan lain, dan sebentar lagi kami akan menikah” kata Jaya akhirnya.


Mina yang mendengar perkataan Jaya kaget, dia


tak habis pikir kenpa Jaya baru memberitahunya sekarang. Lidah Mina terasa kelu


dan tak bisa menunjukkan reaksi apapun. Dia hanya terdiam sambil berusaha


menahan air matanya yang hendak jatuh.


Jaya yang melihat Mina terdiam, kemudian dia


melanjutkan pembicaraannya, Karena sudah terus terang, maka Jaya memutuskan


untuk menceritakan semuanya kepada Mina.


“Maaf Min, aku nggak tahu keadaan akan jadi


seperti ini. Cintaku sama kamu sudah habis, dan sebelumnya aku nggak tahu kalau


Bimo sebenarnya adalah anak kandungku. Aku hanya ingin membalas sakit hatiku

__ADS_1


sama kamu waktu aku ketemu sama kamu di sini. Dan sakit hatiku sudah terobati


dengan kamu cerai suamimu dan memilihku yang nggak akan pernah menikahimu”.


Muka Mina sudah memerah, dia menahan amarah


dan ingin rasanya teriak. Mina nggak menyangka Jaya akan sekejam itu kepadanya.


“Kalau kamu nggak berniat untuk kembali sama


aku, kenapa kamu sampai membiarkanku bercerai dengan suamiku!” Mina meneriaki


Jaya yang duduk di depannya.


Orang-orang yang berada di sekitar Jaya dan


Mina kaget mendengar teriakan Mina. Mereka melihat Mina yang sedang teriak,


kemudian pura-pura melihat ke arah lain ketika Mina melihat mereka.


“Aku dulu gelap mata karena rasa sakit hatiku


belum terobati Min” kata Jaya.


“Aku tidak menyangka kamu akan berbuat sejauh


itu sampai kamu bercerai dengan suamimu. Dan aku juga nggak nyangka kalau ternyata


Bimo adalah anakku” lanjut Jaya.


Mina sudah mulai terisak-isak. Amarahnya memuncak


dan dia tidak tahu kata-kata apa yang harus dia ucapkan kepada Jaya.


“Aku juga nggak tega sama Bimo Min... Tapi mau


bagaimana lagi, aku sudah bertunangan dan 3 bulan lagi aku akan menikah...


Semua persiapan pernikahan sudah selesai tinggal menunggu hari H” kata Jaya.


“Apa kamu nggak kasihan sama Bimo? Apa kamu


ingin Bimo tumbuh tanpa Ayah?” kata Mina berusaha membujuk Jaya.


Aku mencintainya... dan dia tidak pernah mengecewakanku sekalipun” jawab Jaya.


“Kenpa kamu tega sama aku sama Bimo” kata


Mina sambil terisak.


Jaya tidak tahu harus berbuat apa. Dia tidak


bisa menenangkan Mina. Jaya juga merasa malu karena sekarang ini banyak orang


yang melihatnya secara terang-terangan.


“Min... sudah ya jangan nangis... nggak enak


dilihat banyak orang” kata Jaya berusaha menenangkan Mina.


Usaha Jaya sia-sia, karena bukannya berhenti


menangis, tangis Mina malah menjadi-jadi sampai Bimo ikut menangis


menjerit-jerit.


Jaya kebingungan, bagaimana caranya dia


menenangkan Mina. Dia hanya celingak- celinguk bingung mau berbuat apa. Apalagi


Bimo yang ikut-ikutan menangis menambah kebingungan Jaya akan situasi yang dia


hadapi.


Jaya merasa dia mengajak bertemu Mina di


tempat yang salah. Karena kebingungannya, Jaya kemudian berkata suatu hal yang


sebenarnya tidak ingin Jaya katakan,


“Kamu dulu, waktu selingkuh denganku dan


kemudian kamu memutuskan untuk menikah dengan mantan suamimu dengan membohongi

__ADS_1


dia bahwa dia adalah Ayah Bimo, apakah kamu nggak berpikir bagaimana rasa sakit


istrinya saat itu. Apa kamu nggak punya hati membuat rumah tangga orang hancur


untuk menjaga agar harga dirimu tidak jatuh karena hamil tanpa suami. Trus apa


kamu nggak berpikir bagaimana rasa sakitnya mantan suamimu ketika ternyata Bimo


bukan anaknya?!” kata Jaya.


Jaya kaget kenapa dia bisa berkata seperti


itu sama Mina. Dia hanya ingin Mina berhenti menangis dengan cara apapun.


Mina yang mendengar kata-kata itu dari Ardi merasa


kaget. Dia tidak pernah sekalipun memikirkan perasaan orang lain. Yang selama


ini dia pikirkan adalah kepentingannya sendiri.


Tetapi karena harga dirinya terlalu tinggi,


Mina tidak mau mengakui kesalahannya kepada Winda dan Ardi.


“Aku menikah dengan Ardi karena terpaksa! Itu


aku lakukan karena kamu tidak mau tanggungjawab ketika aku hamil anakmu!” jawab


Mina sambil teriak.


Mina memang berhenti menangis, tetapi dia


tidak bisa menahan amarahnya. Mina marah sebagai bentuk pertahanan dirinya


supaya harga dirinya tidak jatuh di mata Jaya maupun orang lain yang sudah


banyak melihat dia dan Jaya bertengkar.


“Kalau kamu nggak selingkuh waktu itu, aku


akan bertanggung jawab karena aku saat itu mencintai kamu, apalagi kamu sedang


hamil anakku! Tapi karena kamu selingkuh, aku nggak tahu anak yang ada dalam


kandungamu itu anakku atau bukan!” kata Jaya.


“Lagipula aku sebagai laki-laki merasa harga


diriku sudah kamu injak-injak dengan kamu selingkuh dengan laki-laki lain di saat


kita sedang mempersiapkan lamaran ke orangtuamu dan pertunangan kita!” lanjut


Jaya tak mau kalah dan suaranya juga meninggi membuat orang-orang yang melihat


semakin resah.


Salah satu pengunjung Mall S, kemudian


melapor ke security yang sedang berjaga. Tiga orang security mendekati Jaya dan


Mina yang sedang berdebat sambil teriak-teriak. Bimo menangis menjerit-jerit


tapi Mina sibuk dengan perdebatannya dengan Jaya sampai tidak berusaha


menenangkan Bimo yang sedang menangis.


Ketiga security kemudian mendekati Jaya dan


berbisik,


“Pak, maaf... Bapak mengganggu pengunjung


yang lain. Sebaiknya Bapak selesaikan baik-baik di tempat lain” kata salah satu


security.


“Bu..... maaf, anaknya menangis..... kasihan”


kata security yang lain.


Mina memelototi para security kemudian pergi


dari Mall S dengan Bimo sambil menahan rasa kecewa, amarahnya kepada Jaya.

__ADS_1


__ADS_2