Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB XIV TEKAD


__ADS_3

            Perasaan Mina menjadi kacau, lebih tepatnya galau karena mendapat pesan dari Jaya,


lelaki yang pernah dicintainya dan mungkin masih ada sisa cinta di hatinya.


Mendapat pesan dari Jaya, Mina ingin segera membalasnya. Tetapi rasa bencinya


kepada Jaya juga ikut muncul ketika rasa rindu melandanya.


Mina merasa Jaya bukan laki-laki yang bertanggungjawab ketika meninggalkannya


sewaktu dia hamil. Akan tetapi Mina juga sadar, dia ikut andil karena dia juga


menjalin hubungan dengan Ardi. Tetapi itu tetap salah Jaya karena tidak


memperhatikan dia, sehingga dia mencari pelarian kepada lelaki lain. Mina


menyangkal kekeliruannya.


Mina menaruh Hpnya dengan setengah dibanting sehingga Hpnya jatuh ke lantai. Melihat


itu Ardi yang sedang menggendong Bimo yang sudah tidur menjadi kaget. Ardi


kemudian membawa Bimo ke kasurnya dan menidurkannya. Setelah itu, dia melihat


Mina yang kelihatan kesal sedang mengambil Hpnya yang kemudian diletakkannya di


meja.


“Ada apa Yang? Apa ada yang mengganggumu?” tanya Ardi heran.


“Nggak ada apa-apa Yang” kata Mina takut Ardi bertanya lebih lanjut dan memeriksa


Hpnya.


“Kok Hpnya dibanting-banting? Nanti rusak lho. Keuangan kita sedang sulit” lanjut


Ardi lagi.


“Nggak apa-apa Yang. Yuk tidur, aku udah ngantuk banget. Makanya tadi nggak sengaja


jatuhin Hp” kilah Mina berusaha mengalihkan pembicaraan.


Ardi yang mendengar hal itu percaya kepada Mina, walaupun dalam hatinya tetap ada


rasa heran dan timbul pertanyaan kenapa Mina bersikap seperti itu. Kemudian


Ardi berpamitan kepada Mina untuk lanjut nonton TV di ruang tamu karena belum


mengantuk dikarenakan sudah tidur sepanjang siang tadi.


“Yang, aku mau nonton TV ya. Kamu tidur duluan ya. Aku belum ngantuk gara-gara


ketiduran tadi di rumah Mitha”


Mina hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Ardi.


Setelah Ardi keluar dari kamar, pikiran Mina dipenuhi dengan Jaya.


‘Kenapa sih tiba-tiba Jaya muncul lagi. Dah lama nggak hubungin aku, malah sekarang


menghubungi lagi. Apa sih maunya tu orang’ Mina bicara di dalam hati.


Kemudian Mina teringat masa-masa indahnya bersama Jaya. Jaya dan Mina sudah menjalin


hubungan selama 7 tahun, sebelum Mina menikah dengan Ardi. Jaya dan Mina sudah


pacaran sejak SMA. Mina yang notabene cantik, mengikuti lomba menjadi duta


sekolahnya dan akhirnya dia menang. Jaya yang melihat Mina langsung jatuh cinta


karena kecantikan Mina. Kemudian mereka menjalin kasih selama 7 tahun.


Dan karena hubungan itu, akhirnya Mitha hamil


anak Jaya. Akan tetapi, Jaya tidak mau bertanggungjawab karena Jaya tidak yakin


anak yang dikandung Mitha adalah anaknya karena beberapa kenalan Jaya pernah


melihat Mitha dengan lelaki lain di mall dan berakhir di hotel. Lelaki yang

__ADS_1


dimaksud itu adalah Ardi. Saat terakhir Mina dan Jaya bertemu di mall,


“Mas, aku hamil. Bagaimana ini? Nikahi aku


ya” kata Mina.


“Kamu yakin ini anakku?” kata Jaya ketus.


Mina yang mendengar hal itu kaget, kemudian


berkata,


“Kamu kok ngomongnya gitu sih Mas. Kamu


akhir-akhir ini udah berubah tahu!” jawab Mina sambil menahan air mata, tetapi


akhirnya dia terisak.


“Menurutmu aku nggak tahu kalau kamu ketemu


sama cowok lain?” kata Jaya galak.


“Maksudmu apa Mas?” Mina masih menyangkal


perkataan Jaya.


“Teman-temanku pernah lihat kamu bermesraan


di mall ini dengan lelaki lain. Makanya kalau mau selingkuh di belakangku tu


jangan sampai ketahuan!” kata Jaya marah-marah.


Mina bingung mau menyangkal bagaimana lagi.


Dia menjadi sedih dan mulai menangis. Sebenarnya Jaya juga tidak tega berkata


begitu kepada Mina, akan tetapi dia marah karena merasa telah dikhianati. Jaya


juga tidak yakin itu anak siapa. Mau menerima anak itu, tetapi takut bila


mendapati anak itu bukan anaknya.


Mina sudah bisa menenangkan diri, dia mulai chat dengan Ardi dan bilang dia


hamil dan itu adalah anaknya.


Perasaan Ardi saat itu bercampur aduk, antara


senang dan merasa bersalah kepada Winda. Akan tetapi Ardi tetap memilih Mina


karena ada bayi di dalam kandungan Mina. Dan bayi itu sudah lama dinantikannya,


tidak mungkin dia membuang bayi itu.


........................................


Mina tersadar dari lamunannya, dia menghapus


pesan dari Jaya kemudian dia memeriksa Bimo untuk mengecek apakah Bimo ngompol


atau tidak. Setelah memeriksa Bimo, Mina melihat Ardi di luar sedang menonton


TV sambil tiduran. Perasaan Mina berkecamuk, bingung perihal membalas pesan


Jaya atau tidak. Mina juga bingung, ingin rasanya dia menjalin hubungan lagi dengan


Jaya, Bapak dari anaknya. Karena sebenarnya, dia masih sangat mencintai Jaya.


Itu yang dia tahu malam ini. Dengan sikap Ardi belakangan ini, pesan dari Jaya


yang muncul tiba-tiba, maka dia tahu perasaannya sebenarnya.


Mina hanya bisa meneteskan air mata. Dia


merasa kangen kepada Jaya. Dia ingin bertemu dengan Jaya.


.........................................


Ardi sudah menetapkan tekadnya untuk

__ADS_1


melupakan Winda, dan fokus dengan Mina dan Bimo. Dia tidak ingin terjadi


perceraian untuk yang kedua kalinya.


Ardi berusaha melakukan tekadnya untuk


melupakan Winda dengan bekerja lebih rajin, lebih perhatian kepada Mina dan


Bimo.


Mina yang merasakan perhatian Ardi belakangan


ini menjadi heran. Kenapa Ardi berubah menjadi baik lagi. Untuk menghilangkan


rasa penasarannya, Mina bertanya kepada Ardi,


“Yang, kok kamu akhir-akhir ini baik lagi?


Toko sudah mulai rame ya?” tanya Mina.


“Kan harus baik Yang sama istri tercinta”


jawab Ardi.


“Idih, masa sih Yang” kata Mina tak percaya.


“Yang, aku mau pergi ke rumah orangtuaku


seminggu ya?” kata Mina lagi melihat Ardi yang belakangan ini baik, dia jadi


berani mengutarakan keinginannya.


“Ada apa kok mau pergi ke sana 1 minggu? Aku


kan kerja Yang”, kata Ardi lagi.


“Aku kangen sama orangtuaku Yang”


“Tapi aku belum bisa nganter Yang”


“Aku nyetir sendiri deh” kata Mina masih


merajuk.


“Aku nggak tega Yang kamu pulang sama Bimo


dengan nyetir sendiri”


“Aku ngajak Mbok Inem deh... ya ya ya” rayu


Mina.


Ardi mengalah dan merasa kasihan melihat Mina


yang sudah merindukan orangtuanya, kemudian dia mengijinkan Mina pergi ke rumah


orangtuanya. Ardi mengangguk sambil tersenyum tanda setuju, kemudian Mina ikut


tersenyum dan mencium pipi Ardi.


“Makasih Yang”, kata Mina.


Mina berpikir, mungkin bila dia pulang nanti


bisa bertemu dengan Jaya, dan Mina bertekad untuk bilang kepada Jaya bahwa Bimo


adalah anak Jaya. Mina sudah membulatkan tekad untuk kembali dengan Jaya,


apabila tidak bisa, setidaknya dia masih punya Ardi, pikirnya. Pikiran dan akal


sehat Mina sudah tertutup akan cintanya kepada Jaya. Dia sangat merindukan Jaya


sehingga dia rela melakukan apapun untuk bertemu dengan Jaya.


Mina senyum-senyum sendiri. Ardi yang melihat


Mina tersenyum merasa bahagia karena Ardi pikir Mina bahagia akan bertemu


dengan orangtua yang sudah lama dia rindukan.

__ADS_1


__ADS_2