
Perasaan Mina menjadi kacau, lebih tepatnya galau karena mendapat pesan dari Jaya,
lelaki yang pernah dicintainya dan mungkin masih ada sisa cinta di hatinya.
Mendapat pesan dari Jaya, Mina ingin segera membalasnya. Tetapi rasa bencinya
kepada Jaya juga ikut muncul ketika rasa rindu melandanya.
Mina merasa Jaya bukan laki-laki yang bertanggungjawab ketika meninggalkannya
sewaktu dia hamil. Akan tetapi Mina juga sadar, dia ikut andil karena dia juga
menjalin hubungan dengan Ardi. Tetapi itu tetap salah Jaya karena tidak
memperhatikan dia, sehingga dia mencari pelarian kepada lelaki lain. Mina
menyangkal kekeliruannya.
Mina menaruh Hpnya dengan setengah dibanting sehingga Hpnya jatuh ke lantai. Melihat
itu Ardi yang sedang menggendong Bimo yang sudah tidur menjadi kaget. Ardi
kemudian membawa Bimo ke kasurnya dan menidurkannya. Setelah itu, dia melihat
Mina yang kelihatan kesal sedang mengambil Hpnya yang kemudian diletakkannya di
meja.
“Ada apa Yang? Apa ada yang mengganggumu?” tanya Ardi heran.
“Nggak ada apa-apa Yang” kata Mina takut Ardi bertanya lebih lanjut dan memeriksa
Hpnya.
“Kok Hpnya dibanting-banting? Nanti rusak lho. Keuangan kita sedang sulit” lanjut
Ardi lagi.
“Nggak apa-apa Yang. Yuk tidur, aku udah ngantuk banget. Makanya tadi nggak sengaja
jatuhin Hp” kilah Mina berusaha mengalihkan pembicaraan.
Ardi yang mendengar hal itu percaya kepada Mina, walaupun dalam hatinya tetap ada
rasa heran dan timbul pertanyaan kenapa Mina bersikap seperti itu. Kemudian
Ardi berpamitan kepada Mina untuk lanjut nonton TV di ruang tamu karena belum
mengantuk dikarenakan sudah tidur sepanjang siang tadi.
“Yang, aku mau nonton TV ya. Kamu tidur duluan ya. Aku belum ngantuk gara-gara
ketiduran tadi di rumah Mitha”
Mina hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Ardi.
Setelah Ardi keluar dari kamar, pikiran Mina dipenuhi dengan Jaya.
‘Kenapa sih tiba-tiba Jaya muncul lagi. Dah lama nggak hubungin aku, malah sekarang
menghubungi lagi. Apa sih maunya tu orang’ Mina bicara di dalam hati.
Kemudian Mina teringat masa-masa indahnya bersama Jaya. Jaya dan Mina sudah menjalin
hubungan selama 7 tahun, sebelum Mina menikah dengan Ardi. Jaya dan Mina sudah
pacaran sejak SMA. Mina yang notabene cantik, mengikuti lomba menjadi duta
sekolahnya dan akhirnya dia menang. Jaya yang melihat Mina langsung jatuh cinta
karena kecantikan Mina. Kemudian mereka menjalin kasih selama 7 tahun.
Dan karena hubungan itu, akhirnya Mitha hamil
anak Jaya. Akan tetapi, Jaya tidak mau bertanggungjawab karena Jaya tidak yakin
anak yang dikandung Mitha adalah anaknya karena beberapa kenalan Jaya pernah
melihat Mitha dengan lelaki lain di mall dan berakhir di hotel. Lelaki yang
__ADS_1
dimaksud itu adalah Ardi. Saat terakhir Mina dan Jaya bertemu di mall,
“Mas, aku hamil. Bagaimana ini? Nikahi aku
ya” kata Mina.
“Kamu yakin ini anakku?” kata Jaya ketus.
Mina yang mendengar hal itu kaget, kemudian
berkata,
“Kamu kok ngomongnya gitu sih Mas. Kamu
akhir-akhir ini udah berubah tahu!” jawab Mina sambil menahan air mata, tetapi
akhirnya dia terisak.
“Menurutmu aku nggak tahu kalau kamu ketemu
sama cowok lain?” kata Jaya galak.
“Maksudmu apa Mas?” Mina masih menyangkal
perkataan Jaya.
“Teman-temanku pernah lihat kamu bermesraan
di mall ini dengan lelaki lain. Makanya kalau mau selingkuh di belakangku tu
jangan sampai ketahuan!” kata Jaya marah-marah.
Mina bingung mau menyangkal bagaimana lagi.
Dia menjadi sedih dan mulai menangis. Sebenarnya Jaya juga tidak tega berkata
begitu kepada Mina, akan tetapi dia marah karena merasa telah dikhianati. Jaya
juga tidak yakin itu anak siapa. Mau menerima anak itu, tetapi takut bila
mendapati anak itu bukan anaknya.
Mina sudah bisa menenangkan diri, dia mulai chat dengan Ardi dan bilang dia
hamil dan itu adalah anaknya.
Perasaan Ardi saat itu bercampur aduk, antara
senang dan merasa bersalah kepada Winda. Akan tetapi Ardi tetap memilih Mina
karena ada bayi di dalam kandungan Mina. Dan bayi itu sudah lama dinantikannya,
tidak mungkin dia membuang bayi itu.
........................................
Mina tersadar dari lamunannya, dia menghapus
pesan dari Jaya kemudian dia memeriksa Bimo untuk mengecek apakah Bimo ngompol
atau tidak. Setelah memeriksa Bimo, Mina melihat Ardi di luar sedang menonton
TV sambil tiduran. Perasaan Mina berkecamuk, bingung perihal membalas pesan
Jaya atau tidak. Mina juga bingung, ingin rasanya dia menjalin hubungan lagi dengan
Jaya, Bapak dari anaknya. Karena sebenarnya, dia masih sangat mencintai Jaya.
Itu yang dia tahu malam ini. Dengan sikap Ardi belakangan ini, pesan dari Jaya
yang muncul tiba-tiba, maka dia tahu perasaannya sebenarnya.
Mina hanya bisa meneteskan air mata. Dia
merasa kangen kepada Jaya. Dia ingin bertemu dengan Jaya.
.........................................
Ardi sudah menetapkan tekadnya untuk
__ADS_1
melupakan Winda, dan fokus dengan Mina dan Bimo. Dia tidak ingin terjadi
perceraian untuk yang kedua kalinya.
Ardi berusaha melakukan tekadnya untuk
melupakan Winda dengan bekerja lebih rajin, lebih perhatian kepada Mina dan
Bimo.
Mina yang merasakan perhatian Ardi belakangan
ini menjadi heran. Kenapa Ardi berubah menjadi baik lagi. Untuk menghilangkan
rasa penasarannya, Mina bertanya kepada Ardi,
“Yang, kok kamu akhir-akhir ini baik lagi?
Toko sudah mulai rame ya?” tanya Mina.
“Kan harus baik Yang sama istri tercinta”
jawab Ardi.
“Idih, masa sih Yang” kata Mina tak percaya.
“Yang, aku mau pergi ke rumah orangtuaku
seminggu ya?” kata Mina lagi melihat Ardi yang belakangan ini baik, dia jadi
berani mengutarakan keinginannya.
“Ada apa kok mau pergi ke sana 1 minggu? Aku
kan kerja Yang”, kata Ardi lagi.
“Aku kangen sama orangtuaku Yang”
“Tapi aku belum bisa nganter Yang”
“Aku nyetir sendiri deh” kata Mina masih
merajuk.
“Aku nggak tega Yang kamu pulang sama Bimo
dengan nyetir sendiri”
“Aku ngajak Mbok Inem deh... ya ya ya” rayu
Mina.
Ardi mengalah dan merasa kasihan melihat Mina
yang sudah merindukan orangtuanya, kemudian dia mengijinkan Mina pergi ke rumah
orangtuanya. Ardi mengangguk sambil tersenyum tanda setuju, kemudian Mina ikut
tersenyum dan mencium pipi Ardi.
“Makasih Yang”, kata Mina.
Mina berpikir, mungkin bila dia pulang nanti
bisa bertemu dengan Jaya, dan Mina bertekad untuk bilang kepada Jaya bahwa Bimo
adalah anak Jaya. Mina sudah membulatkan tekad untuk kembali dengan Jaya,
apabila tidak bisa, setidaknya dia masih punya Ardi, pikirnya. Pikiran dan akal
sehat Mina sudah tertutup akan cintanya kepada Jaya. Dia sangat merindukan Jaya
sehingga dia rela melakukan apapun untuk bertemu dengan Jaya.
Mina senyum-senyum sendiri. Ardi yang melihat
Mina tersenyum merasa bahagia karena Ardi pikir Mina bahagia akan bertemu
dengan orangtua yang sudah lama dia rindukan.
__ADS_1