Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
Episode 26 PERSIDANGAN


__ADS_3

            Setelah semua keluarganya pulang,


Ardi hanya duduk termenung di ruang tamu. Mbok Inem yang melihat hal itu


menjadi takut bila Ardi akan tantrum seperti tadi siang.


Mbok Inem membereskan piring dan gelas bekas


makan tadi sambil mengawasi Ardi. Mbok Inem sudah merasa capek dan mengantuk


tetapi dia belum berani tidur karena takut Ardi akan berbuat yang aneh-aneh.


“Mbok, istirahat dulu. Itu diberesin besok


aja” kata Ardi kepada Mbok Inem karena merasa kasihan karena Mbok Inem


kelihatan capek.


“Iya Mas, nggak apa-apa” jawab Mbok Inem.


“Mbok... sudah besok aja beresinnya. Mbok


Inem kelihatan udah capek dan ngantuk” kata Ardi lagi.


Mbok Inem kemudian berpamitan untuk tidur


duluan dan meninggalkan Ardi sendirian.


Ardi merenung, bingung mau berbuat apa.


Ngantuk, tapi tidak bisa tidur. Dia merasa stress dengan keadaan yang terjadi


saat ini.  Ingin rasanya menghubungi Mina


dan Bimo tapi keadaan tidak memungkinkan. Ardi menghela nafas panjang kemudian


rebahan di depan TV dan karena kecapekan dia tertidur.


....................................


Malam ini Winda lembur lagi menyelesaikan


orderan yang harus dikirim besok. Dia sudah merasa capek, apalagi tadi dia


mendapat pesan dari tetangganya tentang Ardi yang tantrum karena ditinggal


Mina.


Winda merasa sedih, bukan karena Ardi


ditinggal Mina. Tapi ada rasa kecemburuan karena merasa tidak adil. Winda


merasa ketika dia meninggalkan Ardi dulu, Ardi tidak pernah sekalipun berusaha


untuk membuatnya tetap di sisinya. Ardi tidak berusaha mempertahankan


hubungannya dengan Winda, dan tidak mempertanyakan kenapa Winda pergi


meninggalkannya.


Malam itu, sambil menyelesaikan kerjaannya


Winda menangis mengingat perlakuan Ardi kepadanya.


.....................................


Hari Minggu, semua keluarga Ardi pergi ke


kota S untuk menemui orangtua Mina. Mereka ingin membicarakan hubungan Ardi


dengan Mina.


Sampai di rumah Mina, orangtua Mina kaget


karena kedatangan tamu yang tidak mengabari.


“Maaf, mengganggu waktu Bapak dan Ibu” kata


Lela setelah dipersilahkan masuk oleh orangtua Mina.


“Iya Bu, tidak apa-apa” kata Ayah Mina.


“Kami ke sini mau bertemu dengan Mina” kata


Lela.


“Maaf Bu, Lela sedang keluar dengan Bimo.


Kalau boleh tahu ada pa ya?” tanya Ayah Mina basa basi.


Kemudian Lela menjelaskan maksud kedatangan


mereka kepada Ayah dan Ibu Mina. Ayah dan Ibu Mina merasa tidak enak karena


masalah yang ditimbulkan oleh anaknya, akan tetapi mereka masih menutupi

__ADS_1


kesalahan anaknya.


“Maaf Bu, sepertinya Mina tidak mau kembali


bersama Ardi lagi. Kami sudah membujuknya tetapi anaknya kukuh tidak mau


balikan dengan Ardi. Dan sekarang kami sudah menyewa pengacara untuk mengurus


perceraian Mina dengan Ardi” kata Ayah Mina.


Ardi yang mendengar hal itu wajahnya menjadi


merah menahan marah. Dia masih belum tahu kenapa Mina tega meninggalkannya dan


memisahkannya dengan Bimo.


“Tapi Pi.... apa alasannya Mina mau bercerai


dengan saya?” tanya Ardi ekpada Ayah Mina.


“Papi juga nggak tahu Di.... katanya memang


dia sudah tidak betah dengan kamu dan ingin berpisah dengan kamu” kata Ayah


Mina.


Ardi yang mendengar hal itu tidak bisa


menahan amarahnya kemudian,


“Apa Mina sudah punya lelaki lain!?” kata


Ardi dengan nada tinggi.


“Apa maksudmu!?” jawab Ayah Mina masih ingin


menutupi.


“Saya tahu sewaktu Mina di sini dia bertemu


dengan lelaki lain di Mall sampai malam-malam!?” kata Ardi tidak sabar untuk


mendapat pengakuan dari keluarga Mina.


Ayah Mina yang mendengar hal itu kaget karena


Ardi tahu Mina bertemu dengan lelaki lain,


“Kata siapa Mina bertemu dengan lelaki lain! Jangan


ulah anaknya.


“Waktu Mina di sini, Mbok Inem mendengar


pembicaraan Papi dan Mami kalau Mina ketemuan dengan cowok di Mall. Ngajak Bimo


lagi! Apa nggak malu selingkuh ngajak anak!” kata Ardi tidak sabar. Nadanya


tinggi seperti membentak orangtua Mina.


“Maaf, ini rumah kami. Silahkan keluar dari


rumah kami!” kata Papi Mina.


Lela yang seumur hidupnya yang tidak pernah


diusir dan kali ini diusir oleh Ayah Mina menjadi sakit hati kemudian mengajak


keluarganya untuk pergi dari rumah Mina.


“Sudah Ardi! Kalau memang Mina mau cerai ya


sudah! Jangan mengemis cinta pada orang yang nggak respek sama keluarga kita!”


kata Lela mengajak Ardi pergi.


Mereka sekeluarga kemudian meninggalkan rumah


Mina dengan hati yang penuh amarah. Ardi bertekad untuk mendapatkan hak asuh


Bimo. Kalaupun dia harus bercerai dengan Mina, setidaknya dia mendapatkan hak


asuh Bimo sehingga dia bisa  bersama Bimo


selamanya.


Di dalam mobil, mereka mulai ngobrol lagi


membicarakan perceraian Ardi dengan Mina,


“Sepertinya Mina memang sudah mantap untuk bercerai


dengan kamu Ardi” kata Lela.


Ardi hanya terdiam tidak bisa menjawab

__ADS_1


perkataan kakaknya.


“Kamu bagaimana Ardi? Apa yang akan kamu


lakukan?” kata Lela lagi karena tidak ada tanggapan dari Ardi.


Ardi yang terus didesak oleh keluarganya


kemudian menjawab,


“Aku akan cari pengacara Kak, aku hanya mau


mendapat hak asuh Bimo saja” jawab Ardi.


Lela terdiam, dia tidak tega mau mengutarakan


pendapatnya tentang Bimo. Lela masih berpikir Bimo bukanlah anak Ardi.


“Ya coba saja. Siapa tahu dapat hak asuhnya”


kata Lela.


.............................................


Setelah keluarga Ardi berkunjung ke rumah


Mina di Kota S, satu minggu kemudian Ardi mendapat surat dari Pengadilan Agama tentang


gugatan cerai dari Mina.


Setelah itu persidangan menjadi alot karena


Ardi tetap meminta hak asuh Bimo dan membeberkan Mina berselingkuh di


Pengadilan.


Karena hal itu Mina memutuskan untuk


melakukan tes DNA.


“Kenapa harus tes DNA segala?!” tanya Ardi


kepada Mina.


“Karena Bimo bukan anakmu!” jawab Mina.


Persidangan diundur lagi karena harus


menunggu hasil tes DNA.


            ................................


Sambil menunggu tes DNA, Ardi merasa gundah


karena dia takut akan hasil tes DNAnya. Kenapa Mina tega berbuat seperti itu,


pikirnya. Kenapa kalau Bimo bukan anaknya, dia yang harus bertanggungjawab


menikahi Mina, pikirnya.


Bagaimana hidupku tanpa Bimo? Hatiku sudah


kuserahkan seutuhnya kepada Bimo karena merasa Bimo adalah anakku, Ardi


berpikir keras bagaimana nanti kalau ternyata hasil tesnya menunjukkan bahwa


Bimo bukan anaknya.


Ardi merasa marah kepada Mina. Dia merasa


seperti dipermainkan oleh Mina dengan permintaan Mina yang ingin tes DNA.


Ardi membayangkan apabila dulu Mina tidak


meminta pertanggungjawabannya, kemungkinan Winda masih berada di sisinya. Dan


saat itulah Ardi teringat dengan Arjuna.


Ardi menangis dengan keras sambil


berteriak-teriak. Mbok Inem yang mendengar Ardi berteriak sambil menangis


akhirnya menghubungi Lela untuk segera pulang untuk menenangkan Ardi.


Lela merasa masalahnya bertambah, dia masih


bekerja tetapi juga harus mengurusi Ardi yang sedang ada masalah.


Lela pulang, dan mulai menenangkan Ardi,


setelah Ardi tenang, Lela berbicara kepada Ardi,


“Di, bukannya kakak tidak mau mengurusimu,


tapi kerjaan kakak juga banyak” kata Lela.

__ADS_1


__ADS_2