Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB 20 KEBOHONGAN


__ADS_3

Winda melihat sekeliling kamar itu. Itu


adalah kamarnya dulu dengan Ardi. Sekarang sudah berubah menjadi kamar bayi.


Hatinya merasa miris memikirkan hal itu. Arjuna menjadi rewel kemudian Winda


berbicara dengan Ardi,


“Saya mau menyusui Arjuna, Mas Ardi tolong


keluar ya” kata Winda meminta Ardi keluar kamar.


Ardi kaget, kemudian dia keluar kamar. Ingin


rasanya di terus menerus bersama Winda dan Arjuna.


Winda meneteskan air mata mengingat itu


adalah kamarnya yang sudah dirubah Ardi menjadi kamar bayi. Jika... jika dia


masih bersama Ardi. Air matanya menetes semakin deras dan tak bisa


dikendalikan. Arjuna semakin rewel sehingga Bundanya Mitha masuk ke kamar dan


melihat Winda menangis sambil menyusui Ardi.


Bundanya Mitha memeluk Winda sambil


menenangkannya,


“Maafkan kakak ya Win” kata Bundanya Mitha.


Winda masih sesenggukan, setelah beberapa


lama dan Winda sudah bisa menenangkan diri, dia kleuar bersama Arjuna dan


Bundanya Mitha.


Ardi yang melihat mata Winda agak sembab


merasa bersalah kepadanya. Ingin rasanya dia bersama Winda juga Arjuna.


Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam,


suasana menjadi canggung kemudian Winda memutuskan untuk pulang.


“Karena sudah hampir sore, saya mau berpamitan


pulang dulu ya. Karena Arjuna juga harus segera mandi sore” kata Winda.


“Apa nggak sebaiknya nginap di rumah kakak


aja Win?” tanya Bundanya Mitha.


“Nggak Kak, sebaiknya saya pulang saja” jawab


Winda.


Ardi hanya bisa terdiam, kemudian


“Tadi naik apa ke sini? Apa ada yang


mengantarkan? Maaf nggak bisa nganter soalnya mobilnya dipakai Mina” kata Ardi.


Winda berusaha tersenyum sambil menjawab;


“Tidak apa-apa, saya bawa kendaraan sendiri


kok”


Winda membereskan barang-barang Arjuna


kemudian memasukkannya ke mobil. Setelah menaruh Arjuna di kursi anak-anak


Winda mulai berpamitan.


“Kak, saya pulang dulu ya” kata Winda kepada


kakak-kakak Ardi. Namun dia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala kepada


Ardi tanda dia berpamitan.


Winda pulang ke rumahnya dengan hati yang


merana karena ternyata dia masih merindukan Ardi dan memimpikan untuk tetap


bersama dengan Ardi.


Setelah Winda pulang, Ardi ingin sendirian


dan langsung pulang menuju kamar Bimo. Di sana dia meratapi dirinya. Menyesal dan

__ADS_1


merasa bersalah atas apa yang telah terjadi. Dia mulai merindukan Winda dan


Arjuna. Ardi meneteskan air matanya karena tidak bisa bersama Ardi dan Arjuna.


Pikiran tentang Mina dan Bimo hilang entah ke


mana. Hatinya diliputi rasa penyesalan yang begitu menyesakkan hati. Ingin


rasanya dia mengejar Winda pulang, tapi apalah dayanya.


................................


Sudah 1 minggu lebih Mina di rumah


orangtuanya. Selama di sana, biasanya Ardi akan video call dengan Mina dan


melihat wajah Bimo. Tapi sudah 3 hari  ini Ardi tidak telepon, video call maupun memberi pesan kepada Mina.


Mina menjadi gelisah. Apa Ardi marah atau ada sesuatu yang terjadi. Tetapi Mina


belum mempunyai keinginan untuk pulang ke rumah Ardi. Entah kenapa sejak Jaya,


mantan Mina menghubunginya dulu, rasanya dia selalu merindukannya dan ingin


bertemu dengan Jaya. Tapi Mina masih menahan diri untuk membalas pesan Jaya.


Karena sudah 3 hari Ardi tidak menghubungi,


dan Mina mulai merasa kesal dengan Ardi. Mina memutuskan untuk menghubungi Jaya


sebagai balas dendamnya dia karena Ardi 3 hari tidak menghubunginya.


‘Apa kabar?’ isi pesan Mina ke Jaya.


Setelah beberapa lama, Jaya membalas pesanya.


‘Aku baik. Kamu di mana? Aku ingin ketemu’


‘Kata teman-teman kamu pulang bersama anakmu


ya’ isi pesan Jaya lagi.


‘Iya. Ada apa’ kata Mina


‘Ayo ketemuan. Sudah lama kita nggak bertemu.


Aku kangen sama kamu’


memerah, hatinya merasa kacau. Kemudian.


‘OK. Hari ini di mall S ya’


‘Kamu ajak anak kamu tidak?’ tanya Jaya


‘Kenapa memangnya?’ jawab Mina


‘Aku ingin bertemu’


‘Buat apa?’


‘Kata kamu dulu dia adalah anakku’


Mina terdiam, kemudian..


‘Kamu kan nggak mau bertanggungjawab. Untuk apa


kamu ingin ketemu dengan dia?’


‘Aku hanya ingin ketemu saja. Tapi kalau


memang tidak bisa, aku ingin ketemu dengan kamu saja’


‘Baiklah’ kata Mina akhirnya.


Mina memutuskan menemui Jaya dengan mengajak


anaknya. Mbok Inem tidak akan diajaknya karena bisa melapor ke Ardi,


“Mbok, aku mau pergi ke Mall sama Bimo. Mbok


di rumah aja ya” kata Mina.


“Ya Neng” jawab Mbok Inem patuh.


Mina pergi ke mall untuk menemui Jaya.


Setelah sampai di mall di menunggu Jaya di foodcourt, kemudian menelpon Jaya,


“Kamu di mana?” tanya Mina


“Aku ada di lantai dasar” jawab Jaya.

__ADS_1


“Aku tunggu di foodcourt ya. Aku pakai baju


pink dan membawa bayi” kata Mina


“OK” Jaya menutup telponnya dan bergegas


menemui Mina dan Bimo. Jaya ingin memastikan Bimo anaknya atau bukan.


Setelah sampai di foodcourt Jaya celingukan


mencari Mina. Setelah ketemu, dia segera menghampiri Mina dengan jantung yang


berdebar tak karuan. Sebenarnya dia sangat mencintai Mina, apalagi kalau memang


Bimo adalah anaknya. Dia akan berusaha mendapatkan Mina kembali.


“Hai” kata Jaya menyapa Mina.


Mina menoleh dan melihat Jaya, dia tak kuasa


menahan air matanya, kemudian Mina meneteskan air matanya. Jaya yang melihat


hal itu tak kuasa menahan rasa rindunya kepada Mina. Jaya memeluk Mina.


Orang-orang yang berada di sekitar situ


melihat Jaya dan Mina heran. Mereka pikir mereka adalah pasangan suami istri


yang sudah berpisah dan baru bertemu untuk melepaskan rindu.


“Gimana kabarmu?” tanya Jaya kepada Mina


ketika mereka sudah bisa mengendalikan diri dan duduk berhadapan.


“Baik” kata Mina.


“Suamimu baik kepadamu?” tanya Jaya lagi.


“Baik, lumayan”


“Kok lumayan?” tanya Jaya


“Ya begitulah. Kamu sudah punya pacar lagi?”


tanya Mina balik. Dia tidak bisa menahan rasa penasarannya kepada Jaya.


Jaya menganggukkan kepalanya dengan berat.


Mina terdiam,


“Tapi aku tak bisa melupankanmu Mina” kata


Jaya


“Aku masih mencintaimu. Aku ingin bersamamu


dan anak kita” kata Jaya lagi.


Mina hanya terdiam.


Jaya mendekatkan kursinya dengan kursi Mina kemudian


dia memeluk Mina lagi. Apakah aku perlu bertemu dengan suamimu yang sekarang


dan memintamu untuk kembali padaku?”


Mina hanya terdiam, bingung mau menjawab apa.


Mina mengambil Bimo dari troli dan


memperlihatkannya kepada Jaya. Dilihat-lihat, hidung dan mulutnya mirip dengan


Jaya. Kemudian Jaya menitikkan air mata.


“Maaf Mina, dulu aku tidak percaya padamu.


Aku kira kamu bermain di belakangku” kata Jaya.


“Aku dan Ardi hanya teman saja Mas. Dia mau


menikahiku karena dia sudah lama tidak punya anak” kata Mina berbohong.


“Tapi, bukannya Ardi sudah punya istri ya?”


tanya Jaya lagi.


“Iya. Istrinya menerimaku karena dia tidak


bisa hamil” kata Mina berani. Mina berbohong kepada Jaya supaya Jaya bisa


kembali kepadanya. Mina sadar dia mencintai Jaya lebih dari dia mencintai Ardi.

__ADS_1


__ADS_2