
Winda melihat sekeliling kamar itu. Itu
adalah kamarnya dulu dengan Ardi. Sekarang sudah berubah menjadi kamar bayi.
Hatinya merasa miris memikirkan hal itu. Arjuna menjadi rewel kemudian Winda
berbicara dengan Ardi,
“Saya mau menyusui Arjuna, Mas Ardi tolong
keluar ya” kata Winda meminta Ardi keluar kamar.
Ardi kaget, kemudian dia keluar kamar. Ingin
rasanya di terus menerus bersama Winda dan Arjuna.
Winda meneteskan air mata mengingat itu
adalah kamarnya yang sudah dirubah Ardi menjadi kamar bayi. Jika... jika dia
masih bersama Ardi. Air matanya menetes semakin deras dan tak bisa
dikendalikan. Arjuna semakin rewel sehingga Bundanya Mitha masuk ke kamar dan
melihat Winda menangis sambil menyusui Ardi.
Bundanya Mitha memeluk Winda sambil
menenangkannya,
“Maafkan kakak ya Win” kata Bundanya Mitha.
Winda masih sesenggukan, setelah beberapa
lama dan Winda sudah bisa menenangkan diri, dia kleuar bersama Arjuna dan
Bundanya Mitha.
Ardi yang melihat mata Winda agak sembab
merasa bersalah kepadanya. Ingin rasanya dia bersama Winda juga Arjuna.
Semua orang yang ada di ruangan itu terdiam,
suasana menjadi canggung kemudian Winda memutuskan untuk pulang.
“Karena sudah hampir sore, saya mau berpamitan
pulang dulu ya. Karena Arjuna juga harus segera mandi sore” kata Winda.
“Apa nggak sebaiknya nginap di rumah kakak
aja Win?” tanya Bundanya Mitha.
“Nggak Kak, sebaiknya saya pulang saja” jawab
Winda.
Ardi hanya bisa terdiam, kemudian
“Tadi naik apa ke sini? Apa ada yang
mengantarkan? Maaf nggak bisa nganter soalnya mobilnya dipakai Mina” kata Ardi.
Winda berusaha tersenyum sambil menjawab;
“Tidak apa-apa, saya bawa kendaraan sendiri
kok”
Winda membereskan barang-barang Arjuna
kemudian memasukkannya ke mobil. Setelah menaruh Arjuna di kursi anak-anak
Winda mulai berpamitan.
“Kak, saya pulang dulu ya” kata Winda kepada
kakak-kakak Ardi. Namun dia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala kepada
Ardi tanda dia berpamitan.
Winda pulang ke rumahnya dengan hati yang
merana karena ternyata dia masih merindukan Ardi dan memimpikan untuk tetap
bersama dengan Ardi.
Setelah Winda pulang, Ardi ingin sendirian
dan langsung pulang menuju kamar Bimo. Di sana dia meratapi dirinya. Menyesal dan
__ADS_1
merasa bersalah atas apa yang telah terjadi. Dia mulai merindukan Winda dan
Arjuna. Ardi meneteskan air matanya karena tidak bisa bersama Ardi dan Arjuna.
Pikiran tentang Mina dan Bimo hilang entah ke
mana. Hatinya diliputi rasa penyesalan yang begitu menyesakkan hati. Ingin
rasanya dia mengejar Winda pulang, tapi apalah dayanya.
................................
Sudah 1 minggu lebih Mina di rumah
orangtuanya. Selama di sana, biasanya Ardi akan video call dengan Mina dan
melihat wajah Bimo. Tapi sudah 3 hari ini Ardi tidak telepon, video call maupun memberi pesan kepada Mina.
Mina menjadi gelisah. Apa Ardi marah atau ada sesuatu yang terjadi. Tetapi Mina
belum mempunyai keinginan untuk pulang ke rumah Ardi. Entah kenapa sejak Jaya,
mantan Mina menghubunginya dulu, rasanya dia selalu merindukannya dan ingin
bertemu dengan Jaya. Tapi Mina masih menahan diri untuk membalas pesan Jaya.
Karena sudah 3 hari Ardi tidak menghubungi,
dan Mina mulai merasa kesal dengan Ardi. Mina memutuskan untuk menghubungi Jaya
sebagai balas dendamnya dia karena Ardi 3 hari tidak menghubunginya.
‘Apa kabar?’ isi pesan Mina ke Jaya.
Setelah beberapa lama, Jaya membalas pesanya.
‘Aku baik. Kamu di mana? Aku ingin ketemu’
‘Kata teman-teman kamu pulang bersama anakmu
ya’ isi pesan Jaya lagi.
‘Iya. Ada apa’ kata Mina
‘Ayo ketemuan. Sudah lama kita nggak bertemu.
Aku kangen sama kamu’
memerah, hatinya merasa kacau. Kemudian.
‘OK. Hari ini di mall S ya’
‘Kamu ajak anak kamu tidak?’ tanya Jaya
‘Kenapa memangnya?’ jawab Mina
‘Aku ingin bertemu’
‘Buat apa?’
‘Kata kamu dulu dia adalah anakku’
Mina terdiam, kemudian..
‘Kamu kan nggak mau bertanggungjawab. Untuk apa
kamu ingin ketemu dengan dia?’
‘Aku hanya ingin ketemu saja. Tapi kalau
memang tidak bisa, aku ingin ketemu dengan kamu saja’
‘Baiklah’ kata Mina akhirnya.
Mina memutuskan menemui Jaya dengan mengajak
anaknya. Mbok Inem tidak akan diajaknya karena bisa melapor ke Ardi,
“Mbok, aku mau pergi ke Mall sama Bimo. Mbok
di rumah aja ya” kata Mina.
“Ya Neng” jawab Mbok Inem patuh.
Mina pergi ke mall untuk menemui Jaya.
Setelah sampai di mall di menunggu Jaya di foodcourt, kemudian menelpon Jaya,
“Kamu di mana?” tanya Mina
“Aku ada di lantai dasar” jawab Jaya.
__ADS_1
“Aku tunggu di foodcourt ya. Aku pakai baju
pink dan membawa bayi” kata Mina
“OK” Jaya menutup telponnya dan bergegas
menemui Mina dan Bimo. Jaya ingin memastikan Bimo anaknya atau bukan.
Setelah sampai di foodcourt Jaya celingukan
mencari Mina. Setelah ketemu, dia segera menghampiri Mina dengan jantung yang
berdebar tak karuan. Sebenarnya dia sangat mencintai Mina, apalagi kalau memang
Bimo adalah anaknya. Dia akan berusaha mendapatkan Mina kembali.
“Hai” kata Jaya menyapa Mina.
Mina menoleh dan melihat Jaya, dia tak kuasa
menahan air matanya, kemudian Mina meneteskan air matanya. Jaya yang melihat
hal itu tak kuasa menahan rasa rindunya kepada Mina. Jaya memeluk Mina.
Orang-orang yang berada di sekitar situ
melihat Jaya dan Mina heran. Mereka pikir mereka adalah pasangan suami istri
yang sudah berpisah dan baru bertemu untuk melepaskan rindu.
“Gimana kabarmu?” tanya Jaya kepada Mina
ketika mereka sudah bisa mengendalikan diri dan duduk berhadapan.
“Baik” kata Mina.
“Suamimu baik kepadamu?” tanya Jaya lagi.
“Baik, lumayan”
“Kok lumayan?” tanya Jaya
“Ya begitulah. Kamu sudah punya pacar lagi?”
tanya Mina balik. Dia tidak bisa menahan rasa penasarannya kepada Jaya.
Jaya menganggukkan kepalanya dengan berat.
Mina terdiam,
“Tapi aku tak bisa melupankanmu Mina” kata
Jaya
“Aku masih mencintaimu. Aku ingin bersamamu
dan anak kita” kata Jaya lagi.
Mina hanya terdiam.
Jaya mendekatkan kursinya dengan kursi Mina kemudian
dia memeluk Mina lagi. Apakah aku perlu bertemu dengan suamimu yang sekarang
dan memintamu untuk kembali padaku?”
Mina hanya terdiam, bingung mau menjawab apa.
Mina mengambil Bimo dari troli dan
memperlihatkannya kepada Jaya. Dilihat-lihat, hidung dan mulutnya mirip dengan
Jaya. Kemudian Jaya menitikkan air mata.
“Maaf Mina, dulu aku tidak percaya padamu.
Aku kira kamu bermain di belakangku” kata Jaya.
“Aku dan Ardi hanya teman saja Mas. Dia mau
menikahiku karena dia sudah lama tidak punya anak” kata Mina berbohong.
“Tapi, bukannya Ardi sudah punya istri ya?”
tanya Jaya lagi.
“Iya. Istrinya menerimaku karena dia tidak
bisa hamil” kata Mina berani. Mina berbohong kepada Jaya supaya Jaya bisa
kembali kepadanya. Mina sadar dia mencintai Jaya lebih dari dia mencintai Ardi.
__ADS_1