
Mina sudah dibutakan oleh cintanya
kepada Jaya. Dia ingin bersama Jaya. Entah karena dia marah dan kecewa dengan
Ardi karena beberapa sikap Ardi yang tidak disukai Mina atau memang dia masih
mencintai Jaya.
Dari segi financial dan gaya hidup, Mina
lebih memilih Jaya karena menurutnya Ardi terlalu sederhana, tidak bisa diajak
bersenang-senang dan terlalu kaku. Jaya orangnya modis dan mengikuti tren, bisa
diajak bersenang-senang dan orangnya menyenangkan.
“Apakah kamu benar-benar ingin kembali padaku
dan menikahiku?” tanya Mina kepada Jaya.
“Iya. Aku sungguh-sungguh. Apalagi Bimo
adalah anakku. Aku akan menjelaskan semuanya kepada orangtuaku bahwa kamu
menikah dengan oranglain adalah salahku. Tapi bagaimana kamu akan pisah dengan
suamimu sekarang ini?” tanya Jaya bingung.
“Itu urusanku. Biar aku yang urus asalkan
kamu berjanji untuk menikahiku. Kau tidak mau kamu hanya mempermainkanku saja”
kata Mina.
“Aku berjanji” kata Jaya mantap.
“Aku tidak butuh janji yang seperti itu. Aku
butuh surat perjanjian untuk menguatkan janjimu kepadaku. Kamu tidak pernah
percaya padaku sekali sehingga aku harus menikah dengan lelaki lain untuk
menutupi aibku” kata Mina tegas.
“Apa yang harus ku lakukan?” tanya Jaya.
“Aku ingin perjanjian di atas materai.
Setelah itu, aku juga ingin mengubah Akta Kelahiran Bimo, karena di Akta
Ayahnya dia adalah Ardi” kata Mina lagi.
“Ooh nama suamimu Ardi ya” kata Jaya murung.
“Kamu cemburu ya?” kata Mina menggoda Jaya.
Kemudian mereka melanjutkan obrolan mereka di
mall.
Mina pulang malam ke rumah orangtuanya
setelah ditelpon orangtuanya. Orangtuanya menyuruh Mina pulang karena sudah
malam. Dengan berat hati Mina berpisah dengan Jaya dan berjanji akan bertemu
lagi.
Setelah sampai di rumah orangtuanya, Ayah
Mina bertanya kepada Mina,
“Nak, Papi ingin bicara sebentar” kata Ayah Mina.
“Papi tunggu di ruang keluarga ya” katanya
lagi.
Mina menyerahkan Bimo kepada Mbok Inem
kemudian pergi ke ruang keluarga untuk ngobrol dengan orangtuanya.
“Ada apa Pi?” tanya Mina setelah duduk di
sofa depan Ayahnya.
__ADS_1
“Papi mau tanya, sebenarnya kamu apa ada
masalah dengan Ardi? Soalnya Papi heran kenapa sudah 1 minggu lebih kamu di
sini tapi kamu seperti tidak ada niatan pulang ke rumah Ardi” kata Papi Mina.
Mina bingung mau jawab bagaimana.
“Nggak Pi. Mina masih kangen aja sama Papi Mami”
kata Mina lagi.
“Kamu tadi ke Mall ngapain Min?” tanya Ayah
Mina lagi.
Mina gelagapan,
“Mina tadi.... Mina tadi Cuma ketemu temen Pi”
“Hati-hati Min, kamu kan udah punya suami. Jangan
sampai timbul fitnah lagi. Soalnya Papi nggak mau malu lagi Min” kata Ayah Mina.
“Kamu tahu sendiri kan, dulu Papi sama Mami
sampai nggak mau keluar karena orang-orang bicarain kamu” kata Ayah Mina lagi.
Mina agak marah Ayahnya bicara begitu karena
hal itu baginya sudah lama berlalu.
“Papi tenang aja deh. Mina nggak bakal
ngapa-ngapain kok” kata Mina.
“Papi tahu Min. Papi serahin semuanya ke kamu
aja. Kalau bisa, bukan Ayah mengusirmu, tapi untuk menjaga omongan orang minta
Ardi ke sini atau kamu pulang ke rumah Ardi karena orang-orang sini sudah mulai
bergunjing tentang kamu” kata Ayah Mina lagi.
Malam itu Mina berpikir bagaimana dia bisa
berpisah dengan Ardi tanpa menimbulkan gunjingan para tetangganya.
Mina mengutarakan isi hati dan pikirannya
kepada Jaya. Mereka membicarakan strategi tentang bagaimana cara Mina bisa
berpisah dengan Ardi dan tidak menimbulkan gunjingan para tetangganya juga Jaya
bisa diterima keluarga Mina dan Ardi tidak membuat onar tentang hal ini.
...............................
Di rumahnya Ardi masih memikirkan Arjuna dan
Winda. Dia merasa kangen dengan Arjuna. Tiba-tiba dia kepikiran tentang Bimo
dan Mina dan merasa bersalah kepada mereka karena sudah 3 hari tidak
menghubungi Mina dan Bimo. Dia mencoba videocall Mina dan tidak bisa karena Hp
Mina selalu sibuk yang artinya Mina sedang berbicara di telepon dengan orang
lain.
Ardi menyerah menelpon Mina setelah 6 kali
mencoba menelepon. Akhirnya dia memikirkan Arjuna lagi dengan melihat foto Arjuna
di Hpnya yang tadi dikirimkan oleh Mitha.
...........................................................
Winda merasa risih karena Bowo terus-terusan
menghubunginya, sampai dia kehabisan alasan untuk menolak telepon ataupun
membalas pesan Bowo. Bowo selalu mengajak Winda bertemu di luar rumahnya dan
selalu ditolak oleh Winda dengan alasan takut menimbulkan fitnah.
__ADS_1
Bowo tidak menyerah begitu saja. Dia terus
menerus mendekati orangtua Winda. Dia berpikir, kalau janda seperti Winda tidak
mempunyai pilihan yang banyak. Apalagi dia sudah mapan dalam hal financial.
Bowo menulis pesan kepada Winda,
‘Dik, nanti aku ke rumahmu ya’ pesan dari
Bowo.
Winda tidak berani membuka pesan dari Bowo
sehingga dia tidak membalas apapun.
Saat ini Winda sibuk dengan usahanya karena
sedang banyak orderan juga harus beli barang untuk tokonya. Apalagi Arjuna yang
sudah bisa merangkak ke mana-mana membuat Winda semakin sibuk dan lelah
mengurus anak.
Sore itu Ardi video call untuk melihat Arjuna.
Winda yang sedang sibuk tidak tahu kalau ada video call dari Ardi.
Setelah memandikan Arjuna, Winda mengecek
Hpnya. Dia melihat ada videocall dari Ardi. Winda sadar kalau Ardi punya hak
untuk mengenal Arjuna. Karena takut Mina salah paham, dia memberi pesan kepada
Ardi,
‘Ada pa Mas?’ pesan dari Winda
‘Tadi mau video call sama Arjuna. Boleh kan?’
tanya Ardi
‘Boleh’ jawab Winda.
Kemudian Ardi video call Arjuna, Winda
membawa Arjuna ke kamar supaya orangtuanya tidak sakit hati karena tahu Ardi
menelpon Arjuna.
Arjuna yang sudah tidak bisa diam dan diajak
bicara Ardi hanya bisa meraih-raih Hp Winda yang suaranya menarik perhatiannya
juga gambar yang ada di HP menarik perhatiannya. Ardi berusaha berkomunikasi
dengan Arjuna walaupun Arjuna tidak mengerti, dia sudah senang melihat polah
tingkah Arjuna melalui layar Hpnya.
Setelah beberapa lama Winda berpamitan kepada
Ardi karena Arjuna mulai rewel karena tidak mau dipegang oleh Winda. Arjuna
ingin bergerak bebas ke mana-mana.
“Maaf ya Mas, udah dulu telponnya. Besok lagi
kalau Mas Ardi mau telpon silkahkan telpon lagi nggak apa-apa. Ini Arjuna sudah
susah dipegang karena dia maunya bebas merangkak ke mana-mana” kata Winda
kemudian meutup telponnya.
Winda belum melihat pesan dari Bowo. Sore itu
Winda fokus kepada Arjuna dan berusaha menidurkan Arjuna sedini mungkin supaya
dia bisa menyelesaikan pekerjaannya. Malam itu Winda akan lembur dengan
karyawan yang lain karena hari ini banyak orderan dan belum selesai packing.
Setelah Arjuna tidur, Winda mulai ke toko dan
bekerja dengan karyawan yang lain. Dia mengecek satu-satu barang yang sudah
__ADS_1
selesai dipacking dan akan dikirimkankan besok.