Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB XXI PERTEMUAN


__ADS_3

            Mina sudah dibutakan oleh cintanya


kepada Jaya. Dia ingin bersama Jaya. Entah karena dia marah dan kecewa dengan


Ardi karena beberapa sikap Ardi yang tidak disukai Mina atau memang dia masih


mencintai Jaya.


Dari segi financial dan gaya hidup, Mina


lebih memilih Jaya karena menurutnya Ardi terlalu sederhana, tidak bisa diajak


bersenang-senang dan terlalu kaku. Jaya orangnya modis dan mengikuti tren, bisa


diajak bersenang-senang dan orangnya menyenangkan.


“Apakah kamu benar-benar ingin kembali padaku


dan menikahiku?” tanya Mina kepada Jaya.


“Iya. Aku sungguh-sungguh. Apalagi Bimo


adalah anakku. Aku akan menjelaskan semuanya kepada orangtuaku bahwa kamu


menikah dengan oranglain adalah salahku. Tapi bagaimana kamu akan pisah dengan


suamimu sekarang ini?” tanya Jaya bingung.


“Itu urusanku. Biar aku yang urus asalkan


kamu berjanji untuk menikahiku. Kau tidak mau kamu hanya mempermainkanku saja”


kata Mina.


“Aku berjanji” kata Jaya mantap.


“Aku tidak butuh janji yang seperti itu. Aku


butuh surat perjanjian untuk menguatkan janjimu kepadaku. Kamu tidak pernah


percaya padaku sekali sehingga aku harus menikah dengan lelaki lain untuk


menutupi aibku” kata Mina tegas.


“Apa yang harus ku lakukan?” tanya Jaya.


“Aku ingin perjanjian di atas materai.


Setelah itu, aku juga ingin mengubah Akta Kelahiran Bimo, karena di Akta


Ayahnya dia adalah Ardi” kata Mina lagi.


“Ooh nama suamimu Ardi ya” kata Jaya murung.


“Kamu cemburu ya?” kata Mina menggoda Jaya.


Kemudian mereka melanjutkan obrolan mereka di


mall.


Mina pulang malam ke rumah orangtuanya


setelah ditelpon orangtuanya. Orangtuanya menyuruh Mina pulang karena sudah


malam. Dengan berat hati Mina berpisah dengan Jaya dan berjanji akan bertemu


lagi.


Setelah sampai di rumah orangtuanya, Ayah


Mina bertanya kepada Mina,


“Nak, Papi ingin bicara sebentar” kata  Ayah Mina.


“Papi tunggu di ruang keluarga ya” katanya


lagi.


Mina menyerahkan Bimo kepada Mbok Inem


kemudian pergi ke ruang keluarga untuk ngobrol dengan orangtuanya.


“Ada apa Pi?” tanya Mina setelah duduk di


sofa depan Ayahnya.

__ADS_1


“Papi mau tanya, sebenarnya kamu apa ada


masalah dengan Ardi? Soalnya Papi heran kenapa sudah 1 minggu lebih kamu di


sini tapi kamu seperti tidak ada niatan pulang ke rumah Ardi” kata Papi Mina.


Mina bingung mau jawab bagaimana.


“Nggak Pi. Mina masih kangen aja sama Papi Mami”


kata Mina lagi.


“Kamu tadi ke Mall ngapain Min?” tanya Ayah


Mina lagi.


Mina gelagapan,


“Mina tadi.... Mina tadi Cuma ketemu temen Pi”


“Hati-hati Min, kamu kan udah punya suami. Jangan


sampai timbul fitnah lagi. Soalnya Papi nggak mau malu lagi Min” kata Ayah Mina.


“Kamu tahu sendiri kan, dulu Papi sama Mami


sampai nggak mau keluar karena orang-orang bicarain kamu” kata Ayah Mina lagi.


Mina agak marah Ayahnya bicara begitu karena


hal itu baginya sudah lama berlalu.


“Papi tenang aja deh. Mina nggak bakal


ngapa-ngapain kok” kata Mina.


“Papi tahu Min. Papi serahin semuanya ke kamu


aja. Kalau bisa, bukan Ayah mengusirmu, tapi untuk menjaga omongan orang minta


Ardi ke sini atau kamu pulang ke rumah Ardi karena orang-orang sini sudah mulai


bergunjing tentang kamu” kata Ayah Mina lagi.


Malam itu Mina berpikir bagaimana dia bisa


berpisah dengan Ardi tanpa menimbulkan gunjingan para tetangganya.


Mina mengutarakan isi hati dan pikirannya


kepada Jaya. Mereka membicarakan strategi tentang bagaimana cara Mina bisa


berpisah dengan Ardi dan tidak menimbulkan gunjingan para tetangganya juga Jaya


bisa diterima keluarga Mina dan Ardi tidak membuat onar tentang hal ini.


...............................


Di rumahnya Ardi masih memikirkan Arjuna dan


Winda. Dia merasa kangen dengan Arjuna. Tiba-tiba dia kepikiran tentang Bimo


dan Mina dan merasa bersalah kepada mereka karena sudah 3 hari tidak


menghubungi Mina dan Bimo. Dia mencoba videocall Mina dan tidak bisa karena Hp


Mina selalu sibuk yang artinya Mina sedang berbicara di telepon dengan orang


lain.


Ardi menyerah menelpon Mina setelah 6 kali


mencoba menelepon. Akhirnya dia memikirkan Arjuna lagi dengan melihat foto Arjuna


di Hpnya yang tadi dikirimkan oleh Mitha.


...........................................................


Winda merasa risih karena Bowo terus-terusan


menghubunginya, sampai dia kehabisan alasan untuk menolak telepon ataupun


membalas pesan Bowo. Bowo selalu mengajak Winda bertemu di luar rumahnya dan


selalu ditolak oleh Winda dengan alasan takut menimbulkan fitnah.

__ADS_1


Bowo tidak menyerah begitu saja. Dia terus


menerus mendekati orangtua Winda. Dia berpikir, kalau janda seperti Winda tidak


mempunyai pilihan yang banyak. Apalagi dia sudah mapan dalam hal financial.


Bowo menulis pesan kepada Winda,


‘Dik, nanti aku ke rumahmu ya’ pesan dari


Bowo.


Winda tidak berani membuka pesan dari Bowo


sehingga dia tidak membalas apapun.


Saat ini Winda sibuk dengan usahanya karena


sedang banyak orderan juga harus beli barang untuk tokonya. Apalagi Arjuna yang


sudah bisa merangkak ke mana-mana membuat Winda semakin sibuk dan lelah


mengurus anak.


Sore itu Ardi video call untuk melihat Arjuna.


Winda yang sedang sibuk tidak tahu kalau ada video call dari Ardi.


Setelah memandikan Arjuna, Winda mengecek


Hpnya. Dia melihat ada videocall dari Ardi. Winda sadar kalau Ardi punya hak


untuk mengenal Arjuna. Karena takut Mina salah paham, dia memberi pesan kepada


Ardi,


‘Ada pa Mas?’ pesan dari Winda


‘Tadi mau video call sama Arjuna. Boleh kan?’


tanya Ardi


‘Boleh’ jawab Winda.


Kemudian Ardi video call Arjuna, Winda


membawa Arjuna ke kamar supaya orangtuanya tidak sakit hati karena tahu Ardi


menelpon Arjuna.


Arjuna yang sudah tidak bisa diam dan diajak


bicara Ardi hanya bisa meraih-raih Hp Winda yang suaranya menarik perhatiannya


juga gambar yang ada di HP menarik perhatiannya. Ardi berusaha berkomunikasi


dengan Arjuna walaupun Arjuna tidak mengerti, dia sudah senang melihat polah


tingkah Arjuna melalui layar Hpnya.


Setelah beberapa lama Winda berpamitan kepada


Ardi karena Arjuna mulai rewel karena tidak mau dipegang oleh Winda. Arjuna


ingin bergerak bebas ke mana-mana.


“Maaf ya Mas, udah dulu telponnya. Besok lagi


kalau Mas Ardi mau telpon silkahkan telpon lagi nggak apa-apa. Ini Arjuna sudah


susah dipegang karena dia maunya bebas merangkak ke mana-mana” kata Winda


kemudian meutup telponnya.


Winda belum melihat pesan dari Bowo. Sore itu


Winda fokus kepada Arjuna dan berusaha menidurkan Arjuna sedini mungkin supaya


dia bisa menyelesaikan pekerjaannya. Malam itu Winda akan lembur dengan


karyawan yang lain karena hari ini banyak orderan dan belum selesai packing.


Setelah Arjuna tidur, Winda mulai ke toko dan


bekerja dengan karyawan yang lain. Dia mengecek satu-satu barang yang sudah

__ADS_1


selesai dipacking dan akan dikirimkankan besok.


__ADS_2