Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
Episode 35


__ADS_3

            Tidak berapa lama, pernikahan Mina


dan Jaya digelar dengan meriah. Setelah menikah, Mina dan Jaya juga Bimo


tinggal di rumah yang dibelikan orangtua Mina.


            Setelah di rumah sendiri, Mina


merasa heran dengan sikap Jaya kepadanya. Dia seperti bukan Jaya yang Mina


kenal.


            Jaya memperlakukan Bimo dengan baik,


tetapi Jaya sama sekali tidak mau berbicara kepada Mina dan selalu menyakiti


hati Mina. Jaya juga tidak mau tidur sekamar dengan Mina.


            Akan tetapi, karena Mina terlanjur


sangat mencintai Jaya. Perlakuan Jaya yang kasar kepadanya pun tetap Mina


terima dan Mina tidak mau berpisah dengan Jaya.


            Pada suatu ketika, Mina memberanikan


dirinya bertanya kepada Jaya kenapa sikap Jaya kepadanya terlalu kasar dan


acuh.


            “Mas, kenapa kamu sekarang kasar dan


tidak memperhatikan aku?” tanya Mina kepada Jaya.


            “Kamu mau tahu kenapa?! Yakin kamu


mau tahu?!” jawab Jaya.


            Mina hanya bisa mengangguk sambil


menangis.


            “Kalau kamu nggak terima, ya


ceraikan aku aja ke pengadilan sana!” jawab Jaya.


            “Kenapa kok kamu tega seperti ini


Mas?” tanya Mina lagi.


            “Karena aku tidak mencintaimu! Aku


mencintai wanita lain yang sekarang akan menikah dengan orang lain gara-gara


kamu!”


            “Tapi... tapi dulu kan kamu yang


deketin aku dulu Mas. Kalau nggak, aku sekarang masih nikah sama Mas Ardi”


jawab Mina sambil menangis.


            “Itu kamunya aja yang ganjen. Kalau


kamu nggak ganjen, pasti kita sudah menikah dari dulu dan bahagia!”


Mina hanya bisa menangis meratapi nasibnya.


Di sstu sisi, dia ingin bahagia tapi di sisi lain dia tidak bisa karena sikap


Jaya kepadanya.


.......................................


Setelah beberapa kali terapi, emosi Ardi


sudah bisa dia kendalikan dengan baik.


Ardi juga membalikkan asetnya menjadi milik


Arjuna.


Ardi juga merenovasi rumahnya menjadi dua


rumah yang berdekatan, satu rumahnya dan satunya adalah rumah Winda bersama


Arjuna yang akan dipakai bila Arjuna mengunjunginya supaya tidak tidur di hotel


lagi.


Suatu ketika, Ardi bertanya kepada Winda


tentang sikap Winda yang baik kepada Ardi,


“Win, kenapa kamu baik sama aku?” tanya Ardi

__ADS_1


kepada Winda


“Maksudnya apa Mas?” jawab Winda.


“Kenapa kamu mau membantu terapiku ke


Psikolog dan mau membawa Arjuna bertemu aku lagi?” Ardi memberikan pertanyaan


yang lebih jelas kepada Winda supaya Winda bisa langsung menjawab.


“Hmmm kenapa ya Mas... Mungkin karena kamu


Ayah Arjuna” jawab Winda.


“Tapi... aku kan sudah nyakitin kamu dulu....


aku bener-bener minta maaf Win...”


“Terus terang, luka yang kamu timbulkan dulu


masih membekas di hati Mas. Aku marah padamu, benci sama kamu karena


perbuatanmu dulu. Tapi.... aku juga tidak bisa memungkiri bahwa kamu adalah


Ayah dari Arjuna” kata Winda.


Mendengar kata-kata Winda Ardi terdiam


kemudian menunduk tidak berani menatap Winda.


“Kalau terjadi apa-apa sama kamu.... aku


nggak tahu bagaimana ngejelasinnya ke Arjuna kelak. Apalagi kamu sudah berpisah


dengan Mina. Aku berani membawa Arjuna ke sini, bertemu sama kamu karena kamu


juga sudah nggak bersama Winda, emosimu tak terkendali. Kalau keterusan


mungkin... maaf... mungkin kamu jadi uncontrol dan bisa gila mungkin” Winda


kaget dengan perkataannya kemudian diam.


Ardi yang mendengar kata-kata Winda


membenarkan dalam hatinya, mungkin kalau emosinya tak terkendali lagi, dia bisa


gila. Entah apa jadinya kalau dia benar-benar gila.


Ardi semakin menunduk, Winda yang melihat hal


itu jadi tidak enak hati kemudian berkata,


aku... Maaf aku keceplosan. Aku dulu mencintai kamu dengan tulus, aku juga


sakit hati ketika kamu menyakitiku. Tapi... ketika melihatmu tak bisa


mengontrol perasaan dan emosimu aku merasa kasihan. Aku juga tidak ingin Arjuna


ketika dewasa kecewa dengan kamu dan membencimu. Walau bagaimanapun kamu Ayah Arjuna”


kata Winda.


Winda mengungkapkan segala yang dirasakannya


kepada Ardi. Tapi pemilihan kata-katanya membuat Winda jadi bingung karena


takut menyinggung Ardi. Apalagi Ardi yang daritadi menunduk dan tidak menjawab


perkataannya.


“Mas... kamu nggak apa-apa kan?” tanya Winda


kepada Ardi.


“Apakah kamu marah dengan kata-kataku?” tanya


Winda lagi. Winda takut kalau Ardi kumat lagi.


Ardi kemudian menatap Winda dan berkata,


“Mungkin seribu kata maafku nggak akan bisa


mengobati luka di hatimu juga Arjuna atas semua sikapku Win. Tapi... aku akan


berusaha menjadi Ayah yang baik bagi Arjuna” kata Ardi.


Winda mengangguk dan tersenyum.


Senyuman Winda membuat perasaan Ardi menjadi


tak karuan. Ardi masih mencintai Winda, akan tetapi dia tidak berani untuk


mengutarakan perasaannya.


Ardi tidak berani meminta Winda untuk menjadi

__ADS_1


istrinya lagi karena takut Winda malah menjauh dan akan canggung nantinya.


“Kamu tidak ingin menikah lagi Win?” tanya


Ardi.


“Aku belum tahu Mas. Arjuna masih kecil, dan


aku sudah cukup bahagia dengan keadaanku yang sekarang”


“Apa gara-gara aku, kamu takut untuk menikah


lagi?” tanya Ardi.


“Aku nggak tahu Mas. Banyak laki-laki yang


mendekatiku. Tapi belum ada yang mampu menggerakkan hatiku lagi”


Ardi terdiam, bingung harus bicara apa lagi.


“Itu bukan gara-gara kamu kok Mas. Jangan merasa


bersalah lagi. Aku merasa aku cukup bahagia dengan Arjuna. Lagipula, sebenarnya


aku tidak mau nanti ketika suamiku dan aku memiliki anak, kasih sayangku kepada


Arjuna akan berkurang dan mungkin suamiku tidak bisa menyayangi Arjuna seperti


anaknya sendiri. Itu yang aku takutkan. Bukan karena aku trauma gara-gara kamu


bukan. Aku tidak mau karena kecemasanku akan perlakuan sikap suamiku nanti ke


Arjuna. Jadi yalebih baik begini. Hehe” jawab Winda.


Ardi hanya bisa tersenyum, dia merasa bahagia


karena walaupun tidak bisa bersama dengan Winda, akan tetapi setidaknya Winda


tidak bersama lelaki lain.


“Kalau kamu gimana Mas, mau menikah lagi


kapan?” tanya Winda.


“Aku belum tahu juga Win. Aku kayak trauma”


jawab Ardi sambil tersenyum.


‘Salah kamu sendiri’ batin Winda, tetapi


tidak berani dia ucapkan.


“Aku dulu cukup bodoh Win, selingkuh dan


meninggalkan kamu sampai terjadi hal seperti ini” kata Ardi.


“Mungkin sudah takdir Mas. Tidak usah


disesali lagi. Lagipula kita masih bisa menjalin silaturahmi seperti sekarang


ini” jawab Winda.


Sebenarnya, Winda dan Ardi masih sama-sama


menyayangi, akan tetapi Winda takut apabila kembali kepada Ardi, sikap Ardi


berubah lagi menjadi seperti yang dulu sehingga Winda saat ini memutuskan untuk


masih tetap menjanda.


Walaupun hubungan Ardi dan Winda membaik,


Ardi tidak mengajak Winda untuk balikan lagi. Begitu pun Winda, tidak ingin


balikan lagi dengan Ardi karena takut akan tersakiti lagi. Sedangkan Ardi, Ardi


takut menyakiti Winda lagi sehingga dia memutuskan untuk tetap menduda dan


merawat Arjuna bersama Winda.


Ketika lama-lama mereka bersama seperti


sebuah keluarga. Ardi dan Winda ingin memulai kembali kisah mereka sebagai


keluarga. Dan mereka masih menjalani terapi di Psikolog supaya perasaan yang


tersakiti sembuh dan perbuatan yang menyakiti tidak terulang lagi.


Setelah tiga tahun kemudian mereka menikah


lagi dan hidup bahagia karena mereka lebih saling menjaga perasaan pasangan.


TAMAT


Terimakasih kepada para pembaca yang sudah mau membaca karya pertama saya. Maaf apabila saya sering telat mengupload kelanjutan cerita karena keadaan yang tidak memungkinkan.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih dan maaf apabila jalan ceritanya tidak sesuai yang diinginkan para pembaca.


TERIMAKASIH  sebesar-besarnya saya ucapkan kepada pembaca'_'


__ADS_2