
Tidak berapa lama, pernikahan Mina
dan Jaya digelar dengan meriah. Setelah menikah, Mina dan Jaya juga Bimo
tinggal di rumah yang dibelikan orangtua Mina.
Setelah di rumah sendiri, Mina
merasa heran dengan sikap Jaya kepadanya. Dia seperti bukan Jaya yang Mina
kenal.
Jaya memperlakukan Bimo dengan baik,
tetapi Jaya sama sekali tidak mau berbicara kepada Mina dan selalu menyakiti
hati Mina. Jaya juga tidak mau tidur sekamar dengan Mina.
Akan tetapi, karena Mina terlanjur
sangat mencintai Jaya. Perlakuan Jaya yang kasar kepadanya pun tetap Mina
terima dan Mina tidak mau berpisah dengan Jaya.
Pada suatu ketika, Mina memberanikan
dirinya bertanya kepada Jaya kenapa sikap Jaya kepadanya terlalu kasar dan
acuh.
“Mas, kenapa kamu sekarang kasar dan
tidak memperhatikan aku?” tanya Mina kepada Jaya.
“Kamu mau tahu kenapa?! Yakin kamu
mau tahu?!” jawab Jaya.
Mina hanya bisa mengangguk sambil
menangis.
“Kalau kamu nggak terima, ya
ceraikan aku aja ke pengadilan sana!” jawab Jaya.
“Kenapa kok kamu tega seperti ini
Mas?” tanya Mina lagi.
“Karena aku tidak mencintaimu! Aku
mencintai wanita lain yang sekarang akan menikah dengan orang lain gara-gara
kamu!”
“Tapi... tapi dulu kan kamu yang
deketin aku dulu Mas. Kalau nggak, aku sekarang masih nikah sama Mas Ardi”
jawab Mina sambil menangis.
“Itu kamunya aja yang ganjen. Kalau
kamu nggak ganjen, pasti kita sudah menikah dari dulu dan bahagia!”
Mina hanya bisa menangis meratapi nasibnya.
Di sstu sisi, dia ingin bahagia tapi di sisi lain dia tidak bisa karena sikap
Jaya kepadanya.
.......................................
Setelah beberapa kali terapi, emosi Ardi
sudah bisa dia kendalikan dengan baik.
Ardi juga membalikkan asetnya menjadi milik
Arjuna.
Ardi juga merenovasi rumahnya menjadi dua
rumah yang berdekatan, satu rumahnya dan satunya adalah rumah Winda bersama
Arjuna yang akan dipakai bila Arjuna mengunjunginya supaya tidak tidur di hotel
lagi.
Suatu ketika, Ardi bertanya kepada Winda
tentang sikap Winda yang baik kepada Ardi,
“Win, kenapa kamu baik sama aku?” tanya Ardi
__ADS_1
kepada Winda
“Maksudnya apa Mas?” jawab Winda.
“Kenapa kamu mau membantu terapiku ke
Psikolog dan mau membawa Arjuna bertemu aku lagi?” Ardi memberikan pertanyaan
yang lebih jelas kepada Winda supaya Winda bisa langsung menjawab.
“Hmmm kenapa ya Mas... Mungkin karena kamu
Ayah Arjuna” jawab Winda.
“Tapi... aku kan sudah nyakitin kamu dulu....
aku bener-bener minta maaf Win...”
“Terus terang, luka yang kamu timbulkan dulu
masih membekas di hati Mas. Aku marah padamu, benci sama kamu karena
perbuatanmu dulu. Tapi.... aku juga tidak bisa memungkiri bahwa kamu adalah
Ayah dari Arjuna” kata Winda.
Mendengar kata-kata Winda Ardi terdiam
kemudian menunduk tidak berani menatap Winda.
“Kalau terjadi apa-apa sama kamu.... aku
nggak tahu bagaimana ngejelasinnya ke Arjuna kelak. Apalagi kamu sudah berpisah
dengan Mina. Aku berani membawa Arjuna ke sini, bertemu sama kamu karena kamu
juga sudah nggak bersama Winda, emosimu tak terkendali. Kalau keterusan
mungkin... maaf... mungkin kamu jadi uncontrol dan bisa gila mungkin” Winda
kaget dengan perkataannya kemudian diam.
Ardi yang mendengar kata-kata Winda
membenarkan dalam hatinya, mungkin kalau emosinya tak terkendali lagi, dia bisa
gila. Entah apa jadinya kalau dia benar-benar gila.
Ardi semakin menunduk, Winda yang melihat hal
itu jadi tidak enak hati kemudian berkata,
aku... Maaf aku keceplosan. Aku dulu mencintai kamu dengan tulus, aku juga
sakit hati ketika kamu menyakitiku. Tapi... ketika melihatmu tak bisa
mengontrol perasaan dan emosimu aku merasa kasihan. Aku juga tidak ingin Arjuna
ketika dewasa kecewa dengan kamu dan membencimu. Walau bagaimanapun kamu Ayah Arjuna”
kata Winda.
Winda mengungkapkan segala yang dirasakannya
kepada Ardi. Tapi pemilihan kata-katanya membuat Winda jadi bingung karena
takut menyinggung Ardi. Apalagi Ardi yang daritadi menunduk dan tidak menjawab
perkataannya.
“Mas... kamu nggak apa-apa kan?” tanya Winda
kepada Ardi.
“Apakah kamu marah dengan kata-kataku?” tanya
Winda lagi. Winda takut kalau Ardi kumat lagi.
Ardi kemudian menatap Winda dan berkata,
“Mungkin seribu kata maafku nggak akan bisa
mengobati luka di hatimu juga Arjuna atas semua sikapku Win. Tapi... aku akan
berusaha menjadi Ayah yang baik bagi Arjuna” kata Ardi.
Winda mengangguk dan tersenyum.
Senyuman Winda membuat perasaan Ardi menjadi
tak karuan. Ardi masih mencintai Winda, akan tetapi dia tidak berani untuk
mengutarakan perasaannya.
Ardi tidak berani meminta Winda untuk menjadi
__ADS_1
istrinya lagi karena takut Winda malah menjauh dan akan canggung nantinya.
“Kamu tidak ingin menikah lagi Win?” tanya
Ardi.
“Aku belum tahu Mas. Arjuna masih kecil, dan
aku sudah cukup bahagia dengan keadaanku yang sekarang”
“Apa gara-gara aku, kamu takut untuk menikah
lagi?” tanya Ardi.
“Aku nggak tahu Mas. Banyak laki-laki yang
mendekatiku. Tapi belum ada yang mampu menggerakkan hatiku lagi”
Ardi terdiam, bingung harus bicara apa lagi.
“Itu bukan gara-gara kamu kok Mas. Jangan merasa
bersalah lagi. Aku merasa aku cukup bahagia dengan Arjuna. Lagipula, sebenarnya
aku tidak mau nanti ketika suamiku dan aku memiliki anak, kasih sayangku kepada
Arjuna akan berkurang dan mungkin suamiku tidak bisa menyayangi Arjuna seperti
anaknya sendiri. Itu yang aku takutkan. Bukan karena aku trauma gara-gara kamu
bukan. Aku tidak mau karena kecemasanku akan perlakuan sikap suamiku nanti ke
Arjuna. Jadi yalebih baik begini. Hehe” jawab Winda.
Ardi hanya bisa tersenyum, dia merasa bahagia
karena walaupun tidak bisa bersama dengan Winda, akan tetapi setidaknya Winda
tidak bersama lelaki lain.
“Kalau kamu gimana Mas, mau menikah lagi
kapan?” tanya Winda.
“Aku belum tahu juga Win. Aku kayak trauma”
jawab Ardi sambil tersenyum.
‘Salah kamu sendiri’ batin Winda, tetapi
tidak berani dia ucapkan.
“Aku dulu cukup bodoh Win, selingkuh dan
meninggalkan kamu sampai terjadi hal seperti ini” kata Ardi.
“Mungkin sudah takdir Mas. Tidak usah
disesali lagi. Lagipula kita masih bisa menjalin silaturahmi seperti sekarang
ini” jawab Winda.
Sebenarnya, Winda dan Ardi masih sama-sama
menyayangi, akan tetapi Winda takut apabila kembali kepada Ardi, sikap Ardi
berubah lagi menjadi seperti yang dulu sehingga Winda saat ini memutuskan untuk
masih tetap menjanda.
Walaupun hubungan Ardi dan Winda membaik,
Ardi tidak mengajak Winda untuk balikan lagi. Begitu pun Winda, tidak ingin
balikan lagi dengan Ardi karena takut akan tersakiti lagi. Sedangkan Ardi, Ardi
takut menyakiti Winda lagi sehingga dia memutuskan untuk tetap menduda dan
merawat Arjuna bersama Winda.
Ketika lama-lama mereka bersama seperti
sebuah keluarga. Ardi dan Winda ingin memulai kembali kisah mereka sebagai
keluarga. Dan mereka masih menjalani terapi di Psikolog supaya perasaan yang
tersakiti sembuh dan perbuatan yang menyakiti tidak terulang lagi.
Setelah tiga tahun kemudian mereka menikah
lagi dan hidup bahagia karena mereka lebih saling menjaga perasaan pasangan.
TAMAT
Terimakasih kepada para pembaca yang sudah mau membaca karya pertama saya. Maaf apabila saya sering telat mengupload kelanjutan cerita karena keadaan yang tidak memungkinkan.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih dan maaf apabila jalan ceritanya tidak sesuai yang diinginkan para pembaca.
TERIMAKASIH sebesar-besarnya saya ucapkan kepada pembaca'_'