
Jaya sebenarnya tidak tega dengan Bimo, akan
tetapi dia tidak bisa memaksakan dirinya menikah dengan Mina karena rasa
tanggungjawabnya kepada Bimo.
Jaya terlalu mencintai Rara, wanita yang saat
ini menjadi tunangannya dan selalu mensuport dia dimasa tersulitnya.
Rara juga yang membuat Jaya bisa melupakan
Mina dan mau menjalin hubungan yang serius lagi dengan perempuan.
....................................
Mina sampai rumah, kemudian menyerahkan Bimo
kepada baby sitter.
Mina masuk kamarnya, kemudian melampiaskan
amarahnya dengan teriak-teriak sambil menangis. Dia tak habis pikir kenapa Jaya
sampai tega berbuat seperti itu. Dia menyalahkan Jaya karena Jaya membuatnya
berpisah dengan Ardi.
Ada perasaan menyesal karena dia bercerai
dengan Ardi. Tapi nasi sudah menjadi bubur.
Tok tok tok
Ada yang mengetuk kamar Mina yang membuatnya
menyeka air matanya supaya tidak dilihat oranglain apalagi orangtuanya.
“Mina, apa yang terjadi Nak?” tanya Ibu Mina
kepadanya.
“Nggak ada apa-apa kok Mi” jawab Mina
menutupi masalah yang dihadapinya saat ini.
Ibu Mina terdiam, kemudian keluar memanggil
suaminya dan kembali ke kamar Mina.
“Min... ceritakan pada Papi apa yang
terjadi... Kalau kamu tidak cerita, Papi dan Mami tidak tahu apa yang kamu
alami saat ini” kata Ayah Mina membujuk Mina supaya Mina mau cerita apa yang
sedang dialaminya.
Mina tidak bisa menahan air matanya lagi di
depan kedua orangtuanya. Mina memeluk Ayahnya dan mulai menangis.
Ayah Mina hanya bisa mengelus-elus kepala
Minadan berusaha menenangkan Mina. Sedangkan Ibu Mina mulai ikut menangis
karena tidak tega melihat anaknya yang sedang menangis.
Ibu dan Ayah Mina mengira Mina menangisi
perceraiannya dengan Ardi, akan tetapi,
“Pi, Mi maafin Mina ya” kata Mina kepada
kedua orangtuanya.
“Nggak apa-apa Min, kamu nggak salah apa-apa.
Kamu sudah bisa cerita alasan kamu menangis?” tanya Ayah Mina.
“Sebenarnya... aku ketemu sama Jaya lagi Pi”
__ADS_1
jawab Mina.
“Tapi.... ternyata Jaya sudah mau menikah
dengan wanita lain Pi” kata Mina sambil menangis.
Ayah Mina bingung dengan jawaban Mina.
“Maksudmu apa Min?Papi nggak mengerti”
“Sebenarnya…… aku cerai dengan Ardi karena waktu pulang ke sini aku
ketemu Jaya di Mall S Pi… Tapi ternyata Jaya tidak mau menikah denganku” kata
Mina sambil sesenggukan.
“Maksudmu gimana?” kata Ayah Mina masih bingung.
“Jadi…. Aku ketemu dengan Jaya dan aku berharap aku bias balikan sama
Jaya lagi Pi…. Makanya aku cerai sama Ardi karena aku yakin Jaya mau menikahiku
karena Bimo adalah anaknya”
Ayah dan Ibu Mina tampak kaget mendengar kata-kata Mina. Mereka tidak
habis pikir kenapa semua menjadi seperti ini.
‘Tapi…. Ternyata… Jaya mendekatiku karena mau membalas aku karena dulu
aku selingkuh dengan Ardi Pi’ lanjut Mina dalam hati tapi dia tidak berani
membicarakan dengan Ayahnya karena dia takut Ayahnya akan marah kalau tahu Mina
yang sebenarnya bersalah karena sudah berselingkuh dengan Ardi sewaktu dia
masih menjadi tunangan Jaya.
Di awal pernikahan Mina dan Ardi, orangtua Mina berpikir bahwa Jaya sudah
tidak mencintai Mina lagi sehingga Mina menjalin hubungan dengan Ardi sampai
hamil. Akan tetapi ketika hasil tes DNA Bimo keluar dan Pengadilan Agama
yang tidak mau bertanggungjawab kepada Mina dan bayinya, sehingga untuk
menutupi aib Mina terpaksa menikah dengan Ardi.
“Pi…. Aku sekarang harus bagaimana…? Apa yang akan terjadi sama Bimo….” lanjut
Mina lagi.
“Bimo dan kamu kan masih punya Papi sama Mami. Jangan khawatir, Mami dan
Papi selalu mendukung kamu” kata Ayah Mina berusaha menenangkan Mina.
“Pi… maafin Mina ya. Mina membuat Papi dan Mami malu karena kelakuan
Mina” kata Mina.
Orangtua Mina hanya mengangguk kemudian terdiam. Mereka memeluk dan
berusaha menenangkan Mina. Setelah Mina tenang dan mulai tertidur, Ayah dan Ibu
Mina keluar dari kamar Mina dan melihat Bimo di kamarnya yang sudah tidur
dengan baby sitternya.
Setelah itu orangtua Mina pergi ke kamar dan mengobrol tentang masalah
Mina.
“Pi…. Setelah mereka mereda membicarakan pelakor…. Sekarang mereka
membicarakan penipu” kata Ibu Mina kepada suaminya.
“Maksud Mami apa? Mereka siapa?” Tanya Ayah Mina bingung.
“Itu Pi… tetangga-tetangga. Mereka ngomongin Mina lagi. Katanya Mina
jadi pelakor gara-gara hamil dengan suami orang. Sekarang mereka bilang Mina
__ADS_1
penipu karena dia menikahi Ardi dengan membohongi Ardi. Mami malu Pi” kata Ibu
Mina mengeluarkan unek-unek yang selama ini dia rasakan akibat perbuatan Mina.
“Mami ini ngomong apa sih! Udahlah, omongan tetangga nggak usah
didengerin! Kita focus menyelesaikan masalah Mina aja!” Kata Ayah Mina agak
marah karena istrinya malah berkeluh kesah bukannya member saran untuk menyelesaikan
masalah yang sedang Mina hadapi.
Ibunya Mina hanya cemberut mendengar kata-kata suaminya, kemudian dia
memberanikan diri untuk bilang,
“Pi! Ini semua terjadi gara-gara didikan Papi!” kata Ibu Mina marah.
“Maksudmu apa Mi?! Agak pelan suaranya nanti Mina bangun dan mendengar
kita!” kata Ayah Mina.
“Papi selalu manjain Mina sampai Mina harus dapat apa yang dia inginkan.
Sampai dia berbuat seperti itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan! Menikah
dengan suami orang! Sampai menghancurkan rumah tangga orang. Bohong sama Ardi
dan kita semua tentang Ayah Bimo! Sampai cerai dengan Ardi agar bisa menikah
dengan Jaya! Dan sekarang, Jaya malah cuma mainin Mina saja!” kata Ibu Mina
sambil marah-marah.
Ayah Mina tidak menyangkal semua yang dikatakan istrinya. Dia
berpikir mungkin apa yang dikatakan
istrinya benar, bahwa dia selalu memanjakan Mina, menuruti semua keinginan Mina
karena ingin membahagiakan Mina karea dia anak satu-satunya dank arena merasa
mampu memenuhi semua permintaan Mina.
Ayah Mina menunduk sedih dan mulai duduk di pinggir ranjangnya. Ibu Mina
yang melihat hal itu merasa bersalah karena membuat Ayah Mina sedih.
“Maafin Mami ya Pi. Mami nggak bermaksud nyalahin Papi” kata Ibu Mina.
Ayah Mina hanya bisa menunduk dan menyesali perbuatannya.
“Mi… saat ini kita focus saja sama Mina ya” pinta Ayah Mina kepada
istrinya.
“Iya Pi, maafin Mami ya”
“Ya sudah Mi, Mami tidur duluan ya. Papi mau menghubungi Pak Bejo dulu”
kata Ayah Mina.
“Nggak besok aja Pi? Ini sudah malam. Mungkin Pak Bejo sudah tidur,
nanti malah mengganggu waktu istirahat beliau” kata Ibu Mina.
“Tapi Mi…. Papi nggak bisa istirahat kalau masalah ini tidak
diselesaikan sekarang” jawab Ayah Mina.
“Pi…. Nggak semuanya harus sekarang. Besok Pi… Besok ya hubungi Pak
Bejo. Ini sudah malam Pi”
“Tapi Mi…”
“Maaf Pi…. Tapi sifat yang ‘harus sekarang, harus dapat’ itu yang
membuat Mina menjadi seperti sekarang ini”
Ayah Mina hanya terdiam kemudian mengangguk membenarkan istrinya
__ADS_1
walaupun hati dan pikirannya menuntut untuk menelpon Pak Bejo sekarang juga.