Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB 31 KEINGINAN


__ADS_3

Jaya sebenarnya tidak tega dengan Bimo, akan


tetapi dia tidak bisa memaksakan dirinya menikah dengan Mina karena rasa


tanggungjawabnya kepada Bimo.


Jaya terlalu mencintai Rara, wanita yang saat


ini menjadi tunangannya dan selalu mensuport dia dimasa tersulitnya.


Rara juga yang membuat Jaya bisa melupakan


Mina dan mau menjalin hubungan yang serius lagi dengan perempuan.


....................................


Mina sampai rumah, kemudian menyerahkan Bimo


kepada baby sitter.


Mina masuk kamarnya, kemudian melampiaskan


amarahnya dengan teriak-teriak sambil menangis. Dia tak habis pikir kenapa Jaya


sampai tega berbuat seperti itu. Dia menyalahkan Jaya karena Jaya membuatnya


berpisah dengan Ardi.


Ada perasaan menyesal karena dia bercerai


dengan Ardi. Tapi nasi sudah menjadi bubur.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk kamar Mina yang membuatnya


menyeka air matanya supaya tidak dilihat oranglain apalagi orangtuanya.


“Mina, apa yang terjadi Nak?” tanya Ibu Mina


kepadanya.


“Nggak ada apa-apa kok Mi” jawab Mina


menutupi masalah yang dihadapinya saat ini.


Ibu Mina terdiam, kemudian keluar memanggil


suaminya dan kembali ke kamar Mina.


“Min... ceritakan pada Papi apa yang


terjadi... Kalau kamu tidak cerita, Papi dan Mami tidak tahu apa yang kamu


alami saat ini” kata Ayah Mina membujuk Mina supaya Mina mau cerita apa yang


sedang dialaminya.


Mina tidak bisa menahan air matanya lagi di


depan kedua orangtuanya. Mina memeluk Ayahnya dan mulai menangis.


Ayah Mina hanya bisa mengelus-elus kepala


Minadan berusaha menenangkan Mina. Sedangkan Ibu Mina mulai ikut menangis


karena tidak tega melihat anaknya yang sedang menangis.


Ibu dan Ayah Mina mengira Mina menangisi


perceraiannya dengan Ardi, akan tetapi,


“Pi, Mi maafin Mina ya” kata Mina kepada


kedua orangtuanya.


“Nggak apa-apa Min, kamu nggak salah apa-apa.


Kamu sudah bisa cerita alasan kamu menangis?” tanya Ayah Mina.


“Sebenarnya... aku ketemu sama Jaya lagi Pi”

__ADS_1


jawab Mina.


“Tapi.... ternyata Jaya sudah mau menikah


dengan wanita lain Pi” kata Mina sambil menangis.


Ayah Mina bingung dengan jawaban Mina.


“Maksudmu apa Min?Papi nggak mengerti”


“Sebenarnya…… aku cerai dengan Ardi karena waktu pulang ke sini aku


ketemu Jaya di Mall S Pi… Tapi ternyata Jaya tidak mau menikah denganku” kata


Mina sambil sesenggukan.


“Maksudmu gimana?” kata Ayah Mina masih bingung.


“Jadi…. Aku ketemu dengan Jaya dan aku berharap aku bias balikan sama


Jaya lagi Pi…. Makanya aku cerai sama Ardi karena aku yakin Jaya mau menikahiku


karena Bimo adalah anaknya”


Ayah dan Ibu Mina tampak kaget mendengar kata-kata Mina. Mereka tidak


habis pikir kenapa semua menjadi seperti ini.


‘Tapi…. Ternyata… Jaya mendekatiku karena mau membalas aku karena dulu


aku selingkuh dengan Ardi Pi’ lanjut Mina dalam hati tapi dia tidak berani


membicarakan dengan Ayahnya karena dia takut Ayahnya akan marah kalau tahu Mina


yang sebenarnya bersalah karena sudah berselingkuh dengan Ardi sewaktu dia


masih menjadi tunangan Jaya.


Di awal pernikahan Mina dan Ardi, orangtua Mina berpikir bahwa Jaya sudah


tidak mencintai Mina lagi sehingga Mina menjalin hubungan dengan Ardi sampai


hamil. Akan tetapi ketika hasil tes DNA Bimo keluar dan Pengadilan Agama


yang tidak mau bertanggungjawab kepada Mina dan bayinya, sehingga untuk


menutupi aib Mina terpaksa menikah dengan Ardi.


“Pi…. Aku sekarang harus bagaimana…? Apa yang akan terjadi sama Bimo….” lanjut


Mina lagi.


“Bimo dan kamu kan masih punya Papi sama Mami. Jangan khawatir, Mami dan


Papi selalu mendukung kamu” kata Ayah Mina berusaha menenangkan Mina.


“Pi… maafin Mina ya. Mina membuat Papi dan Mami malu karena kelakuan


Mina” kata Mina.


Orangtua Mina hanya mengangguk kemudian terdiam. Mereka memeluk dan


berusaha menenangkan Mina. Setelah Mina tenang dan mulai tertidur, Ayah dan Ibu


Mina keluar dari kamar Mina dan melihat Bimo di kamarnya yang sudah tidur


dengan baby sitternya.


Setelah itu orangtua Mina pergi ke kamar dan mengobrol tentang masalah


Mina.


“Pi…. Setelah mereka mereda membicarakan pelakor…. Sekarang mereka


membicarakan penipu” kata Ibu Mina kepada suaminya.


“Maksud Mami apa? Mereka siapa?” Tanya Ayah Mina bingung.


“Itu Pi… tetangga-tetangga. Mereka ngomongin Mina lagi. Katanya Mina


jadi pelakor gara-gara hamil dengan suami orang. Sekarang mereka bilang Mina

__ADS_1


penipu karena dia menikahi Ardi dengan membohongi Ardi. Mami malu Pi” kata Ibu


Mina mengeluarkan unek-unek yang selama ini dia rasakan akibat perbuatan Mina.


“Mami ini ngomong apa sih! Udahlah, omongan tetangga nggak usah


didengerin! Kita focus menyelesaikan masalah Mina aja!” Kata Ayah Mina agak


marah karena istrinya malah berkeluh kesah bukannya member saran untuk menyelesaikan


masalah yang sedang Mina hadapi.


Ibunya Mina hanya cemberut mendengar kata-kata suaminya, kemudian dia


memberanikan diri untuk bilang,


“Pi! Ini semua terjadi gara-gara didikan Papi!” kata Ibu Mina marah.


“Maksudmu apa Mi?! Agak pelan suaranya nanti Mina bangun dan mendengar


kita!” kata Ayah Mina.


“Papi selalu manjain Mina sampai Mina harus dapat apa yang dia inginkan.


Sampai dia berbuat seperti itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan! Menikah


dengan suami orang! Sampai menghancurkan rumah tangga orang. Bohong sama Ardi


dan kita semua tentang Ayah Bimo! Sampai cerai dengan Ardi agar bisa menikah


dengan Jaya! Dan sekarang, Jaya malah cuma mainin Mina saja!” kata Ibu Mina


sambil marah-marah.


Ayah Mina tidak menyangkal semua yang dikatakan istrinya. Dia


berpikir  mungkin apa yang dikatakan


istrinya benar, bahwa dia selalu memanjakan Mina, menuruti semua keinginan Mina


karena ingin membahagiakan Mina karea dia anak satu-satunya dank arena merasa


mampu memenuhi semua permintaan Mina.


Ayah Mina menunduk sedih dan mulai duduk di pinggir ranjangnya. Ibu Mina


yang melihat hal itu merasa bersalah karena membuat Ayah Mina sedih.


“Maafin Mami ya Pi. Mami nggak bermaksud nyalahin Papi” kata Ibu Mina.


Ayah Mina hanya bisa menunduk dan menyesali perbuatannya.


“Mi… saat ini kita focus saja sama Mina ya” pinta Ayah Mina kepada


istrinya.


“Iya Pi, maafin Mami ya”


“Ya sudah Mi, Mami tidur duluan ya. Papi mau menghubungi Pak Bejo dulu”


kata Ayah Mina.


“Nggak besok aja Pi? Ini sudah malam. Mungkin Pak Bejo sudah tidur,


nanti malah mengganggu waktu istirahat beliau” kata Ibu Mina.


“Tapi Mi…. Papi nggak bisa istirahat kalau masalah ini tidak


diselesaikan sekarang” jawab Ayah Mina.


“Pi…. Nggak semuanya harus sekarang. Besok Pi… Besok ya hubungi Pak


Bejo. Ini sudah malam Pi”


“Tapi Mi…”


“Maaf Pi…. Tapi sifat yang ‘harus sekarang, harus dapat’ itu yang


membuat Mina menjadi seperti sekarang ini”


Ayah Mina hanya terdiam kemudian mengangguk membenarkan istrinya

__ADS_1


walaupun hati dan pikirannya menuntut untuk menelpon Pak Bejo sekarang juga.


__ADS_2