Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB XVIII TERKUAK


__ADS_3

            Ardi yang melihat sikap Mitha yang


tiba-tiba impulsif menjadi kaget. Tidak pernah Mitha sampai berteriak apalagi


membanting pintu seperti sekarang ini. Tapi yang membuat Ardi sangat penasaran


adalah ucapan Mitha bahwa foto bayi yang ada di dalam Hpnya itu adalah anaknya.


Tapi, Ardi tidak percaya pada omongan Mitha. Nggak mungkinlah, pikir Ardi.


            Ardi pulang karena Mitha tidak mau


keluar kamar walaupun sudah dibujuk. Ardi menyerah kemudian pulang dan


menghubungi kakaknya.


            “Kak, Mitha jadi aneh deh. Kakak


kapan pulang kerja?” tanya Ardi kepada kakaknya.


“Nggak tahu ni. Kakak masih ada rapat. Kenapa


memangnya?”


“Tadi Mitha marah-marah sama aku trus


membanting pintu kamarnya”


“Masa sih? Mitha teriak aja nggak pernah.


Apalagi sampai banting pintu”, kata kakak Ardi tak percaya atas kelakuan


anaknya.


“Iya Kak, tadi udah ku bujuk keluar kamar


nggak mau. Dia masih di kamar. Ini aku baru aja pulang dari rumah kakak”


“Kok malah pulang? Ke rumah kakak lagi gih,


liatin Mitha! Takutnya kenapa-napa. Bentar lagi kakak pulang, rapatnya kakak


undur aja”


Ardi menutup sambungan telepon dengan


kakaknya, kemudian dia pergi ke rumah Mitha.


“Mit.... Mit.... apa kamu tidur?” panggil


Ardi dari luar kamar.


“Mit, Mas Ardi udah telepon Bundamu lho.


Bentar lagi Bundamu datang. Keluar ya” kata Ardi lagi berusaha membujuk Mitha.


Mitha yang mendengar Bundanya akan datang


menjadi takut. Takut bila dimarahi dan apa yang akan disampaikannya nanti akan


menimbulkan kekacauan yang besar  dalam


keluarganya.


Mitha keluar dalam diam. Dia menunduk dan


terlihat matanya yang sembab karena menangis. Ardi yang melihat hal itu merasa


heran, kasihan dan banyak pertanyaan yang ingin dia ajukan kepada Mitha.


“Bundamu sebentar lagi datang, kamu cuci muka


dulu sana biar nggak kelihatan sembab gitu!”


Setelah cuci muka, Mitha mendekati Ardi,


“Mas Ardi, Mitha minta maaf ya karena sudah


teriak sama Mas Ardi sambil banting pintu” kata Mitha. Suaranya masih serak


karena menangis tadi.


“Iya, nggak apa-apa Mit. Tapi jangan diulangi


lagi ya, nggak sopan” kata Ardi.


“Lagipula, kenapa kamu sampai teriak-teriak


gitu sih Mit? Nggak biasanya deh, apalagi kamu sampai banting pintu segala”


lanjut Ardi.


Mitha hanya terdiam menunduk. Bingung mau


cerita darimana. Lagipula sebentar lagi Bundanya datang, Mitha berencana

__ADS_1


menunggu Bundanya dan menjelaskan semuanya.


“Kamu ada masalah sama cowok kamu ya Mit


sampai terbawa emosi gitu?” kata Ardi penasaran.


Mitha yang mendengar hal itu menjadi jengkel


karena Ardi masih saja belum mempercayai omongannya tentang Arjuna. Mitha diam


saja tidak menjawab Ardi.


Karena sudah menunggu lama tetapi Kakaknya


belum pulang juga, maka Ardi menelpon kakaknya lagi.


“Kak, kok belum pulang sih?”


“Gimana keadaan Mitha?”


“Kakak pulang aja dulu” kata Ardi kemudian


menutup telepon. Ardi  agak kesal dengan


kakaknya karena merasa kakaknya lebih mementingkan kerjaan daripada Mitha,


anaknya.


Sekitar setengah jam kemudian kakak Ardi


sampai di rumah, dia langsung menghampiri Mitha dan bertanya,


“Ada apa Nak? Katanya tadi kamu marah-marah


sama Mas Ardi sampai banting pintu juga ya? Ada masalah apa? Kalau ada apa-apa


cerita ke Bunda” kata Bunda Mitha kepada Mitha.


Mitha kemudian menyalakn Hpnya dan


menunjukkan foto Arjuna kepada Bundanya. Bundanya Mitha melihat foto bayi di Hp


Mitha kemudian bertanya,


“Foto siapa ini Nak?” tanya Bundanya Mitha


heran. Bundanya Mitha menjadi cemas, jangan-jangan Mitha hamil atau bagaimana.


“Ini foto Arjuna, anaknya Mas Ardi” kata


Mitha.


di ruangan itu menjadi kaget.


“Maksudmu gimana Nak?” tanya Bunda.


“Itu Arjuna Bun. Arjuna anaknya Mas Ardi”


“Iya Bunda dengar, tapi maksudnya dia itu,


bayi itu bayi Ardi dengan siapa? Jangan bercanda Mitha. Kalau mau bercanda


bukan begini caranya!” kata Bunda Mitha galak.


Mitha menjadi takut dan mulai terisak,


Bundanya Mitha melihat hal itu menjadi melunak.


“Coba kamu ceritakan dulu dari awal, jangan


asal ngomong gitu ah” kata Bundanya Mitha lagi.


“Dulu kan aku ke tempat Mbak Winda, trus di


sana ada bayi. Bayinya ya Arjuna itu. Itu anak Mbak Winda dengan Mas Ardi” kata


Mitha menjelaskan.


Bagai terkena petir di siang bolong muka Ardi


menjadi merah padam


“Mit, kalau mau bercanda jangan keterlaluan


dong!” kata Ardi.


Ayah Mitha yang mendengar Ardi menyentak


anaknya kemudian berdiri dan menyuruh Ardi pulang dulu supaya dia bisa


berbicara dengan Mitha.


Ardi pulang dengan bersungut-sungut.


“Mitha, ini bukan bercanda kan?” kata Bunda

__ADS_1


Mitha lagi.


“Apa Winda mengangkat anak menjadi anaknya


dan kamu pikir itu adalah anak Mbak Winda?” tanya Bundanya Mitha.


“Bukan Bun, Mith awalnya juga mengira begitu.


Tapi Arjuna disusui ASI nya Mbak Winda”


Bundanya Mitha terdiam, kemudian Mitha


melanjutnya ceritanya,


“Waktu aku ke sana, Mbak Winda cerita pas


pergi dari rumah sini trus pulang ke rumah orangtuanya Mbak Winda hamil 5 bulan


Bun” kata Mitha sambil sesenggukan.


Mata Bundanya Mitha berkaca-kaca kemudian


meneteslah air mata yang tak bisa dia kendalikan. Dia bingung mau bagaimana.


Ini semua gara-gara Ardi yang nakal, rutuknya dalam hati.


Ayah Mitha hanya diam mendengar hal itu


sambil menenangkan Mitha dan Bundanya.


“Sekarang bukan waktunya nangis Bun, tapi


bagaimana kita menyampaikan hal ini ke Ardi. Ardi berhak tahu kalau dia punya


anak dengan Winda” kata Ayahnya Mitha.


Mereka bertiga terdiam, sesekali terdengar


sesenggukan Mitha dan Bundanya. Kemudian mereka memutuskan untuk mandi dulu supaya


pikiran menjadi jernih.


Setelah mandi, Bundanya Mitha mulai


menghubungi keluarga untuk berkumpul di rumahnya untuk membahas hal ini.


Setelah malam, semua keluarga sudah berkumpul


kecuali Ardi.


“Ada apa Kak?” tanya Birawa kakak laki-laki


Ardi.


“Gini, tadi Mitha cerita ke kakak....”


Bundanya Mitha cerita semua hal yang sudah diceritakan Mitha tadi sore perihal


Arjuna.


Birawa dan keluarga yang lain kaget bukan


kepalang mendengar cerita Bundanya Mitha, dia bingung kenapa keadaan semakin


bertambah rumit gara-gara ulah Ardi.


“Apa nggak baiknya Ardi disuruh ke sini aja


Kak?” tanya Birawa.


“Biar dia berpikir bagaimana baiknya


sekarang. Karena dia sudah punya istri lagi, dan Winda sudah tidak menjadi


istrinya. Kalau disuruh balikan lagi... belum tentu Winda mau. Karena dia pergi


setelah dia tahu dia hamil 5 bulan. Berarti dia lebih memilih hidup sendiri


daripada hidup sama Ardi dan istrinya sekarang ini” lanjut Birawa lagi.


Semua keluarga terdiam, kemudian mereka


memutuskan untuk memanggil Ardi terlebih dahulu.


Mitha mulai menelpon Ardi, tetapi yang bicara


Bundanya


“Ardi, ke rumah bentar ya. Ada yang mau kita


omongin. Semua keluarga juga udah kumpul” kata Bundanya Mitha.


“Ada apa kak?” tanya Ardi heran.


Jangan-jangan masalah Mitha tadi siang, pikirnya.

__ADS_1


“OK Kak, bentar ya” jawab Ardi sambil menutup


telpon.


__ADS_2