Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB 7 ORANG KETIGA


__ADS_3

Suatu hari, Ardi dan Mina pergi untuk beli barang belanjaan utnuk dijual kembali di tokonya. Sesampainya mereka di toko,


“Selamat siang Pak”


sapa penjaga toko.


“Siang


mbak” jawab Ardi.


“Ada yang kurang ya


Pak? Tadi kayaknya istri Bapak sudah belanja banyak sekali”.


Ardi berpikir itu pasti


Winda, berarti Winda sekarang juga berjualan seperti dirinya. Bingung mau jawab


apa, dia melirik Mina. Mina dengan sambil menggendong Bimo dan memilih-milih


barang dagangan emndengarkan percakapan itu ekspresinya berubah. Ekspresi marah


yang langsung dilihat oleh Ardi. Kemudian Ardi buru-buru menjawab pertanyaan


pegawai toko,


“Iya Mbak”


“O y, selamat ya Pak. Sekarang


sudah mempunyai anak. Anaknya cakep mirip Bapak dan Ibunya”, katanya lagi.


Ardi jadi bingung, apa


maksud pegawai tokonya. Jangan-jangan dia tidak hafal dengan dirinya sehingga


salah mengenali.


“Iya Mbak,


alkhamdulillah. Ini istri saya Mina”


Pegawai toko melihat


minat dan dengan wajah bingung lalu menjawab


“Iya Pak”


Ardi dan Mina kemudian


memilih-milih barang dagangan yang akan dibeli. Sedangakn pegawai toko ada yang


berbisik-bisik dengan memberi kode mereka bingung. Kok istrinya beda, batin


mereka.


Di saat para pegawai


toko bingung, datanglah pemilik toko yang sudah mengenal Ardi dan Winda, karena


mereka sering datang ke toko untuk beli barang yang akan mereka jual. Mereka


juga sering ngobrol, baik ketika mereka datang ke toko, maupun lewat chat


bisnis.


“Selamat siang Pak”


sape pemilik toko. “ Ada barang belanjaan yang kurang ya?”


“Siang Pak” jawab Ardi,


kemudian menjabat tangan pemilik toko.


“Tadi kayaknya Bu Winda


sudah beli belanjaan banyak banget Pak. Alkhamdulillah ya Pak laku keras” kata


pemilik Toko.


“Iya Pak,


alkhamdulillah” jawab Ardi dengan bingung.


“Anaknya cakep Pak.


Alkhamdulillah udah dikasih keturunan ya Pak. Akhirnya penantian yang panjang


terjawab juga”


“Iya Pak,


Alkhamdulillah”


“Yang sudah selesai,


tinggal bayar”, Mina tiba-tiba muncul dan menggandeng tangan Ardi.


Pemilik toko kaget dan


dengan tatapan bingung dia menoleh kepada karyawannya yang dijawab dengan


mengedikkan bahu.


“Ini Mina Pak, istri


saya”.


Dengan canggung,


pemilik toko membungkukkan badan sedikit untuk menyapa dengan sopan.


“Oo ya” jawabnya dengan

__ADS_1


canggung.


Ardi yang melihat itu,


juga bingung mau menjelaskan bagaimana. Setelah pamit dan membayar, dia


langsung mengajak Mina pergi.


Kemudian bos dan para


karyawan mulai menggunjingkan mereka. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi


dan bertekad bila suatu saat Winda berbelanja ke sana, mereka akan langsung


bertanya kepada Winda.


Ardi yang bingung


dengan pertanyaan Ardi sudah punya anak, dan tanpa tahu Mina adalah Ibunya


menimbulkan pertanyaan yang besar. Apakah Winda mengangkat anak? Atau mengajak


ponakan atau bagaimana. Dia bingung berfikir tanpa tahu jawabannya. Kemudian


dia berusaha masa bodoh akan hal itu.


Sesampainya di rumah,


Ardi pergi ke rumah kakaknya dan ketemu dengan Mitha. Mitha dengan tatapan


ingin bicara tapi tidak bicara dan bisanya Cuma mengekor Ardi, kemanapun Ardi


pergi.


“Mas..... Mas...mmmmm”


Mitha mau ngomong tapi bingung.


“Iya, ada apa?”


“Anuuuu, nggak apa-apa”


jawabnya.


“Bohong, mau minta


sesuatu ya. Ngomong aja”


“Nggak kok yeee”


“Lha ada apa”


“ Mas Ardi nggak kangen


Mbak Winda” tanyanya memberanikan diri.


Ardi kaget mendengar


pertanyaan dari Mitha. Kemudian menoleh dan dengan tatapan tajam bertanya


“Ada apa memangnya?”


Mitha yang melihat


ekspresi Ardi, kemudian takut dan mengurungkan niatnya untuk membicarakan


Arjuna.


“Nggak kenapa-kenapa”


Mitha menjawab kemudian langsung pergi.


Ardi seketika menjadi


agak jengkel dikala ponakan kesayangannya bertanya tentang Winda. Yah apa mau


dikata, memang ponakannya itu dulu dekat dengan Winda. Curhat, minta dibeliin


sesuatu, sakit, apa-apa dengan Winda. Ardi menjadi maklum.


Kemudian Ardi mendekati


keponakannya itu.


“Ada pa Mit? Kangen


sama Mbak Winda ya?” tanyanya.


Mitha menoleh, akan


tetapi untuk menjawab dengan jujur dia takut akan menyakiti perasaan Ardi.


“Hmmm... sebenarnya iya


Mas. Mas Ardi nggak marah kan?”


“Ya nggak lah Mit. Masa


marah” jawabnya sambil tersenyum.


Ardi berusaha untuk


tetap tenang di depan Mitha walaupun hatinya menyangkalnya.


“Mas Ardi nggak kangen


Mbak Winda?” tanya Mitha takut-takut.


Ekspresi Ardi berubah


lagi


Mitha yang tahu itu

__ADS_1


langsun bilang,


“Makan Mas, tadi Bunda


masak banyak lho” katanya.


“Udah Mit. Tadi Mas


Ardi udah makan di luar. Kamu nggak ke rumah Mas Ardi, ada Bimo lho. Kamu bisa


gendong dan ngajak mainan Bimo”.


“Mas.... aku kemarin ke


tempat Winda. Jangan marah ya” tiba-tiba Mitha berkata jujur pada Ardi.


Ardi yang mendengar


itu, seketika ingin tahu bagaimana keadaan Winda sekarang. Tetapi untuk


bertanya kepada Mitha dia enggan, karena takut menimbulkan masalah.


“Nggak kok. Lha kenapa


marah” jawab Ardi.


“Mbak Winda sekarang


jualan online shop juga lho Mas, kaya waktu pas di sini”


“O ya?” jawab Ardi


datar.


Karena Ardi menjawabnya


dengan datar, Mitha jadi berani membahas lebih jauh.


“ Jualan Mbak Winda


laku keras lho Mas. Udah punya pegawai juga” lanjutnya.


“Alkhamdulillah” jawab


Ardi masih dengan suara dan ekspresi yang datar.


“Mbak Winda juga udah


beli mobil untuk dia belanja kebutuhan tokonya”


“Hm” jawab Ardi.


“Dia nyetir sendiri lho


Mas” lanjut Mitha lagi.


Aduh nanti Mitha


bisa-bisa bicara terlalu jauh nih. Kalau dia bicara tentang Winda terus, aku


nanti malah mikirin Winda terus, harus disudahi pembicaraan tentang Winda pikir


Ardi.


“Mit, Mas Ardi pulang


dulu ya, dicariin Mbak Mina” kilahnya.


Mitha merasa kehilangan


kesempatan untuk membicarakan Arjuna. Ada perasaan jengkel kepada Mina yang


merusak hubungan antara Ardi dan Winda, sehingga Ardi tidak tahu keberadaan Arjuna.


................................................................


Sedangkan Winda melaui


hari-harinya bersama Arjuna dan juga mencari nafkah dengan berjualan online


shop. Seminggu sekali dia beli barang yang akan dijual bersama Arjuna. Winda seperti


tidak bisa berpisah dengan Arjuna walaupun hanya semenit.


Walaupun dia bahagia


dengan keberadaan Arjuna dan ada keluargayang sayang kepada dia, mendampinginya


selalu di saat suka dan duka, di saat-saat yang paling sulit sekalipun, Winda


terkadang masih memikirkan Ardi. Bagaimana keadaan Ardi, bagaimana dia


memperlakukan wanita yang bersama dia sekarang, sayangkah dia dengan anaknya,


dan bagaimana bila suatu saat dia tahu tentang keberadaan Arjuna. Akan


sayangkah dia dengan Arjuna atau lebih menyayangi Bimo. Pikiran-pikiran itu


berkecamuk dalam pikirannya, dan terkadang membuatnya tidak bisa tidur yang


berakibat Arjuna rewel dibuatnya. Menambah pikiran dan khayalan tentang Ardi


apabila berada di sampingnya.


Ingin rasanya chat atau


telepon Ardi untuk sekedar say hello, menanyakan kabarnya, anaknya dan Mina.


Akan tetapi dia tidak punya kekuatan untuk melakukannya, karena sebenarnya di


dalam lubuk hatinya yang masih dalam, dia ingin bersama Ardi.


Bersama Ardi, akan

__ADS_1


tetapi tidak ada wanita lain yang menjadi pihak ketiga di kehidupannya.


__ADS_2