Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
Episode 4 HIDUP BARU


__ADS_3

Kini, Winda melalui hari-harinya


dengan bahagia. Selain karena ada Arjuna dan bisnisnya juga berjalan lancar,


dia juga merasa lega karena sudah bercerai dengan Ardi. Karena Winda merasa


pernikahannya dengan Ardi terlalu membebaninya, meguras pikiran dan tenaganya setelah


kehadiran Mina.


Sedangkan Ardi sendiri, sekarang


dia sibuk dengan anak dan istrinya juga toko dan bisnis onlinenya. Sekarang


Mina sedikit demi sedikit mulai membantu Ardi di toko.  Tapi lama kelamaan Mina merasa tidak nyaman


dengan Ardi, karena ketika ada kerjaan Ardi sering uring-uringan bahkan tak


segan membentaknya.


Mina merasa Ardi sudah berubah


ketika dia mulai bekerja di toko. Dulu Mina berfikir setelah tidak ada Winda,


semua akan berjalan lancar, hidup nyaman dan bahagia. Akan tetapi malah kebalikannya.


Mina merasa bahwa selama ini


orangtuanya tidak pernah membentak atau mengasarinya bahkan menyuruh melakukan


sesuatu. Karena pada dasarnya Mina adalah anak orang yang berada. Selain anak


orang kaya, Mina juga cantik, kulitnya putih, wajahnya yang selalu perawatan


selalu terlihat kinclong. Dia dikagumi banyak lelaki baik dari kalangan orang


biasa maupun orang kaya. Akan tetapi dia lebih memilih Ardi yang notabene suami


orang karena alasan cinta.


Tetapi setelah menerima perlakuan


Ardi yang kasar, mendengar perkataan yang kejam dan kasar bahkan terkadang


mendengar umpatan-umpatan yang tidak mengenakkan di telinga, Mina merasa


menyesal telah menikah dengan Ardi. Dia berpikir apakah perlakuan Ardi kepada


Winda sama ataukah berbeda. Apalagi dulu Ardi tidak punya anak dengan Winda.


Tetapi kenapa Winda betah kalau perlakuan Ardi kasar sampai 7 tahun pernikahan.


Mina berpikir bahwa dengan pernikahannya yang baru 1 tahun saja, dia sudah


tidak betah bersama Ardi karena perlakuan dan kata-kata kasar Ardi kepadanya.


Suatu ketika Mina bertanya kepada


Ardi,


“Yang, sekarang kamu kok kasar


sih sama aku?” dengan gaya merajuk, Mina bertanya pada Ardi.


“Kasar? Kasar gimana?” kata Ardi.


“Kamu sering berkata kasar, penuh


makian dan umpatan. Sering emosi bahkan tadi kamu membentakku”


“Apa iya? Mungkin tadi kamu


melakukan kesalahan sehingga aku membentakmu”


“Tapi memang akhir-akhir ini kamu


beda Yang....” kata Mina terlihat sedih.


“Maafkan aku ya sayaaang....”


bujuk Ardi kepada Mina sambil memeluknya.


“Jangan diulangi lagi ya. Janji”


“Iya sayangkuuuuh...”


“Pas sama Mbak Winda dulu

__ADS_1


perlakuanmu bagaimana Yang?”


Ardi terdiam mendengar nama Winda


disebut. Dia tiba-tiba merasa kangen dan bertanya-tanya bagaimana keadaan Winda


sekarang ini.


Ardi juga teringat bagaimana


perlakuannya kepada Winda selama ini. Ardi merasa bahwa perlakuannya kepada


Winda tidak ada yang salah. Akan tetapi ketika Mina meminta Ardi untuk tidak


mengasarinya lagi dengan perkataan, Ardi merasa bahwa perlakuannya kepada Winda


dulu bahkan lebih buruk dari perlakuan Ardi kepada Mina sekarang. Dan Winda


tidak mengeluh atau berani bertanya kenapa perlakuan Ardi kasar kepadanya.


Karena ketika Winda bertanya tentang perlakuan dan perkataan Ardi yang kasar,


maka Ardi akan bertambah marah kepada Winda. Maka dari itu Ardi merenungi


perkataan Mina yang meminta jangan kasar kepadanya dan  bertanya bagaimana perlakuan Ardi kepada


Winda, Ardi jadi paham bahwa dulu tidak sekalipun Ardi meminta maaf kepada


Winda dan membiarkan Winda merasakan sakit dan sedih sendirian. Hanya senyum


yang terukir di wajah Winda ketika Winda memaafkan Ardi dan berlaku seperti


tidak terjadi apa-apa setelah Ardi mengasari dan mengatai perkataan-perkataan


yang kasar kepadanya.


“Yang!”


Lamunan Ardi buyar ketika Mina memanggilnya


dengan keras.


“Kenapa sih? Teringat sama Winda


ya?!” kata Mina.


pernah kamu perlakukan kasar seperti kamu memperlakukanku?!” lanjut Mina lagi.


Mina mau pergi meninggalkan Ardi


di kamar, kemudian Ardi merajuk dan meminta maaf kepada Mina.


“Sayang, maafkan aku ya. Aku


nggak akan berkata kasar kepada kamu lagi ya...”


“Janji ya Mas”


“Iya sayaaang...”


Kemudian mereka melanjutkan kisah


asmara mereka di kamar.


..................


Di rumah, Winda mengurus online


shop dan mengurus anaknya. Akan tetapi sekarang ini Winda merasa tidak bisa


fokus ke bisnisnya karena dia juga harus mengurusi anaknya karena bayi memerlukan


perhatian yang lebih dari Ibunya. Maka dari itu, Mina meminta saudaranya untuk


mencarikan orang yang bisa mengurusi online shopnya.


Akhirnya Winda mendapatkan


pegawai yang bisa mengurusi online shopnya yang bernama Rahma.


“Rahma, maaf ya merepotkan kamu.


Kamu harus mengurus online shopnya sendirian. Karena aku harus ngurusin Arjuna”


“Nggak apa-apa Mbak, aku juga


senang kok. Karena kemarin aku bingung nyari kerja susah banget. Sedangkan aku

__ADS_1


butuh uang untuk mencukupi kebutuhanku” jawab Rahma.


“Makasih ya Rahma, semoga kamu


betah ya di sini ikut aku” kata Winda.


“Iya Mbak” Rahma menjawab sambil


tersenyum. Rahma ingin mengajukan pertanyaan tapi merasa ragu untuk bertanya.


Kalau tidak bertanya dia penasaran, kalau bertanya takutnya Winda tersinggung.


“Ada apa Rahma? Ada yang ingin


kamu katakan? Katakan saja daripada dipendam nanti sembelit lho” Winda menggoda


Rahma.


“Nggak kok Mbak, nggak ada”


“Masa sih, kok ekspresimu kaya


gitu hayo!”


“Mmm anu Mbak, tapi Mbak Winda


jangan tersinggung ya” kata Rahma hati-hati.


“Sebelum ini aku kan kerja di


daerah G, terus aku pernah lihat Mbak Rahma ada di toko yang namanya ‘Luhur’.


Kata pegawai di situ Mbak Rahma yang punya tokonya. Tapi kok Mbak Rahma di sini


trus njalanin usaha online shop yang terbilang masih kecil dibandingkan pas


Mbak Rahma di kota G itu” takut, tapi Rahma tetap nerocos tanpa henti karena


penasaran dengan keadaan Winda yang dia rasa jauh berbeda dengan kehidupannya


di kota G dulu.


“Oh itu, itu toko milik mantan


suamiku Ma. Sekarang dia mengelola toko dengan istri barunya. Nah aku usaha


online shop ini pas aku pulang ke rumah ini. Pada waktu itu usia kandunganku


dah menginjak 6 bulan dan aku butuh biaya persalinan serta biaya untuk Arjuna


ketika Arjuna lahir. Jadi dengan uang seadanya aku buat usaha ini. Walaupun


kecil tapi alkhamdullah bisa mencukupi kebutuhan kami selama ini dan tidak


bergantung pada orang lain”.


“Maaf ya Mbak, aku udah lancang


bertanya kepada Mbak Winda. Soalnya aku penasaran” dengan perasaan bersalah,


Rahma meminta maaf kepada Winda.


“Nggak apa-apa kok Rahma. Santai


aja. Aku juga udah ikhlas kok. Mungkin ini takdir yang harus aku jalani. Tenang


aja, kalau ada pertanyaan lagi aku siap kok jawabnya. Hehehe” jawab Winda


sambil terkekeh menenangkan Rahma supaya rasa sungkannya karena pertanyaan yang


telah diajukan hilang.


Kemudian Rahma tersenyum


mendengar perkataan Winda. Dalam hatinya dia berkata ‘Mbak Winda ternyata


orangnya baik. Mudah-mudahan aku betah ikut Mbak Winda’.


“Ada lagi?” tanya Winda kepada


Rahma untuk  menggodanya.


“Nggak Mbak. Besok aja. Hehe”


Mereka berdua tertawa bersama,


sambil mengerjakan pekerjaan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2