Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
Episode 24 KEMARAHAN ARDI


__ADS_3

            Ardi terdiam mendengar perkataan


Mbok Inem. Kemudian dia pergi ke kamar meninggalkan Mbok Inem. Ardi


bertanya-tanya, siapa pria yang ditemui oleh Mina sewaktu di kota S. Ardi


merasa dikhinati kemudian marah-marah di dalam kamar. Di luar, Mbok Inem


ketakutan karena mendengar hujatan Ardi yang berupa kata-kata kasar. Mbok Inem


yang ketakutan kemudian ke rumah Mitha untuk mencari kakaknya Ardi supaya


menenangkan Ardi,


“Mbak Mitha, Bu Lela ke mana ya?” tanya Mbok


Inem menanyakan keberadaan Bundanya Mitha.


“Belum pulang Mbok, ada apa ya?”


“Itu... itu Mbak, Mas Ardi marah-marah kayak


kesetanan di rumah. Mbok takut Mbak” jawab Mbok Inem.


Mitha ikut ketakutan, dia pernah beberapa


kali melihat Ardi marah. Dan marahnya Ardi memang seperti orang kesetanan, tak


bisa dikontrol.


“Mbok Inem masuk sini aja dulu nungguin Bunda”


kata Mitha.


“Mbok Inem jangan pulang dulu ya, di sini


dulu sama Mitha” kata Mitha lagi.


“Mbak Mitha nggk telepon Bundanya Mbak Mitha


ya?” tanya Mbok Inem.


“Aku takut kalau Bunda lagi sibuk di kantor


Mbok, takut gangguin” jawab Mitha.


“Tapi Mbak, nanti takutnya Mas Ardi tambah


parah... gimana dong Mbak” kata Mbok Inem supaya Mitha mau segera menghubungi


Bundanya supaya Bundanya cepat pulang.


“Aku kirim pesan ke Bunda ya Mbok” kata


Mitha.


“Nggak ditelpon aja Mbak? Biar cepet” kata


Mbok Inem.


“Tapi aku takut ganggu Bunda yang lagi kerja”


jawab Mitha.


“Tapi kalau terjadi apa-apa sama Mas Ardi


gimana dong Mbak?” kata Mbok Inem panik.


Melihat Mbok Inem panik, akhirnya Mitha


menelpon Bundanya.


“Bun, halo Bun” kata Mitha.


“Ya ada apa Mit?” jawab Bundanya di telepon.


“Bunda pulang jam berapa?” tanya Mitha.


“Belum tahu, nunggu semua kerjaan selesai


dulu. Ada apa?”


Mitha yang bingung menjawab pertanyaan


Bundanya memberikan telepon ke mBok Inem supaya Mbok Inem yang menjelaskan apa


yang terjadi ke Bundanya,


“Ini Bun, Mbok Inem yang mau ngomong” kata


Mitha sambil menyerahkan Hp ke Mbok Inem.


Mbok Inem yang disodori Hp oleh Mitha menjadi

__ADS_1


bingung karena harus menjelaskan bagaimana tentang keadaan Ardi. Akhirnya atas


desakan Mitha, Mbok Inem mengambil Hpnya Mitha kemudian berbicara di telepon


dengan Lela, Bundanya Mitha.


“Iya Bu” kata Mbok Inem.


“Mbok Inem mau bicara apa?” kata Lela


bingung.


“Ini Bu..... Ibu kalau bisa segera pulang ya....”


kata Mbok Inem.


“Memangnya kenapa Mbok? Ada apa?” tanya Lela


lagi.


“Itu Bu.... Itu.... Mas Ardi marah-marah


kayak orang kesetanan. Saya takut Bu....” jawab Mbok Inem.


“Marah-marah kenapa? Sama siapa


marah-marahnya? Sama kamu?”


“Bukan Bu.... kayaknya marah sama Mbak Mina”


“Trus Mina bagaimana?”


“Nggak tahu Bu... Mbak Mina sudah pulang ke


rumah orangtuanya”


“Lha kenapa? Kenapa memangnya sampai Mina


pulang ke rumah orangtuanya? Ada apa?”


“Saya juga nggak tahu Bu...”


“Dia langsung pulang pas Ardi marah-marah?”


“Nggak Bu, Mbak Mina sudah pulang dua hari


ini. Kemarin pulang ke rumah orangtuanya”


“Saya nggak tahu Bu.... tapi tadi Mas Ardi kayak


orang bingung. Trus tanya saya kenapa kenapa Mbak Mina pulang... Saya jawab


saya nggak tahu... Tapi....” Mbok Inem terdiam bingung menjelaskannya kepada


Bundanya Mitha.


“Tapi....  tapi kenapa Mbok?” tanya Lela mendesak penjelasan Mbok Inem.


“Tapi pas habis saya jawab pertanyaan Mas


Ardi tadi.... Mbak Mina ngapain aja di kota S.... Mas Ardi langsung masuk kamar


kemudian marah-marah Bu” jawab Mbok Inem.


“Kamu jawab apa sampai Ardi marah-marah?”


tanya Lela lagi.


“Itu Bu..... Itu..... Mbak Mina di Kota S


sepertinya bertemu laki-laki lain di Mall”


“Apa... beneran Mbok?”


“Saya nggak tahu Bu.... saya nggak pernah


diajak Mbak Mina ke Mall waktu di kota S.....”


“Lah... Terus kata siapa Mina pergi ketemu


laki-laki lain di Mall?”


“Itu Bu... Itu.... kata Orangtua Mbak Mina.


Saya nggak sengaja dengar waktu mereka ngobrol di ruang keluarga. Katanya...


katanya ada tetangga yang melihat Mbak Mina bertemu dengan lelaki lain di


Mall.... makanya waktu itu orangtua Mbak Mina menyuruh Mbak Mina segera pulang


ke sini... Tapi... sebenarnya Mbak Mina menolak, tapi karena orangtua Mbak Mina


mendesak Mbak Mina pulang ke sini terus akhirnya Mbak Mina mau pulang ke sini”

__ADS_1


jawab Mbok Inem.


Lela terdiam, dia tidak habis pikir masalah


adiknya datang terus menerus setelah dia mengkhianati Winda.


“Ya sudah Mbok, saya segera pulang. Mbok Inem


bisa nenangin Ardi dulu nggak?” tanya Lela.


“Saya takut Bu... Saya tidak berani.... Ini


saya di rumah Ibu sama Mbak Mitha. Saya menunggu Ibu saja ya...” kata mbok Inem


takut.


“Ya sudah Mbok, Mbok Inem kalau takut pulang


di rumah saya dulu nggak apa-apa. Saya  usahakan akan segera pulang ya”


“Iya Bu... saya takut terjadi apa-apa sama Mas


Ardi”


Setelah Lela menutup telepon, dia berpikir


harus segera pulang atau menyelesaikan pekerjaannya dahulu karena pekerjaannya


masih banyak. Tapi akhirnya Lela memutuskan untuk pulang karena Mitha selalu


mengiriminya pesan. Kata Mitha suara Ardi yang teriak-teriak sudah terdengar ke


tetangga sampai para tetangga datang melihat apa yang terjadi dengan Ardi.


.....................................


Para tetangga berada di depan rumah Ardi,


mereka ingin tahu kenapa Ardi teriak-teriak seperti orang kesetanan di


rumahnya. Mereka tidak ada yang berani masuk ke halaman rumah, salah satu


tetangganya kemudian ke rumah Mitha dan meminta Mitha untuk ke rumah Ardi,


“Mbak Mitha, itu Mas Ardi kenapa?” tanya Tedjo


kepada Mitha di rumahnya.


“Itu Pak.... Nggak kenapa-napa” jawab Mitha


menutupi.


“Nggak kenapa-kenapa gimana Mbak. Itu para


tetangga sudah berkumpul di depan rumah Mas Ardi lho Mbak”


Mitha terdiam tidak menjawab, Mitha bingung


harus menjawab apa.


“Ayo Mbak Mitha ke rumah Mas Ardi dulu. Itu


para tetangga sudah berkumpul di depan. Kalau tidak segera ditenangkan nanti


malah banyak yang nonton. Bisa mempermalukan keluarga Mbak Mitha lho” bujuk Pak


Tedjo supaya Mitha mau ke rumah Ardi dan menenangkannya.


Mitha hanya terdiam.


“Kalau Mbak Mitha takut, biar kita-kita aja


para orangtua yang menenangkan Mas Ardi. Mbak Mitha hanya perlu membukakan


pintu aja. Itu Mas Ardi kata-katanya kasar lho Mbak. Sedangkan di lingkungan


ini banyak anak kecil dan orangtua. Tidak pantas kata-kata itu didengarkan oleh


orang lain!” kata Pak Tedjo mendesak Mitha.


Mitha hanya diam saja, bingung dan ketakutan


juga merasa malu tapi dia hanya diam mematung saja. Kemudian Mbok Inem mengajak


Mitha karena Mbok Inem juga merasa takut dipersalahkan kalau dia yang


membukakan pintu untuk para tetangga.


“Ayo Neng” kata Mbok Inem setengah memaksa


Mitha agar mengikutinya untuk membukakan pintu rumah Ardi.


Mitha ikut sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2