Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB XXVII


__ADS_3

Ardi yang mendengar hal itu merasa bersalah


kepada kakaknya, walau bagaimanapun sebenarnya dia tidak ingin menyusahkan


kakaknya. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini dia tidak bisa mengontrol


perasaannya.


“Kamu kenapa lagi Di?” tanya Lela.


“Nggak apa-apa kak” jawab Ardi.


“Nggak mungkin, sampai kamu kayak tadi nggak


mungkin kalau nggak ada masalah” kata Lela tidak percaya atas jawaban Ardi.


Ardi yang didesak kakaknya kemudian menjawab,


“Mina mengajukan tes DNA kak di Pengadilan”


jawab Ardi.


Lela terdiam mendengar jawaban Ardi. Dia


berpikir apakah pikirannya selama ini benar bahwa Bimo bukan anak Ardi karena


tidak ada kemiripan sama sekali dengan Ardi.


“Ya sudah, ditunggu saja hasilnya. Lagipula kamu


masih punya Arjuna, anak dari Winda. Walaupun kamu baru mengenal Arjuna satu


bulan ini, dia tetap anak kandungmu, darah dagingmu. Dan bila Bimo yang selama


ini kamu sayangi ternyata bukan anak kandungmu, ikhlaskan saja” kata Lela.


Ardi terdiam mendengar kata-kata Lela. Dia


sudah terlanjur menyayangi Bimo sebagai anaknya dan masih berharap Bimo adalah


anak kandungnya.


“Aku baru mengenal Arjuna satu bulan ini dan


baru bertemu dia satu kali Kak, sulit rasanya menggantikan perasaanku ke Bimo


dengan Arjuna” jawab Ardi.


Lela terdiam, dia berpikir untuk mendekatkan


Ardi dengan Arjuna supaya Ardi bisa melupakan Bimo jika Bimo bukan anaknya.


“Kakak akan bicara dengan Winda, supaya dia


bisa mempertemukanmu dengan Arjuna. Walau bagaimanapun kamu menyayangi Bimo dan


tak bisa digantikan dengan Arjuna.... Arjuna adalah anak kandungmu, yang sudah


kamu tunggu-tunggu selama sekian tahun dengan Winda” kata Lela.


Lela segera menghubungi Winda menceritakan


apa yang terjadi, Lela dan keluarga masih berharap Winda bisa kembali dengan


Ardi.


.....................................


Winda yang mendengar keadaan Ardi setelah


ditinggal Mina dan Kakak Ardi memintanya untuk membawa Arjuna untuk menenangkan


Ardi merasa marah karena seperti dimanfaatkan. Akan tetapi Winda menyanggupi


permintaan Lela untuk membawa Arjuna bertemu dengan Ardi karena Arjuna berhak


mengenal dan mendapat kasih sayang dari Ayah kandungnya.


.............................


Hari Minggu, Winda berpamitan kepada


orangtuanya untuk pergi ke rumah Ardi untuk mempertemukan Arjuna dengan Ardi.


Dia menjelaskan keadaan Ardi kepada orangtuanya yang membuat orangtuanya


senang,


“Kapok tu Ardi. Kualat! Siapa suruh ninggalin


kamu!” kata Ibu Winda.


Winda hanya terdiam, tidak menjawab perkataan


Ibunya.

__ADS_1


“Kalau kamu mau bawa Arjuna ke rumah Ardi ya


segera saja mumpung masih pagi. Supaya siang kamu bisa pulang. Ingat, jangan


mau kalau disuruh menginap di rumahnya. Kalian sudah bercerai, tidak pantas.


Kalau bisa bertemu di rumah Mbak Lela saja jangan di rumah Ardi, walau


bagaimanapun Ardi masih berstatus suami orang” kata Ayah Winda bijak.


“Ya sudahlah kalau memang begitu baiknya.


Arjuna juga berhak dapat kasih sayang dari Bapaknya” kata Ibu Winda kemudian.


Kemudian Winda berpamitan dengan Ayah dan


Ibunya untuk pergi ke rumah Lela.


“Pak, kok anak kita yang disuruh ke sana bawa


Bimo? Kenapa nggak Ardi dan keluarganya saja yang ke sini?” tanya Ibu Winda


kepada Ayahnya.


“Kamu mau Bu bertemu dengan Ardi dan


keluarganya di sini?” tanya Ayah Winda.


“Ya nggaklah. Masih sakit hati aku! Anakku


dibuat menderita oleh Ardi” jawab Ibu Winda.


Mereka berdua menghela nafas panjang kemudian


mereka masuk ke rumah setelah Winda sudah berangkat.


.......................................


Sampai di rumah Lela, Winda dan Arjuna


disambut hangat oleh keluarga Lela. Di sana juga ada Ardi yang menyambutnya


dengan senyuman. Winda hanya membalas dengan senyum saja tanpa berkata apa-apa


kepada Ardi.


Winda menyerahkan Arjuna kepada Lela yang


kemudian diserahkan ke Ardi supaya Ardi menggendong Arjuna.


Winda pura-pura tidak memperhatikan Ardi


Ardi yang lain.


“Win, kamu mau menginap di sini?” tanya Lela


kepada Winda.


“Tidak Kak, nanti siang saya pulang. Masih


banyak kerjaan. Lagipula Ayah dan Ibu tidak bisa berpisah lama-lama dengan


Arjuna” jawab Winda.


“Maaf ya Win, ngerepotin kamu bawa Arjuna ke


sini” kata Lela lagi.


“Tidak apa-apa Kak. Biar Arjuna bisa dekat


dengan keluarga sini juga” jawab Winda.


“Ayo kapan-kapan kita pergi piknik bareng


ajak Arjuna juga. Gimana menurutmu Win?”


“Ya tidak apa-apa Kak kalau saya bisa”


“Nanti kita pergi ke kota TM trus menyewa


Villa di sana. Kita bisa tidur di sana. Berangkat siang aja, trus menginap di


sana biar bisa jalan-jalan di sana. Bagaimana?”


“Ya Kak” jawab Winda.


Winda tidak bisa menolak permintaan Lela


karena sungkan. Lagipula biasanya Lela hanya punya rencana saja tanpa direalisasikan,


pikir Winda.


Keluarga Ardi berebut untuk mengajak Arjuna.


Mereka merebutkan Arjuna. Arjuna yang merasa tidak nyaman kemudian menangis.

__ADS_1


“Win, Arjuna menangis” kata Lela.


Winda kemudian mengambil Arjuna dan meminta


ijin untuk menggunakan salah satu kamar untuk menyusui Arjuna. Setelah Arjuna


tenang kemudian tertidur, Winda keluar kamar,


“Arjuna tidur ya?” tanya Mitha.


“Iya Mit” jawab Winda


“Yaaah nggak seru deh kalau tidur. Boleh


digangguin nggak biar bangun?” tanya Mitha lagi.


“Kasihan Mit, biar tidur dulu ya” jawab


Winda.


Kemudian mereka mulai ngobrol lagi,


“Tidurin sini aja si Arjuna” kata Lela


menyuruh Winda menidurkan Arjuna di kasur yang berada di ruang keluarga.


Winda menaruh Arjuna, kemudian,


“Kak, nanti saya jam  satu pulang ya” kata Winda.


“Kenapa buru-buru?” tanya Lela.


“Takut kesorean pulangnya” jawab Winda lagi.


“Ya kalau kesorean biar diantar Ardi” kata


Lela lagi


Ardi yang mendengar hal itu merasa punya


harapan untuk mengantar Winda dan Arjuna.


“Nggak usah Kak, saya sudah bilang sama Bapak


Ibu kalau jam segitu mau pulang. Kalau saya tidak, nanti malah mereka cemas”


jawab Winda.


Ardi yang mendengar jawaban Winda menjadi


kecewa. Selama ini Winda tidak pernah menolak permintaannya, apalagi kakaknya.


Biasanya Winda sangat sungkan dengan Lela.


“O ya sudah kalau gitu. Nanti di jalan


hati-hati ya”


................................


Winda sampai di rumah sekitar pukul tiga,


kemudian orangtuanya bertanya,


“Kok baru pulang Win?” tanya Ibunya merasa


tidak senang.


“Tadi mereka masih ingin bermain dengan


Arjuna Bu” jawab Winda.


“Ya sudah. Untung kamu nggak disuruh tidur


sana. Enak aja pas ada masalah aja mereka hubungi kamu. Pas lagi senang-senang


aja mereka nggak pernah sekalipun hubungi kamu. Minimal nanya kabar kek...


itupun nggak. Arjuna lahir mereka nggak tahu. Mereka sama sekali nggak peduli


sama kamu!” kata Ibu Winda sebal.


Winda yang mendengar hal itu menjadi sedih


karena dia merasa dia sudah salah memilih laki-laki untuk menjadi suaminya.


Laki-laki yang membuat dirinya dan orangtuanya sakit hati.


“Maaf ya Bu” kata Winda.


“Minta maaf buat apa?” tanya Ibu Winda.


“Maaf, Winda sudah memilih laki-laki yang


salah” jawab Winda.

__ADS_1


“Nggak usah minta maaf, itu bukan salah kamu.


Lagipula kita juga nggak tahu Ardi orangnya kayak gitu”.


__ADS_2