
Sekitar setengah delapan malam, Bowo
ke rumah Winda dengan harapan bisa pendekatan dengannya. Akan tetapi yang
menyambut kedatangan Bowo adalah Ayah Winda,
“Selamat malam Pak, Windanya ada?”
tanya Bowo.
“Ada Nak, silahkan masuk” kata Ayah Winda.
“Silahkan duduk, saya panggilkan sebentar ya.
Dia masih di toko, kayaknya banyak yang beli” kata Ayah Winda lagi.
Ayah Winda pergi ke toko untuk memanggil
Winda, di sana dia melihat Winda sedang mengecek barang. Ayah Winda mendekati
Winda,
“Nak, dicari Pak Bowo” kata AyahWinda.
“Tapi Winda sedang sibuk Yah” kilah Winda.
Selain tidak ingin bertemu, dia juga sedang tidak bisa diganggu karena masih
banyak kerjaan menumpuk.
“Temui sebentar ya. Nggak enak kalau nggak
ditemui”
Akhirnya Winda mengalah dan menemui Bowo.
“Ada apa Pak?” tanya Winda.
“Ini... saya Cuma mau main aja” jawab Bowo.
“Maaf Pak, bukannya saya bermaksud tidak
sopan, tapi saya baru banyak kerjaan di
toko dan belum selesai. Semua karyawan saya juga lembur” kata Winda lagi to the
point.
Bowo kecewa, dia merasa ditolak oleh Winda.
Tapi harga diri dan pikirannya melarang untuk langsung pulang.
Kalau langsung pulang aku tidak akan punya
kesempatan lagi, pikir Bowo. Pokoknya malam ini dia harus bisa dekat dengan
Winda. Setidaknya, ada kemajuan.
“Kalau begitu boleh saya melihat-lihat
tokonya? Dik Winda silahkan kerja, saya tidak akan mengganggu kok” kata Bowo.
Winda tidak bisa menolak karena sungkan.
Winda berpikir kalau Bowo nanti di toko merasa dicuekin mungkin akan berpamitan
pulang.
Winda mengajak Bowo ke toko kemudian
mempersilahkan Bowo duduk dan melihat-lihat. Sedangkan Winda melanjutkan
pekerjaan dengan karyawan yang lain. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan
kurang, Winda memberikan kode kepada Rahma agar Bowo segera pulang.
“Wah, sudah malam ya” kata Rahma.
“Iya ya, sudah malam ternyata. Nggak nyangka
sudah jam segini” kata Winda menimpali.
“Iya Mbak. Ini nanti selesai nggak ya?” kata
Rahma lagi.
“Nanti kalau kemalaman tidur di sini aja Ma.
Yang lain boleh tidur di sini juga kalau takut pulang kemalaman” kata Winda
lagi.
Bowo yang mendengar hal itu sadar bahwa malam
ini dia tidak bisa ngobrol santai dengan Winda apalagi mendekatinya. Kemudian
Bowo memutuskan untuk berpamitan pulang,
“Dik, aku pulang dulu ya. Besok-besok aja
__ADS_1
kalau kamu nggak repot aku ke sini lagi”, kata Bowo.
“Iya Pak, maaf ya. Saya jadi tidak enak hati”
kata Winda basa basi.
Bowo pun pulang setelah berpamitan kepada
kedua orangtua Winda.
Winda merasa senang, kemudian
“Hari ini sudah dulu, dilanjut besok pagi ya.
Kalau ada yang takut pulang bisa tidur di sini” kata Winda.
“Nggak Mbak, kita pamit pulang aja” kata
Rahma.
“Iya, maaf ya. Nanti kalau sudah selesai,
Sabtu toko kita tutup kita pergi ke mall H ya. Orderan Sabtu kita selesaikan
hari Senin” kata Winda.
Semua karyawan senang karena hari Sabtu yang
seharusnya kerja mereka bisa jalan-jalan ke mall untuk jalan-jalan.
Setelah semua karyawan pulang, Winda pergi ke
kamar untuk tidur.
..........................................
Walaupun enggan, Mina pulang ke rumah Ardi
atas desakan orangtuanya, di sana sebisa mungkin dia menghindari Ardi.
Ardi heran dengan hal itu, dia berniat untuk
menanyakan tentang hal itu kepada Mina nanti kalau dia keluar kamar Bimo.
Mina keluar kamar karena mau makan. Dia
ketemu Ardi di ruang makan.
“Mina, aku ingin bicara” kata Ardi.
Mina berjalan melewati Ardi kemudian
mengambil makanan sambil menjawab,
“Kamu marah padaku?” Ardi mulai bertanya.
“Tidak” jawab Mina.
“Tapi sikapmu akhir-akhir ini aneh”
“Nggak juga”
Ardi bingung mau bertanya apa lagi,
“Kamu tidur di kamar Bimo dan menguncinya,
seakan kamu menghindari untuk tidur denganku. Ada apa sebenarnya? Kamu menjadi
aneh setelah pulang ke rumah orangtuamu” kata Ardi berusaha menahan amarahnya.
“Aku ingin bercerai” kata Mina.
Ardi kaget mendengar hal itu, kenapa
tiba-tiba Mina mengajak Ardi bercerai,
“Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Ardi.
Ardi berpikir, jangan-jangan Mina tahu kalau Winda datang ke rumahnya beberapa
hari yang lalu.
“Pikir aja sendiri” kilah Mina karena dia
bingung mencari alasan untuk bercerai dengan Ardi. Beberapa hari ini dia
berpikir apa saja kesalahan Ardi yang bisa dia gunakan untuk bercerai. Mina
merasa frustasi karena tidak menemukan kesalahan Ardi.
“Apa karena beberapa hari yang lalu Winda ke
sini?” tanya Ardi lagi.
Bingo..... Winda ke sini..... Mina berpikir
mencari celah untuk bercerai dengan hal itu.
“Iya! Kenapa Winda datang ke sini? Kamu ingin
__ADS_1
balikan dengan Winda ya!” Mina berpura-pura marah.
“Maafkan aku, bukan aku yang menyuruhnya ke
sini. Tapi kakakku karena dia ingin melihat Arjuna”
“Arjuna? Arjuna siapa?”
“Arjuna.... Arjuna itu anakku dengan Winda”
“Apa maksudmu?!”
“Winda.... melahirkan anakku sebulan setelah
Bimo lahir” kata Ardi menunduk.
Mina diam saja, dia senang karena ada alasan
untuk berpisah dengan Ardi. Akan tetapi, dia juga sedih, ada rasa cemburu di
hatinya. Walau bagaimanapun Mina sudah satu tahun ini menikah dengan Ardi.
“Maafkan aku ya Yang” kata Ardi memelas
berusaha menenangkan Mina, dan membujuk Mina supaya dia masih ingin bersamanya.
“Aku akan pulang ke rumah orangtuaku” kata Mina.
“Maafkan aku” kata Ardi .
“Winda ke sini juga Cuma mengunjungi kakakku,
tidak lebih” kata Ardi lagi.
Mina sudah membulatkan tekad untuk pulang ke
rumah orangtuanya hari ini. Dia berpikir mumpung ada kesempatan kali ini. Kalau
dia melewatkan kesempatan kali ini, belum tentu besok dia mendapatkan
kesempatan yang sama.
Walaupun hatinya merasa sedih karena berpisah
dengan Ardi, pikiran untuk bersama dengan Jaya membuatnya tetap tegar dan kuat
untuk meninggalkan Ardi.
Mina mengemasi barang-barangnya dan barang
Bimo.
Ardi berusaha mencegah Mina.
“Kamu mau mengantarku pulang ke rumah
orangtuaku hari ini atau aku akan naik kendaraan umum. Pilih salah satu!
Tekadku sudah bulat!” kata Mina.
Ardi bingung tak tahu harus bagaimana lagi.
Dia membujuk Mina, tapi Mina tetap kukuh padapendiriannya.
“Aku antar saja” kata Ardi akhirnya.
“Baguslah, kamu bisa sekalian bicara dengan
orangtuaku kalau kita akan berpisah” kata Mina.
Ardi berpikir, mungkin Mina hanya marah
sebentar saja. Nanti dia akan tenang sendiri. Apalagi kalau nanti dia pulang ke
rumah, Ardi bisa minta tolong orangtua Mina untuk membujuk Mina pulang
dengannya kembali ke rumah ini.
Setelah beberapa saat dan semua sudah beres,
Ardi mengantarkan Mina dan Bimo ke daerah S.
Mereka sampai di daerah S sudah malam.
Kemudian Mina langsung masuk kamar, sedangkan Ardi berbincang dengan orangtua
Mina di ruang tamu,
“Aku akan membujuk Mina Nak” kata Ayah Mina.
“Iya Pi, tolong ya Pi” kata Ardi
Mina keluar kamar kemudian menyuruh Ardi
untuk pulang ke rumahnya dan tidak menginap di situ,
“Biar Ardi tidur di sini Min, ini sudah malam”
kata Ayah Mina.
__ADS_1
“Nggak Pi, pokoknya Ardi harus pulang!” jawab
Mina.