Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB XXVIII


__ADS_3

            Malam itu Winda terus memikirkan


perkataan Ibunya tentang Ardi. Dia merasa bersalah karena memilih lelaki yang


ternyata mengecewakannya dan kedua orangtuanya.


            Lela memberi pesan kepada Winda


untuk kembali ke rumahnya minggu depan, tetapi Winda memutuskan untuk menolaknya


karena ingin menjaga perasaan orangtuanya.


            ‘Wind, hari Minggu nanti ke rumah


lagi ya’ itu pesan dari Lela kepada Winda.


            ‘Maaf Kak, aku tidak bisa’ balas


Winda.


            Lela yang mendapat penolakan dari


Winda merasa kecewa. Dia memberi tahu Ardi perihal hal ini,


            “Di, Winda hari Minggu nggak bisa ke


sini bawa Arjuna. Apa kita ke rumahnya saja untuk menengok Arjuna?” kata Lela


kepada Ardi.


            Ardi diam tidak menjawab. Dia masih


belum mau ketemu dengan orangtua Winda ataupun keluarganya karena malu akan


perbuatannya yang membuat Winda meninggalkannya.


            “Gimana Di?” tanya Lela lagi.


            “Aku nggak tahu kak, aku masih


enggan ketemu orangtua Winda” jawab Ardi.


            Mereka berdua terdiam, kemudian


            “Ya sudah, kalau kamu sudah selesai


dengan masalahmu dan kalau kamu sudah kangen dengan Arjuna kita ke rumah Winda.


Sebenarnya lebih baik kalau kamu menjaga hubungan dengan anakmu karena dia


adalah darah dagingmu. Jangan sampai dia dewasa tapi tidak mengenalmu dan


menganggap kamu orang asing” kata Lela.


            Ardi mengangguk. Saat ini dia banyak


pikiran tentang perceraiannya dengan Mina dan tes DNAnya dengan Bimo. Ditambah


lagi ternyata dia punya anak dari Winda. Pikiran itu memusingkannya. Akan


tetapi fakta dia masih memiliki Arjuna membuat dia bersyukur setidaknya atau


apapun hasil tes DNA Bimo dia akan menerimanya karena dia masih memiliki


Arjuna.


            ...............................................


            Tes DNA Bimo keluar, pengadilan


Agama menyatakan bahwa Mina dan Ardi sudah bukan suami istri lagi.


            Ardi kecewa dan marah karena


ternyata Bimo bukan anaknya. Berarti selama ini Mina membohonginya sampai dia


meninggalkan Winda dan Arjuna.


            Beberapa kali Ardi tantrum lagi dan


Lela meminta tolong pada Winda untuk membantu Ardi dengan membawa Arjuna. Akan


tetapi Winda menolak permintaan Lela karena dia harus mengambil sikap dengan


keadaan yang ada. Winda harus menjaga perasaan orangtuanya dan perasaannya


sendiri.


            “Win, tolong ya bawa Arjuna ke


rumah. Ardi beberapa kali teriak-teriak nggak jelas karena dia marah pada Mina

__ADS_1


yang membohonginya sehingga dia meninggalkanmu dan Bimo” kata Lela memohon pada


Winda.


            “Maaf Kak, bukannya saya tidak mau.


Tetapi saya belum ada waktu” jawab Winda. Winda terpaksa berbohong kepada Lela


karena masih menjaga perasaan keluarga Lela. Karena apabila Lela tahu alasannya


karena dia menjaga perasaan orangtuanya, Lela dan keluarganya akan merasa


bersalah.


            “Kamu nggak bisa meluangkan waktu


sedikit buat Ardi?”


            “Maaf Kak”


            “Masak kamu nggak kasihan sama Ardi.


Walau bagaimanapun dia pernah menjadi suamimu dan dia adalah Ayah Arjuna” kata


Lela memaksa Winda supaya Winda mau mengajak Arjuna ke rumah Ardi supaya Ardi


tidak terlalu stress dengan keadaannya saat ini.


            “Kalau mau Kakak ke sini aja bawa Mas


Ardi. Dan sepertinya Mas Ardi butuh bantuan Psikolog supaya tenang” jawab


Winda.


            “Kamu tahu sendiri kan Win, kalau


kita sekeluarga juga Ardi malu bertemu dengan orangtuamu. Kami merasa bersalah


atas kelakuan Ardi sama kamu. Apalagi ternyata kamu punya anak dan kami tidak


pernah menanyakan perihal kabarmu sehingga kami tidak tahu keberadaan Arjuna”


jawab Lela.


            “Maaf Kak, saya juga harus menjaga


perasaan orangtua saya” jawab Winda akhirnya. Winda akhirnya jujur karena tidak


            Lela menutup telepon dari Winda dan


bertekad membujuk Ardi supaya Ardi mau bertemu Arjuna di rumahnya Winda.


            .........................................


            Sudah 1 bulan Ardi bercerai dengan


Mina dan fakta bahwa Bimo bukanlah anak Ardi sudah sampai di telinga kedua


orangtua Winda.


            “Win, apa bener kabar yang Ibu


terima kalau Ardi sudah cerai sama siapa itu perempuan itu!?” tanya Ibu Winda.


            “Iya Bu” jawab Winda”


            “Kok bisa?”


            “Bisa apa Bu?”


            “Kok bisa mereka cerai. Udah ninggalin


kamu malah cerai. Aneh”


            “Iya Bu. Lebih baik nggak usah


dipikirin ya Bu. Itu urusan mereka” jawab Winda.


            “Lha trus kamu gimana? Apa mau balikan


sama Ardi lagi?” tanya Ibu Winda agak sinis.


            “Apa sih Bu, tanyanya kok gitu”


            “Ya nggak, itu Kakaknya Ardi minta


kamu ke rumahnya terus. Mungkin mereka mau kamu balikan sama Ardi. Gimana sih,


dulu dibuang sekarang mau diambil lagi!”


            “Nggak Bu. Kan Winda udah nolak ke

__ADS_1


rumah mereka”


            “Ya baguslah. Ibu takut kamu


terperdaya lagi sama Ardi. Kalau mereka mau ketemu Arjuna biarkan mereka ke


sini aja! Mereka yang butuh kok kamu yang disuruh-suruh ke sana!” kata Ibu


Winda kesal.


            “Nggak Bu, udah ku tolak permintaan


Kak Lela waktu aku diminta ke rumahnya bawa Arjuna”


            “Ya bagus itu.... Tapi.....


sebenarnya Ibu.... Ibu pernah berpikir kalaupun kamu balikan sama Ardi Ibu


nggak apa-apa karena Ibu kasihan sama Arjuna. Biar Arjuna juga kenal Bapaknya.


Tapi..... kalau sampai balikan lagi Ibu juga takut kalau-kalau Ardi


menyepelekanmu dan selingkuh lagi. Ibu nggak rela” kata Ibu Winda dengan wajah


sendu.


            Winda yang melihat itu menjadi


merasa bersalah.


            “Maafin Winda ya Bu. Winda sudah


menyakiti hati Ayah dan Ibu karena sudah menikah dengan Mas Ardi” kata Winda


sambil menahan air matanya.


            “Ibu nggak apa-apa Nak... Apalagi


ada Arjuna. Anak yang sudah kamu tunggu-tunggu selama ini menemanimu di waktu


sulitmu. Ibu sedih juga senang. Sedih karena Ardi yang selingkuh, senang karena


ternyata kamu mengandung Arjuna. Waktu itu perasaan Ibu bercampur aduk tapi


ternyata semua baik-baik saja” kata Ibu Winda sambil meneteskan air mata.


            Winda yang melihat Ibunya meneteskan


air mata akhirnya ikut menangis juga. Ayah Winda yang berada di dapur dan


mendengar Winda dan istrinya menangis kemudian menghampiri mereka.


            “Ada apa? Arjuna mana?” tanya Ayah


Winda panik. Ayah Winda mengira terjadi sesuatu dengan Arjuna.


            Winda yang melihat ayahnya panik


melihat dia dan Ibunya kemudian tersenyum sambil menjawab,


            “Ada di kamar Yah. Masih tidur”


jawab Winda.


            “Trus kenapa kalian menangis?”


            “Nggak apa-apa Yah, cuma membahas


masa lalu saja” kata Winda sambil tersenyum supaya Ayahnya tenang.


            “Ya sudah kalau gitu. Nakutin orang


aja tiba-tiba nangis berdua” kata Ayah Winda sambil menggerutu dan menuju ke


dapur untuk melanjutkan aktifitasnya kembali.


            Setelah Ibunya Winda tenang, Winda


masuk ke kamar dan mengecek Arjuna. Dia melihat Arjuna yang sedang tidur.


Hatinya menjadi damai melihat anaknya yang sedang tidur.


            “Apa yang harus Ibu lakukan Nak?”


kata Winda kepada Arjuna.


            “Kamu ingin kita seperti ini atau


dengan Ayahmu di sampingmu?” kata Winda lagi mengajak ngobrol Arjua yang sedang


tidur.

__ADS_1


__ADS_2