Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya
BAB XXIII ALASAN


__ADS_3

            Ardi berpamitan kepada kedua orangtua Mina dengan rasa kecewa. Dia ingin segera


sampai rumah tapi terlalu capek sehingga dia memutuskan untuk menginap di


hotel. Sampai di kamar Ardi tak habis pikir kenapa Mina sampai ingin berpisah


dengannya. Ardi memikirkan apa kesalahannya sampai dia tertidur.


Ardi bangun kesiangan karena terasa capek dan tadi malam dia tidak bisa tidur


nyenyak. Ardi memutuskan segera pulang ke rumahnya. Dia masih berusaha


menghubungi Mina tapi tidak ada tanggapan dari Mina.


Sampai di rumah Ardi bingung mau menceritakan masalahnya dengan siapa. Dia ingin


mencari tahu alasan Mina memutuskan ingin berpisah dengan Ardi. Apa karena


Winda ke rumahnya atau ada masalah yang lain.


Kemudian Ardi memutuskan untuk membicarakan masalah ini dengan kakaknya. Sampai di rumah


kakaknya, ada Mitha kemudian Ardi bertanya keberadaan Bundanya Mitha.


“Mit, Bunda kamu di mana?” tanya Ardi kepada Mitha.


“Masih kerja dong Mas. Kan jam segini” jawab Mitha.


“Pulang jam berapa ya Mit?”


“Nggak tahu Mas. Bunda biasanya pulang sore atau malam kan”


Ardi terdiam, kemudian Mitha bertanya,


“Ada apa sih Mas?”


“Pengen ngobrol sama Bundamu” jawab Ardi.


“Nanti kesini aja kalau Bunda dah datang. Atau Mas Ardi nunggu di sini aja sampai


Bunda dateng” jawab Mitha.


“Mas Ardi kemarin pergi keluar ya?” tanya Mitha lagi.


“Iya. Kok tahu?” jawab Ardi.


“Itu Mbok Inem tadi pagi ke sini trus bilang sama Bunda”


“Tumben pagi-pagi ke sini?”


“Iya, tadi Bunda minta tolong bantuin masak. Soalnya kemarin sore Mbok Inem kesini.


Katanya kesepian di rumah nggak ada orang”


“Ya udah Mit, Mas Ardi pergi ke toko dulu. Nanti kalau Bunda mu dah datang bilang ya”


kata Ardi kemudian dia pergi ke tokonya.


Sampai di toko, Ardi tidak bisa fokus bekerja.


“Eh, kemarin lihat nggak Mbak Mina pergi bawa koper banyak?” kata Tyas kepada Resti.


“Iya tahu. Mbok Inem tadi pagi cerita sama aku. Kamu tahu dari mana?” tanya Resti


balik.


“Kemarin aku mau manggil Mas Ardi soalnya ada pesanan tapi barangnya habis. Sampai


rumahnya Mbak Mina keluar dari kamar Bimo bawa koper banyak banget” jawab Tyas.


“Banyak banget apaan sih. Lebay ah” kata Resti.

__ADS_1


“Nggak ya..... Kopernya ada 5 besar-besar” kata Tyas.


Kemudian mereka terdiam, tetapi kemudian Resti berkata.


“Hmmm.... Tadi pagi Mbok Inem kan manggil aku pas aku baru parkir motor di halaman rumah,


trus dia nawarin sarapan. Biasanya kan Mbak Mina dan Mas Ardi, tapi itu cuma ada


mbok Inem aja”


“Trus?” sela Tyas.


“Trus, pas aku dah masuk ke rumah Mbok Inem bilang ke aku sambil bisik-bisik. Katanya


Mbak Mina minta cerai sama Mas Ardi”


“Lah kenapa memang?” tanya Tyas lagi.


“Katanya sih karena Mbak Winda pas Mbak Mina pulang ke rumah orangtuantya datang ke


rumah ini lagi”


“Lah. Ngapain Mbak Winda ke sini?”


“Sssttt... jangan keras-keras” kata Resti kepada Tyas.


“Iya” bisik Tyas.


“Aku lanjutin ya” kata Resti dan Tyas mengangguk.


“Kan Mbak Winda sebenarnya punya anak dari Mas Ardi. Trus kakaknya Mas Ardi minta


Mbak Winda datang ke rumahnya” kata Resti menjelaskan.


“Aku kalau jadi Mbak Winda nggak mau ke rumah ini lagi. Ngapain ke  rumah orang yang udah nyakitin dia” kata


Tyas.


berhak ketemu Bapak dan keluarganya. Itu dulu kata Mbak Winda sih. Dia nggak


mau mutus hubungan anaknya dengan Bapaknya dan keluarganya”


“Iya juga sih. Tapi tetap aja. Kalau aku jadi Mbak Winda males deh berhubungan sama


keluarga di sini. Ya nggak?” kata Tyas.


“Iya juga sih” jawab Resti.


“Sssst.... Mas Ardi Mas Ardi” bisik Tyas kemudian melanjutkan pekerjaannya.s


Resti juga pura-pura menyiapkan barang dagangan sampai Ardi sudah tidak kelihatan


lagi.


Para karyawan yang lain kemudian ikut berkasak kusuk dengan Resti dan Tyas. Selama Mina di


situ hal rutin yang mereka lakukan adalah membicarakan tentang Mina dan Ardi


karena mereka menganggap Mina adalah sosok yang pas untuk dipergunjingkan.


............................


Ardi seperti orang kebingungan. Dia berjalan ke sana kemari tak tentu arah


memikirkan Mina dan Bimo. Dia menunggu kakaknya dengan tidak sabar. Mbok Inem


yang melihat hal itu kemudian memberanikan diri untuk bertanya.


“Mas, apa Mbak Mina tidak ikut pulang? Tanya Mbok Inem pelan sambil menunduk tidak


berani melihat Ardi.

__ADS_1


“Iya Mbok” jawab Ardi sedih.


Kemudian Ardi ingat kalau Mbok Inem ikut Mina pulang ke rumah orangtuanya dua minggu


yang lalu. Siapa tahu Mbok Inem tahu apa permasalah sebenarnya, pikir Ardi.


“Mbok, Mbok tahu nggak kenapa Mina tiba-tiba minta cerai? Apa karena Winda ke sini ya


Mbok?” tanya Ardi dengan sedih.


Mbok Inem terdiam, dia berpikir keras. Karena Mbok Inem tidak menjawab, Ardi


bertanya lagi,


“Waktu di kota S, pas Mbok Inem ikut Mina pulang ke rumah orangtuanya apa ada sesuatu


Mbok? Maksudku apa Mina cerita sesuatu sama Mbok Inem atau ada keanehan dengan


tingkah laku Mina?”


Mbok Inem menunduk dan berpikir, dia mengingat-ingat apa ada sesuatu yang terjadi


dengan Mina sewaktu di kota S. Kemudian Mbok Inem menjawab pertanyaan Ardi,


“Itu Mas, dulu pas waktu pulang ke sini sebenarnya Mbak Mina dipaksa orangtuanya”


jawab Mbok Inem.


“Maksud Mbok apa?” Ardi bertanya keheranan.


“Sebenarnya.... Mbak Mina belum mau pulang ke sini. Tapi karena dipaksa orangtuanya untuk


pulang ke sini jadi Mbak Mina pulang ke sini”


Ardi terdiam mendengar jawaban Mbok Inem. Dia merasa sedih dan berpikir berarti


memang Mina sudah ada masalah sebelum pulang ke sini. Kemudian Ardi bertanya


lagi,


“Memangnya ada masalah apa Mbok sampai dia nggak ingin pulang ke sini? Apa masih kangen


sama orangtuanya? Kalau Cuma masalah itu kan seharusnya bilang aja” kata Ardi


lagi.


“Nggak tahu Mas. Soalnya Mbak Mina pergi terus dari pagi sampai malam sama Bimo,


katanya sih ke Mall ketemu temennya Mbak Mina” jawab Mbok Inem.


“Temennya cowok atau cewek Mbok?” tanya Ardi lagi ingin tahu.


“Nggak tahu Mas. Tapi pas Mbak Mina pergi, sewaktu saya bantu-bantu beresin rumah saya


mendengar orangtua Mbak Mina membicarakan tentang Mbak Mina ....” jawab Mbok


Inem ragu, tidak mau melanjutkan ceritanya.


“Apa Mbok kata mereka?” Ardi bertanya lagi, mendesak Mbok Inem untuk menjawabnya.


“Itu Mas..... Anu....”


Ardi menunggu jawaban Mbok Inem,


“Apa Mbok? Temennya yang ditemuinya cowok?” tanya Ardi lagi.


“Katanya begitu Mas. Tapi orangtua Mbak Mina tidak yakin karena itu Cuma perkiraan


mereka saja..... Dan katanya ada tetangga yang melihat Mbak Mina dan Mas Bimo


di mall itu dengan seorang lelaki” jawab Mbok Inem.

__ADS_1


__ADS_2