
Hari-hari terus berlalu begitu cepat hingga tidak terasa usia kandungan Arisa sudah memasuki delapan bulan. Selama tujuh bulan terakhir kesabaran Angga sebagai suami benar-benar teruji oleh Arisa yang sikapnya mudah sekali berubah. Terkadang bahagia, sedih dan bisa saja tiba-tiba menangis dan Angga harus berusaha keras untuk membujuknya. Sungguh Arisa yang dulu sangat dewasa dan sangat pengertian hilang begitu saja setengah mengandung buah hatinya. Tapi, sedikit pun Angga tidak pernah mengeluh ataupun marah karena itu semua juga karena anaknya.
Bahkan permintaan Arisa terkadang membuat Angga harus sampai memijit kepalanya. Pernah sekali Arisa tiba-tiba mengubungi Angga dan menangis agar suaminya itu segera pulang hanya untuk menggaruk perutnya yang gatal dan mulai terlihat guratan perenggangan karena perutnya semakin membesar. Padahal saat itu Angga baru sampai kantor dan ia beruntung saat itu Ardi mengerti dan mengizinkannya pulang untuk menggaruk perut istrinya itu.
Pernah juga Arisa belut bakar tetapi Angga sendiri yang harus menangkapnya di sawah. Angga membutuhkan waktu hampir satu minggu untuk memenuhi keinginan istrinya itu karena di daerah Jakarta sangat susah mencari area persawahan dan ada belutnya. Dan masih banyak lagi permintaan-permintaan aneh Arisa yang membuat Angga pusing.
Seperti saat ini, Arisa sudah tidak sabar dan mengajak Angga untuk pergi membeli perlengkapan bayi untuk anak mereka yang berjenis kelamin perempuan. Arisa sudah sangat ingin berbelanja untuk calon anaknya itu karena mereka belum memiliki satu pun perlengkapan bayi.
" Mas, cepetan. Lama banget timbang siap-siap aja, ngalah-ngalahin calon pengantin " ucap Arisa kesal pada sang suami.
Angga yang sedang mengancingkan kemejanya hanya bisa menghela napasnya panjang. Padahal ia baru saja lima belas menit yang lalu pulang bekerja dan langsung mandi lalu bersiap-siap tapi istri itu mengatakan jika ia sudah sangat lama.
" Iya Sayang. Sabar sebentar ya " jawab Angga begitu lembut.
Angga memang akan berbicara selembut mungkin kepada Arisa karena jika nada bicaranya sedikit saja meninggi, maka Arisa akan langsung menangis karena menganggap suaminya itu membentaknya.
" Ayo kita berangkat sekarang " ucap Angga menghampiri Arisa.
Angga mengulurkan tangannya untuk membantu Arisa berdiri karena perutnya yang besar membuat ia kesulitan untuk bergerak.
Setelah itu Angga dan Arisa segera keluar dari kamar mereka. Mereka menghampiri Mama Mutia yang sedang memasak makan malam untuk berpamitan.
" Ma, kita pergi dulu " pamit Arisa pada Mama Mutia.
Arisa sudah mengatakan pada Mama Mutia jika sore ini ia akan pergi berbelanja perlengkapan bayi bersama dengan Angga.
" Iya Sayang, kalian hati-hati ya " jawab Mama Mutia.
__ADS_1
Angga dan Arisa pun menganggukan kepala mereka.
Mereka pun keluar dari rumah dan segera pergi ke salah satu mall besar di Jakarta dengan menggunakan mobil Angga. Ya, Angga sudah membeli mobil sendiri dari hasil kerjanya, ia merasa tidak enak jika harus menggunakan mobil istrinya. Mobil Arisa hanya digunakan jika mereka akan pergi berdua seperti saat ini.
***
Sesampainya di mall, Angga langsung mengajak Arisa masuk setelah ia memarkirkan mobilnya di basement mall itu. Angga sangat panik saat melihat istrinya berjalan begitu cepat saking antusiasnya. Maklum saja selama hamil Arisa sangat jarang keluar rumah jika tidak bersama dengan Angga, jadi wajar sekarang ia seperti kelinci yang lepas dari kandangnya.
" Ingin berjalan dengan pelan atau duduk di kursi roda? " ucap Angga setelah berhasil menghentikan langkah istrinya dengan menahan pinggangnya.
Wajah Arisa yang tadinya sangat senang langsung berubah saat mendengar ucapan sang suami.
" Jalan pelan " jawab Arisa dengan bibir yang maju beberapa centi.
" Jika begitu kita menuju ke toko perlengkapan bayi sekarang " ucap Angga menggenggam erat tangan Arisa.
Mereka pun menuju sebuah toko perlengkapan bayi yang cukup besar dan sangat lengkap.
" Ingat, berjalan dengan pelan dan jangan berlari " ucap Angga memperingatkan istrinya itu.
" Iya Mas " jawab Arisa.
Setelah itu Angga dan Arisa melihat-lihat dan memilih perlengkapan bayi untuk anak mereka. Bahkan Arisa kalap dengan memasukkan semua barang yang ia sukai ke dalam troli belanja.
" Yakin ingin membeli semua ini? " tanya Angga pada Arisa yang memasuki sepasang sepatu bayi ke dalam troli belanja yang ia dorong.
" Yakin, Mas. Kebutuhan bayi kan emang banyak, apalagi anak kita perempuan " jawab Arisa kembali memilih-milih sepatu bayi yang terlihat sangat lucu-lucu.
__ADS_1
" Sebaiknya kita membeli yang penting-penting saja. Anak kita akan cepat tumbuh dan semua pakaian itu tidak akan terpakai nantinya. Kita bisa membelinya lagi saat anak kita sudah lahir dan tumbuh. Bukankah akan mubazir jika seperti ini, seharusnya kamu yang lebih paham dari aku " ucap Angga pada sang istri.
Angga bukan tidak mampu membayar semua itu tetapi memang yang istrinya ambil sudah seperti akan membuka sebuah toko.
Arisa melihat lagi semua apa saja yang telah mereka ambil dan ia baru menyadari jika itu terlalu banyak. Arisa tidak mengira akan sebanyak itu dan tidak akan terpakai semua nantinya oleh anaknya karena bayi cepat sekali tumbuh besar.
" Kamu bener, Mas. Aku kalap banget saking antusiasnya karena dulu aku gak sempat beli apa-apa saat hamil Anjani. Aku akan pilih lagi cuma beli yang dibutuhkan sama anak kita " ucap Arisa pada Angga.
" Maafin aku ya, Mas. Terima kasih juga udah ingetin aku " lanjut Arisa.
" Iya Sayang " jawab Angga tersenyum lalu mengusap puncak kepala sang istri yang tertutup hijab.
Setelah itu Arisa kembali memilih barang apa saja yang memang dibutuhkan oleh anaknya nanti dan mengembalikan yang dirasa tidak perlu.
" Sudah selesai, Mas. Ayo kita bayar " ucap Arisa setelah selesai dan merasa tidak ada lagi yang harus ia beli.
" Iya Sayang " jawab Angga.
Angga dan Arisa pun segera membayar semua perlengkapan bayi itu di kasir. Mereka memutuskan untuk langsung pulang karena Arisa sudah merasa lelah dan hari sudah senja.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π