Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
76. Lima Tahun


__ADS_3

Lima tahun kemudian.


Hari-hari yang dijalani oleh Arisa terasa begitu berat ketika Angga tidak ada di sisinya dan tidak kunjung kembali hingga saat ini. Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk Arisa bisa terus berpura-pura tegar dan kuat, bukan hal jarang jika ada beberapa waktu Arisa menangis di malam hari karena sangat merindukan suaminya itu. Arisa harus tetap menjalani kehidupannya dengan normal dan harus terlihat baik-baik saja.


Untuk mengobati kerinduannya pada sang suami yang sekarang entah dimana dan bagaimana keadaannya, Arisa selalu mengunjungi tempat kejadian di hari-hari penting mereka. Arisa tidak bisa ke tempat itu setiap hari seperti dulu karena kesibukannya sekarang ini.


Sekarang Arisa sudah bekerja di perusahaan milik Daddy Smith sejak satu tahun yang lalu ketika dirinya baru saja lulus kuliah. Arisa sengaja memilih perusahaan milik Daddy Smith untuk belajar dan mencari pengalaman sebelum ia membantu Reno di perusahaan milik kakaknya itu. Arisa bekerja sebagai staf keuangan, kebetulan Rini juga mendapatkan posisi yang sama dengannya. Rini memang mendaftarkan diri di perusahaan yang sama dengan Arisa agar bisa bersama dengan sahabatnya itu.


Mengenai kedua mertuanya, Papa Hari masih bekerja di perusahaan Wicaksono Group hingga sekarang dan Mama Mutia sudah mengembangkan usahanya sehingga sekarang ia sudah berhasil membuka sebuah butik yang cukup besar.


Siang itu, Arisa sedang istirahat makan siang bersama dengan Rini di kantin. Mereka memang selalu berdua karena Arisa maupun Rini tidak memiliki teman dekat lainnya.


" Cepat habisin makanan kamu, sebentar lagi jam istirahat makan siang habis " ucap Arisa karena makanan Rini masih banyak.


" Iya Ris " jawab Rini mempercepat makannya.


Setelah makanan mereka habis, Arisa dan Rini langsung kembali ke ruangan mereka karena masih cukup banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan.


" Arisa, kebetulan kamu sudah kembali. Tolong kamu antar berkas ini ke ruangan Tuan Leon dan minta tanda tangannya " ucap atasan Arisa yang bernama Bu Sita.


" Baik, Bu " jawab Arisa.


Arisa pun segera pergi ke ruangan Leon yang berada di lantai tertinggi di gedung itu. Arisa sudah biasa pergi ke sana karena dirinya sering diminta oleh Bu Sita mengantarkan berkas untuk Leon.


Tok tok tok.


Arisa mengetuk pintu ruangan itu dan tidak lama kemudian terdengar jawaban dari dalam yang mempersilahkan ia masuk.


" Permisi, Tuan Leon " ucap Arisa memasuki ruangan itu.


Terlihat Leon baru selesai makan siang bersama dengan istri dan anak-anaknya. Arisa tersenyum dan menyapa mereka juga.

__ADS_1


" Arisa, sini duduk sebentar " ucap Yeni meminta Arisa untuk duduk di sampingnya.


" Maaf Kak, tapi Arisa datang untuk minta tanda tangan dari Tuan Leon " tolak Arisa yang merasa tidak enak jika harus duduk bersama mereka di saat jam kerja.


Tapi sepertinya penolakan Arisa tidak diterima oleh putri dari Leon dan Yeni. Gadis kecil yang baru berumur sekitar enam tahun itu menarik tangan Arisa untuk duduk bersamanya.


" Ayo Tante duduk aja, Daddy gak bakal marah kok " ucap putri Leon dan Yeni yang bernama Adelia menarik tangan Arisa.


Akhirnya Arisa pun duduk di samping Yeni walaupun ia merasa tidak enak pada Leon karena saat ini masih jam kerja.


" Mana berkas yang harus saya tanda tangani? " tanya Leon pada Arisa.


" Ini Tuan " jawab Arisa menyerahkan sebuah berkas yang dibawanya.


Leon pun mengambil berkas itu dari tangan Arisa dan pergi menuju meja kerjanya.


" Kamu bisa mengobrol sebentar bersama dengan istri dan anak-anak saya sebentar selagi saya memeriksa berkas ini " ucap Leon yang melihat Arisa merasa sungkan kepadanya.


Setelah itu Arisa diajak bermain oleh Adelia yang menyukai Arisa. Mereka cukup sering bertemu jika ada acara keluarga atau saat mereka mengunjungi Leon di kantor.


" Lio lagi baca buku apa? " tanya Arisa pada anak Leon dan Yeni yang lain.


Putra Leon dan Yeni yang bernama Adelio itu memang sangat berbeda dengan Adelia yang ceria dan cukup lincah. Sedangkan Adelio lebih pendiam dan juga dingin seperti Leon.


" Buku tentang bisnis, Tante " jawab Adelio dengan wajah datarnya.


Arisa sebenarnya cukup terkejut dan heran karena anak sekecil itu sudah membaca buku tentang bisnis.


" Dia memang seperti itu, Ris. Lebih suka baca buku yang cocok dibaca sama orang dewasa. Katanya biar pintar bisnis dan bisa menggantikan Daddy nya nanti " ucap Yeni pada Arisa.


Arisa pun hanya tersenyum.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Leon sudah selesai memeriksa berkas itu dan menandatanganinya. Leon menyerahkan berkas itu kembali kepada Arisa dan Arisa pun segera pamit kembali ke ruangannya untuk bekerja.


" Kok lama sih, Ris " ucap Rini setelah Arisa menyerahkan berkas itu kembali kepada Bu Sita dan duduk di meja kerjanya.


" Tadi ada Kak Yeni sama anak-anaknya terus ngobrol sama mereka sebentar " jawab Arisa.


Rini hanya ber-oh ria saja mendengar jawaban dari Arisa karena ia tahu jika Arisa memiliki hubungan yang baik dengan mereka.


Setelah itu pun mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing sebelum Bu Sita datang dan memarahi mereka karena terus saja mengobrol.


***


Pada saat jam pulang kantor tiba, Arisa dan Rini langsung merapikan meja kerja mereka dan bersiap untuk pulang. Rini pamit lebih dulu karena Doni sudah datang untuk menjemputnya. Rini memang masih berpacaran dengan Doni dan Doni memilih untuk bekerja di keluarga milik keluarganya.


" Aku duluan ya, Ris " pamit Rini pada Arisa.


" Iya " jawab Arisa yang masih memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.


Setelah selesai, Arisa pun langsung keluar dari gedung perusahaan itu. Arisa menuju area parkir khusus karyawan dimana mobilnya berada. Arisa memang sudah membeli sebuah mobil dari hasil kerjanya selama satu tahun. Ia sengaja membeli mobil karena lebih merasa aman saja jika harus pulang kerja malam ataupun saat lembur.


Sebelum pulang ke rumah, Arisa pergi ke tempat yang memang sering ia kunjungi selama lima tahun terakhir. Hari itu memang bukan hari yang istimewa untuk dirinya ataupun Angga tetapi ia merasa sangat rindu pada suaminya. Hanya dengan pergi ke sana sedikit rasa rindunya akan berkurang.


" Aku datang, Mas. Aku kangen banget sama kamu. Kapan kamu kembali? Lima tahun aku sudah menunggu kamu, Mas " ucap Arisa melihat hutan yang sudah kembali hijau seperti semula.


Setelah cukup lama berada di sana dan rasa rindunya sedikit berkurang, Arisa pun memutuskan untuk pulang karena hari akan segera berganti malam.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2