
Matahari sudah mulai terlihat sinarnya tetapi Angga masih betah untuk berlama-lama memeluk Arisa dengan mukena yang masih melekat di tubuh istrinya itu.
" Mas, lepasin. Aku harus masak buat kita sarapan " ucap Arisa pada Angga agar melepaskan pelukannya.
" Jangan, biar aku saja yang memasak sarapan kita pagi ini " larang Angga karena ia tahu jika Arisa masih kesulitan untuk bergerak.
" Aku aja Mas, itu kan tugas aku " ucap Arisa tidak ingin Angga melakukan tugasnya.
" Lalu apakah aku tidak boleh memasak sarapan untuk kita karena itu tugas kamu? " tanya Angga pada Arisa.
" Ya boleh sih " jawab Arisa yang memang Angga bisa melakukan itu.
Angga melepaskan pelukan lalu membantu Arisa berdiri dan membawanya ke tempat tidur.
" Sekarang kamu istirahat dan aku akan membawa sarapan kamu ke kamar jika sudah matang " ucap Angga meminta Arisa untuk beristirahat.
" Enggak Mas, aku mau bantuin kamu aja. Lagian aku juga sudah gak papa. Aku juga mau keluar kamar, bosan Mas dari kemarin sore gak keluar sama sekali " tolak Arisa karena ia tidak akan merasa nyaman jika ia beristirahat di kamar dan Angga yang harus memasak untuk sarapan mereka.
" Baiklah, tapi kamu hanya diam menunggu di meja makan dan tidak melakukan apapun " ucap Angga tidak ingin dibantah.
" Iya Mas " jawab Arisa pasrah dari pada ia harus tetap berada di kamar.
Angga merapikan peralatan sholat yang mereka gunakan dan meletakkannya pada tempat biasanya menyimpannya. Arisa sudah melarang Angga melakukannya tetapi Angga tidak memperdulikan larangan Arisa.
Angga juga sudah mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan kaos polos berwarna hitam, begitu juga Arisa yang menggunakan pakaian rumahan pendek dengan rambut yang ia kuncir kuda.
" Aaaaa Mas Angga " pekik Arisa saat Angga tiba-tiba mengangkat tubuhnya.
Sebenarnya Arisa ingin berjalan sendiri keluar dari kamar tetapi Angga tentu saja tidak tega melihat Arisa berjalan pelan dan seperti sedang menahan sakit. Tanpa mengatakan apapun, Angga menggendong Arisa keluar dari kamar mereka. Arisa hanya bisa pasrah dan mengalungkan tangannya di leher Angga walaupun ia merasa malu karena wajah mereka yang begitu dekat saat ini.
Setelah berada di dapur, Angga menurunkan Arisa di kursi meja bar dekat dapur karena Arisa ingin melihat Angga memasak dari dekat.
__ADS_1
" Kamu ingin sarapan apa? " tanya Angga pada Arisa.
" Terserah aja " jawab Arisa.
" Emang Mas Angga bisa masak? " tanya Arisa yang sebenarnya sedikit ragu suaminya itu bisa memasak.
Angga pun tersenyum karena sepertinya istrinya itu meragukan dirinya. " Walaupun tidak terlalu pintar memasak tetapi jika membuat sarapan yang simpel, aku bisa " jawab Angga.
Arisa menganggukkan kepalanya dan percaya jika Angga sudah berkata seperti itu.
Kemudian Angga pun mulai mengambil beberapa bahan makanan dari dalam kulkas dan ia akan membuat omelet sayur untuk sarapan pagi ini. Ia juga akan memasak nasi karena tidak ada nasi pagi ini.
" Tunggu, Mas " ucap Arisa yang membuat Angga menghentikan kegiatannya hendak mencuci beras.
" Ada apa? " tanya Angga menoleh ke arah Arisa.
Arisa tidak menjawab pertanyaan Angga tetapi ia langsung turun dari tempat duduknya. Arisa mengambil sesuatu dari lemari dapur lalu menghampiri Angga.
" Kamu harus pakai ini kalau mau memasak " ucap Arisa memakaikan celemek pada Angga.
" Terima kasih " ucap Angga setelah Arisa selesai memakaikan celemek di tubuhnya.
Arisa pun menganggukkan kepalanya.
" Mas Angga semangat masak sarapannya " ucap Arisa tersenyum memberikan semangat kepada suaminya.
Angga menganggukkan kepalanya lalu mengusap kepala Arisa.
Setelah itu Arisa kembali ke tempat duduknya dan ia akan melihat suaminya memasak untuk pertama kalinya.
Angga mencuci beras dan setelah bersih ia langsung memasukkannya ke dalam penanak nasi. Angga juga mencuci beberapa sayur yang akan digunakan lalu memotongnya. Angga mengocok dua buah butir telur dan memasukkan penyedap rasa dan sayur yang sudah ia potong. Setelah tercampur sempurna, Angga memanaskan minyak goreng di atas penggorengan dan mulai menggoreng telur itu menjadi omelet.
__ADS_1
Angga begitu telaten seperti ia sudah terbiasa memasak dan Arisa sangat kagum melihat itu. Ia tidak menyangka bahwa Angga yang biasanya datar dan dingin itu bisa memasak selihai itu.
Saat semuanya sudah matang, Angga meletakkan dua piring sarapan di meja lalu duduk di samping Arisa. Angga juga mengambil dua gelas air putih untuk mereka.
" Makanlah " ucap Angga meletakkan sepiring nasi panas dengan omelet sayur buatannya.
Aroma menggoda omelet sayur itu membuat Arisa tidak sabar untuk segera mencobanya. Arisa berdoa sebelum makan lalu ia segera memasukkan omelet sayur itu ke dalam mulutnya. Bukan hanya aromanya yang menggoda tetapi rasanya juga sangat enak.
" Wah, ini enak banget Mas " ucap Arisa karena memang omelet sayur itu sangat enak dan ia sangat menyukainya.
Angga tersenyum tipis karena Arisa terlihat menyukai omelet sayur buatannya.
" Mas Angga sudah biasa masak ya? " tanya Arisa lalu memasukkan lagi omelet sayur berserta nasi ke dalam mulutnya.
Angga menganggukkan kepalanya. " Walaupun Mbok Inem juga sering memasak untuk kami, tetapi aku lebih suka jika memasak sendiri di paviliun. Aku merasa tidak enak jika harus makan di rumah utama. Maka dari itu hampir setiap pagi aku memasak walaupun terkadang saat makan siang dan malam, aku lebih sering makan di luar " jawab Angga.
Selama tinggal di paviliun, memang Angga sangat sering memasak untuk dirinya dan Teno. Selain karena tidak enak jika makan di rumah utama tetapi memang karena ia suka memasak. Hanya saja sejak ia menikah dengan Arisa, Angga tidak pernah memasak lagi sebelum ini karena Arisa yang akan selalu memasak dan menyiapkan makanan untuk dirinya.
" Apa kamu menyukainya? " tanya Angga pada Arisa.
" Iya Mas, aku suka banget " jawab Arisa yang memang menyukai masakan Angga itu.
" Lain kali kalau aku mau lagi, Mas Angga bisa kan masakin buat aku? " tanya Arisa karena kemungkinan besar ia akan menginginkan masakan Angga lagi.
Angga menganggukkan kepalanya. " Aku akan memasaknya lagi untuk kamu " jawab Angga.
Setelah itu mereka pun menghabiskan sarapan buatan Angga di piring mereka masing-masing.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π