Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
98. Kedatangan Antonio dan Celine


__ADS_3

Angga terus membujuk Arisa hingga akhirnya Arisa pun luluh. Arisa tidak tega melihat Angga yang membujuknya lebih dari satu jam. Orang yang datar dan irit bicara seperti suaminya itu sangat jarang peka untuk membujuk istrinya yang sedang marah, tetapi Angga melakukannya dan membuat Arisa tidak bisa marah terlalu lama.


" Tapi lain kali jangan lagi ya. Aku kan malu ketahuan sama Mama " ucap Arisa pada Angga.


" Iya Sayang " jawab Angga tersenyum senang karena tidak sia-sia ia berusaha keras membujuk istrinya.


" Tapi jika di kamar boleh, kan? " ucap Angga memeluk sang istri dari belakang.


" Lepasin ih " ucap Arisa memberontak.


Jika terus seperti itu maka akan terjadi perang di atas ranjang dan Arisa tidak bisa membiarkan itu karena ibu mertuanya sedang berada di rumah. Kejadian tadi saja ia masih sangat malu, apalagi jika ibu mertuanya itu mendengar desahannya karena Angga belum memasang alat peredam suara di kamar mereka.


" Ayolah, Sayang. Yang tadi belum selesai karena ada Mama, jadi kita lanjutkan sekarang " ucap Angga mulai beraksi.


Angga memberikan kecupan basah di leher Arisa dan sesekali menggigitnya untuk meninggalkan tanda merah. Tangannya sudah menyusup melepaskan pengait bra milik Arisa dan memainkan kedua benda kenyal kesukaannya itu.


Runtuh sudah pertahanan Arisa dengan terdengarnya suara ******* yang begitu indah dari mulutnya.


" Akh, Mas Angga " desah Arisa karena Angga menarik-narik ujung dadanya.


Tangan Angga bergerak untuk menurunkan celana istrinya tapi harus terhenti saat mendengar suara ketukan dari luar.


" ****, siapa sih ganggu aja " gerutu Angga kesal karena kegiatannya terganggu.


Dengan terpaksa Angga melepaskan istrinya itu dan turun dari tempat tidur untuk membuka pintu. Sedangkan Arisa segera merapikan pakaiannya yang berantakan karena ulah suaminya. Ia benar-benar merutuki dirinya sendiri yang selalu terbuai oleh sentuhan suaminya.


Ceklek.


Angga membuka pintu kamar itu dan terlihat Mama Mutia ada di sana.


" Ada apa, Ma? " tanya Angga pada Mama Mutia.

__ADS_1


" Ada tamu yang cari kalian. Cepatlah keluar, kasian mereka nunggu lama " jawab Mama Mutia.


" Baiklah, kami akan segera keluar " ucap Angga.


Setelah itu Mama Mutia berbalik untuk pergi dari sana. Tapi sebelum benar-benar pergi, Mama Mutia mengatakan sesuatu yang membuat Angga sangat malu.


" Angga, lebih baik pasang alat peredam suara di kamar kalian. Mama merinding mendengar suara-suara merdu kalian itu " ucap Mama Mutia tersenyum menggoda putranya.


Mama Mutia memang sempat mendengar suara-suara itu dari dalam kamar Angga dan Arisa saat hendak memanggil mereka.


Mama Mutia pun langsung pergi dengan tertawa kecil melihat putranya yang sedang malu dan salah tingkah.


" Sepertinya memang aku harus memasang alat peredam suara secepatnya " gumam Angga karena tidak ingin suara-suara indah istrinya didengar oleh orang lain.


Kemudian Angga kembali masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya untuk melihat siapa tamu yang datang karena saat ini hanya menggunakan celana pendek dan kaos tanpa lengan.


" Siapa, Mas? " tanya Arisa pada Angga.


" Mama. Ada tamu yang ingin menemui kita " jawab Angga.


Angga mengedikkan kedua bahunya karena ia pun tidak tahu siapa yang ingin bertemu dengan mereka.


Angga dan Arisa pun segera mengganti pakaian mereka lalu pergi keluar kamar untuk menemui tamu yang ingin bertemu dengan mereka.


***


Angga dan Arisa sangat senang saat melihat yang ingin bertemu mereka adalah Antonio dan Celine. Sepertinya mereka baru kembali dari Bali dan langsung datang ke rumah mereka. Arisa pun langsung memeluk Celine dan menyambut mereka.


" Kenapa kalian tidak memberitahuku jika ingin datang? " tanya Angga pada Antonio dan Celine.


" Kami sengaja karena ingin memberikan kejutan kepada kalian " jawab Celine tersenyum.

__ADS_1


Mama Mutia bergabung dengan mereka setelah meletakkan minuman dan cemilan untuk tamu mereka.


" Jadi kalian adalah orang yang menolong putra saya? " tanya Mama Mutia pada Antonio dan Celine.


" Iya Nyonya " jawab Antonio.


" Saya sudah mendengar tentang kalian dari Angga dan saya mengucapkan banyak sekali terima kasih karena kalian telah menolong Angga. Mungkin saya tidak akan pernah bertemu putra saya lagi jika tidak ada pertolongan dari kalian " ucap Mama Mutia yang akhirnya bertemu dengan orang yang menolong putranya.


" Anda tidak perlu berterima kasih pada kami, Nyonya. Kewajiban kami menolong Angga dan kami juga sudah menganggap Angga sebagai adik kami " jawab Antonio yang diangguki oleh Celine.


" Kalau begitu jangan panggil saya Nyonya lagi. Kalian bilang adalah kakak dari putra saya berarti kalian juga anak saya. Panggil saya Mama " ucap Mama Mutia.


Antonio dan Celine pun menganggukkan kepala mereka dan tersenyum.


" Kapan kalian kembali ke Singapura? " tanya Angga pada Antonio dan Celine.


" Hari ini, penerbangan kami tiga jam lagi " jawab Antonio.


" Kenapa cepat sekali? Padahal aku berharap kalian menginap di sini " ucap Arisa merasa sedih karena mereka harus cepat kembali.


" Mungkin lain kali ya. Ada pekerjaan yang menunggu kami di Singapura " jawab Celine mengusap bahu Arisa.


" Atau nanti kalian yang berkunjung ke rumah kami di Singapura. Kami akan menunggu kedatangan kalian " ucap Antonio pada Angga dan Arisa.


" Baiklah, kami akan mengunjungi kalian nanti " jawab Angga.


Mereka pun mengobrol sebelum Antonio dan Celine pergi ke bandara untuk kembali ke Singapura. Antonio dan Celine sebenarnya ingin bertemu dengan Papa Hari, tetapi tidak bisa karena Papa Hari berada di luar kota.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2