Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
51. Menerima dengan Bahagia


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Angga langsung mengangkat tubuh Arisa dan membawanya ke kamar mereka. Angga merebahkan tubuh Arisa secara perlahan di atas tempat tidur dan langsung mengungkungnya.


" Maaf, aku sudah tidak bisa menahannya lagi " ucap Angga dengan mata yang penuh dengan kabut gairah.


Arisa pun hanya menganggukkan kepalanya karena ia tidak bisa menolak suaminya itu dan terlebih ia tidak tega jika harus melihat Angga yang terus menahan hasratnya.


Hingga akhirnya terjadilah apa yang sudah harusnya terjadi diantara mereka berdua. Angga merasa sangat bahagia dan lega karena bisa melepaskan semua yang ia tahan selama perjalanan tadi.


Angga merebahkan tubuhnya di samping Arisa dan melihat langit-langit kamar itu. Ia baru sadar jika mereka melakukannya tanpa menggunakan pengaman dan kemungkinan besar Arisa akan segera mengandung anaknya. Angga bukannya tidak siap untuk menjadi orang tua tetapi ia hanya takut Arisa yang tidak siap menjadi orang tua di usia muda. Terlebih lagi sekarang keadaan belum aman dan masih ada musuh-musuh yang mengancam keselamatan dirinya dan juga Arisa sebagai istrinya.


Angga melirik Arisa yang memejamkan matanya karena kelelahan dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Ia harus segera membicarakan tentang hal itu kepada Arisa dan memastikan apakah Arisa akan siap jika harus mengandung anaknya di saat usianya masih sangat muda. Angga memiringkan tubuhnya dan tangannya memeluk perut Arisa.


" Arisa " panggil Angga pada Arisa yang sedang memejamkan matanya.

__ADS_1


Arisa pun langsung membuka matanya. " Iya Mas " jawab Arisa menoleh pada Angga.


" Kita sudah melakukannya dua kali dan aku tidak menggunakan pengaman. Jika nanti dia tumbuh di sini bagaimana? " ucap Angga mengusap perut rata Arisa.


Arisa terdiam mendengar pertanyaan dari Angga tetapi ia juga sadar jika mereka melakukan itu dengan sama-sama ingin dan dengan rasa bahagia jadi ia harus menerima apapun yang dihasilkan dengan perasaan yang bahagia juga.


Melihat Arisa yang hanya diam, membuat Angga merasa bersalah karena ia mengira jika Arisa belum siap mengandung anaknya dan akan marah kepadanya.


" Maafkan aku, Arisa. Aku tidak memikirkan itu sebelumnya sehingga aku melupakan jika kamu masih sangat muda dan mungkin belum siap menjadi orang tua " ucap Angga mengeratkan pelukannya.


" Jadi kamu tidak masalah jika dia hadir dan ada diantara kita? " tanya Angga menatap mata Arisa.


" Tidak, Mas. Aku pasti akan sangat bahagia " jawab Arisa tersenyum.

__ADS_1


Angga sangat bahagia mendengarnya dan ia langsung menarik Arisa dalam pelukannya. Entah mengapa ia sangat yakin jika akan tumbuh kehidupan baru di perut Arisa yang akan menambah kebahagiaan mereka.


" Terima kasih banyak, Sayang. Aku sangat mencintaimu " ucap Angga mengecup puncak kepala Arisa.


" Aku juga sangat mencintaimu, Mas " balas Arisa mengeratkan pelukannya pada Angga.


Setelah itu mereka pun membersihkan diri berdua, hanya membersihkan diri karena Arisa benar-benar lelah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2