
Angga menggendong tubuh Arisa ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka setelah makan siang plus-plus yang sangat menguras keringat. Angga juga akan mandi bersama bersama dengan sang istri.
" Cuma mandi ya, Mas " ucap Arisa was-was takut suaminya itu mengajaknya bermain kembali.
" Iya Sayang " jawab Angga menurunkan Arisa ke dalam bath tub yang sebelumnya sudah ia isi dengan air hangat.
Angga tentu saja tidak tega jika mengajak istrinya untuk bermain keringat lagi, apalagi wajah istrinya sudah menandakan jika ia lelah.
Kemudian Angga juga ikut masuk ke dalam bath tub dan membantu untuk menggosok tubuh Arisa. Mereka benar-benar hanya mandi karena saat ini jam makan siang sudah hampir habis dan Angga harus kembali bekerja.
" Mas, ini gimana? Baju aku udah gak bisa dipakai lagi " ucap Arisa saat mereka sudah berada di kamar istirahat yang ada di ruangan kerja Angga.
Pakaian yang Arisa pakai tadi memang sudah tidak bisa dipakai lagi sehingga Arisa sangat panik.
" Kamu tenang saja, aku sudah memesan pakaian ganti untuk kamu " ucap Angga yang sedang mengancingkan kemejanya.
Angga memiliki beberapa pakaian ganti yang sengaja ia tinggal untuk keadaan-keadaan seperti ini.
Arisa pun bernapas lega setelah mendengar itu.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu ruangan Angga diketuk dan itu adalah seorang OB yang mengantarkan pakaian ganti untuk Arisa.
" Pakailah, aku akan merapikan tempat yang kita gunakan tadi " ucap Angga memberikan sebuah paper bag berisi pakaian ganti pada Arisa.
Arisa menganggukkan kepalanya dan menerima paper bag itu.
Setelah itu Angga segera keluar dari kamar istirahat dan meninggalkan sang istri untuk memakai pakaiannya. Angga memunguti pakaian mereka yang tadi ia lemparkan kemana-mana lalu memasukkannya ke dalam paper bag untuk ia bawa pulang nanti. Ia juga merapikan sofa dan sekitarnya yang cukup berantakan.
Tok tok tok.
__ADS_1
Pintu ruangan kerja Angga kembali diketuk saat Angga baru selesai merapikan ruangan itu.
" Siapa? " gumam Angga.
Angga pun segera membuka pintu ruangannya kerjanya dan ia sangat terkejut saat melihat Ardi dan Tya di sana.
" Silahkan masuk, Tuan Muda " ucap Angga mempersilahkan sepasang suami istri itu masih.
Beruntung ruangan itu sudah ia rapikan sehingga ia tidak harus menanggung rasa malu.
" Arisa mana, Kak? Tadi aku liat Arisa datang " tanya Tya pada Angga.
Tya memang sempat melihat Arisa yang memasuki ruangan kerja Angga saat ia juga ingin pergi ke ruangan kerja Ardi untuk mengantar makan siang.
Baru Angga hendak menjawab, Arisa sudah muncul dari kamar istirahat. Arisa sangat terkejut saat melihat keberadaan Ardi dan Tya di sana. Beruntung ia sudah menggunakan hijabnya karena ada Ardi di sana.
Arisa mendudukkan tubuhnya di samping Angga dengan dibantu oleh suaminya itu.
" Loh Ris, kok baju kamu beda. Kayaknya tadi aku liat kamu gak pakai baju ini " ucap Tya karena ia melihat Arisa menggunakan pakaian yang berbeda dalam waktu satu jam.
Angga dan Arisa terkejut mendengar itu dan mereka bingung bagaimana untuk menjawabnya.
" Sayang, kamu ni kayak gak pernah aja. Kak Angga sama Arisa itu habis makan siang yang menguras keringat. Liat aja tuh, makan siang yang sebenarnya masih utuh " ucap Ardi pada sang istri.
" Oh, itu " ucap Tya tersenyum.
Ardi bisa mengetahui apa yang Angga dan Arisa lakukan, bisa terlihat dengan bergantinya pakaian mereka dan juga rambut Angga memang masih basah.
Sementara itu Angga dan Arisa hanya bisa menahan malu karena atasannya mengetahui apa yang mereka lakukan.
__ADS_1
" Gara-gara Mas Angga nih, malu banget " batin Arisa dengan wajah yang sudah mereka.
Berbeda dengan Arisa yang wajahnya sudah memerah, Angga malah memasang wajah datar.
" Gak usah malu, Ris. Itu hal wajar kok " ucap Tya pada Arisa.
" Iya Kak " jawab Arisa.
Setelah itu Tya menyampaikan tujuannya mendatangi Angga dan Arisa ke ruangan kerja Angga.
" Gini Ris, Kakak mau ajak kamu main ke rumah. Kamu udah lama gak ke rumah, Adit sama Raila udah kangen sama kamu " ucap Tya pada Arisa.
" Aku sih mau aja, Kak. Tapi... " jawab Arisa lalu melirik sang suami.
Tadi baru saja Angga katakan jika Arisa tidak boleh pergi tanpa dirinya jadi ia harus mendapatkan izin dari sang suami.
" Pergilah, nanti aku akan menjemputmu " ucap Angga yang mengetahui maksud dari lirikan sang istri.
Arisa pun merasa senang telah mendapatkan izin dari Angga. Ia juga sudah sangat merindukan Aditya dan Raila karena memang sudah cukup lama tidak bertemu.
Arisa menemani Angga makan siang terlebih dahulu baru setelah itu ia akan pergi ke kediaman Keluarga Wicaksono bersama dengan Tya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1