Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
72. Arisa Sakit


__ADS_3

Pada sore harinya, Arisa sudah selesai kuliah. Arisa akan pergi ke tempat kejadian ledakan bom sebelum ia pulang ke rumah seperti biasanya. Walaupun jaraknya lumayan jauh tetapi Arisa akan selalu ke sana sebelum ia pulang. Ia tidak pernah mengatakan kepada siapapun karena mereka pasti akan melarangnya pergi ke sana sendiri. Tapi mungkin saja ada orang yang diperintahkan oleh Tuan Gunawan untuk mengawasi dan menjaga dirinya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit dari kampus, Arisa sampai di hutan bekas terbakar. Tidak ada siapapun di sana selain dirinya dan juga jalanan di sekitar sana sangat sepi.


" Aku datang ke sini lagi, Mas. Aku harap, aku bisa menemukan kamu di sini " gumam Arisa melihat hutan itu dari tepi jalan.


Arisa tidak pernah mencoba untuk masuk ke dalam hutan itu karena cukup berbahaya. Bisa saja ia tersesat dan tidak akan bisa kembali pulang. Ia tidak ingin membuat semua orang yang menyayanginya khawatir dan merepotkan mereka.


Cukup lama Arisa berada di sana, hingga akhirnya ia memutuskan untuk segera pulang karena hari juga sudah semakin sore. Mama Mutia pasti sudah sangat mengkhawatirkannya karena belum juga pulang.


Benar saja saat hari saya sampai di rumah, Mama Mutia menunggunya di teras. Terlihat wajah lega Mama Mutia saat melihat dirinya sudah pulang ke rumah. Arisa pun segera memasukkan motornya lalu menghampiri Mama Mutia. Arisa mencium tangan Mama Mutia setelah ia melepaskan helm di kepalanya.


" Assalamualaikum, Ma " ucap Arisa mencium tangan Mama Mutia.


" Walaikumsalam, Sayang " jawab Mama Mutia.


" Kenapa pulangnya lebih sore dari biasanya? " tanya Mama Mutia pada Arisa.


" Mata kuliah hari ini cukup banyak, Ma " jawab Arisa tidak sepenuhnya berbohong.


Memang mata kuliah pada hari itu lebih banyak dari biasanya yang membuat dirinya terlambat pulang ke rumah karena memang biasanya ia selalu mendatangi tempat itu, jadi keterlambatan Arisa pulang bukan karena ia mampir ke tempat kejadian ledakan bom itu.


" Maaf ya Arisa sudah buat Mama khawatir " ucap Arisa merasa bersalah karena telah membuat Ibu mertuanya itu merasa khawatir.


" Gak papa, Sayang " jawab Mama Mutia tersenyum.


" Kalau gitu sekarang kamu masuk dan mandi " ucap Mama Mutia pada Arisa.


" Iya Ma " jawab Arisa.


Setelah itu Arisa dan Mama Mutia pun masuk ke dalam rumah. Arisa masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya sebelum waktu magrib tiba.

__ADS_1


***


Hari sudah berganti malam, Arisa akan makan malam bersama dengan Papa Hari dan Mama Mutia. Tapi malam ini Mama Mutia merasa sedikit aneh dengan Arisa yang tiba-tiba saja mual saat mencium masakannya yang terdapat banyak bawang merah. Apalagi semenjak pulang tadi wajah Arisa memang terlihat sedikit pucat.


" Kamu gak papa, Sayang? " tanya Mama Mutia pada Arisa saat Arisa sudah memuntahkan isi perutnya.


" Gak papa kok, Ma " jawab Alisa walaupun kepalanya terasa sangat pusing.


Arisa tidak ingin membuat Mama Mutia merasa khawatir lagi. Sebenarnya ia sudah merasakan pusing dan tubuhnya sedikit lemas setelah meminum jus alpukat yang dibelikan oleh Rini tadi. Tetapi ia berusaha menganggapnya pusing biasa karena tubuhnya kelelahan, tetapi setelah ia pulang tadi rasa pusing di kepalanya semakin parah. Apalagi ketika ia mencium bau masakan Mama Mutia yang terdapat banyak bawang merah.


" Kamu yakin, Sayang? Wajah kamu ini pucat sekali " tanya Mama Mutia memastikan keadaan Arisa.


" Yakin, Ma. Mungkin Arisa cuma masuk angin dan kecapekan aja " jawab Arisa tersenyum dan seolah-olah dirinya baik-baik saja.


" Arisa ke kamar duluan ya, Ma. Arisa mau istirahat, maaf gak bisa makan masakan Mama malam ini " ucap Arisa pada Mama Mutia.


" Gak papa, Sayang " jawab Mama Mutia.


" Arisa kenapa? " tanya Papa Hari setelah Mama Mutia kembali.


" Katanya masuk angin dan kecapekan. Sekarang dia ke kamar buat istirahat " jawab Mama Mutia Mutia.


" Semoga Arisa cepat membaik " ucap Papa Hari.


Mama Mutia pun menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Papa Hari dan Mama Mutia pun melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda karena Arisa yang merasa mual.


Mama Mutia membuatkan sebuah minuman herbal untuk Arisa yang berguna untuk meredakan mual dan pusing yang sedang Arisa rasakan akibat masuk angin. Mama Mutia mengantarkan minuman herbal itu ke kamar Arisa.


" Mama buatkan kamu minuman herbal. Ini bagus untuk meredakan mual dan pusing karena masuk angin " ucap Mama Mutia memberikan minuman herbal itu pada Arisa.

__ADS_1


" Mama seharusnya gak perlu repot-repot gini. Arisa bisa buat sendiri kok, Ma " ucap Arisa merasa tidak enak harus merepotkan Mama Mutia.


" Mama gak merasa direpotkan kok, Sayang " jawab Mama Mutia.


Arisa pun meminum minuman herbal buatan Mama Mutia itu hingga habis. Rasanya cukup manis karena Mama Mutia menambahkan cukup banyak madu di dalamnya agar Arisa bisa meminumnya.


" Terima kasih banyak ya, Ma " ucap Arisa setelah meminum minuman herbal itu.


" Sama-sama, Sayang " jawab Mama Mutia.


Mama Mutia mengambil gelas bekas minuman herbal itu dari tangan Arisa dan ingin mengembalikannya ke dapur. Arisa sempat menolak dan ingin mengembalikannya sendiri ke dapur tetapi Mama Mutia dengan tegas menolaknya dan meminta Arisa untuk beristirahat saja.


" Sekarang kamu istirahat ya, biar besok badan kamu sudah enakan " ucap Mama Mutia pada Arisa.


" Iya, Ma. Makasih ya " jawab Arisa.


Mama Mutia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Kemudian Mama Mutia segera keluar dari kamar itu dan menutup kembali pintunya agar Arisa bisa segera beristirahat.


Arisa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah Mama Mutia keluar dari kamarnya. Ia merasa tubuhnya lebih baik dan rasa mualnya pun berkurang setelah meminum minuman herbal buatan Mama Mutia.


" Ya Allah, sehatkan lah tubuh hamba kembali agar hamba bisa beraktivitas lagi besok seperti biasanya " doa Arisa sebelum ia pergi tidur.


Setelah itu Arisa pun mencoba untuk memejamkan matanya dan berusaha untuk pergi tidur. Cukup sulit ia bisa tidur karena rasa pusing di kepalanya masih ia rasakan, tetapi lama-kelamaan ia pun bisa tidur dengan nyenyak. Ia berharap agar kondisinya kembali normal seperti biasa agar ia juga bisa menjalankan semua aktivitasnya kembali.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2