Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
40. Candu


__ADS_3

Suasana canggung terjadi setelah Angga dan Arisa mengakhiri ciuman mereka. Bahkan Arisa terus memilin ujung piyama yang ia kenakan karena saking gugup dan malunya. Sedangkan Angga terus tersenyum mengingat betapa manisnya bibir milik istrinya itu.


" Mas, aku ke kamar duluan. Aku sudah mengantuk " pamit Arisa berdiri dari duduknya.


Tanpa menunggu jawaban dari Angga, Arisa pun langsung pergi ke kamar mereka. Ia merasa jantung dan tubuhnya tidak aman jika terus berada di dekat Angga.


" Kenapa aku jadi seperti ini sih? Akh, Mas Angga sudah cium bibirku " gumam Arisa mempercepat langkahnya menuju kamar.


Sedangkan Angga tersenyum melihat itu karena ia tahu jika Arisa sangat malu setengah ciuman pertama mereka. Entah mengapa juga sekarang ia melihat Arisa begitu menggemaskan jika sedang malu seperti itu. Awalnya ia menganggapnya biasa saat Arisa sedang malu dan langsung pergi agar Arisa tidak merasa malu lagi, tapi sekarang ia sangat menyukainya.


" Lebih baik aku menyusulnya " ucap Angga lalu langsung mematikan televisi yang dari tadi terus menyala tapi tidak jadi mereka tonton.


Angga juga memasukkan buah potong yang tidak sempat mereka makan lalu pergi ke kamar untuk menyusul Arisa.


Ceklek.


Angga membuka pintu kamar dan melihat Arisa yang sudah memejamkan matanya dan menutup tubuhnya dengan selimut sampai ke dada. Tapi sepertinya Arisa berpura-pura tidur karena Arisa tidak pernah tidur dengan posisi seperti itu sebelumnya. Sekarang Arisa miring dengan membelakangi dirinya padahal Arisa tidak pernah nyaman tidur dengan posisi seperti itu.


" Dia memang tidak pintar berakting " gumam Angga sangat pelan saat melihat kepala Arisa yang bergerak ingin melihat keberadaannya.


Angga pun segera naik ke atas tempat tidur di samping Arisa, ia juga bersikap seolah tidak mengetahui jika Arisa hanya berpura-pura tidur. Sedangkan Arisa memang hanya berpura-pura tidur saat mendengar suara pintu kamar itu dibuka. Ia mencoba tetap berada di posisinya walaupun ia merasa sangat tidak nyaman. Jantungnya berdetak semakin cepat saat tangan Angga menyentuh pundaknya.


" Aduh, jangan sampai deh Mas Angga tau kalau aku cuma pura-pura tidur " ucap Arisa dalam hati.


Angga membalik tubuh Arisa agar tidak membelakanginya lagi, bukan hanya karena tidak ingin Arisa merasa tidak nyaman tapi juga karena ia ingin melihat wajah Arisa. Ia bisa melihat wajah Arisa yang sangat merah dan tetap masih berpura-pura untuk tidur.


" Kalau kamu masih berpura-pura tidur, aku akan menciummu lagi " ucap Angga sambil menatap wajah cantik Arisa.

__ADS_1


Mata Arisa pun langsung terbuka setelah mendengar itu dan ia semakin malu karena Angga mengetahui jika dirinya berpura-pura tidur.


" Maaf, Mas " ucap Arisa tanpa berani menatap wajah Angga yang sekarang berada di atasnya.


Hal itu malah membuat Angga semakin gemas apalagi sekarang Arisa mengigit bibirnya karena merasa gugup. Angga pun menjadi sangat tergoda untuk menciumnya kembali. Tanpa memberikan aba-aba, Angga langsung mencium bibir Arisa yang sudah menjadi candunya mulai malam ini.


Mata Arisa kembali membulat dan sangat terkejut tapi ia hanya bisa pasrah karena ia tidak sanggup menolak kelembutan ciuman dari Angga. Arisa memejamkan matanya dan sekarang ia sudah mencoba untuk membalasnya walaupun sangat kaku.


Angga merasa sangat senang saat merasakan Arisa membalas ciuman hingga tanpa sadar salah satu tangannya bergerak masuk ke dalam piyama yang dikenakan Arisa dan mengusap lembut perut Arisa yang datar.


" Egh " lenguh Arisa saat merasakan tubuhnya terasa berbeda saat tangan Angga menyentuh perutnya.


Hingga saat tangan Angga sudah menyentuh bagian dada Arisa, Angga teringat jika Arisa ingin melakukan dengan orang yang dicintainya dan ia takut jika kebablasan karena junior juga sudah menegang sekarang di bawah sana. Sedangkan ia belum bisa memastikan perasaan mereka berdua sekarang.


" Argh, sial " umpat Angga dalam hati.


" Tidurlah dulu. Aku harus ke kamar mandi " ucap Angga langsung turun dari tempat tidur.


Angga harus bisa meredam hasrat yang sudah naik agar kepalanya tidak sakit dan ia bisa tidur malam ini.


Setelah Angga masuk ke dalam kamar mandi, Arisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Jika saja Angga tidak menghentikan itu maka kemungkinan besar ia sudah tidak perawan lagi malam ini. Tapi tiba-tiba Arisa menyingkirkan kedua telapak tangannya dengan wajah sedih.


" Apa Mas Angga belum mencintai aku jadi dia gak melakukannya? " gumam Arisa yang mengira itu adalah alasan Angga menghentikan apa yang mereka lakukan.


" Gak papa, aku harus berusaha lagi. Lagian pernikahan ini masih dua bulan kan. Aku harus berusaha lagi biar Mas Angga cepat mencintai aku " lanjut Arisa kembali bersemangat untuk membuat Angga mencintainya.


Arisa pun berusaha untuk tidur daripada menunggu Angga karena tidak ingin merasa gugup lagi saat di dekat Angga dan akhirnya tidak bisa tidur.

__ADS_1


***


Saat dini hari, Angga membuka matanya terlebih dahulu karena mendengar suara alarm dari ponsel Arisa di atas nakas. Angga melihat Arisa yang masih terlelap dalam pelukannya dan ia pun tersenyum.


" Aku tidak tahu perasaan apa ini tapi aku merasa sangat bahagia saat melihat dirimu " gumam Angga menatap wajah Arisa yang sangat cantik walaupun sedang tertidur seperti itu.


Merasa ada kesempatan dan Arisa juga masih tidur, Angga pun kembali mendaratkan bibirnya di bibir Arisa yang benar-benar menjadi candunya. Awalnya ia hanya ingin mengecup saja tapi lama-lama ia mulai ******* dan menghisapnya.


Hingga saat Arisa mulai terganggu tidurnya, Angga pun melepaskan ciuman itu dan mengusap bibir Arisa yang basah.


" Mas " ucap Arisa dengan suara serak khas bangun tidur saat melihat Angga sudah terbangun.


" Cepatlah bangun dan kita sholat tahajud berjamaah " ucap Angga menyingkirkan selimut dari tubuhnya.


Angga segera pergi ke kamar mandi karena ia takut jika sudah mencium Arisa dalam keadaan tidak sadar. Seperti seorang maling yang ketahuan mencuri, mencuri ciuman Arisa.


Sedangkan Arisa memegang bibirnya karena ia merasakan Angga sedang mencium bibirnya kembali tapi ia tidak tahu jika itu mimpi atau nyata.


" Ist Arisa, mentang-mentang sudah pernah dicium jadi pikirannya ke sana terus " rutuk Arisa pada dirinya sendiri.


Setelah itu Arisa pun turun dari tempat tidur dan menyiapkan peralatan sholat mereka selagi menunggu Angga di kamar mandi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2