Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
63. Mencoba Kuat


__ADS_3

Arisa terbangun saat hari hampir berganti malam. Kakak dan kakak iparnya masih berada di sana menunggu dirinya bangun untuk mengajak Arisa tinggal di rumahnya tapi Arisa menolaknya karena ia takut jika Angga kembali lagi ia tidak bisa menjadi orang yang pertama yang menemuinya.


" Maafin Arisa, Bang. Arisa bukannya gak mau tinggal sama Abang tapi Mas Angga minta agar Arisa tetap di sini selama dia belum kembali. Bukankah Arisa tidak bisa pergi tanpa izin dari Mas Angga. Arisa sudah menikah dan ini sekarang tempat tinggal Arisa di rumah keluarga suami Arisa. Meski nanti Arisa pulang, Arisa akan pulang ke rumah kami. Arisa gak bisa ikut sama Abang dan Kak Siska " ucap Arisa pada Reno.


" Baiklah, kalau itu mau kamu. Tapi kalau kamu mau tinggal sama Abang, pintu rumah Abang selalu terbuka buat kamu " jawab Reno mengerti.


Arisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Reno dan Siska langsung pamit untuk pulang karena hari akan segera berganti malam dan mereka berdua telah cukup lama meninggalkan Nadia di rumah.


Arisa turun dari tempat tidur dan segera pergi ke kamar mandi walaupun tubuhnya masih terasa lemas. Ia harus membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan sangat gerah. Arisa juga tidak ingin terus bersedih karena ia harus segera pulih dan pergi mencari suaminya.


***


Hari sudah berganti malam. Arisa keluar dari kamarnya dan berharap Tuan Gunawan dan Ardi serta Teno sudah kembali. Ia ingin tahu bagaimana perkembangan pencarian Angga ataukah Angga sudah ditemukan.


" Arisa, kok kamu keluar dari kamar. Badan kamu masih lemah " ucap Nyonya Dewi saat melihat Arisa dengan wajah yang masih pucat.


" Arisa sudah gak papa, Bu " jawab Arisa tersenyum seolah dirinya baik-baik saja.


" Apa Ayah, Kak Ardi dan Kak Teno sudah pulang, Bu? " tanya Arisa pada Nyonya Dewi.


" Ayah sudah pulang. Tapi Ardi dan Teno masih pergi menjemput seseorang " jawab Nyonya Dewi.


" Arisa mau bertemu Ayah, Bu " ucap Arisa ingin segera menanyakan tentang pencarian suaminya.

__ADS_1


" Ayah ada di ruang keluarga. Ayo kita ke sana " ucap Nyonya Dewi menggandeng tangan Arisa.


Nyonya Dewi sangat khawatir jika Arisa menghampiri Tuan Gunawan sendiri dengan tubuh yang masih sangat lemah dan wajah yang pucat.


" Arisa, kamu sudah baik-baik saja, Nak? " ucap Tuan Gunawan saat Arisa menghampiri dirinya bersama dengan Nyonya Dewi.


" Arisa baik-baik saja, Ayah " jawab Arisa tersenyum.


Sungguh hati Tuan Gunawan teriris melihat senyum Arisa yang mencoba untuk kuat walaupun ia tahu Arisa sangat hancur dan terpukul. Gadis semuda itu harus menghadapi hal seperti ini, apalagi jika Angga benar-benar tidak selamat maka Arisa akan menjadi janda di usia muda. Semakin besar rasa bersalah Tuan Gunawan pada Arisa jika nanti masa depan Arisa hancur.


Nyonya Dewi meminta Arisa untuk duduk di sofa yang ada di sana dan ia duduk di sampingnya.


" Ayah, bagaimana pencarian Mas Angga? Apa sudah ada petunjuk? Arisa ingin Mas Angga segera ditemukan " tanya Arisa pada Tuan Gunawan.


" Maafkan Ayah, Arisa. Angga belum bisa ditemukan dan belum ada petunjuk apapun tapi Ayah akan berusaha untuk menemukan Angga " jawab Tuan Gunawan.


Walaupun Arisa yakin Angga masih hidup dan akan kembali tetapi ia harus bisa menerima jika memang Angga sudah tiada dan ia harus siap dengan itu.


" Sayang, kita harus berdoa dan kamu jangan putus asa. Walaupun memang nanti Angga tidak selamat, kamu harus kuat. Kita semua akan selalu ada buat kamu " ucap Nyonya Dewi mengusap punggung Arisa.


" Iya Bu " jawab Arisa menghapus air matanya yang sudah jatuh.


Tuan Gunawan hanya terdiam karena sebenarnya ia sudah tidak yakin Angga bisa selamat karena ledakan yang begitu hebat dan posisinya Angga berada di dalam mobil bersama bom itu. Mereka sudah menyusuri hutan yang terkena dampak ledakan tetapi hampir satu hari Angga belum juga ditemukan. Besar kemungkinan jika Angga ikut terbakar dan hancur dalam ledakan itu. Apalagi kobaran api cukup lama hingga bisa dipadamkan.


" Arisa ke kamar dulu ya, Bu " ucap Arisa pada Nyonya Dewi.

__ADS_1


" Sebentar lagi makan malam siap. Kita makan malam dulu sama-sama ya. Setelah itu kamu minum obat yang diberikan Dokter Diki agar kamu cepat pulih " cegah Nyonya Dewi karena ia akan kesulitan lagi membujuk Arisa untuk makan.


Arisa pun menganggukan kepalanya menurut. Ia tidak ingin bertambah merepotkan keluarga itu jika ia kembali menolak untuk makan walaupun ia tidak berselera untuk makan apapun.


Setelah semua makanan untuk makan malam siap. Mbok Inem segera memanggil mereka untuk makan malam bersama. Tya dan Aditya juga sudah keluar dan bergabung dengan mereka di meja makan.


" Adit mau makan sama Tante ya " ucap Arisa saat Aditya terus mengarahkan tangannya pada Arisa.


" Ya ya, mau " jawab Aditya dengan pengucapan yang belum jelas.


Arisa tersenyum dan meraih Aditya yang berada di kursi makannya dan ia letakkan di pangkuannya.


" Arisa, apa gak papa? Kamu masih lemah " ucap Tya pada Arisa.


" Gak papa, Kak. Aku bisa kok " jawab Arisa tersenyum.


Arisa pun mulai menyuapi Aditya dan sesekali ia memakan makanan di piring walaupun hanya sedikit.


Semua orang yang di sana melihat Arisa yang sudah tidak sesedih tadi pagi tetapi mereka malah merasa tidak tega karena mereka tahu Arisa sedang mencoba untuk kuat meski ia pasti sangat terluka.


" Tolong selalu kuatkan hamba untuk melewati semua ujian dari-Mu, Ya Allah " ucap Arisa dalam hati.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2