Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
89. Usaha


__ADS_3

Semua orang pun pulang setelah mereka makan siang bersama di rumah Angga dan Arisa. Papa Hari juga pergi untuk mengantar Mama Mutia ke butik dan menemaninya bekerja. Sehingga sekarang hanya ada Angga dan Arisa saja di rumah.


Arisa yang sedang membuat jus alpukat kesukaannya tiba-tiba dikagetkan dengan sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya dan memeluknya dengan erat. Siapa lagi pelakunya jika bukan suami tercintanya itu.


" Mas, jangan peluk-peluk sekarang. Aku lagi bikin jus alpukat " ucap Arisa pada Angga yang sekarang meletakkan kepalanya di pundak Arisa.


" Aku hanya memelukmu dan tidak menahan tanganmu, kamu masih bisa membuat jus itu dengan seperti ini " jawab Angga tidak ingin melepaskan pelukannya.


" Tapi aku susah bergeraknya, Mas " ucap Arisa yang cukup kesulitan bergerak jika Angga terus memeluknya seperti itu.


" Kalau begitu nanti saja membuat jus alpukat itu. Sekarang lebih baik kamu temani aku karena aku masih sangat merindukanmu " bisik Angga tepat di telinga Arisa.


Tubuh Arisa terasa meremang saat napas Angga mengenai lehernya karena ia tidak menggunakan hijab.


Tanpa menunggu persetujuan dari istrinya itu, Angga langsung mengangkat tubuh Arisa setelah meletakkan pisau dari tangan Arisa yang digunakan untuk memotong buah alpukat.


" Aaa Mas Angga " pekik Arisa terkejut karena Angga tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan ia langsung melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya itu.


Angga tidak memperdulikan Arisa dan mungkin akan protes dengan tindakan dan langsung membawa Arisa ke kamar mereka.


Dengan hati-hati Angga menurunkan Arisa di atas tempat tidur dan ia ikut duduk di sampingnya.


" Kamu kenapa bawa aku ke kamar sih, Mas? " ucap Arisa pada Angga.


" Karena aku ingin ditemani oleh istriku " jawab Angga langsung mendekap tubuh Arisa yang lebih kecil darinya.


Arisa pun hanya pasrah karena ia tidak akan bisa lepas dari dekapan Angga jika tidak suaminya itu sendiri yang melepaskan dirinya.


" Sayang " panggil Angga pada Arisa.

__ADS_1


" Iya Mas " jawab Arisa yang menyandarkan kepalanya di dada Angga.


" Aku ingin sekali segera memiliki anak kembali. Usiaku sudah hampir memasuki kepala tiga dan aku ingin segera bisa menggendong anak kita sendiri. Saat melihat Adit dan Raila, jujur saja aku ingin ada yang seperti mereka tapi itu milikku. Aku sangat ingin dipanggil Papa oleh anak kita " ucap Angga yang mengutarakan keinginannya untuk segera memiliki anak.


" Apa kamu bisa mewujudkannya? Apa kamu bersedia kembali memiliki anak bersamaku yang akan menjadi pengganti Anjani yang telah tiada? " lanjut Angga.


Arisa terdiam karena ia tidak menyangka Angga sangat ingin memiliki anak dan ia tentu saja tidak akan menolaknya karena memang ia menginginkan itu. Selama ini ia memang merasa kesepian dan ingin kehadiran seorang anak bisa menghiburnya.


" Tentu saja, Mas. Aku juga menginginkan seorang anak di keluarga kecil kita " jawab Arisa.


" Bagaimana jika kita melakukan program hamil? " ucap Angga memberikan ide.


Angga memang benar-benar mengidam-idamkan hadirnya seorang anak di keluarga mereka setelah mengetahui jika ia pernah memiliki seorang anak sebelumnya.


" Hmm nanti dulu deh buat program hamil, Mas. Menurut aku, kita usaha dulu sendiri dan kalau dalam waktu satu atau dua bulan aku belum hamil maka kita konsultasi ke dokter. Lagipula ini adalah masa suburku karena aku baru selesai menstruasi tiga hari yang lalu " ucap Arisa yang merasa jika mereka bisa usaha sendiri tanpa mengikuti program hamil.


" Baiklah " jawab Angga yang setuju dengan apa yang Arisa katakan.


" Aku juga sudah tidak sabar untuk olahraga ranjang bersama istriku " lanjut Angga sedikit berbisik.


Arisa yang paham maksud dari Angga pun seketika menjadi gugup dan malu.


" Tapi ini masih siang, Mas. Kita bisa melakukan itu nanti malam " ucap Arisa dengan pipi yang memerah.


" Memang kenapa jika masih siang? Tidak ada larangan untuk melakukannya di siang hari. Lagipula ini waktu yang pas karena Papa dan Mama sedang tidak ada di rumah sehingga desahanmu tidak akan terdengar nanti. Setelah ini aku akan memasang peredam suara di kamar kita agar kita bisa melakukannya kapan saja " ucap Angga yang semakin mendekatkan wajahnya pada Arisa.


Arisa pun semakin gugup dan jantung sudah berdegup dengan kencang menatap wajah suaminya itu.


" Tapi Mas.... " belum selesai Arisa berbicara, bibirnya sudah dibungkam oleh Angga.

__ADS_1


Angga memberikan kecupan singkat agar Arisa tidak memberikan sebuah alasan lagi.


" Aku sudah menginginkannya, Sayang. Bukankah kamu berkata jika sekarang adalah masa suburmu jadi kita harus memanfaatkannya dengan baik. Jadi jangan menolakku lagi " ucap Angga menatap mata Arisa.


Arisa yang sudah terhipnotis dengan tatapan teduh milik Angga pun akhirnya menganggukkan kepalanya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Arisa, Angga pun langsung mencium bibir Arisa dengan sangat lembut agar istrinya itu terbuai dengan ciuman yang ia berikan. Setelah Arisa membalas ciuman itu, Angga pun memperdalam ciumannya sehingga berubah menjadi sebuah ciuman yang sangat panas.


Tidak hanya sampai di sana, Angga juga menelusuri leher jenjang milik Arisa sehingga menciptakan beberapa tanda kepemilikan dan suara indah Arisa pun mulai terdengar karena menikmati sentuhan darinya. Tangan Angga yang semula hanya diam kini bergerak membuka kancing kemeja yang dikenakan oleh Arisa dan melepaskannya dari tubuh istrinya itu. Angga menyusuri bagian atas tubuh Arisa dengan mulutnya hingga ia berhenti pada dua gundukan kenyal milik Arisa yang sudah semakin besar dan tidak muat ia genggam dengan satu tangan.


" Kenapa menjadi sebesar ini? Apa yang kamu lakukan? " tanya Angga pada Arisa yang sudah tidak karuan.


" Aku tidak tahu, Mas. Memang sudah seperti itu sejak aku hamil, akhhh " jawab Arisa dilanjut dengan suara yang sangat Angga sukai karena Angga memilin ujung dadanya.


Angga terus menyentuh bagian-bagian tubuh sensitif Arisa hingga Arisa benar-benar melayang dan merasakan pelepasannya. Angga membiarkan Arisa beristirahat sejenak dan mengatur napasnya sebelum mereka masuk ke acara inti.


" Aku akan memulainya jadi bersiaplah " ucap Angga melepaskan penutup terakhir di tubuhnya.


Arisa pun menganggukkan kepalanya saja karena ia sedang fokus untuk memulihkan tenaganya untuk menghadapi sang suami yang semakin perkasa.


Setelah itu Angga segera memposisikan tubuhnya lalu mencium bibir Arisa agar Arisa merasa rileks dan ia pun mulai melakukan aksinya.


Di siang hari yang cukup panas itu kini semakin bertambah panas dengan dua anak manusia yang sedang bergumul di dalam selimut yang sama dengan harapan akan menghasilkan sebuah kehidupan baru yang akan mewarnai hidup mereka nanti.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2