
Di akhir pekan, semua orang berkumpul di rumah untuk menghabiskan waktu bersama. Arisa menikmati udara pagi dengan berjalan-jalan pagi bersama dengan suaminya. Dokter Sinta juga menyarankan agar Arisa banyak berjalan-jalan di saat pagi atau sore hari agar lebih memungkinkan untuk melahirkan secara normal.
" Sayang, nanti Kak Teno akan datang ke rumah kita untuk mengenal seseorang pada kita dan juga Papa Mama " ucap Angga memberitahu jika Teno akan datang ke rumah mereka.
" Jangan-jangan Kak Teno mau ngenalin calon istri ke kita, Mas " tebak Arisa sambil terus berjalan.
" Aku tidak tahu, tapi semoga saja. Usianya sudah cukup tua untuk menikah " jawab Angga.
Di usianya yang sudah memasuki tiga puluh lima tahun, Teno memang belum menikah. Setiap ditanya, Teno hanya menjawab jika tuhan belum mengirimkannya jodoh sehingga ia belum menikah.
Setelah itu, Angga dan Arisa melanjutkan kegiatan mereka berjalan-jalan santai menuju arah pulang. Beberapa kali juga Angga dan Arisa menyapa para tetangga yang berpapasan dengan mereka.
Sesampainya di rumah, Angga dan Arisa memutuskan untuk langsung mandi karena cukup banyak keringat yang membasahi tubuh mereka.
" Sayang, kita mandi bersama ya " ucap Angga membantu Arisa melepaskan pakaiannya.
" Gak mau, aku mandi sendiri aja " tolak Arisa karena takut waktu mandinya akan menjadi lebih dari satu jam jika mandi bersama dengan suaminya.
" Aku janji hanya mandi, Sayang " bujuk Angga agar sang istri mau diajak mandi bersama.
" Janji ya " ucap Arisa agar Angga tidak melakukan hal lebih.
" Iya Sayang, aku janji " jawab Angga meyakinkan Arisa.
Akhirnya Arisa pun masuk ke dalam bath tub setelah Angga dan Arisa menanggalkan seluruh pakaian mereka. Mereka benar-benar mandi saja karena Angga mengingat jika Teno akan datang dan mereka tidak bisa lama-lama.
***
Angga dan Arisa yang baru saja selesai memakai pakaian mereka dipanggil Mama Mutia untuk keluar karena Teno sudah sampai. Arisa pun dengan segera memakai jilbab instan miliknya untuk keluar menemui Teno.
" Ayo Mas " ajak Arisa karena tidak ingin kakak angkat suaminya itu menunggu terlalu lama.
__ADS_1
Angga dan Arisa pun segera keluar dari kamar mereka dan menuju ruang tamu. Di sana sudah ada Papa Hari yang menemani Teno dan seseorang yang ingin dikenalkannya. Sedangkan Mama Mutia sepertinya sedang membuatkan minuman untuk mereka.
Namun, saat semakin dekat ia cukup terkejut melihat seorang wanita yang sangat dikenalinya sedang duduk di samping Teno.
" Rini? " ucap Arisa bingung kenapa sahabatnya itu bisa datang bersama dengan Teno.
" Ris " ucap Rini dengan senyum canggung.
Arisa pun semakin bertanya-tanya dalam hati mengapa Rini datang tanpa menghubungi dirinya dan bersama dengan kakak angkat dari suaminya.
" Duduk dulu, Sayang " ucap Angga pada sang istri.
Angga pun membantu Arisa untuk duduk lalu ia pun duduk di sampingnya.
Tak lama kemudian, Mama Mutia datang dengan membawa minuman untuk mereka semua.
" Silahkan diminum, Teno, Rini " ucap Mama Mutia pada Teno dan Rini.
Begitu juga dengan Rini walaupun terlihat sekali jika ia sangat canggung, apalagi tatapan Arisa yang seperti meminta penjelasan mengapa ia di sana bersama Teno.
" Kak Teno kok bisa bareng Rini? Apa Rini orang yang mau Kak Teno kenalin sama kita? " tanya Arisa tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.
Teno dan Rini saling melirik karena apa yang akan mereka sampaikan nanti sepertinya akan sangat mengejutkan ibu hamil itu.
" Sayang " ucap Angga memegang tangan Arisa dan mengisyaratkan agar Arisa diam terlebih dahulu.
Arisa pun menurut dan ia diam walaupun sebenarnya rasa penasarannya sudah sangat membuncah.
" Papa, Mama juga Angga dan Arisa, ini adalah Rini yang pastinya sudah sangat kalian kenal. Tujuan aku datang ke sini bersama dengan Rini adalah untuk mengenalkan Rini sebagai calon istri aku.... " Teno menghentikan ucapannya sebentar untuk melihat respon dari empat orang itu dan Arisa lah yang paling terkejut, sedangkan Rini menundukkan kepalanya.
Arisa sampai membulatkan matanya saking terkejutnya dan ia ingin bertanya untuk memastikannya tetapi Angga mencegahnya agar Teno bisa melanjutkan apa yang ia ingin sampaikan.
__ADS_1
" Dan juga aku ingin meminta izin dari kalian untuk menikahi Rini untuk menjadi istri aku. Aku juga ingin meminta tolong agar kalian semua bisa menemani aku untuk melamar Rini besok " lanjut Teno menyampaikan tujuannya.
" Alhamdulillah, kalau kamu memiliki niat baik untuk menikah. Papa dan Mama tidak mungkin melarang jika niat kamu sudah bagus. Papa dan Mama mengizinkan kamu untuk menikahi Rini dan kami akan menemani kamu untuk melamar Rini besok " ucap Papa Hari karena akhirnya Teno yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri itu memutuskan untuk menikah.
" Iya Teno, kami sangat senang akhirnya kamu akan menikah " sambung Mama Mutia.
Teno merasa lega karena kedua orang tua angkatnya itu memberikan izin untuk menikahi Rini, wanita yang ia pilih.
Kemudian Teno beralih pada Arisa yang sepertinya masih sangat terkejut. Untuk Angga bersikap biasa saja karena ia sudah mengetahui dan melihat kedekatan Teno dan Rini sehingga ia sudah menduganya.
" Arisa, apa boleh Kakak menikahi sahabat kamu? " tanya Teno pada Arisa, adik ipar sekaligus sahabat calon istrinya.
" Ya boleh sih, itu hak kalian kalau memang sudah memutuskan untuk menikah. Aku cuma masih terkejut dan gak percaya aja " jawab Arisa yang sampai saat ini masih belum bisa mempercayainya.
Jujur saja memang ia sulit Percaya jika sahabatnya itu akan menikah dengan Teno. Bukankah Rini masih memiliki hubungan dengan Doni? Lalu bagaimana Doni jika Rini menikah dengan Teno? Arisa benar-benar tidak mengerti dan semua jawaban dari pertanyaannya itu hanya ada pada sang sahabat.
" Kak, aku boleh gak bicara berdua sama Rini? " ucap Arisa pada Teno karena ia ingin mendengar penjelasan Rini tentang ini semua.
" Boleh, kalian bisa bicara berdua " jawab Teno.
" Mas, aku bicara sama Rini dulu " ucap Arisa pada Angga.
" Iya Sayang " jawab Angga.
Arisa segera berdiri dari duduknya dan menarik tangan Rini untuk bicara berdua lalu membawanya ke halaman belakang rumah itu yang sudah diubah menjadi taman.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π