Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
26. Seolah-Olah Tidak Mengenal


__ADS_3

Sekarang Angga mengemudikan mobil yang membawa dirinya dan Tya itu untuk kembali ke kediaman Keluarga Wicaksono. Angga mengemudikannya dengan kecepatan sedang untuk kenyamanan istri majikannya itu.


" Kak Angga, setelah jam makan siang nanti antar aku sama Adit ke mall ya. Mas Ardi ngajak ketemu di sana " ucap Tya pada Angga.


" Baik, Nona Muda " jawab Angga.


Saat mereka melewati cafe yang sedang terkenal saat ini, Tya meminta untuk mampir sebentar untuk membeli beberapa makanan dan minuman.


" Bukankah ini cafe tempat Arisa bertemu dengan temannya? Apa dia masih di sini? " ucap Angga dalam hati saat teringat dengan pesan yang dikirimkan Arisa jika ia akan pergi ke cafe melati.


Angga segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Tya lalu ia mengikuti Tya dari belakang memasuki cafe itu.


" Kalau Kak Angga mau sesuatu pesan aja. Aku mau pesan makanan buat di take away dulu " ucap Tya pada Angga.


" Baik, Nona Muda " jawab Angga.


Angga mengedarkan pandangannya ke seluruh cafe itu untuk mencari keberadaan Arisa hingga ia melihat Arisa yang sedang duduk berdua dengan gadis seusianya dan sepertinya itu teman yang dimaksud oleh Arisa.


Sedangkan Arisa tidak menyadari keberadaan Angga karena terlalu asik mengobrol bersama dengan Rini.


" Sayang, aku mau cabut nih sama yang lain. Kamu jadi ikut kan? " tanya Doni pada Rini yang tiba-tiba menghampiri Arisa dan Rini.


" Iya Sayang, aku ikut " jawab Rini.


Rini pun memasukkan ponselnya ke dalam tas miliknya.


" Ris, kamu mau ikut gak? Kita mau ke puncak buat refreshing sebelum mulai masuk kuliah, di sana juga ada temen cewek-cewek yang lain kok " ajak Rini pada Arisa.


" Maaf Rin, aku gak bisa soalnya dadakan banget. Aku juga belum izin " tolak Arisa karena memang ia belum izin pada Angga, ia hanya izin untuk pergi menemui Rini saja.

__ADS_1


" Aku yang minta izin deh sama Bang Reno. Kita juga gak bakal nginep kok, nanti malam juga pulang. Bang Reno pasti izinin " ucap Rini yang sepertinya ingin Arisa ikut bersama mereka.


Angga yang tidak begitu jauh pun bisa mendengar apa yang mereka katakan. Ia merasa lega karena Arisa menolak ajakan temannya itu karena ia tidak akan mengizinkan Arisa pergi lama tanpa pengawasan darinya dan dengan banyak pria itu yang ia bisa lihat jika hanya pemuda yang suka berfoya-foya.


" Ayolah ikut aja, nanti aku anterin kamu pulang dengan selamat. Aku juga pengen bisa deket sama kamu di sana " ucap salah satu teman Doni yang sepertinya suka dengan Arisa.


Mendengar itu, Angga pun mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak suka ada seorang pria yang berusaha untuk mendekati istrinya.


" Berani-beraninya dia ingin mendekati Arisa " ucap Angga dalam hati.


Angga menatap tajam ke arah pemuda itu yang terus membujuk Arisa untuk ikut bersama mereka. Ingin sekali rasanya Angga menghampiri mereka dan membawa Arisa pergi tapi saat ini ia sedang menjaga Tya. Lagipula ia harus bersikap seolah-olah tidak mengenal Arisa karena takut ada yang melihat kedekatan mereka dan menjadikan Arisa alat untuk menjatuhkannya.


" Sekali lagi maaf ya. Kali ini aku bener-bener gak bisa ikut kalian " tolak Arisa yang sebenarnya merasa tidak enak.


" Ya sudah, gak papa Ris " jawab Rini yang tidak ingin memaksa Arisa lagi.


" Kita dulu ya. Ini tolong bayarin punya aku " pamit Rini memberikan uang untuk membayar minuman dan cemilannya.


Setelah itu, Rini dan Doni serta teman-temannya pergi meninggalkan cafe itu. Arisa segera membayar minuman dan cemilan dirinya dan juga Rini pada seorang pelayan.


Saat Arisa berdiri dan hendak melangkah pergi, Arisa melihat Angga yang berdiri tidak jauh darinya. Mata mereka pun bertemu tapi Angga segera mengalihkan pandangannya.


" Mas Angga? Mas Angga ngapain di sini? " gumam Arisa.


Tak lama kemudian terlihat Tya menghampiri Angga dengan paper bag berisi makanan di tangannya.


" Ayo Kak, aku sudah selesai " ucap Tya pada Angga.


" Biar saya yang membawanya, Nona Muda " ucap Angga mengambil alih paper bag berisi makanan itu dari tangan Tya.

__ADS_1


Setelah itu Angga pun mengikuti Tya untuk keluar dari cafe itu. Angga sempat melirik Arisa sebentar sebelum ia keluar dan bersikap seolah-olah mereka dua orang yang tidak saling mengenal.


" Mas Angga kok bersikap seolah-olah gak kenal sama aku " ucap Arisa dalam hati saat Angga pergi.


Arisa sebenarnya ingin menghampiri Angga tapi ia urungkan niatnya itu saat Angga bersikap seolah-olah tidak mengenal dirinya.


Kemudian Arisa pun memutuskan untuk langsung pulang karena sebentar lagi memasukkan jam makan siang. Arisa menjalankan motornya untuk menuju rumah yang tidak begitu jauh dari cafe itu.


Arisa masuk ke dalam rumah dan meletakkan tasnya di di dalam kamar. Ia akan memasak mie instan saja untuk makan siang karena sepertinya Angga juga tidak akan pulang untuk sekedar makan siang.


" Makan mie instan aja kayaknya enak " ucap Arisa saat memasuki dapur.


Arisa mengambil satu bungkus mie instan di dalam lemari lalu ia juga mengambil sawi, telur ayam serta sosis sebagai toping mie yang akan ia masak.


Setelah selesai dan matang, Arisa pun langsung menyantapnya di meja makan seorang diri. Ia juga membuat segelas teh es untuk menemani mie instan itu. Apalagi hari ini cukup panas setelah tadi malam hujan deras.


Arisa memakan mie itu sembari memikirkan mengapa sikap Angga seperti itu kepadanya tadi saat di cafe.


" Mungkin Mas Angga belum siap orang-orang tau kalau dia sudah menikah, atau juga dia gak mau orang-orang tau karena pekerjaannya kan cukup berbahaya, apalagi beberapa waktu lalu kan Mas Angga habis diserang. Sampai sekarang aja lukanya masih belum sembuh sepenuhnya " ucap Arisa di sela-sela kegiatan makan siangnya.


" Daripada aku mikirin itu dan berpikir buruk sana Mas Angga, mending aku tanya langsung nanti kalau Mas Angga sudah pulang " lanjut Arisa.


Kemudian Arisa memakan mie instan yang masih tersisa dalam mangkuknya hingga habis.


Setelah itu Arisa segera mencuci semua piring dan peralatan masak yang ia gunakan baru setelah itu ia akan pergi ke kamarnya. Arisa ingin segera membersihkan tubuhnya dan melaksanakan sholat dzuhur karena azan dzuhur sudah terdengar. Arisa juga ingin istirahat dan tidur siang sebentar sebelum nanti ia akan disibukan dengan tugas-tugas kuliah dan tidak bisa beristirahat dengan santai lagi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2