Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
46. Sangat Berharga


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri masing-masing, Angga dan Arisa melaksanakan sholat magrib berjamaah. Angga membalik tubuhnya menghadap Arisa setelah selesai berdoa.


" Arisa " panggil Angga pada Arisa yang menundukkan kepalanya.


" Iya Mas " jawab Arisa pelan.


Angga meraih dagu Arisa agar Arisa mengangkat kepalanya dan menatap wajahnya.


" Jangan pernah berpikir hal lain lagi. Aku sudah berkata akan merubah semuanya kan " ucap Angga menatap mata Arisa.


Arisa pun menganggukan kepalanya mencoba percaya walaupun ada sedikit rasa ragu karena ia masih menganggap dirinya kotor.


" Aku akan membuktikannya " ucap Angga lalu menempelkan bibirnya pada bibir Arisa.


Angga kembali mencium Arisa dengan begitu lembut dan memberikan ******* sehingga terdengar lenguhan dari bibir Arisa.


" Kita sholat dua rakaat dulu " ucap Angga setelah melepaskan ciuman mereka.


Angga ingin melakukan hubungan itu dengan ajaran agama seperti yang sempat Ardi beritahukan kepadanya dan ia pun langsung mempelajarinya. Ia juga tidak ingin melakukan itu hanya karena nafsu dan kebutuhan biologisnya semata.


" Tapi, apa Mas Angga sudah mencintai aku? Bukankah Mas Angga ingin melakukannya dengan orang yang Mas Angga cintai? " tanya Arisa memastikan karena ia tidak ingin Angga terpaksa melakukannya karena ingin membuatnya merasa berharga dan menganggap dirinya tidak kotor lagi.


" Aku tidak tahu apakah ini cinta atau bukan, tapi hatiku selalu berdetak lebih kencang ketika berada di dekat kamu. Aku merasa sangat nyaman dan aku selalu merasa tenang saat melihatmu. Aku juga tidak suka jika ada pria lain yang mendekatimu, hatiku terasa panas dan ingin sekali aku memukul pria itu. Apakah itu semua karena aku mencintai kamu? " ucap Angga hanya mengatakan apa yang ia katakan karena ia tidak tahu cinta itu bagaimana.


Ada perasaan hangat dan bahagia saat Angga mengatakan perasaannya walaupun Angga tidak sadar itu apa, tetapi Arisa tahu jika Angga sudah mencintainya.


" Apa kamu merasakan hal yang sama? Apa ini cinta? " tanya Angga pada Arisa.


" Iya Mas. Itu semua perasaan cinta dan aku juga mencintai kamu " jawab Arisa tanpa sadar menitihkan matanya.

__ADS_1


Angga dengan segera menghapus air mata Arisa. " Lalu kenapa kamu menangis? Bukankah seharusnya kita bahagia karena kita saling mencintai? " tanya Angga lalu menempelkan kedua kening mereka.


" Ini air mata bahagia, Mas. Aku merasa sangat bahagia dicintai oleh orang yang aku cinta " jawab Arisa tersenyum.


Angga pun ikut tersenyum lalu mengecup kening Arisa cukup lama dan penuh cinta.


" Mulai sekarang kamu tidak perlu merasa diri kamu kotor ataupun tidak berharga karena kamu sangat berharga bagiku. Aku mencintaimu istriku, Arisa Wijayanto " ucap Angga menatap mata Arisa.


" Aku juga mencintaimu suamiku, Angga Lesmana " balas Arisa.


Angga dan Arisa pun saling berpelukan menyalurkan rasa cinta masing-masing. Mereka berdua sangat bahagia malam ini, terutama Arisa karena Angga masih menerimanya walaupun mungkin kejadian tadi bisa saja sangat menyakiti dirinya.


Setelah itu Angga dan Arisa melaksanakan sholat dua rakaat bersama sebelum mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan saat malam pertama mereka berdua. Angga dan Arisa menundanya hampir tiga bulan karena mereka sama-sama menyiapkan diri dan menumbuhkan rasa cinta di hati mereka.


Angga menuntun Arisa menuju tempat tidur mereka. Angga mendudukkan Arisa di tepi tempat tidur lalu ia duduk di sampingnya. Perlahan ia membuka mukena yang masih dipakai oleh Arisa.


Arisa pun hanya menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya Angga juga merasa sangat gugup tapi harus melakukannya sekarang dan memulainya. Angga mencium seluruh wajah Arisa mulai dari kening, kedua mata, kedua pipi dan yang terakhir bibir yang sangat candu untuk dirinya. Tak lupa juga ia membisikkan sebuah doa di telinga Arisa dengan harapan jika anak yang dihasilkan dari hubungan itu menjadi anak yang sholeh dan sholehah.


Perlahan Angga mendorong tubuh Arisa dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, hingga sekarang Angga sudah mengungkung tubuh Arisa dengan bibir yang saling mengecap tidak terlepas. Tangan Angga juga mulai bergerak untuk melepaskan seluruh pakaian Arisa hingga Arisa tidak mengenakan apapun sekarang.


" Mas, selimutnya " ucap Arisa menahan desahannya ketika bibir Angga melahap dadanya.


Saking nikmatnya tubuh Arisa bagi dirinya, membuat Angga melupakan hal itu. Angga mematikan lampu tidur yang masih menyala dan melepaskan seluruh pakaiannya, tidak lupa juga ia menutup seluruh tubuh mereka dengan selimut.


Tubuh Arisa menegang saat suatu benda keras yang sempat ia lihat sebelumnya memasuki inti tubuhnya. Rasa sakit dan perih terasa saat Angga berusaha keras untuk membobolnya.


" Tenanglah, rasa sakit ini hanya sebentar " ucap Angga lalu membungkam bibir Arisa dan membuat Arisa merasa tenang.

__ADS_1


Angga tidak tahu cara ini ampuh atau tidak tapi ia akan berusaha dan tidak menyakiti Arisa. Hingga beberapa saat kemudian, miliknya benar-benar masuk dan terjepit di inti tubuh Arisa. Arisa ingin berteriak tetapi tertahan oleh bibir Angga. Angga segera memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan Arisa sehingga Arisa melupakan rasa sakitnya.


Setelah Arisa merasa tenang Angga mulai bergerak perlahan dan terus bertambah cepat. Arisa hanya menikmatinya sambil menggigit bibir bawahnya menahan suara desahannya. Ia sangat malu jika mengeluarkan suara ******* itu.


" Mas, a-aku tidak tahan. Ada sesuatu yang mau keluar " ucap Arisa dengan napas yang tidak teratur.


" Sabarlah, sebentar lagi " ucap Angga bergerak lebih cepat di atas sana.


Tak lama kemudian, tubuh Angga ambruk di atas Arisa setelah mereka sama-sama mendapatkan pelepasan.


" Terima kasih untuk semua ini dan maaf aku sudah menyakiti kamu " ucap Angga pada Arisa.


" Iya Mas " jawab Arisa mencoba mengatur napasnya.


Angga membaringkan tubuhnya di samping tubuh Arisa dan mereka sama-sama masih polos. Angga segera menarik tubuh Arisa hingga menempel di dadanya dan memeluknya.


" Mulai sekarang jangan pernah berpikir tidak pantas menjadi istriku karena hanya kamu yang aku punya sebagai keluarga yang sebenarnya. Kamu sangat berharga untukku, Sayang " ucap Angga mengecup puncak kepala Arisa.


Arisa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia merasa sangat bahagia dan terharu mendengar itu dan juga panggilan sayang pertama yang Angga berikan kepadanya.


Mereka pun berbaring sambil berpelukan sebelum mereka harus membersihkan tubuh mereka dan beristirahat dengan tenang malam ini.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2