
Arisa segera berdiri dari duduknya dan dengan wajah yang masih terkejut. Jodi pun ikut berdiri dan senyum di wajahnya mulai memudar karena ia melihat reaksi Arisa yang tidak seperti harapannya. Beruntung keadaan taman sedang sepi sehingga tidak ada yang melihat mereka.
" Arisa, kamu kenapa? Apa jawaban kamu? " tanya Jodi pada Arisa.
Arisa mencoba untuk mengendalikan dirinya dan berbicara secara baik-baik dengan Jodi.
" Maaf Jodi, aku gak bisa jadi istri kamu " jawab Arisa yang membuat Jodi kecewa.
Tidak ada lagi senyum ataupun kebahagiaan seperti tadi di wajah Jodi dan berganti dengan raut wajah kecewa karena penolakan Arisa.
" Kenapa, Ris? Kenapa kamu nolak aku? " tanya Jodi karena ia butuh alasan mengapa Arisa menolak dirinya.
" Jodi, jujur aja aku gak punya perasaan apapun sama kamu. Aku hanya menganggap kamu sebagai teman dan rekan kerja. Selama ini aku sengaja menolak kamu dan menjaga jarak sama kamu karena aku gak mau ngasih harapan palsu sama kamu. Sekali lagi, maaf Jodi " jawab Arisa yang merasa bersalah dengan menyakiti hati Jodi.
" Tolong kasih aku satu kesempatan dan aku akan membuat kamu juga memiliki perasaan yang sama sama aku. Tolong buka hati kamu dan biarkan aku memperjuangkan cintaku untuk kamu. Aku mohon, Ris " ucap Jodi yang tetap ingin memperjuangkan cintanya pada Arisa.
Arisa menggelengkan kepalanya. " Maaf Jodi, tapi tetap gak bisa. Statusku sekarang tidak sendiri lagi dan itu juga yang ingin aku bicarakan sama kamu. Aku gak mau kamu berharap lagi sama aku dan lebih baik kamu mencari perempuan lain yang pantas untuk kamu " jawab Arisa.
Jodi merasa bingung dengan jawaban dari Arisa itu. Apakah selama ini Arisa memiliki seorang kekasih, itulah yang ada dipikiran Jodi. Tetapi selama lebih dari satu tahun ia mengenal Arisa, ia tidak pernah melihat Arisa dekat dengan seorang pria.
" Maksud kamu apa, Ris? Apa selama ini kamu punya kekasih? Karena itu kamu nolak aku? " tanya Jodi pada Arisa.
" Bukan, tapi karena aku adalah seorang perempuan yang sudah bersuami. Aku istri dari seorang laki-laki " jawab Arisa dengan tegas.
Jodi terkejut bukan main mendengar itu dari mulut Arisa, tetapi ia tidak mempercayainya begitu saja. Apa yang ia lihat dan tahu selama ini tidak menunjukkan jika Arisa merupakan wanita yang sudah bersuami.
__ADS_1
" Kamu pasti bohong kan, Ris? Kamu gak mungkin sudah punya suami. Kamu mengatakan hanya supaya aku gak memperjuangkan cintaku lagi kan? " ucap Jodi tidak percaya dengan apa yang Arisa katakan.
" Buat apa aku bohong, Jodi. Aku memang sudah punya suami " jawab Arisa.
Jodi mengusap wajahnya dengan kasar dan ia tetap tidak mempercayai wanita yang selama ini ia cintai sudah memiliki suami.
" Aku gak percaya. Lagipula kamu tidak pernah memperkenalkan ataupun menunjukkan siapa suami kamu. Siapa suami kamu, tunjukkan sama aku " ucap Jodi tetap tidak percaya.
Arisa mengangkat tangannya dan menunjukkan jari manisnya yang tersemat cincin pernikahannya dengan Angga.
" Kamu lihat ini, ini adalah cincin pernikahanku dengan suamiku. Suamiku mengalami sebuah kejadian yang menyebabkan dia belum kembali hingga sekarang, tetapi aku yakin dia pasti kembali. Itu yang menyebabkan aku tidak pernah menunjukkannya atau memperkenalkannya pada kamu. Kamu pasti mengetahui tentang kejadian bom lima tahun yang lalu, kamu juga pasti tahu Angga Lesmana dan dia adalah suamiku. Jadi sekarang kamu sudah tau jadi tolong berhenti berharap sama aku. Bukankah tidak pantas kamu mencintai seorang perempuan yang sudah bersuami " ucap Arisa agar Jodi percaya jika memang dirinya sudah bersuami.
Belum selesai Jodi dengan keterkejutan jika Arisa sudah memiliki suami, kini Jodi juga dikejutkan dengan siapa yang Arisa akui sebagai suaminya. Ia tentu saja tahu dengan kejadian ledakan bom lima tahun yang lalu yang harus menewaskan seorang pria kepercayaan Tuan Gunawan Wicaksono. Berita kejadian bom itu bahkan terdengar sampai ke penjuru negeri. Tapi sulit mempercayai jika Angga Lesmana adalah suami dari Arisa, wanita yang ia cintai.
" Kebohongan apalagi ini, Arisa? " ucap Jodi lagi-lagi tidak mempercayai yang dikatakan Arisa.
" Aku cuma minta kamu berhenti berharap sama aku, Jodi. Maafkan aku " lanjut Arisa.
Arisa pun memutuskan untuk pergi saja dari sana karena sebentar lagi waktu istirahat makan siang akan habis dan ia harus kembali ke kantor. Ia pikir Jodi juga akan mengerti dan percaya jika sudah bisa berpikir jernih nanti. Tapi saat ia hendak pergi, Jodi menahannya dan menarik tangannya. Arisa berusaha menarik tangannya tetapi Jodi memegangnya dengan erat.
" Jodi, lepas " ucap Arisa memberontak.
" Aku akan percaya jika memang kamu sudah menikah, tetapi bukankah Angga Lesmana sudah tewas dalam kejadian. Jadi itu artinya kamu seorang janda kan? Aku masih bisa memperjuangkan cintaku karena suami kamu telah tiada " ucap Jodi pada Arisa.
Arisa merasa tidak terima mendengar itu, ia sampai saat ini masih percaya jika suaminya itu masih hidup dan akan kembali.
__ADS_1
" Suamiku masih hidup dan dia akan kembali. Aku bukan seorang janda karena aku memiliki suami " ucap Arisa dengan nada tinggi.
Kemudian Arisa mendorong tubuh Jodi dengan keras sehingga Jodi terdorong mundur dan melepaskan tangannya.
" Kamu harus terima kenyataan itu, Arisa. Suami kamu itu memang sudah tiada, aku akan menggantikannya " ucap Jodi pada Arisa.
" Gak akan. Kamu yang harus terima kenyataan kalau aku sudah menolak cinta kamu dan gak pernah ada yang menggantikan Mas Angga sebagai suamiku " jawab Arisa.
Entah setan dari mana yang membuat Jodi sangat emosi dan tidak terima dengan penolakan Arisa. Jodi kembali menarik tangan Arisa dengan kasar.
" Kamu gak bisa tolak aku dengan alasan yang gak jelas seperti ini. Kamu masih bisa aku miliki karena suami kamu itu sudah tiada " ucap Jodi menarik tangan Arisa.
" Enggak. Lepasin aku, Jodi " teriak Arisa memberontak.
Tetapi Jodi tidak ingin melepaskan tangannya dari Arisa, ia ingin membawa Arisa ke mobilnya. Arisa terus memberontak hingga ada seorang pria yang datang dan memukul Jodi.
" Jangan pernah sentuh istri saya " ucap pria yang memukul Jodi.
Deg.
Walaupun sudah sangat lama tidak mendengarnya tetapi Arisa sangat mengenal suara itu. Suara yang selama ini sangat ia rindukan, suara yang membuat hatinya begitu menghangatkan dan berdebar saat mengucapkan ijab kabul atas namanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π