
Dua anak manusia yang baru saja melepaskan kerinduan yang selama ini mereka rasakan itu masih berada di bawah selimut yang sama dengan saling berpelukan. Angga dan Arisa berusaha menormalkan napas mereka setelah melewati satu ronde pertempuran yang sangat menguras keringat. Angga merasa kepalanya sangat ringan setelah melakukan hubungan dengan Arisa. Sebagai seorang pria yang sudah beristri, ia tentu saja cukup kesulitan menahan diri selamat satu tahun terakhir setelah ia sadar dari koma.
Di saat Angga dan Arisa sedang menikmati hangatnya pelukan masing-masing, terdengar suara salam dari luar yang bisa dipastikan itu adalah Papa Hari dan Mama Mutia yang baru sampai rumah.
Arisa pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan tangan yang memegangi selimut untuk menutupi dadanya.
" Mas, itu pasti Papa dan Mama " ucap Arisa panik.
Bagaimana ia bisa tidak panik jika sekarang dia masih berada di atas tempat tidur dan belum membersihkan diri setelah penyatuannya dan Angga. Sedangkan tadi ia yang mau minta itu kedua mertuanya itu untuk segera kembali.
" Arisa, apa kamu di dalam, Sayang? " tanya Mama Mutia dari depan pintu kamar itu.
Sedangkan Angga hanya bisa tertegun mendengar suara wanita yang telah melahirkannya setelah lebih dari dua puluh tahun.
Sepertinya Mama Mutia sudah mencari Arisa ke seluruh rumah tapi tidak menemukannya sehingga ia mendatangi kamar Arisa.
" Iya Ma, Arisa di dalam " jawab Arisa berusaha tenang.
" Arisa mau bersih-bersih dulu, Ma. Sebentar lagi Arisa keluar " ucap Arisa pada Mama Mutia.
" Baiklah, Sayang. Mama dan Papa tunggu di ruang keluarga ya " jawab Mama Mutia.
Setelah itu Arisa pun segera turun dari tempat tidur walaupun pangkal pahanya terasa sangat sakit dan perih karena ia sudah sangat lama tidak melakukannya sehingga seperti pertama kali melakukan hubungan suami istri dengan Angga. Tetapi Arisa tidak terlalu memperdulikan itu karena sekarang ia harus segera membersihkan diri dan menemui kedua mertuanya.
Angga segera tersadar setelah Arisa turun dari tempat tidur dan dan menarik seluruh selimuti mereka pakai sehingga sekarang tubuhnya tidak tertutup apa-apa. Angga segera mengikuti Arisa yang turun dari tempat tidur dan mengambil handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
" Itu suara Mama " gumam Angga mengingat suara yang baru saja ia dengar.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian, Arisa sudah selesai dengan kegiatan mandinya. Arisa segera keluar dari kamar mandi dan meminta Angga untuk membersihkan tubuhnya.
" Kamu cepat mandi, Mas. Aku keluar duluan menemui Papa dan Mama " ucap Arisa pada Angga dengan handuk yang melilit tubuhnya.
Angga pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Arisa segera memakai pakaiannya dan ia juga tidak lupa menyiapkan pakaian ganti untuk Angga. Arisa memakai hijab instan miliknya dan segera keluar walaupun rambutnya masih basah.
Arisa menghampiri Papa Hari dan Mama Mutia yang sedang menunggunya di ruang keluarga. Arisa pun segera duduk di samping Mama Mutia.
" Ma, Pa, maaf ya buat kalian lama menunggu " ucap Arisa dengan perasaan bersalah.
" Gak papa, Sayang " jawab Mama Mutia.
Kemudian Papa Hari dan Mama Mutia pun menanyakan mengapa Arisa meminta mereka segera pulang dan ada hal penting apa yang ingin Arisa sampaikan.
" Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu minta Papa dan Mama untuk segera pulang? " tanya Papa Hari pada Arisa.
Arisa menatap wajah Papa Hari dan Mama Mutia bergantian karena ia yakin kedua mertuanya itu sangat terkejut jika sekarang Angga berada di tempat yang sama dengan mereka.
" Ada seseorang yang mau Arisa pertemukan sama Papa dan Mama. Arisa tahu jika Papa dan Mama pasti akan sangat terkejut tapi Arisa juga yakin jika Papa dan Mama pasti akan sangat bahagia bertemu dengan orang ini " jawab Arisa.
Papa Hari dan Mama Mutia pun menjadi sangat penasaran siapa yang ingin bertemu dengan mereka setelah mendengar jawaban dari Arisa.
" Siapa Sayang? " tanya Mama Mutia begitu penasaran.
Baru saja Arisa membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Mama Mutia, seseorang yang ingin Arisa pertemukan dengan Papa Hari dan Mama Mutia terlihat menghampiri mereka.
Mata Papa Hari dan Mama Mutia langsung berkaca-kaca saat melihat seseorang yang sekarang berada di dekat mereka. Mereka merasa terkejut sekaligus tidak percaya melihat putra mereka yang tidak mereka temui sangat lama dan telah dinyatakan tewas kini berada di hadapan mereka.
__ADS_1
Papa Hari dan Mama Mutia mengetahui jika itu putra mereka karena hampir setiap hari mereka selalu melihat foto Angga dewasa di rumah itu. Arisa memang memasang foto pernikahan serta foto-foto mereka di rumah itu.
Dengan mata yang juga berkaca-kaca, Angga berjalan perlahan menghampiri Mama Mutia. Wanita yang telah melahirkannya serta wanita yang sangat ia cintai itu masih terlihat cantik walaupun dengan beberapa kerutan di wajahnya.
" Apa benar ini putra Mama? Angga? " ucap Mama Mutia pada Angga yang tepat berada di hadapannya.
Angga pun menganggukan kepalanya.
Tangan Mama Mutia yang bergetar mengusap lembut wajah Angga dan memastikan jika ini bukanlah mimpi.
" Mas, ini putra kita. Angga putra kita masih hidup dan sudah kembali " ucap Mama Mutia pada Papa Hari setelah yakin jika itu memang benar putranya.
Papa Hari tidak mampu berkata-kata lagi saat melihat ternyata putra mereka masih hidup. Papa Hari mendekati Angga dan Mama Mutia lalu mengusap wajah Angga seperti yang Mama Mutia lakukan.
Angga pun langsung memeluk kedua orang tuanya itu dan menangis di dalam pelukan mereka. Angga benar-benar sangat merindukan kedua orang tuanya itu dan ia sangat bahagia masih bisa dipertemukan dengan mereka. Papa Hari dan Mama Mutia pun langsung membalas pelukan dari Angga dan mereka menangis bersama.
Setelah sekian lama akhirnya Anda dipertemukan lagi dengan kedua orang tuanya walaupun harus banyak sekali ujian yang mereka lewati hingga bisa berkumpul lagi seperti sekarang. Angga bener-bener bahagia dan merasa sangat bersyukur karena Tuhan masih mengizinkan dirinya hidup dan berkumpul dengan keluarganya kembali.
Sedangkan Arisa hanya melihat mereka dan tidak ingin mengganggu Angga yang sedang bersama dengan kedua orang tuanya setelah sekian lama. Arisa bahkan tidak bisa menahan air matanya karena ia sangat terharu melihat pertemuan itu dan ia juga turut bahagia karena suaminya bisa kembali bersama dengan ia dan kedua orang tuanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1