
Rasa mual dan pusing yang sempat sedikit mereda tadi malam, kini kembali Arisa rasakan di pagi hari. Bahkan pagi ini lebih parah dari kemarin, Arisa terus memuntahkan cairan kuning karena memang dari tadi malam perutnya belum diisi apapun. Tubuh Arisa terasa sangat lemas dan rasa pusing yang terus terasa di kepalanya.
Arisa menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi setelah merasa ia tidak akan memuntahkan sesuatu lagi.
" Ya Allah, aku ini kenapa? " ucap Arisa dengan suara lirih dan tangan yang memegang kepala.
Setelah merasa sedikit lebih baik, Arisa beranjak untuk mengambil air wudhu karena ia akan melaksanakan sholat subuh yang belum sempat ia laksanakan karena merasa mual. Arisa keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas dan kepala yang masih terasa pusing. Arisa segera melaksanakan sholat subuh sebelum waktunya habis dan matahari terbit.
Arisa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karena ia sudah tidak tahan lagi merasakan pusing yang semakin menjadi-jadi. Untuk duduk saja rasanya sekarang sangatlah berat.
***
Sementara itu, Mama Mutia yang sedang memasak di dapur merasa khawatir karena Arisa belum juga keluar dari kamarnya. Biasanya setelah salat subuh, Arisa akan pergi ke dapur dan membantunya untuk menyiapkan sarapan.
" Apa Arisa masih gak enak badan? " gumam Mama Mutia khawatir.
Mama Mutia menghentikan kegiatan memasaknya dan pergi ke kamar Arisa untuk memastikan keadaannya.
Tok tok tok.
Mama Mutia mengetuk pintu kamar Arisa terlebih dahulu sebelum masuk.
" Sayang, ini Mama " ucap Mama Mutia di depan pintu kamar Arisa.
" Masuk aja, Ma " jawab Arisa dari dalam dengan suara lemah tetapi masih bisa didengar oleh Mama Mutia.
Kemudian Mama Mutia pun langsung masuk ke kamar Arisa setelah mendengar jawaban dari Arisa yang mengizinkannya untuk masuk ke kamar itu. Mama Mutia langsung menghampiri Arisa yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
" Kamu masih merasa gak enak badan, Sayang? " tanya Mama Mutia duduk di tepi tempat tidur.
" Iya Ma. Kepala Arisa rasanya pusing dan tadi juga sempat mual dan muntah " jawab Arisa lemah.
__ADS_1
Arisa mengatakan keadaannya pada Mama Mutia karena walaupun ia mengatakan baik-baik saja Mama Mutia tidak akan percaya, karena Mama Mutia pun dapat melihat jika keadaan Arisa bertambah parah daripada tadi malam. Sedangkan Mama Mutia sempat terdiam sebentar mendengar jawaban Arisa.
" Apa Arisa hamil? " tanya Mama Mutia dalam hati.
Mama Mutia curiga jika Arisa sekarang sedang hamil dan mengandung cucunya karena yang dialami Arisa merupakan tanda-tanda hamil muda. Tapi Mama Mutia kembali lagi saat mengingat jika Angga sudah pergi satu bulan yang lalu.
" Apa kita ke dokter aja? Mama khawatir kamu kenapa-napa " ucap Mama Mutia pada Arisa.
" Gak usah, Ma. Ini palingan cuma masuk angin biasa, setelah aku istirahat pasti juga sembuh " tolak Arisa karena merasa tidak perlu pergi ke dokter.
" Ya sudah, kalau gitu kamu istirahat aja ya. Biar Mama buatkan minuman herbal lagi buat kamu " ucap Mama Mutia.
Arisa pun menganggukan kepalanya karena memang minuman herbal yang dibuat Mama Mutia mampu membuat keadaannya sedikit lebih baik.
" Terima kasih ya, Ma. Maaf Arisa gak bisa bantu Mama masak buat sarapan pagi ini " ucap Arisa pada Mama Mutia.
" Gak papa, Sayang. Kamu istirahat aja supaya kamu cepat pulih. Mama kembali ke dapur dulu, Mama juga akan membuatkan bubur untuk kamu " jawab Mama Mutia lalu mengusap kepala Arisa.
Setelah itu Mama Mutia pun keluar dari kamar Arisa dan kembali ke dapur. Sedangkan Arisa memilih untuk memejamkan ke matanya sebentar dan berharap saat dia bangun keadaannya sudah lebih baik.
***
Mama Mutia menyusun makanan untuk sarapan di atas meja makan setelah semuanya matang. Mama Mutia juga sudah membuatkan bubur dan minuman herbal untuk Arisa. Mama Mutia mengambilkan nasi dan lauk untuk Papa Hari.
" Dimana Arisa? Apa dia gak sarapan bersama kita? " tanya Papa Hari karena Arisa tidak berada di meja makan.
" Arisa masih gak enak badan dan sepertinya pagi ini semakin parah " jawab Mama Mutia.
" Apa kita bawa aja Arisa ke dokter? " ucap Papa Hari yang juga merasa khawatir dengan keadaan Arisa.
" Aku sudah mengajaknya ke dokter tetapi Arisa menolaknya. Katanya setelah istirahat dia juga akan sembuh " jawab Mama Mutia seperti yang Arisa katakan.
__ADS_1
Setelah itu Mama Mutia meminta Papa Hari untuk sarapan terlebih dahulu karena ia harus mengantarkan bubur dan minuman herbal untuk Arisa.
" Makanlah, Sayang. Supaya kamu cepat sembuh " ucap Mama Mutia memberikan semangkuk bubur pada Arisa.
Arisa pun menerima semangkuk bubur itu yang telah dibuat oleh Mama Mutia.
" Terima kasih ya, Ma. Maaf juga karena Mama harus repot merawat Arisa yang sakit seperti ini " ucap Arisa pada Mama Mutia.
" Mama sama sekali gak merasa direpotkan untuk merawat kamu, Sayang. Kamu kan anak Mama " jawab Mama Mutia tersenyum.
Arisa pun merasa bersyukur dan sangat beruntung karena diberikan mertua yang begitu baik kepada dirinya dan sangat menyayanginya seperti anak kandung mereka sendiri.
" Kalau begitu Mama keluar dulu ya. Kasian Papa kamu sarapan sendiri " ucap Mama Mutia pada Arisa.
" Iya Ma " jawab Arisa.
Setelah Mama Mutia keluar dari kamarnya, Arisa pun mau makan bubur itu. Sangat menyukai dan menghabiskan semangkuk bubur buatan Mama Mutia karena ia juga merasa sangat lapar. Perutnya tidak terisi sama sekali dari kemarin siang karena ia merasa mual mencium bau makanan, apalagi yang memakai cukup banyak bawang merah. Arisa juga tidak lupa meminum minuman herbal itu setelah menghabiskan buburnya.
Beruntung hari ini Arisa tidak memiliki jadwal mata kuliah sehingga ia tidak perlu pergi ke kampus. Ia bisa beristirahat hingga setengah hari nanti karena ia harus menghadiri acara tujuh bulanan kehamilan Siska nanti siang.
" Ya Allah, angkatlah sakit hamba. Hamba harus menghadiri acara tujuh bulanan Kak Siska " ucap Arisa agar ia bisa cepat sembuh.
Arisa menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur karena tidak baik jika ia langsung membaringkan tubuhnya saat itu apalagi ia baru saja selesai sarapan. Arisa juga menyempatkan untuk membuka ponselnya yang dari tadi malam sama sekali tidak ia buka. Ternyata cukup banyak pesan yang masuk, terutama dari Siska yang memastikan jika dirinya harus datang nanti siang di acara tujuh bulanannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " π
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1