Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
122. Lamaran Teno dan Rini


__ADS_3

Keesokan harinya, Angga dan Arisa serta Papa Hari dan Mama Mutia sudah berada di kediaman Keluarga Wicaksono untuk berangkat bersama ke rumah Rini. Mereka semua akan mendampingi Teno melamar Rini untuk menjadi istrinya.


" Lebih baik kita berangkat sekarang " ucap Tuan Gunawan pada semua orang.


Mereka semua pun setuju karena jarak rumah Rini cukup jauh dari sana sehingga membutuhkan waktu cukup lama.


" Pelan-pelan, Sayang " ucap Angga membantu Arisa untuk masuk ke dalam mobil.


Angga dan Arisa akan berada di satu mobil yang sama dengan Ardi dan Tya serta kedua anak mereka, sedangkan Teno bersama para orang tua.


" Sini biar Raila sama aku, Kak " ucap Arisa pada Tya di sampingnya.


Tya pun memberikan Raila pada Arisa dan Arisa memangku balita itu.


" Raila yang anteng ya di pangkuan Tante Arisa " ucap Tya pada putrinya itu.


" Ya ya ya " jawab Raila seolah mengerti.


Angga yang berada di kursi kemudi pun tersenyum melihat itu, Angga menjadi tidak sabar menunggu putrinya lahir ke dunia.


Setelah itu Angga pun langsung melajukan mobil itu untuk menuju ke rumah Rini.


***


Sesampainya di rumah Rini, mereka langsung di sambut oleh keluarga Rini. Lamaran itu memang cukup meriah dan lumayan banyak tamu yang hadir di sana. Mereka langsung dipersilahkan masuk dan duduk tempat yang sudah sediakan oleh keluarga Rini.


" Sudah nyaman? " tanya Angga setelah membantu istrinya itu duduk.


" Iya Mas " jawab Angga.

__ADS_1


Setelah itu Angga pun segera duduk di samping Arisa dan menunggu acara lamaran itu dimulai.


Tak lama kemudian, acara lamaran Teno dan Rini pun dimulai. Rini terlihat sangat cantik menggunakan kebaya yang senada dengan batik yang digunakan Teno.


Papa Hari yang ditunjukkan sebagai juru bicara dari pihak Teno pun memberikan sambutan setelah dipersilahkan.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu " ucap Papa Lionel.


" Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu " jawab semua orang yang ada di sana.


" Puji syukur hanya kepada Allah Swt yang telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita sekalian sehingga kita dapat bertemu, berkumpul dan saling silaturahmi pada hari yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal’afiat " ucap Papa Hari membuka sambutan.


" Selamat siang Bapak atau Ibu dan segenap keluarga yang kami hormati. Terima kasih kami ucapkan telah berkenan menerima kami sekeluarga dengan baik. Perkenankanlah saya untuk menyampaikan tutur kata mewakili Bapak Gunawan untuk secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini. Pada hari ini, kami hadir di tengah-tengah keluarga Bapak atau Ibu, tiada lain dalam rangka bersilaturahmi agar saling mengenal lebih dekat antara satu dengan lainya. Selanjutnya, kami juga ingin menyampaikan hajat dari adik kami yakni saudara Arteno Wihaja. Izinkan kami mewakili Teno menyampaikan niat tulus untuk melamar putri Bapak atau Ibu. Untuk itulah maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini. Mudah-mudahan bapak dan ibu berkenan untuk meridhoi Teno dengan menerima lamaran ini. Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada bapak dan ibu, sambil menanti sambutan dari bapak atau ibu apakah lamaran kami ini diterima atau mungkin ditolak. Tak lupa kami sekeluarga mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan ini ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Begitu pula hantaran hari ini yang ala kadarnya sebagai wujud keseriusan hati kami " lanjut Papa Hari.


" Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu " ucap Papa Hari menutup sambutan itu.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu " ucap seorang pria perwakilan dari keluarga Rini.


" Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu " jawab mereka semua.


" Pertama-tama kami panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada kita semua. Terutama nikmat iman dan Islam serta nikmat sehat wal'afiat sehingga kita dapat bertemu muka pada kesempatan yang baik ini. Shalawat dan salam marilah kita curahkan kepada baginda Kita Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam yang telah membawa risalah Islam kepada kita semua sehingga kita mendapatkan cahaya-Nya " ucap pria itu.


" Pada kesempatan yang baik ini izinkan saya atas nama keluarga besar Bapak dan Ibu Bambang menyampaikan beberapa hal terkait dengan sambutan dari keluarga Bapak dan Ibu Gunawan. Pertama, kami menyambut baik dengan tangan terbuka kedatangan keluarga besar Bapak Ibu dengan mengucapkan ahlan wa sahlan, selamat datang di gubuk kami. Semoga dengan bersilaturahmi ini menjadi wasilah mendapatkan rezeki yang barakah dan berumur panjang dalam ketaatan kepada Allah SWT. Kedua, terkait dengan permohonan untuk meminang atau melamar anak kami yang bernama Rini Agustina, kami sebagai orang tua tidak bisa menjawab permohonan tersebut. Kami akan tanyakan langsung kepada anaknya apakah dia berkenan menerima lamaran Ananda Teno " lanjut pria itu.


Semua pandangan tertuju pada Rini yang akan menjawab lamaran dari Teno.


" Bagaimana Rini? Apakah kamu bersedia untuk menerima lamaran dari Ananda Teno? " tanya juru bicara itu pada Rini.


" Dengan restu Allah dan restu Papa Mama, Rini menerima lamaran Kak Teno " jawab Rini dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Semua orang di sana merasa sangat lega terkhususnya Teno karena lamarannya telah diterima secara resmi.


" Alhamdulillah, ternyata Rini berkenan menerima pinangan dari Ananda Teno, putra dari Bapak Ibu Gunawan " ucap pria itu setelah mendengar jawaban dari Rini.


" Selanjutnya, untuk menentukan hari, tanggal, dan waktu acara akad nikah dan resepsinya akan dibicarakan bersama-sama dengan kedua keluarga. Ketiga, saya atas nama keluarga besar Bapak dan Ibu Bambang orang tua dari Ananda Rini mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan keluarga besar Bapak Ibu Gunawan orang tua Ananda Teno. Kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya jika ada kata-kata, tindakan, sambutan, dan hidangan yang kurang berkenan di hati Bapak Ibu semua. Demikian yang dapat kami sampaikan. Kurang dan lebihnya saya atas nama pribadi mohon maaf yang seluas-luasnya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu " lanjutnya.


" Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatu " jawab mereka semua.


Setelah itu, Teno dan Rini maju ke tempat yang sudah disediakan untuk saling memasang cincin lamaran mereka.


" Mereka manis banget ya, Mas " ucap Arisa saat melihat Teno dan Rini yang malu-malu saat memasangkan cincin di jari manis masing-masing.


Angga pun menoleh ke arah sang istri. Jujur saja ada rasa sedikit bersalah karena ia tidak bisa memberikan acara seperti itu, resepsi pernikahan pun mereka tidak melakukannya.


" Sayang, maafkan aku. Aku tidak bisa memberikan acara seperti ini saat melamarmu, bahkan kita tidak melakukan resepsi pernikahan. Jika kamu ingin, aku akan mewujudkannya sekarang untuk menebus semuanya " ucap Angga pada Arisa.


" Gak perlu, Mas. Aku sudah bahagia bersama kamu sekarang dan aku gak butuh resepsi pernikahan. Lebih baik uangnya disimpan untuk masa depan anak kita nanti " jawab Arisa mengusap punggung tangan Angga yang menggenggam tangannya.


Angga tersenyum, beruntungnya ia memiliki istri seperti Arisa yang begitu mengerti dirinya dan tidak pernah menuntut apapun.


Setelah semua acara selesai, semua tamu dipersilahkan untuk makan makanan yang sudah disediakan oleh keluarga Rini. Arisa juga menikmati makanan yang diambilkan oleh suaminya karena ia pun merasa sangat lapar.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2