Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
71. Memulai Hidup


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Arisa sudah bisa menjalani kehidupannya dengan normal kembali. Ia harus memulai hidup baru dan tidak boleh terus terpuruk dalam kesedihannya. Ia akan tetap menunggu Angga untuk kembali yang entah kapan, tapi ia yakin jika suaminya itu pasti akan kembali. Arisa akan selalu mendatangi tempat kejadian ledakan bom itu setiap hari setelah selesai kuliah untuk menunggu Angga yang ia harap akan muncul di sana, tapi hingga saat ini Arisa tidak pernah menemukan suaminya itu.


Arisa sudah mulai kembali masuk kuliah sejak tiga minggu yang lalu. Tuan Gunawan telah mengurus tentang ketidakhadirannya selama beberapa minggu karena kejadian yang menimpa Angga.


Papa Hari juga sudah bekerja di perusahaan milik Tuan Gunawan dan bekerja sebagai manajer keuangan seperti saat dulu ia bekerja. Sedangkan Mama Mutia membuka toko pakaian yang tidak terlalu besar untuk usaha keluarga mereka. Mama Mutia menjahit sendiri pakaian-pakaian yang akan dijualnya karena hobinya dalam mendesain pakaian dan juga menjahit.


Mengenai Arden, Tuan Gunawan benar-benar membantunya untuk meringankan masa hukumannya. Arden dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara setelah pertimbangan karena semua perbuatan baiknya dan juga bantuan dari Tuan Gunawan.


Seperti pagi ini, Arisa sudah siap untuk pergi ke kampus tetapi ia akan menyempatkan untuk sarapan bersama kedua mertuanya yang sudah seperti orang tua kandungnya sendiri. Arisa sangat beruntung karena orang tua Angga sangatlah menyayanginya.


" Selamat pagi, Pa, Ma " sapa Arisa pada Papa Hari dan Mama Mutia yang sudah lebih dulu berada di meja makan.


" Selamat pagi, Nak " balas Papa Hari tersenyum.


" Pagi Sayang " balas Mama Mutia dan mengusap puncak kepala Arisa yang duduk di sampingnya.


Setelah itu mereka pun mulai sarapan bersama sebelum mereka melakukan aktivitas masing-masing.


" Arisa berangkat dulu ya, Ma, Pa. Arisa ada kelas pagi hari ini " pamit Arisa setelah menyelesaikan sarapannya.


" Iya Sayang. Kamu hati-hati ya di jalan " ucap Mama Mutia.


" Iya Ma " jawab Arisa.


Arisa mencium tangan Papa Hari dan Mama Mutia sebelum ia pergi.


" Assalamualaikum " ucap Arisa.


" Walaikumsalam " jawab Papa Hari dan Mama Mutia.

__ADS_1


Kemudian Arisa segera keluar dari rumah. Ia akan pergi ke kampus dengan menggunakan motornya seperti biasa. Sedangkan nanti Papa Hari dan Mama Mutia akan berangkat bersama dengan menggunakan motor yang mereka beli dari sisa membeli ruko untuk toko pakaian Mama Mutia.


***


Sesampainya di kampus, seperti biasa Arisa langsung memarkirkan motornya di parkiran khusus mahasiswa. Di kampus Arisa tidak pernah bertemu dengan Rio lagi, walaupun awalnya ia sedikit takut jika Rio akan berbuat jahat lagi kepadanya. Bahkan teman-teman Rio pun tidak mengetahui keberadaan pemuda itu hingga saat ini. Mungkin Angga telah mengurus itu semua sebelum kejadian itu. Sehingga Arisa bisa kuliah dengan tenang dan tidak perlu takut lagi.


" Arisa " panggil Rini yang berjalan mendekati Arisa.


Arisa pun menoleh ke sumber suara yang sudah sangat ia kenali itu dan tersenyum.


" Kok sendiri? " tanya Arisa karena biasanya Rini akan bersama dengan Doni dan Lino.


" Doni sama Lino belum datang karena mereka baru ada kelas nanti jam satu " jawab Rini.


Arisa pun menganggukkan kepalanya mengerti.


Sebenarnya Rini sangat khawatir saat Arisa tidak masuk kuliah selama beberapa minggu tetapi Arisa tidak bisa menjawabnya dengan jujur karena Rini tidak mengetahui hubungannya dengan Angga. Ia hanya memberikan alasan jika dirinya pergi ke luar kota untuk menjenguk kerabatnya. Arisa masih menyembunyikan tentang statusnya pada Rini karena ia merasa lebih nyaman seperti ini apalagi Angga belum kembali. Keluarga Wicaksono dan yang lainnya juga tidak masalah jika Arisa memberitahu ataupun menyembunyikan statusnya pada semua orang karena itu pilihan Arisa. Lagi pula sekarang keadaan sudah aman dan musuh-musuh dari Tuan Gunawan sudah tertangkap.


Setelah hampir dua mengikuti mata kuliah pada pagi itu, akhirnya Arisa dan Rini keluar dari kelas sembari menunggu mata kuliah selanjutnya. Arisa memilih untuk pergi ke taman saja ketika Rini mengajaknya untuk ke kantin karena ia masih merasa kenyang.


" Aku masih kenyang, soalnya tadi sarapan banyak. Kamu aja ke kantin, aku mau ke taman aja baca buku " ucap Arisa pada Rini.


" Ya udah, nanti aku susul ke taman. Kamu jangan kemana-mana sebelum aku datang " ucap Rini sebelum pergi.


Arisa pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka pun berpisah dengan tujuan masing-masing, Arisa yang pergi ke taman dan Rini pergi ke kantin.


Arisa mendudukkan tubuhnya di salah satu bangku taman di dekat sebuah pohon besar sehingga membuat suasana di sana sangat sejuk. Arisa mengambil satu buah buku novel dari dalam tasnya dan ia pun mulai membacanya. Arisa selalu membaca buku atau novel ketika memiliki waktu senggang untuk mengusir rasa bosannya.


" Aku sudah memulai hidupku kembali, Mas. Aku berusaha ikhlas seperti yang semua orang katakan, tapi aku gak bisa karena aku yakin kamu kembali " ucap Arisa di dalam hati.

__ADS_1


Arisa mengusap foto Angga yang terselip di dalam novel itu. Ia selalu membawa foto Angga sehingga ia bisa memandanginya setiap kali ia merasa rindu dengan suaminya itu.


" Nih, aku beliin jus alpukat " ucap Rini yang baru saja datang dan duduk di samping Arisa.


Rini sengaja membelikan jus alpukat untuk Arisa karena Arisa sangat menyukai olahan apapun dari buah itu.


" Terima kasih ya " ucap Arisa menerima jus alpukat itu dan Rini menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Tetapi saat Arisa baru meminumnya satu tegukan, Arisa merasakan jika jus alpukat itu terasa sangat aneh.


" Kok rasanya aneh sih " ucap Arisa menjauhkan jus alpukat itu dari dirinya karena baunya juga ia tidak menyukainya.


Rini yang melihat itu pun merasa heran. " Aneh gimana? Ini jus alpukat yang biasanya " tanya Rini pada Arisa.


" Pokoknya aneh aja rasanya terus baunya juga gak enak " jawab Arisa.


" Maaf ya Rin, tapi aku gak bisa minum jus alpukatnya lagi " ucap Arisa tidak enak karena ini sudah repot-repot membelikannya.


" Gak papa. Biar aku aja yang minum, daripada mubazir " jawab Rini.


Rini pun meminum jus alpukat itu tetapi tidak ada yang aneh dan rasanya masih sama seperti biasanya. Rini justru merasa aneh dengan sahabatnya itu yang tiba-tiba tidak menyukai jus alpukat yang sebelumnya sangat ia sukai.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2