
Hari sudah berubah menjadi gelap dan sinar bulan mencoba untuk menerangi bumi. Sepasang orang tua baru itu sedang menikmati makan malam selagi putri mereka baru saja tertidur. Bayi yang belum genap berumur sehari itu baru saja tidur setelah menyusu kepada sang ibu.
" Ayo buka mulut kamu " pinta Angga mengarahkan sendok berisi makanan ke dalam mulut Arisa.
Arisa menurut dengan membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang suami.
" Kamu juga makan, Mas " ucap Arisa pada Angga.
" Iya Sayang " jawab Angga.
Angga pun memakan makanan yang dibelikan oleh Papa Hari dari piring yang berbeda karena istrinya itu harus memakan makanan dari rumah sakit. Angga makan malam sambil menyuapi Arisa karena istrinya itu tidak akan mau makan jika dirinya tidak makan juga.
" Mas, aaaaa " ucap Arisa membuka mulutnya lagi ingin disuapi.
Dengan cepat Angga pun menyuapi istrinya lagi hingga makanan mereka berdua habis tidak tersisa.
" Minum obatnya dan setelah itu kamu harus tidur " ucap Angga memberikan obat dan segelas air putih pada Arisa.
Arisa menerima itu dan langsung meminum obat yang diberikan oleh sang suami. Setelah selesai, ia langsung memberikan kembali gelas yang sudah kosong pada Angga.
" Tidurlah, biar aku yang menjaga putri kita " ucap Angga menyelimuti tubuh Arisa hingga dada.
" Tapi nanti kalau putri kita menangis dan haus, kamu langsung bangunkan aku " ucap Arisa pada Angga.
" Iya Sayang " jawab Angga.
Setelah itu Angga mencium kening Arisa agar istrinya itu segera istirahat dan tidur. " Selamat malam, Sayang " ucap Angga.
" Selamat malam, Mas " balas Arisa tersenyum.
Arisa pun memejamkan matanya dan mencoba untuk segera tidur. Sedangkan Angga mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang perawatan itu setelah mengecek keadaan sang putri.
Angga akan menjaga istri dan anaknya seorang diri karena Papa Hari dan Mama Mutia harus menghadiri acara resepsi pernikahan Teno dan Rini yang diadakan malam ini. Seharusnya mereka juga hadir tetapi tidak bisa karena Arisa yang melahirkan lebih cepat dari perkiraan dokter.
Angga sudah menghubungi Teno dan menyampaikan permintaan maaf mereka karena tidak bisa hadir. Teno dan Rini tentu tidak mempermasalahkan itu karena keadaan yang tidak memungkinkan. Mereka juga mengatakan akan mengunjungi Arisa dan anak mereka besok.
***
Keesokan harinya, Arisa sedang menyusui putrinya yang baru saja dimandikan oleh perawat. Sedangkan Angga sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi yang ada di ruang perawatan itu.
__ADS_1
" Nen sampai kenyang ya, Sayang " ucap Arisa sambil memegangi sumber nutrisi putrinya agar tepat mengarah ke mulutnya.
Ceklek.
Terlihat Angga keluar dari kamar mandi dengan celana pendek dan handuk yang tersampir di bahunya. Angga pun segera menghampiri Arisa yang masih menyusui putri mereka.
" Anak Papa sedang apa? " tanya Angga sambil menoel-noel pipi sang putri.
" Sedang *****, Papa " jawab Arisa mewakili sang putri.
" Papa boleh minta tidak? Sebelum kamu menguasainya, itu milik Papa " ucap Angga memegang dada sang istri yang sedang dihisap oleh putri mereka.
" Gak boleh " jawab Arisa langsung menyingkirkan tangan Angga dari dadanya.
Jujur saja ia sedikit malu menyusui di depan Angga dan malah sekarang suaminya itu menyentuh dadanya.
" Sudah sana, cepat pakai baju kamu " ucap Arisa mendorong lengan Angga.
" Sebentar, Sayang. Aku belum berbagi ini dengan putri kita " jawab Angga tersenyum menggoda.
Arisa pun langsung mendelikkan matanya karena ia tidak mungkin berteriak atau memukul sang suami karena akan membangunkan putri mereka yang sedang tertidur. Angga pun tertawa kecil karena bukannya menakutkan, istrinya itu malah terlihat lucu.
Beberapa saat berlalu, terdengar suara pintu ruangan itu di ketuk. Angga pun dengan segera membukakan pintu itu dan melihat siapa yang datang. Ternyata itu adalah Teno dan Rini, mereka datang pagi-pagi sekali.
" Assalamualaikum " ucap Teno dan Rini.
" Walaikumsalam " jawab Angga.
Setelah itu Angga mengajak mereka untuk masuk ke dalam ruang perawatan itu. Beruntung Arisa sudah selesai menyusui putrinya dan juga memakai hijab instan miliknya.
" Kalian datang " ucap Arisa tersenyum.
Angga serta Teno dan Rini menghampiri Arisa yang sedang memangku putrinya yang sudah tertidur.
" Selamat ya, Ris. Akhirnya ponakan aku launching juga " ucap Rini memeluk Rini.
" Terima kasih ya, Rin " jawab Arisa tersenyum.
" Selamat ya, kalian sudah menjadi orang tua " ucap Yeni pada Angga dan Arisa.
__ADS_1
" Terima kasih, Kak " jawab Angga.
Teno dan Rini sangat bahagia dengan kelahiran anak Angga dan Arisa itu karena mereka adalah salah satu saksi betapa hancurnya Arisa saat kehilangan anaknya lima tahun yang lalu.
" Kakak juga harus segera memiliki anak. Berikan saudara untuk putri kami " ucap Angga menepuk pundak Teno.
" Tenang saja, Kakak sudah mulai membuatnya " jawab Teno tersenyum.
Sedangkan Rini menundukkan kepalanya malu, apalagi mendapatkan tatapan godaan dari Arisa.
" Em, aku boleh gak gendong anak kalian? " ucap Rini agar Arisa tidak menggodanya lagi.
" Boleh dong " jawab Arisa.
Rini segera mencuci tangannya dan menggunakan hand sanitizer sebelum menggendong anak Angga dan Arisa.
" Wah, kamu lucu banget sih, Sayang " ucap Rini setelah bayi mungil itu di dalam gendongannya.
" Rin, kita nanti buat yang seperti ini juga ya " ucap Teno yang berada di samping Rini.
Rini tidak menjawab ucapan suaminya karena sepertinya ia sangat malu, terlihat dengan wajahnya yang memerah.
" Aduh Rin, udah di kode. Semangat terus ya produksi " ucap Arisa menggoda pengantin baru itu.
" Ris " ucap Rini dengan suara pelan.
Rini sungguh malu karena di sana juga ada Angga, walaupun Angga diam saja tetapi tetap saja ia merasa malu.
Arisa pun tertawa melihat sahabatnya sangat malu. Arisa sangat puas karena biasanya Rini yang menggodanya dan sekarang gantian ia yang menggoda Rini yang masih pengantin baru.
Tak lama kemudian, keluarga Wicaksono datang untuk menjenguk Arisa dan bayinya lalu disusul dengan Leon dan Yeni. Alhasil ruang perawatan Arisa pun menjadi sangat ramai karena semuanya berkumpul.
Angga dan Arisa sangat bahagia dan bersyukur bisa mengenal orang-orang baik seperti mereka yang selalu ada di saat mereka susah ataupun senang. Seperti saat ini mereka semua ikut merasa bahagia dengan kelahiran anak Angga dan Arisa.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π