
Pada sore harinya, Arisa bersiap untuk pulang karena ia dan bayinya sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit karena Arisa juga sudah sehat. Arisa akan pulang bersama dengan Angga saja karena Mama Mutia akan menyiapkan segala sesuatu untuk mereka dan Papa Hari juga masih bekerja.
" Kamu di sini dulu ya, Sayang. Kita tunggu Papa, baru setelah itu kita pulang " ucap Arisa meletakkan bayinya ke dalam box bayi setelah kenyang menyusu dan tidur kembali.
Arisa memang sedang menunggu Angga yang mengurus administrasi sebelum mereka keluar dari rumah sakit.
Tiba-tiba Arisa merasa perutnya mulas dan ia harus pergi ke kamar mandi untuk membuang hajatnya.
" Sayang, Mama ke toilet dulu ya. Kamu tidur yang nyenyak di sini sebentar " ucap Arisa pada putrinya yang sedang tertidur pulas.
Arisa pun segera pergi ke toilet yang ada di dalam ruangan itu karena ia sudah tidak tahan untuk menuntaskan hajatnya.
Sepuluh menit kemudian, Arisa merasa lega dan segera keluar dari toilet karena ia sudah cukup lama meninggalkan putrinya sendiri. Arisa menghampiri box bayi dimana putrinya berada untuk melihat keadaannya. Tetapi Arisa tidak melihat keberadaan putrinya di sana dan di ruangan itu juga tidak ada siapa pun.
" Dimana putriku? " ucap Arisa panik.
Arisa tentu saja akan panik karena tadi jelas-jelas putrinya ada di dalam box bayi tapi sekarang tidak ada. Arisa segera mencari putrinya ke ruangan yang ada di ruang perawatan itu tapi ia tidak menemukan siapa-siapa.
" Ya Allah, dimana putriku? " ucap Arisa mulai menangis karena ia tidak bisa menemukan putrinya.
Rasa cemas dan hal-hal yang buruk mulai bermunculan di kepalanya. Tidak mungkin putrinya itu bersama sang suami karena Angga belum kembali dari tadi, walaupun Angga kembali pasti suaminya itu pasti akan memberitahunya jika ingin membawa putri mereka pergi.
Ceklek.
Terdengar suara pintu ruang perawatan itu terbuka dan menampilkan Angga yang datang dengan membawa kantong plastik yang berisi obat dan vitamin yang baru saja ia tebus di bagian farmasi untuk Arisa.
Arisa bertambah panik saat melihat Angga tidak bersama putrinya. Air matanya pun mulai jatuh karena ia sangat menghawatirkan putrinya yang tidak tahu dimana sekarang.
" Sayang, kamu kenapa? " tanya Angga yang melihat Arisa menangis dan langsung menghampiri istrinya itu.
" Putri kita gak ada, Mas. Aku sudah cari ke seluruh ruangan tapi aku gak menemukannya " jawab Arisa dengan air mata yang terus mengalir.
Deg.
Angga terkejut bukan main karena bagaimana bisa putrinya tidak ada di sana dan istrinya tidak mengetahuinya.
__ADS_1
" Bagaimana bisa tidak ada? Bukankah tadi putri kita bersama kamu? " tanya Angga berusaha tenang walaupun ia pun sangat panik.
" Tadi putri kita ada di box bayi ini setelah aku menyusuinya. Setelah itu perutku terasa sakit dan aku pergi ke kamar mandi, tapi saat aku kembali putri kita sudah gak ada di dalam box bayinya " jawab Arisa menceritakan apa yang terjadi sambil terus menangis.
" Kamu tenanglah dulu, akab mencari putri kita " ucap Angga pada Arisa.
Angga mulai mengecek semua tempat yang ada di ruang perawatan itu tetapi ia tidak juga menemukan keberadaan putri.
" Dimana putriku? Atau jangan-jangan ada yang menculiknya? " ucap Angga memikirkan kemungkinan terburuk bagaimana putrinya tidak ada.
Angga segera menghampiri sang istri yang masih menangis dan terus mencemaskan putri mereka yang tidak tahu sekarang dimana.
" Sayang, lebih baik sekarang kita coba cari di luar dan kita coba liat CCTV di ruang perawatan ini " ucap Angga pada Arisa.
Arisa menganggukkan kepalanya dan mengikuti sang suami karena ia ingin menemukan putrinya sekarang juga.
Kemudian Angga dan Arisa langsung keluar dari ruang perawatan itu dan mencoba mencari putri mereka di sekitar sana.
" Mas, putri kita. Kalau kita tidak bisa menemukannya lagi bagaimana? " ucap Arisa karena mereka tidak menemukannya juga setelah mencari di sekitar rumah sakit.
Angga memutuskan untuk menghubungi Teno dan meminta bantuan kakaknya itu untuk menemukan keberadaan sang putri. Tak butuh waktu lama Teno pun langsung menjawab panggilan telepon itu.
" Maaf aku mengganggu waktu Kakak, tapi aku sangat membutuhkan bantuan Kakak sekarang juga " ucap Angga yang sebenarnya merasa tidak enak mengganggu waktu Teno yang masih pengantin baru tapi ini keadaan darurat.
" Tidak apa-apa. Memangnya ada apa? " tanya Teno dari ujung sana.
" Putriku hilang, Kak. Aku dan Arisa sudah mencari di ruang perawatan dan rumah sakit tapi kami tidak menemukannya " jawab Angga memberitahu apa yang terjadi.
Teno yang di ujung telepon tentu saja sangat terkejut mendengar keponakannya yang baru berumur dua hari sudah hilang.
" Apa? Hilang? Bagaimana bisa? " ucap Teno terkejut sekaligus panik.
" Aku akan jelaskan nanti, tapi sekarang aku sangat membutuhkan bantuan Kakak. Tolong Kakak hubungi anak buah kita untuk mencari putriku " jawab Angga tidak ingin membuang waktu lagi untuk menjelaskan.
" Kakak akan ke rumah sakit sekarang " ucap Teno akan membantu mencari putri Angga dan Arisa.
__ADS_1
" Kakak bisa langsung ke ruang CCTV karena aku akan ke sana untuk mengetahui bagaimana putriku bisa hilang " ucap Angga pada Teno.
" Tolong Kakak ajak istri Kakak. Aku membutuhkan bantuannya untuk menjaga Arisa " lanjut Angga karena ia tidak mungkin meninggalkan Arisa sendiri nanti.
" Baiklah, kami akan segera ke sana " jawab Teno.
Setelah itu sambung panggilan telepon itu pun terputus.
" Kita ke ruang CCTV sekarang ya " ucap Angga pada Arisa.
" Iya Mas " jawab Arisa.
Kemudian Angga dan Arisa segera pergi ke ruang CCTV untuk melihat apa yang terjadi selama Arisa di toilet dan siapa yang membawa putri mereka. Karena Angga adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Wicaksono, Angga dan Arisa bisa masuk ke dalam ruangan CCTV tanpa membutuhkan izin.
" Tuan Angga " ucap petugas yang menjaga ruang CCTV itu memberikan hormat pada Angga.
Angga segera masuk ke dalam ruangan itu karena ia harus mengetahui itu secepatnya dari CCTV.
" Tolong periksa CCTV ruang perawatan istri saya tiga puluh menit yang lalu " perintah Angga pada petugas CCTV itu.
" Baik, Tuan " jawab petugas CCTV itu.
Petugas CCTV itu segera mencari rekaman CCTV yang diminta oleh Angga.
" Ya Allah, walaupun entah dimana keberadaannya tolong selalu lindungi putriku " doa Arisa di dalam hati.
Arisa tidak ingin sampai kehilangan putrinya kembali dan bagaimana caranya ia harus bisa bertemu dengan putrinya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain π Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " ππ
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Malam Panas Dengan Kak Aska " π
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya π
__ADS_1