Suamiku Seorang Bodyguard

Suamiku Seorang Bodyguard
85. Pernah Hamil


__ADS_3

Dengan tangan yang masih gemetar, Angga menatap Arisa dan menuntut penjelasan atas itu semua. Jika memang Arisa hamil anaknya pada saat itu maka saat ini anak mereka sudah berusia empat tahun, tetapi ia tidak menemukan atau melihat tanda-tanda ada anak kecil di rumah itu. Jadi di manakah sekarang anaknya dan Arisa. Jujur saja ada rasa hangat yang menjalar di hatinya saat melihat itu dan juga ia merasa bahagia jika memang benar dia memiliki seorang anak dengan Arisa.


" Sayang, kamu pernah hamil? " tanya Angga memastikan dengan suara bergetar.


Arisa mengusap air matanya yang sudah jatuh membasahi pipi.


" Iya Mas. Aku dinyatakan hamil satu bulan setelah kamu pergi " jawab Arisa.


Angga merasa sangat senang mendengar itu tetapi ia juga cukup bingung karena Arisa malah terlihat sedih.


" Lalu dimana anak kita? Kenapa kamu menangis dan terlihat sedih? " tanya Angga pada Arisa.


Jika memang benar ia memiliki anak, Angga ingin sekali segera bertemu dengan anaknya itu.


" Anak kita sudah tenang di surga, Mas " jawab Arisa dengan air mata yang mengalir deras.


Deg.


Baru saja Angga mendengar kabar bahagia, kini hatinya terasa dihantam batu yang sangat besar. Apakah itu artinya anaknya telah tiada sebelum ia bertemu dengan dirinya.


***


Flashback on.


Setelah melakukan tes kehamilan menggunakan tespek dan hasilnya positif, Arisa segera memberikan kabar itu kepada semua orang. Mereka semua sangat bahagia mendengar kabar itu, terutama Papa Hari dan juga Mama Mutia karena mereka akan memiliki penerus dan juga pengganti dari putra mereka yang telah tiada.


Arisa menjalani hari-harinya dengan bahagia selama kehamilannya itu karena semua orang begitu perhatian dan menyayangi dirinya. Bahkan Rini yang awalnya marah karena Arisa tidak memberitahukan pernikahan dan kehamilan itu sangat perhatian dan selalu menjaga Arisa ketika sedang di kampus. Rini mengetahui jika Arisa sudah menikah dan sedang hamil karena Arisa selalu mual dan muntah ketika di kampus dan akhirnya Arisa pun jujur kepada Rini. Akan tetapi Arisa meminta Rini untuk merahasiakannya itu kepada semua orang dan Rini pun menyetujuinya.


Arisan bisa menutupi kehamilannya hingga usia tujuh bulan karena ia selalu memakai gamis yang longgar sehingga perutnya yang mulai membesar tidak terlihat. Saat usia kehamilan Arisa memasuki tujuh bulan bertepatan dengan libur semester sehingga Arisa bisa melahirkan sebelum semester baru dimulai.

__ADS_1


Pada suatu pagi, Arisa tiba-tiba saja ingin sekali melihat seekor kelinci setelah melihat beberapa foto kelinci di sosial media. Karena ia tidak memelihara kelinci atau hewan lain, Arisa pun memutuskan untuk pergi ke cafe dengan tema kelinci dan ada kelinci sungguhan di sana.


Arisa pergi sendiri ke cafe itu karena Mama Mutia sudah pergi ke butik dan ia tidak bisa mengajak Rini karena Rini sedang liburan bersama keluarganya.


" Wah, lucu-lucu banget ya kelincinya, Sayang " ucap Siska sembari mengusap perutnya.


Bayi yang dikandung oleh Arisa itu sedang sangat aktif-aktifnya karena sering sekali menendang perut ibunya. Walaupun terkadang terasa sedikit sakit dan terkejut tapi Arisa sangat menyukainya karena itu pertanda jika bayi yang ada di kandungannya dalam keadaan sehat dan berkembang dengan baik.


Setelah puas melihat kelinci dan keinginannya terpenuhi, Arisa pun memutuskan untuk langsung pulang. Ia tidak meminta izin kepada Mama Mutia dan pasti Mama Mutia akan marah jika mengetahui ia pergi sendiri.


Tapi nasib buruk sedang datang kepada Arisa karena saat Arisa ingin menyeberang jalan tiba-tiba ada sebuah motor yang menabrak dirinya.


Bruk.


Arisa yang saat itu tidak bisa menghindar lagi akhirnya pun tertabrak dan jatuh dengan posisi tengkurap sehingga perutnya membentur jalan. Arisa merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya dan darah segar pun keluar dari sela kakinya.


Arisa tidak sadarkan diri karena cukup banyak kehilangan darah dan juga kepalanya terbentur.


Beruntung saat itu pelaku tidak melarikan diri dan menyelamatkan Arisa bersama dengan orang-orang yang berada tidak jauh dari tempat kejadian. Mereka semua langsung membawa Arisa ke rumah sakit dan menghubungi keluarga Arisa.


Walaupun sudah berusaha menyelamatkannya sebisa mungkin tetapi anak dalam kandungan Arisa yang dua bulan lagi akan dilahirkan tidak bisa selamat. Bayi berjenis kelamin perempuan itu meninggal akibat benturan yang sangat keras. Beruntung Arisa tidak terluka parah dan benturan di kepalanya juga tidak berakibat fatal.


Hati Arisa sangat sakit dan dunianya terasa hancur saat ia sadar dan mengetahui jika anaknya telah tiada. Kenangan dan bukti cinta dari Angga telah tiada dan itu sangat sulit diterima oleh Arisa. Ia begitu histeris di dalam pelukan Mama Mutia saat menyaksikan pemakaman putrinya itu.


Sebenarnya Arisa belum diperbolehkan keluar dari rumah sakit tetapi ia tetap memaksa untuk mengantar putrinya ke peristirahatan terakhir.


" Kenapa kamu harus pergi meninggalkan Mama, Sayang? Mama sudah kehilangan Papa kamu dan sekarang Mama harus kehilangan kamu " ucap Arisa dalam tangisnya.


" Kamu harus ikhlas, Sayang. Anakmu sudah tenang di sana " ucap Mama Mutia mencoba menguatkan Arisa.

__ADS_1


Mama Mutia juga merasakan betapa hancurnya Arisa karena ia pun sama. Ia harus kehilangan satu-satunya harapan untuk penerus serta pengganti putranya.


" Ini salahku, Ma. Jika aku tidak pergi hari itu maka anakku masih di sini dan aku tidak akan kehilangan dia, seperti aku kehilangan Mas Angga " ucap Arisa yang terus menyalahkan dirinya sendiri.


" Tidak Sayang, ini bukan salahmu. Ini sudah takdir dari Allah dan kita harus ikhlas menerimanya " ucap Mama Mutia.


Setelah acara pemakaman selesai, Arisa tetap ingin berada di sana dan tidak mau pulang meskipun semua orang telah membujuknya.


" Arisa, ayo kita pulang. Sebentar lagi hari berganti malam " ucap Reno yang berusaha membujuk adiknya.


" Gak mau, Bang. Aku mau di sini sama anak aku " tolak Arisa.


Arisa mengusap batu nisan yang bertuliskan nama dari putrinya yaitu Anjani Kaureen Lesmana yang memiliki arti seorang perempuan yang tangguh dan cantik. Nama yang Arisa siapkan dari beberapa bulan yang lalu dengan harapan putrinya itu akan menjadi perempuan yang tangguh dan sangat cantik tetapi Tuhan tidak mengizinkan ia untuk hidup di dunia.


" Arisa, kamu jangan seperti ini. Kamu harus ikhlas karena putrimu itu akan menjadi penolongku dan Angga di akhirat nanti. Abang yakin kamu bisa melewati ini semua seperti saat kamu harus mengikhlaskan Angga " ucap Reno pada Arisa.


Setelah terus dibujuk akhirnya Arisa pun mau untuk pulang walaupun hatinya sangat berat meninggalkan tempat peristirahatan terakhir putrinya.


Selama beberapa bulan Arisa terus meratapi kepergian putrinya hingga pada suatu malam putri kecilnya itu mendatangi ia dalam mimpinya dan mengatakan agar ia melanjutkan hidupnya kembali. Sejak saat itu Arisa pun kembali bangkit dan melanjutkan hidupnya walaupun sebagian hatinya terasa mati karena kehilangan dua orang yang sangat ia cintai.


Flashback off.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2