
Setelah memakai selimut Zoya pun kembali menemui Lintang yang masih satay di depan pintu kamar dengan wajah sedikit memerah entah karena marah atau karena apa.
"Begini kah cara mu berpakaian dan tidur? Astaga, Paman ku memilih mu menjadi istri ku karena apa?"Ucap Lintang dengan nada bicara pelan.
"Ada apa ini?"Tanya sang paman tiba-tiba sudah berdiri tidak jauh dari kamar Zoya.
"Sayang, aku sudah bilang, hari ini paman ke sini, mengapa kau tidak juga mandi, ayo sekarang segera masuk dan mandi."Ucap Lintang yang ingin membawa Zoya yang masih mematung dengan selimut tebal di tubuhnya itu ke dalam kamar.
"Tunggu."Ucap sang paman menghentikan Lintang.
"Kau harus bantu ekting agar paman tidak curiga."Bisik Lintang saat sebelum paman nya tiba di dekat mereka.
"Paman, selamat pagi, maaf, aku telat bangun."Ucap Zoya sambil tersenyum kecut.
"Zoya, tidak masalah, apa kau sedang tidak enak badan? Mengapa kau berdiri sambil menutupi tubuh mu dengan selimut?"Tanya paman Lenan kebingungan.
"Ah ini karena aku belum terbiasa saja, makanya aku sedikit cangung saat Lintang ada di kamar, aku sebenarnya baru mau mandi paman."Ucap Zoya lagi-lagi dengan senyum kecut nya.
"Ouhh, begitu,baik lah, aku tunggu kalian di bawah."Ucap paman Lenan yang kemudian berbalik meningal kan Zoya dan juga Lintang.
Setelah paman Lenan menuruni tangga menuju lantai bawah, Lintang pun menarik Zoya masuk ke dalam kamar Zoya.
"Aishhh, sakit! Lepas kan aku."Marah Zoya menepis tangan suaminya.
"Hampir saja paman tau kita pisah kamar."Ucap Lintang terlihat benar-benar ingin menjaga hati sang Paman.
"Tidak apa-apa kan kenyataan nya seperti itu."Jawab Zoya santai.
"Zoya, dengar kan aku baik-baik, saat di depan paman, kau tidak boleh salah bicara, kau harus bertingkah seperti seorang istri sungguhan yang mencintai suami dengan sepenuh hati, jika tidak paman akan sedih dan curiga."Ucap Lintang dengan serius.
__ADS_1
"Terserah kau saja, sekarang keluar lah terlebih dahulu, aku ingin mandi."Ucap Zoya cukup malas melihat perilaku Lintang yang bodoh itu, sejujurnya dia juga sudah tau bagaimana bersikap di depan sang paman.
"Kau mengusir ku?"Tanya Lintang dengan mata melotot.
"Tidak, lalu apa kau ingin melihat aku mandi?"Ucap Zoya lagi.
"Tidak akan!"Jawab Lintang mengalihkan pandangannya.
"Lalu mengapa masih berdiri di sana? Sana cepat keluar."Ucap Zoya mendorong Lintang dari belakang untuk keluar dari kamar nya.
"Wanita bodoh, jangan berani-berani nya memerintah seorang Lintang Kusuma."Kesal Lintang meksipun tubuhnya tetap terdorong keluar dari kamar.
"Aku tidak peduli, dasar kekanak-kanakan."Ucap Zoya yang kemudian menutup pintu kamar itu.
"Apa? Dia bicara apa? Aku kekanak-kanakan? Beraninya wanita itu pada ku, baru kali ini ada seorang wanita yang begitu tidak sopan bicara kepada seorang Lintang Kusuma."Batin Lintang masih tertekan karena ucapan sang istri.
Sementara itu Zoya mengeleg kepala dan masuk ke dalam kamar mandi."Ternyata dia cukup menyebalkan, bagaimana bisa aku menjalani hari-hari ku dengan laki-laki menyebalkan itu?"Batin Zoya yang saat ini benar-benar furstasi akan suaminya itu.
"Permisi nona, tuan muda dan juga paman Lenan menunggu anda di ruang makan."Ucap Laura, pelayan peribadi Zoya.
"Baik lah Laura, terima kasih."Ucap Zoya yang kemudian berjalan masuk ke dalam lift untuk menuju lantai bawah tempat ruangan makan.
Tidak butuh waktu lama, Zoya pun akhirnya tiba di ruang makan mansion, terlihat paman Lenan dan Lintang sudah menunggu nya di ruang makan untuk sarapan bersamaan.
Sebagai seorang istri yang baik, Zoya benar-benar menjalankan peran itu di hadapan paman Lenan,dia terlihat memperlakukan Lintang dengan begitu baik hal ini membuat paman Lenan sangat bahagia.
Setelah sarapan pagi selesai, kini Zoya dan Paman Lenan sedang berbincang-bincang di taman belakang mansion, karena tadi setelah sarapan, Paman Lenan sempat meminta Zoya untuk menemaninya ke keliling mansion untuk menghirup udara segar.
Sementara Lintang tidak di ijinkan ikut, dan di tinggal kan di dalam mansion.
__ADS_1
"Paman, ada hal yang ingin paman bicarakan kepada ku?"Tanya Zoya kepada Paman Lenan.
"Mengapa kau seperti sudah tau jika aku akan bicara sesuatu dengan mu?"Tanya sang paman lagi.
"Tidak paman,aku hanya menebak saja."Jelas Zoya.
"Baik lah, Zoya, aku memiliki satu permintaan kepada mu."Jelas sang paman mulai angkat bicara.
"Apa itu?"Tanya Zoya dengan hati-hati.
"Zoya, kondisi ku akhir-akhir ini cukup tidak baik, jika suatu saat aku tiba-tiba pergi, aku mohon, berjanji lah kepada ku untuk selalu ada di sisi Lintang, berjanji lah untuk benar-benar mencintai dan menyayangi nya, sejak kecil dia tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua nya, karena dia di sudah menjadi yatim piatu saat berusia lima tahun."Tutur sang paman mulai bercerita.
"Paman, jangan bicara soal pergi atau meningal kan, paman tidak akan meninggalkan Lintang aku bahkan tidak mau paman meningal kan ku juga."Jawab Zoya sambil memegang tangan sang paman..
"Zoya, aku ini sedang sakit, jadi aku tidak tau apakah aku akan bertahan lama atau tidak, tapi yang jelas, aku memilih mu sebagai istri Lintang karena aku percaya,kau lah wanita yang akan membuat dia bahagia, saat aku sudah tidak bada nanti, kalian harus bahagia seperti yang aku harapkan, belajar lah mencintai nya dan buat lah dia mencintai mu, karena suatu saat dia hanya memiliki dirimu di samping nya, aku tau dia arogan dan juga kekanak-kanakan, tapi aku yakin kau bisa mengubahnya karena setelah aku tidak ada, dia lah yang akan meneruskan seluruh kekayaan keluarga Kusuma."Ucap sang paman panjang lebar.
Saat ini Zoya sadar, betapa sayangnya paman Lenan kepada Lintang, sehingga dia bicara seperti ini, tidak ingin Lintang bersedih atau tidak punya tempat mengadu kedepannya saat paman sudah tidak ada.
"Bagaimana Zoya, apa kau bisa berjanji satu hal ini kepada ku?"Tanya paman Lenan lagi.
"Em, aku, aku akan berusaha paman, aku akan berusaha."Ucap Zoya kepada sang Paman sambil tersenyum.
"Nak, kau wanita yang sangat baik, aku tidak sia-sia memilih dirimu."Ucap paman Lenan merasa bangga terhadap Zoya.
"Terima kasih juga, paman sudah mau membantu keluarga ku."Ucap Zoya lagi sambil tersenyum.
"Kau masih menganggap adik dan ibu tiri mu adalah keluarga? Paman lihat mereka hanya memanfaatkan mu sebagai tameng kehidupan mereka."Ucap paman Lenan lagi.
Zoya terdiam, ternyata paman Lenan juga menyadari bahwa ibu dan adik tiri nya itu hanya memanfaatkan dirinya untuk kehidupan mereka.
__ADS_1
Bersambung ....