Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 19


__ADS_3

Entah setan apa yang merasuki mama Mona dan juga Fira, sehingga mereka tidak ada habis-habisnya merencanakan hal jahat untuk menyakiti Zoya.


Setelah perbincangan hari itu bersama mama nya, malam ini Fira benar-benar datang ke sebuah clab malam, untuk mencari keberadaan Leon, Leon kini menjadi target untuk di dekati Fira agar bisa membuat Zoya iri dengan nya, karena setahu nya Zoya tidak akan bisa menyaingi kehidupan nya lagi.


Benar saja, ini adalah bar ke dua yang di datangi oleh Fira, dia benar-benar melihat sosok laki-laki yang bernama Leon itu, mantan kekasih Zoya, tengah minum-minum dengan beberapa perempuan di samping nya.


"Astaga, dia benar-benar playboy."Batin Fira kesal.


Kalau saja bukan karena ingin memanasi Zoya dan membuat mama nya bahagia, dia mungkin tidak akan mau melakukan hal ini, mendekati Leon hanya membuat nya masuk ke dalam kandang macan saja bagi nya.


"Hey cantik, apa yang kau lakukan di sana? Ayo kemari lah."Ucap Leon yang ternyata memperhatikan Fira yang dari kejauhan menatap nya tadi.


Fira yang mendengar Leon memangil nya pun, memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Leon.


"Kau sangat cantik, apa kau anak baru di sini? Aku baru melihat mu?"Tutur Leon yang notabene nya adalah laki-laki mata keranjang.


"Hm, ya aku, baru saja kali pertama datang ke clab ini, apa aku boleh bergabung dengan kalian?"Tanya Fira dengan senyum tipis nya.


"Ayo duduk lah, jangan sungkan."Ucap Leon.


Mereka pun akhirnya mengobrol panjang, seperti yang di rencanakan oleh Fira, dia benar-benar mampu membuat Leon dekat dengan nya hanya dalam beberapa jam saja.


Setelah malam itu, Fira dan Leon pun mulai semakin dekat, mereka bahkan sering bertemu di clab dan sudah bertukar nomor telepon, seperti yang di harapkan oleh Fira.


Beberapa hari pun berlalu.

__ADS_1


"Sayang, bagai mana dengan rencana mu? Apakah kau berhasil mendekati Leon?"Tanya mama Mona kepada Fira.


"Tentu ma, tapi ma, ada yang ingin aku bicarakan kepada mu, mengapa kita harus melakukan hal ini? Aku sangat tidak suka dengan Leon, dia terlalu mesum dan playboy."Ucap Fira risih


"Fira, jika kita ingin menyakiti Zoya secara terang-terangan,itu tidak mungkin, kita tau sendiri Lenan tidak akan membiarkan nya pasti nya dia akan marah, kau sendiri yang bilang kepada mama, jika kau selalu ingin lebih baik dari Zoya, kau bisa membuktikan nya dari sekarang, kau bisa lebih dari anak sial itu."Ucap mama Mona terlihat begitu dendam akan Zoya.


"Ya ma, aku tau, tapi ma, dia sekarang sudah tidak ada dalam kehidupan kita, kalau di pikir-pikir, buat apa juga kita melakukan hal ini? Toh sekarang semua kekayaan papa nya Zoya sudah jatuh ke tangan kita kan? Menyakiti Zoya lagi buat apa ma?"Tanya Fira yang sebenarnya tidak terlalu membenci Zoya, namun karena hasutan sang mama membuat dia tidak bisa lepas dari akal jahat.


"Kau mungkin tidak tau apa-apa, sekarang mungkin dia masih lemah dan tidak menganggu kita, tapi suatu saat dia pasti akan datang dan mengambil apa yang kita punya, dia bisa saja melakukan itu Fira, kau jangan bodoh karena semua aset masih atas nama Zoya, kita harus memuat nya menderita secara perlahan, dengan membuat dia sakit hati, mama ingin dia furstasi dan akhirnya dia ..."Ucap mama Mona menggantung kalimat nya.


"Apa? Maksud mama, dengan kita menujukkan kebahagiaan kita di hadapan Zoya,dia akan iri dan furstasi lalu dia akan mengakhiri hidupnya sendiri? Dan kemudian semua aset ini akan jatuh ke tangan kita tanpa harus terlibat dalam tindakan kriminal?"Tanya Fira kini tau apa yang sebenarnya mama Mona rencanakan.


"Kau ini benar-benar pintar, ternyata kau bisa berfikir juga, mama pikir kau akan terus bodoh sayang."Ucap mama Mona sambil tersenyum.


Ini lah pengaruh harta, harta bisa membuat seseorang melakukan apapun demi mendapatkan nya.


"Zoya sayang,ini baru permulaan, aku akan membuat mu tidak bisa merebut apapun lagi dari aku dan anakku."Ucap mama Mona dengan senyum yang menyeringai.


Sementara Fira ikut tersenyum setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh mama nya.


Meskipun sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, ternyata mereka masih saja merasa terancam akan kehidupan Zoya. Ini lah kejahatan seseorang yang tidak bisa di anggap remeh.


Sementara itu di sisi lain.


Hari ini, Lintang dan Zoya sedang berkunjung ke villa kediaman paman Lenan, karena tadi pagi paman Lenan sempat nelpon dan meminta Lintang dan Zoya mengujinya, karena dia juga ada hal yang ingin di bicarakan dengan Lintang.

__ADS_1


"Paman, ada hal yang ingin kau bicarakan kepada ku?"Tanya Lintang kepada sang paman.


"Ya, di mana Zoya?"Tanya paman Lenan lagi.


"Dia mungkin di ruang tengah, apa paman ingin aku memagil nya?"Ucap Lintang lagi.


"Tidak perlu, aku hanya ingin bicara empat mata dengan mu."Ucap Paman Lenan.


"Apa itu? Ayo katakan."Ucap Lintang penasaran.


"Lintang, aku sudah tua, dan aku tidak lagi bisa mengurus perusahaan dengan baik, mungkin sudah saatnya kau mengantikan posisi ku sebagai CEO di perusahaan Kusuma, aku hanya ingin fokus menyembuhkan penyakit ku ini dan melakukan istirahat panjang."Jelas paman Lenan kepada Lintang.


"Benar kah? Tapi apa aku bisa melakukan tugas penting ini paman? Mungkin aku tidak akan seprofesional dirimu."Jawab Lintang dengan rendah hati.


Selama ini Lintang hanya menjadi bawahan sang Paman di kantor, dia hanya membantu seperlunya saja, namun seperti nya kali ini sudah saatnya dia menjalankan tugas yang selama ini sudah seharusnya dia jalan kan.


Sejujurnya sang paman sudah lama meminta dia mengantikan posisi paman di perusahaan sebagai CEO, tapi Lintang selalu menolak dengan alasan tidak siap.


"Kali ini kau tidak bisa menolak lagi, aku benar-benar sudah tidak mampu, bahkan ada beberapa kali perjalanan bisnis kiar kota yang gagal karena aku sudah tidak sanggup."Jelas paman Lenan.


"Paman, maaf kan aku, aku sudah menjadi keponakan yang tidak berguna selama ini."Jawab Lintang merasa bersalah.


"Lintang, jangan bicara seperti itu, kau cukup berguna, dan mungkin ini lah saat yang tepat untuk ku menjadi CEO di perusahaan Kusuma,kelak kau akan memiliki anak, jadi kau harus lebih keras berjuang."Tutur sang paman yang membuat Lintang gagal fokus.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2