Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 20


__ADS_3

"Paman, tolong jangan bahas soal anak dulu, ini membuat aku tidak fokus bicara dengan mu."Tutur Lintang sambil melihat sekeliling.


"Ada apa? Jangan bilang kau belum menyentuh nya sama sekali?"Marah sang paman dengan tatapan tajam nya ke arah Lintang.


"Sudah Paman, jangan sampai Zoya mendengar kita, lanjutan pembahasan tentang perusahaan saja."Tutur Lintang mengelak saat sang paman mengatakan hal tentang anak.


"Baik lah, intinya, aku akan menyerahkan perusahaan itu kelas mu sepenuhnya,aku harap kau bisa mengurus nya, dan tidak membuat aku kecewa."Ucap paman Lenan lagi.


"Baik lah, tapi aku tidak yakin bisa mengelola nya sendiri, tanpa ada Bimbingan dari mu paman."Ucap Lintang yang selalu rendah di depan sang paman.


"Aku percaya pada mu, kau adalah anak dari Kusuma, kakak ku, dia adalah seorang yang handal dalam hal ini, aku percaya kau juga bisa menjalankan bisnis."Jelas sang paman sambil tersenyum.


"Huh, baik lah Paman."Jawab Lintang setuju.


Setelah perbincangan itu, Paman dan Lintang pun berjalan menuju ruangan villa.


Terlihat Zoya yang sedang menonton televisi sambil memakan cemilan yang ada di meja depan nya.


"Temani dia, aku akan istirahat ke kamar."Ucap sang paman begitu peka dan ingin Lintang dan Zoya selalu berduaan.


"Tapi paman ... "belum sempat Lintang mencegah paman nya, Paman Lenan malah sudah berjalan cepat menuju kamar.


"Ada apa?"Tanya Zoya yang mendengar suara di belakang nya dan menoleh ke arah Lintang.


"Tidak ada."Jawab Lintang yang kemudian berjalan dan duduk di sebelah Zoya.


"Film nya sangat romantis, aku sangat suka."Ucap Zoya mulai bercerita tentang alur film Drakor yang di tonton nya saat ini.


"Apa enaknya Drakor? Mendingan nonton bola saja."Ucap Lintang mengambil remote dari meja dan berniat untuk mengalihkan siaran televisi itu.


Namun dengan cepat Zoya memegang tangan nya dan menatap Lintang dengan tatapan tajam."Jika kau memindahkan siaran televisi ini, maka aku akan berteriak mengadu kepada paman jika kau sudah mengangu ku."Ucap Zoya.


"Ouhh, jadi karena sekarang kita ada di villa, kau sudah tidak takut dengan ku ya? Kau bahkan mengancam ku? Coba saja jika kau bernai,aku akan mengigit bibir mu itu!"Marah Lintang.

__ADS_1


"Pamaaaaa!!" Teriak Zoya.


Lintang yang mendengar itu pun buru-buru menutupi mulut Zoya dengan tangan nya, tak di sangka Zoya benar-benar berteriak, Untung saja saat itu paman Lenan masih belum sempat mendengar teriakan Zoya, jika tidak habis lah Lintang di tangan paman nya.


"Bodoh, kau benar-benar berteriak!"Ucap Lintang dengan tangan yang masih menutupi mulut Zoya.


Sementara Zoya hanya memasang wajah gemas menatap Lintang yang sedang ketakutan.


Setelah memastikan sang istri benar-benar diam, Lintang pun melepaskan tangan nya dari mulut Zoya.


"Berikan remote nya pada ku."Ucap Zoya menadahkan tangan nya ke pada Lintang.


Lintang yang takut jika wanita itu berteriak lagi pun akhirnya memberikan remote tersebut kepada Zoya.


Zoya sangat bahagia, karena di villa tidak ada kejahilan Lintang yang akan menyiksanya hidup nya seperti di mansion, Lintang akan selalu mengerjai nya dan membuat nya menangis.


Mereka berdua terlihat bukan seperti sepasang suami istri, malah terlihat seperti adik dan kakak laki-laki yang akan selalu berkelahi setiap saat.


Beberapa menit kemudian suasana kemampuan tenang, Lintang yang bosan mau tidak mau ikut nonton Drakor bersama dengan Zoya.


"Tampan apanya,masih tampan juga wajah ku di bandingkan dia."Ketus Lintang.


"Diam,kau tidak di ajak."Jawab Zoya sambil terus mengagumi laki-laki di dalam film tersebut.


Sementara itu Lintang hanya menatap kesal ke arah nya, rasanya ingin sekali dia mencabik-cabik televisi tersebut.


Namun tiba-tiba saja Zoya malah menutup mata nya dengan kedua tangan nya.


"Apa yang kau lakukan?"Tanya Lintang lagi.


Zoya mengeleng kan kepala nya, sambil menujuk televisi.


Ternyata dalam Film tersebut terdapat adegan ciuman antara pemeran utama laki-laki dan pemeran utama wanita.

__ADS_1


"Haha, bodoh, mengapa kau tidak melihat nya? Bukan kah itu bagus?"Tanya Lintang yang saat ini akal jahil nya mulai kembali kambuh.


Lintang pun mendekati istri dan menarik kedua tangan Zoya sambil memegang erat kedua tangan tersebut agar Zoya tidak bisa menutup mata nya.


"Lintang apa yang kau lakukan? Lepas kan tangan ku!"Marah Zoya sambil menatap Lintang dengan tatapan kesal.


"Mau mencoba seperti itu?"Tanya Lintang dengan suara pelan setengah berbisik sambil menyeringai lebar.


"Apa? Apa yang kau katakan?"Ucap Zoya ketakutan.


"Mencoba nya? Apa kau mau? Rasanya pasti enak."Ucap Lintang lagi.


"Tidak, Lintang jangan kurang hajar."Marah Zoya menolak lupa jika laki-laki di hadapan nya saat ini adalah suaminya sendiri.


"Kurang hajar apanya? Aku ini suami mu, apa kau malu di sini? Ayo ke kamar."Ucap Lintang semakin mendekati Zoya.


"Tidaaaaaak!"Jerit Zoya menarik tangan nya yang di pegang oleh Lintang dan berlari dari ruang tengah villa entah ke mana.


"Hahahaha,hahahaha, gelak tawa Lintang pun mengelegar di ruang tengah tersebut, baru saja Zoya berfikir jika dia akan bebas dari kejahilan Lintang, namun ternyata Lintang masih bisa sangat jahil Meksi mereka di vila yang ada paman Lenan.


"Lintang sialan! Beraninya dia mengerjai aku."Kesal Zoya sambil mengambil segelas minuman di dapur vila.


Zoya yang kesal tidak benari pergi ke ruang tengah lagi, dia memilih untuk menenangkan diri saja di dapur vila.


"Apa Benar-benar enak? Aku belum pernah coba? Aishhh, Astaga, mengapa aku jadi memikirkan hal ini? Ini semua pasti gara-gara Lintang sialan."Ucap Zoya tanpa ragu mengumpat Lintang suaminya.


Semakin hari hubungan Lintang dan Zoya terlihat semakin dekat, karena kejahilan yang di lakukan Lintang serta kebawelan Zoya yang hampir membuat keduanya sering bertengkar, hal ini membuat keduanya sama-sama mulai membutuhkan satu sama lain, kehidupan keduanya lebih berwarna setelah bersama seperti ini.


Meski Lintang terkenal arogan dan juga sombong, Zoya sudah terbiasa dengan hal tersebut, dia bahkan kini mampu membuat laki-laki itu hampir tidak bisa menyombong kan diri di hadapan nya.


Kelihatan nya, mereka berdua sudah saling memiliki perasaan, namun sama-sama belum menyadari nya karena sama-sama keras kepala.


Seperti pepatah mengatakan jika, seseorang sering bertengkar itu tandanya saling cinta, karena cinta juga bisa datang nya dari rasa benci yang berlebihan, bahkan cinta yang datang dari rasa benci yang berlebihan itu akan lebih besar dari cinta yang berawal dengan hubungan romantis.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2