
"emm, Lintang, terima kasih untuk tadi malam, kau sudah membantu ku."Ucap Zoya kepada Lintang.
"Hanya terima kasih saja?"Tanya Lintang lagi.
"Apa? Lalu kau ingin aku membalas nya dengan apa?"Zoya kembali bertanya, namun kali ini tatapan nya sedikit kesal karena jawaban Lintang tadi.
"Aku ingin sesuatu, karena aku sudah membantu jadi aku harus mendapatkan imbalan."Ucap Lintang sambil menampilkan senyum jahil nya.
"Lihat lah, tuan muda tidak ada habis-habisnya nya menjahili nona muda."bisik para maid yang mengawasi mereka dari dapur mansion.
Saat ini Zoya dan Lintang sedang duduk di meja makan dapur mansion, dan mereka baru saja selesai makan siang.
"Baik lah, apa yang kau inginkan?"Tanya Zoya dengan kesal.
Zoya yang awalnya bahagia malah di buat kesal oleh prilaku Lintang.
"Bagaimana jika kau dan aku jalan-jalan siang ini? Tapi kau yang traktir."Ucap Lintang.
"Apa? Aishhh, baik lah kau ingin ke mana?"Tanya, Zoya lagi.
__ADS_1
Sejujurnya Zoya sangat kesal dengan permintaan Lintang barusan, tapi ada bagus nya juga Lintang begitu, karena dia juga akhirnya bisa menghilangkan rasa suntuk terus berada di mansion sepanjang waktu.
"Ke mana saja, yang penting jalan-jalan, ke mal, atau ke mana pun itu."Tutur Lintang.
"Bagaimana dengan pekerjaan mu? Apa kau tidak mengurus perusahaan?"Tanya Zoya lagi.
"Kau tenang saja, aku ini CEO, bukan karyawan."Turur Lintang.
"Yasudah, terserah kau saja."Ucap Zoya.
Para main saling pandang, mereka merasa nona muda dan tuan muda mereka ini bukan seperti sepasang suami istri,malah terlihat seperti bersahabat, tidak ada romantis, romantis nya sama sekali.
Setelah kesepakatan tersebut, benar saja, sore nya, Lintang dan juga Zoya benar-benar keluar bersama, untuk jalan-jalan.
Setelah memarkirkan mobil, Lintang dan Zoya pun berjalan masuk ke dalam mall tersebut.
"Apa yang akan kau beli di mal ini?"Tanya Zoya.
"Aku ingin kau, memilih kan beberapa jas baru untuk ku, karena jas di lemari semuanya sudah banyak yang jelek."Ucap Lintang dengan serius nya.
__ADS_1
"Astaga, boros sekali, padahal jas nya sudah banyak dan semua masih pada Bagus."Celetuk Zoya.
"Mau atau tidak? Kau terlihat tidak ikhlas."Ucap Lintang menatap Zoya dengan tatapan kesal.
"Ya, ya mau, ayo."Jawab Zoya menyerah dengan anak kecil satu ini.
Mereka pun akhirnya mulai memilih-milih jas yang bagus serta kemeja untuk Lintang.
Baru kali ini Lintang merasa bahagia karena ada yang memperhatikan pakaian nya, biasanya dia selalu meminta asisten untuk mengatur pakaian nya, namun setelah ada Zoya dia merasa lebih nyaman dengan pakaian yang di pilih atau di atur Zoya.
"Seperti nya yang itu bagus."Ucap Zoya berjalan ke arah jas abu-abu yang saat itu stok nya hanya tinggal satu di deretan jas di mal tersebut.
Namun saat tangan Zoya menyentuh baju tersebut, seseorang dari sebelah nya juga menyentuh baju itu.
"Zoya."Ucap orang itu seketika menatap Zoya yang juha memegang jas tersebut.
"Ke, Leon."Ucap Zoya sedikit gugup.
"Apa yang kau lakukan di tempat pakaian pria ini?"Tanya Leon yang masih belum ngeh jika Zoya di sana dengan Lintang.
__ADS_1
Lintang yang melihat itu pun buru-buru menghampiri Zoya dan segera menarik tangan Zoya agar menjauhi Leon.
Bersambung ....