
"Tapi ma, sama seperti Fira, aku juga tidak mau menikah dengan laki-laki tua."Jawab Zoya lagi.
"Baik, baik lah, kau tidak mau berkorban kan? Jadi dengan itu, kita terpaksa harus kehilangan semuanya, aku yakin papa mu pasti akan sangat sedih, memiliki seorang putri yang tidak bertanggung jawab seperti mu, kau bahkan tidak akan pernah bisa menghargai kerja keras papa mu, kau itu hanyalah anak yabg egois."Tutur mama Mona berdiri dari duduknya dan hendak berjalan pergi dari ruangan tersebut.
"Aku tidak menyangka, kau adalah anak yang engois kak."Ucap Fira ikut-ikutan.
"Mama! Fira tunggu!"Ucap Zoya ikut berdiri dari duduknya dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipi cantik nya.
Teriakan Zoya membuat Fira dan mama Mona bertenti dan berbalik menatap Zoya.
"Ada apa lagi."Tanya mama Mona.
"Aku, aku akan melakukan apapun demi melunasi hutang papa, asalkan perusahaan dan aset lain tidak jatuh ke tangan siapapun, aku bersedia, aku bersedia! Aku tidak ingin papa kecewa kepada ku! Aku bukan lah anak yang tidak bisa berbakti! Aku bisa!"Jerit Zoya melawan semua rasa ragu dan rasa sakit hatinya karena akan mengorbankan dirinya kepada seorang laki-laki tua, demi perusahaan sang papa.
"Be, benar kah?"Tanya sang mama tiri yang sudah berhasil membuat Zoya berbuah pikiran dan menjadi rela.
"Kak, ini benar-benar kau?"tanya Fira yang tiba-tiba baik terhadap Zoya.
"Ya, mama, kau bisa mengatur semuanya, aku tidak akan membantah, semua ini demi papa."Ucap Zoya yang kemudian menyeka air matanya dan berlari menuju tangga dengan cepat menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai atas untuk segera masuk ke kamar nya.
"Fira, mama berhasil? Kita berhasil!"Ucap mama Mona dengan wajah bahagia.
"Iya ma, si bodoh itu akhirnya menuruti keinginan kita, oh tuhan, betapa bahagianya aku."Ucap Fira yang kemudian memeluk mama nya.
Kedua orang itu kini sangat bahagia sudah meracuni pikiran Zoya demi kepentingan hidup mereka sendiri.
__ADS_1
Sementara itu Zoya di kamar meringkuk memeluk foto mama dan papa nya sambil menagis.
"Ma, pa, aku tau, kalian tidak berharap aku menjadi seperti ini, tapi aku melakukan nya, demi menyelamatkan hasil kerjanya keras papa, dan juga banyak nya kenangan indah bersama mama di mansion ini, aku ingin kalian bangga kepada ku meskipun setelah ini, kehidupan bahagia yang selalu aku impikan akan pergi menjauh dari diri ku."Tutur Zoya sambil menagis dan sesekali mencium foto kedua orang tuanya.
Malam itu Zoya tertidur dalam keadaan tidak baik-baik saja, mata nya bengak dan juga sembab meskipun begitu, dia masih sangat terlihat cantik dan penuh kelembutan.
Keesokan harinya.
"Jam segini masih tidur! Zoya! Cepat bangun, di luar sudah ada dua orang anak buah tuan Lenan yang menjemput mu!"Ucap mama Mona yang kini menarik selimut Zoya dan memukul-mukul lengan Zoya untuk segera bangun.
"Ma, aku ingin istirahat, sebenar lagi, aku mohon."Lirih Zoya yang terlihat sangat lelah dan kondisi nya pun terlihat tidak baik.
"Apa kau bilang? Bukan kah tadi malam kau sudah setuju dengan ku? Apa kau akan mengingkari janji mu? Segera mandi aku akan membereskan koper mu dan baju yang akan kau gunakan nanti."Tutur mama Mona menarik paska Zoya masuk ke dalam kamar mandi dan segera menutup pintu kamar mandi.
Selang tiga puluh menit kemudian, Zoya pun sudah selesai mandi dan keluar dari dalam kamar mandi.
"Ma, mengapa secepat ini? Mama juga tidak mengatakan jika aku harus pergi ke tempat tuan Lenan itu, lalu aku tidak akan bisa kembali ke mansion lagi?"Tanya Zoya yang kini masih di baluti dengan handuk di tubuh nya.
"Lalu apa kau pikir tuan Lenan lah yang akan pindah ke mansion ini? Apa kau sudah gila? Dengar ya, biar pun kau pergi, aku pasti tidak akan ada waktu untuk mengubah mansion ini, aku tidak akan menghilangkan kenangan di sini, soal perusahaan Fira dan aku lah yang akan mengurus nya, kau juga bisa datang ke sini kapan pun kau mau, yang jelas kau sudah berkorban untuk menyelamatkan aset berharga papa mu, sekarang, jangan banyak bicara, gunakan pakaian mu dan turun segera, sebelum para anak buah tuan Lenan marah dan menghancurkan mansion ini."Cerocos mama Mona yang kemudian berjalan keluar dari kamar Zoya.
"Kini Zoya semakin putus asa, meskipun dia menyelamatkan perusahaan dan aset lainnya, tetap saja dia tidak bisa tingal di sana, dan juga menjaga aset papa nya, saat ini, dia sadar dia hanya lah bisa berkorban, bukan mengambil dan merawat hak nya itu. Mau tidak mau, Zoya pun harus menuruti kehendak mama tiri nya yang kejam.
Zoya pun mempersiapkan dirinya, setelah benar-benar menguatkan hati dan juga tubuh nya, Zoya berjalan keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang sudah rapi sambil menenteng koper di tangan nya.
"Tuan, maaf menunggu lama, itu dia, anakku Zoya sudah tiba."Tutur mama Mona dengan segala kelembutan nya.
__ADS_1
"Baik, nona Zoya, ayo segera masuk ke dalam mobil, tuan kami sudah menunggu Anda."Jelas salah satu dari anak buah paman Lenan.
"Ba,baik."Jawab Zoya dengan segala keterpaksaan nya.
Mereka pun akhirnya kini sudah berdiri di luar mansion, mama Mona dan Fira memasang wajah sedih palsu mereka untuk mengantarkan kepergian Zoya sampai depan mansion.
"Oh, sayang nya mama, jaga dirimu baik-baik di sana ya, kau benar-benar berbakti, di atas sana, papa dan mama mu pasti bangga melihat dirimu."Ucap mama Mona sambil memegang tangan Zoya.
"Ya, dan mereka pasti sangat mencintai mu kak, kau adalah yang terbaik."Ucap Fira dengan ekting nya memeluk Zoya.
Untuk kesekian kalinya Zoya melihat ekting menjijikkan dari ibu dan anak yang durjana ini.
Mereka pikir Zoya tidak tau jika mereka memanfaatkan Zoya untuk kesenangan mereka, tapi untuk saat ini, keadaan tidak memungkinkan Zoya untuk memberontak atas takdir nya.
"Nona, apa sudah selesai? Ayo silahkan masuk."Ucap salah satu anak buah Paman Lenan sudah membukakan pintu mobil untuk Zoya.
"Ma, Fira, aku pergi dulu."Ucap Zoya yang kemudian berbalik menghadap mobil yang sudah menunggu nya, dan masuk ke dalam mobil tersebut.
"Dada Sayang, jaga dirimu baik-baik."Ucap mama Mona pura-pura menagis.
"Dada kak."Ucap Fira juga ikut menangis palsu.
Zoya hanya menatap mereka dengan tatapan dingin, entah sejak kapan, ada rasa dendam di hati nya atas kedua orang itu.
Bersambung ....
__ADS_1