Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 42


__ADS_3

Mama Mona yang kini marah akibat anak nya tewas pun mengeluarkan sebuah pistol dari saku baju nya.


"Kalian semua harus mati, kalian sudah membunuh putri ku satu-satunya!"Ucap mama Mona berteriak histeris.


"Jangan bergerak, anda kami kepung!"Ucap kawanan polisi yang baru tiba di lokasi.


Mama Mona pun kaget melihat banyak nya polisi yang sudah mengepung dan menodor kan pistol ke arah nya, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menyerahkan, karena sekali tembakan yang akan dia layangan itu akan membuat nyawanya melayang oleh para polisi ini.


Para polisi yang sudah melihat mama Mona menyerah pun akhirnya meringkus dan memborgol nya.


"Lintang segera bawa Zoya ke RS, Paman akan mengurus ini semua."Ucap Paman Lenan kepada Lintang.


Tampa banyak basa-basi, Lintang pun membawa Zoya pergi dari rumah tersebut untuk segera ke RS, karena kondisi Zoya semakin melemah.


Sementara itu Paman Lenan mengurus mayat Fira dan juga urusan dengan kepolisian.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Zoya baru sadar dari pingsan nya, tubuhnya cukup lemah, hal ini membuat Lintang begitu khawatir.


"Permisi pak, apa Anda suami nya?"Tanya dokter itu yang keluar dari kamar rawat Zoya.


"Ya, ya dokter saya suaminya."Jawab Lintang.


"Begini pak, pasien baru sadar, tapi aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan nya tubuh nya lemah sekali, kandungan nya juga lemah apa pasien akhir-akhir ini tidak mau makan atau mengalami stres berat?"Ucap sang dokter.


"Ha? Hamil?"Tanya Lintang dengan suara yang gemetar.


"Ya, pasien sedang hamil, dan kondisi janin nya itu masih sangat baru, sebagai suami tolong jangan anda biarkan dia mogok makan, hampir saja kalian kelihatan calon bayi."Ucap sang dokter.


Sementara itu Paman Lenan yang mendengar kehamilan Zoya seperti patung menatap sang dokter, rasanya dia ingin sekali meloncat-loncat kegirangan.


"Baik kalau begitu saya buat kan resep obat untuk pasien, silahkan masuk, pasien mungkin ingin menemui Anda."Ucap sang dokter dengan ramah nya.


"Baik dokter baik."Jawab Lintang yang tidak tau harus berekspresi seperti apa sangking bahagia nya mendengar kabar ini.

__ADS_1


Setelah dokter itu pergi, Lintang menoleh ke arah Paman Lenan yang ada di belakang nya, sementara Paman Lenan menatap nya juga.


"Paman! Zoya hamil!"Ucap Lintang bahagia.


"Aku akan segera punya cucu!"Ucap paman Lenan yang kemudian nyelonong masuk ke dalam ruang rawat Zoya meningal kan Lintang.


Sementara itu Lintang yang kesal pun menyusul nya.


Terlihat Zoya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah yang sedikit pucat, namun dia sudah sedikit bertenaga karena sudah di infus.


"Sayang, maaf kan aku, maaf kan aku yang lalai dalam menjaga mu."Ucap Lintang yang memegang tangan Zoya dan juga mencium kening Zoya.


"Tidak apa-apa, aku sudah bahagia karena bebas dari mereka, suamiku adalah pahlawan, dan paman kau juga pahlawan ku terima kasih."ucap Zoya dengan pelan sambil menatap Paman Lenan dan Lintang dengan senyuman.


"Tenang lah Zoya, paman sudah memasukkan mama tiri mu itu ke dalam penjara, dan juga Fira dia sudah di makam kan dengan layak."Ucap paman Lenan.


Sejujurnya Zoya sedikit sedih karena Fira harus meningal dengan cara tragis seperti ini.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2