Suamiku Tuan Muda Arogan

Suamiku Tuan Muda Arogan
Episode 07


__ADS_3

"Nona, silahkan turun, kita sudah tiba."Ucap anak buah Paman Lenan membukakan pintu mobil untuk Zoya.


"Terima kasih."Ucap Zoya yang berjalan turun dari mobil dan menatap sebuah rumah mewah sederhana yang kini ada di hadapannya.


"Mari ikut saya."Ucap salah satu dari anak buah tersebut, sementara yang satunya membawa koper Zoya.


Zoya tidak menjawab nya, dia hanya mengangguk dan mengikuti anak buah Paman Lenan dari belakang saja.


Beberapa menit perjalanan masuk ke dalam rumah tersebut, kini Zoya tiba di ruang tengah rumah tersebut.


Terlihat ada seorang laki-laki sedang membaca koran tepat di ruang tengah dekat sofa itu.


"Tuan, nona Zoya sudah tiba."Ucap anak buah yang bertugas mengatar Zoya ke rumah itu.


Laki-laki itu melepaskan koran yang ada di tangan nya, sambil tersenyum dia melirik ke arah Zoya.


"Pa, paman?"Turur Zoya yang tidak asing dengan wajah laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"Selamat datang, Zoya, ayo duduk lah, dan kalian boleh pergi."Tutur paman Lenan kepada Zoya dan dua anak buahnya.


"Baik tuan."Jawab kedua anak buah Paman Lenan yang kemudian berjalan pergi dari ruang tengah tersebut.


Sementara itu Zoya masih kaget dengan apa yang di lihat nya, tidak di sangka oleh nya, Lenan Kusuma ternyata adalah orang yang dia tolong beberapa hari lalu dari pencopet.


"Ayo duduk lah, aku tau kau pasti syok karena melihat wajah ku, yang tidak asing bagimu ini kan?"Tanya paman Lenan dengan ramah nya.


Zoya yang masih bingung pun akhirnya memilih untuk duduk, berhadapan dengan paman Lenan.

__ADS_1


"Pa, Paman, bukan kah kau, menawarkan pekerjaan untuk ku? Tapi mengapa malah menawarkan aku untuk menjadi istri mu."Tanya Zoya dengan seluruh keberanian yabg tersia.


"Ha,ha,ha, apa orang tua seperti ku tidak pantas mendapatkan seorang istri?"Tanya Paman Lenan lagi.


"Bukan, bukan begitu paman,maaf kan aku jika aku menyingung perasaan mu, aku baru tau, ternyata tuan Lenan Kusuma adalah kau paman."jelas Zoya dengan polosnya.


"Kau ini sangat sopan ya, aku tau, mama tiri mu dan juga adik tiri mu, sudah berusaha keras untuk membuat kau mengorbankan dirimu demi keuntungan mereka bukan?"Tanya Paman Lenan tersenyum kepada Zoya.


"Tidak, mungkin, bukan hanya kepentingan mereka, aku melakukan ini, karena aku menghargai kerja keras papa ku, dan kenangan mama ku, aku siap melakukan apapun asal Paman aku mohon jangan tarik semua aset dan perusahaan papa ku."Turur Zoya menatap paman Lenan penuh iba.


"Hahaha, hati mu sangat lembut Zoya, kau benar-benar sang cocok, kau adalah wanita pilihan yang tepat."Tutur Paman Lenan terlihat sangat menyukai Zoya.


"Aku siap Paman."Jawab Zoya sambil menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh.


Rasanya cukup berat bagi Zoya saat menyadari dirinya akan segera menikah dengan orang tua.


"Zoya, mereka pasti mengatakan jika aku meminta salah satu dari kalian menjadi istri ku bukan?"Tanya paman Lenan lagi.


"Zoya, kau tidak perlu khawatir, karena aku tidak akan menikah, aku ini sudah tua, sudah bau tanah, mana mungkin aku Kana menikah dengan wanita muda seperti mu, aku juga bukan laki-laki kejam yang akan merusak seorang anka muda cantik,baik hati dan juga patuh seperti mu."Jelas paman Lenan sambil meneguk teh nya yang sudah sedikit dingin di atas meja itu.


Seketika Zoya terkejut mendengar ucapan paman Lenan barusan, paman Lenan tidak akan menikah dengan nya, lalu yang di katakan oleh Fira dan mama Mona itu? Apakah rekayasa? Pikir Zoya mulai kalut saat ini.


"Kau pasti bingung kan? Zoya, mereka tidak mendengar kan penjelasan ku, jadi mungkin mereka salah paham, aku meminta salah satu dari kalian untuk menjadi istri, tapi bukan lah istri ku, melainkan istri dari keponakan ku, Lintang Kusuma, keponakan ku satu-satunya, dia lah yang akan menikah dengan mu, bukan aku."Ucap paman Lenan terlihat sangat bersemangat mengatakan itu.


"Apa?"Kaget Zoya bukan kepalang.


Baru saja Zoya ikhlas dengan takdir nya, yang akan menjadi istri orang tua, eh ternyata malah lain lagi takdir yabg datang, bukan menikah dengan paman Lenan yang sudah di kenali oleh nya, ternyata paman Lenan ingin menjodohkan Zoya dengan keponakan nya.

__ADS_1


"Astaga rumit sekali takdir ini."Batin Zoya dengan segala pikiran nya.


"Seharusnya kau sudah bahagia bukan? Karena kau tidak akan menikah dengan orang tua, aku sedikit kasih tau kepada mu ya, keponakan ku cukup tampan dan berwibawa tapi sayang nya dia begitu arogan."Tutur paman Lenan yang kini malah curhat kepada Zoya.


"Paman,maaf sebelumnya, aku benar-benar bingung akan hal ini, mereka bilang aku akan menikah dengan paman tapi ternya tidak,ini cara menyelesaikan nya bagaimana ya?"Tanya Zoya begitu polos, dan mampu membuat paman Lenan menertawakan nya.


"Hahaha, tenang lah, semuanya aku yang atur,kau akan bertemu suami mu saat persiapan pernikahan sudah selesai aku urus, jadi kau tinggal di rumah ini untuk sementara waktu ya, kau cukup menunggu saat nya tiba. Aku percaya kau cukup patuh."Jelas sang paman dengan penuh senyum di bibir nya.


Zoya yang masih bingung hanya bisa mengaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal.


Empat hari pun berlalu.


Setelah hari pertama datang ke rumah itu, Zoya tidak lagi bertemu dengan paman Lenan, selama empat hari itu pula dia tinggal di rumah itu di temani seorang pelayan yang selalu ada di dekat nya.


Dan hari keempat ini, adalah hari pernikahan Zoya, yabg tentunya sudah di tentukan oleh sang paman.


"Laura, mengapa paman Lenan tidak menentukan jadwal perkenalkan atau pertemuan singkat ku dengan keponakan nya? Pernikahan macam apa ini? Aku sangat bingung."Ucap Zoya kepada pelayan nya.


"Nona, jangan khawatir, tuan Lenan melakukan ini, karena semata-mata tidak ingin membuang waktu untuk pertemuan singkat, dia mungkin ingin pernikahan kilat saja, setelah menikah barulah nona kenal dengan suami nona."Jawab Laura menghibur majikan nya yang Bawel itu.


"Ini sangat membuat aku ingin pingsan."Jawab Zoya.


Bagaimana tidak, Zoya akan menikah, tapi dia sama sekali tidak mengenali pengantin wanita nya, dan saat ini dia dalam perjalanan menuju gedung resepsi.


Sementara itu di sisi lain.


"Lintang, maaf, paman hanya mengundang beberapa orang kerabat dekat saja, karena kau sendiri yang ingin pernikahan ini di lakukan secara rahasia."Turur Paman Lenan kepada Lintang.

__ADS_1


Lintang mengamati sekeliling ruang gedung yabg di dekorasi seadanya,dan hanya terlihat ada beberapa tamu dekat sang paman.


Bersambung ....


__ADS_2